Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Studi Kualitas Udara Ambien di Area Penambangan Batu Kapur Kecamatan Puger Musarofa; Yuvita Dian Siswanti; Latifa Mirzatika Al-Rosyid
Environmental Pollution Journal Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v5i2.374

Abstract

Aktivitas penambangan batu kapur dan lalu lintas kendaraan berpotensi menurunkan kualitas udara ambien serta menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara ambien di kawasan penambangan gunung kapur Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengukuran lapangan menggunakan detektor gas pada lima titik lokasi dengan kondisi lalu lintas berbeda. Parameter yang diukur meliputi H₂S, CO, O₂, dan LEL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CO melebihi baku mutu pada hampir semua titik kondisi ramai, sementara H₂S melampaui ambang batas pada titik 2 dan 5 kondisi ramai. Parameter O₂ masih dalam kategori aman, sedangkan LEL tidak terdeteksi. Secara umum kualitas udara di kawasan penelitian dipengaruhi oleh aktivitas penambangan dan transportasi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian emisi dan pemantauan berkala untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Ketertarikan Arthropoda Pada Blok Refugia (Cosmos caudatus, Helianthus annuus L., Zinnnia acceraso) Di Lahan Mangga Alpukat Di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Rembang, Pasuruan Musarofa, Musarofa; Windriyanti, Wiwin; Rahmadhini, Noni
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10621

Abstract

Mangga merupakan tanaman potensial untuk dikembangkan karena disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat dan memiliki pasar yang luas. Permasalahan utama dalam pengembangan mangga adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Konsep pengendalian hama dengan menanam refugia pada sekeliling lahan tanaman berkemampuan memikat banyak musuh alami karena berfungsi sebagai sumber pakan maupun tempat perhentian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kertetarikan arthropoda pada blok refugia di Desa Oro-oro Ombo Kulon. Pola penanaman  refugia (C. caudatus, H. annuus L., Z. acceraso) yaitu dengan pola kombinasi tanam pinggir petak lahan (hedge rows) dan pola tanam sistem bank serangga (insectary bank). Pengamatan dilakukan dengan metode scan sampling yaitu dengan mengamati serangga yang hinggap pada refugia dengan menghitung jumlah spesies dan individu serangga pengunjung. Pengumpulan dan pengamatan serangga pada tanaman refugia di area tanaman mangga alpukat dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung, menggunakan jaring ayun (sweep net), menggunakan yellow sticky traps, dan menggunakan pitfall trap. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung indeks keanekaragaman (H) dan indeks kelimpahan relatif (IKR%). Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 16963 individu, yang terdiri dari 104 spesies, 56 famili, dan 12 ordo serangga sebagai hama, predator, penyerbuk, parasit, dan pengurai.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SEPTIC TANK (SEPTAGE) MENGGUNAKAN CONTRUCTED WETLANDS Musarofa, Musarofa
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2025.v5i1.6601

Abstract

Typically, septic tank liquid waste is treated conventionally at Wastewater Treatment Plants (IPLT) using technologies that involve high operational and maintenance costs as well as skilled operators. In this study, the constructed wetland method was applied to treat septic tank liquid waste using several plants, including Scirpus lacustris, Cyperus rotundus, and Cyperus papyrus. The research was conducted over 42 days at the Environmental Quality Laboratory of ITATS. The treatment process lasted 25 days, aiming to reduce the BOD, TSS, and E. coli parameters in the septic tank liquid waste. The highest average removal rates were observed in Reactor 1 using Scirpus lacustris with a contact time of 25 days, achieving 81.9% removal of BOD, 94.25% removal of TSS, and 68% removal of E. coli. For Cyperus rotundus, the removal rates were 52% for BOD, 89.5% for TSS, and 63% for E. coli. For Cyperus papyrus, the removal rates were 62.84% for BOD, 87% for TSS, and 63% for E. coli. The average removal rate of Scirpus lacustris was higher compared to the other two test plants. Thus, while Scirpus lacustris is effective in reducing BOD, TSS, and E. coli concentrations, it still does not meet the E. coli quality standards set by Permen LH No. 68 of 2016 on domestic wastewater quality.
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Pada Generasi Milenial Dengan Melakukan Recycle Sampah Kertas Musarofa Musarofa; Yuvita Dian Siswanti; Bella Pitaloka; Adinda Setya Maulinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i1.651

Abstract

Sampah kertas merupakan salah satu sampah yang banyak dihasilkan dari kegiatan perkantoran, rumah tangga maupun kegiatan akademik. Sumber penghasil sampah kertas didominasi oleh kegiatan akademik, hal tersebut dikarenakan kegiatan akademik berhubungan langsung dengan kertas. Limbah kertas menjadi salah satu masalah yang serius bagi bumi ini (Arfah.,2017). Recycle atau daur ulang sampah kertas menjadi produk yang bernilai lebih menjadi salah satu solusi dari bebrapa permasalahan lingkungan yang terjadi pada saat ini. Mendaur ulang kertas membantu pemerintah dalam program penanggulangan sampah. dalam prosesnya perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak dan elemen masyarakat. Perlu adanya pengenalan keterampilan, pemahaman dan bimbingan mengenai pentingnya pemanfaatan sampah kertas kepada generasi milenial. Generasi milenial merupakan generasi perubahan, Generasi ini sangat kaya akan ide kreatif dan inovatif. Berbagai informasi yang mudah diakses,membuka pikiran tentang pentingnya sesuatu yang terbarukan, unik, menarik dan berdaya saing.(Hardika dkk.,2018). Dikarenakan sasaran utama kegiatan ini adalah generasi milenial maka pengabdian bekerjasama dengan karang taruna untuk merealisasikan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan PkM ini menggunakan metode demosntrasi dan pelatihan secara langsung. Hasil dari PkM ini adalah para peserta dapat memahami bahwasannya sangat penting menjaga lingkungan dan memanfaatkan kembali limbah yang telah dihasilkan (kertas) secara kreatif dengan mudah untuk menjadi kertas baru yang bermanfaat dan berniali jual serta menjadikannya sebagai peluang usaha yang menjanjikan kedepannya.
Phytoremediation of Tilapia (Oreochromis Niloticus) Aquaculture Wastewater Using Spirulina sp. Latifa Mirzatika Al-Rosyid; Musarofa Musarofa; Yuvita Dian Siswanti; Vania Zitha Amodia; Kasih Imani Putri Sugiarto
Research in Education, Technology, and Multiculture Vol 5, No 2 (2026): Research in Education, Technology, and Multiculture
Publisher : Institute of Multidisciplinary Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61436/rietm/v5i2.pp109-120

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus Linnaeus, 1758) aquaculture generates nutrient-rich wastewater containing ammonia, nitrate, and phosphate that may degrade receiving water quality and promote eutrophication. Microalgae-based phytoremediation has emerged as a sustainable alternative for nutrient removal while simultaneously producing valuable biomass. This study aimed to evaluate the effectiveness of Spirulina sp. in treating tilapia aquaculture wastewater and to assess its growth performance under different wastewater concentrations. A laboratory experiment was conducted using five treatments consisting of a negative control (wastewater without Spirulina), a positive control (Spirulina cultured in 100% Zarrouk medium as the optimum growth reference), and wastewater concentrations of 25% (P1), 50% (P2), and 75% (P3). Ammonia, nitrate, and phosphate concentrations were analyzed every two days. At the same time, the relative growth of Spirulina sp. was monitored daily, and chlorophyll content was determined at the end of the cultivation period. The positive control cultivated in 100% Zarrouk medium, representing the optimum growth condition, achieved the highest relative growth of 716.9% on day 9 and the highest chlorophyll content of 0,62 mg/L. In comparison, wastewater treatments resulted in lower physiological performance but demonstrated considerable phytoremediation capacity, with maximum removal efficiencies for ammonia, nitrate, and phosphate of 48.79%, 71.87%, and 55.68%, respectively. Moderate wastewater concentrations produced superior phytoremediation performance compared with higher wastewater loading, indicating that excessive nutrient concentrations reduced nutrient assimilation efficiency. Wastewater concentrations above the optimum level also suppressed the physiological performance of Spirulina sp., as reflected by lower relative growth and chlorophyll content. These findings demonstrate that Spirulina sp. is a promising eco-friendly phytoremediation agent for tilapia aquaculture wastewater and highlight the importance of optimizing wastewater concentration to achieve both high nutrient removal efficiency and sustainable microalgal growth. Keywords: Spirulina sp., Tilapia, Phytoremediation, Aquaculture, Wastewater
Identication of Types and Characteristics of Hazardous Waste at Campus X Bela Pitaloka; Musarofa; Yuvita Dian Siswanti; Rusdiana Setyaningtyas; Winda Islamiyah Umarie
Environmental Pollution Journal Vol. 6 No. 2: July 2026
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v6i2.501

Abstract

Hazardous and toxic waste (B3 waste) management in higher education environments isimportant to prevent environmental pollution and health risks caused by improper wastehandling. Campus operational activities, laboratories, ofces, and facility maintenance activitieshave the potential to generate various types of hazardous waste that require proper managementaccording to environmental regulations. This study aimed to identify the types, characteristics,sources, and generation of B3 waste produced at Campus X. The research used a descriptiveobservational method through direct eld observations, waste generation measurements forseven consecutive days, documentation, and short interviews during the observation process.The results showed that hazardous waste generated at Campus X originated from laboratoryactivities, ofce activities, campus operational activities, and equipment maintenance. Theidentied waste types included electronic waste, used batteries, expired chemicals, infectiouswaste, uorescent lamps, and used hazardous waste packaging. The total hazardous wastegeneration during the observation period reached 57.53 kg with an average generation of 8.22kg/day. Most of the waste characteristics were classied as toxic, corrosive, infectious,ammable, and environmentally hazardous. The study also found that hazardous wastesegregation and temporary storage practices at Campus X were still not fully implementedaccording to technical standards. Therefore, improvements in waste segregation systems,provision of temporary storage facilities, and strengthening of hazardous waste managementpractices are necessary to support environmentally sustainable campus management.
Pembangunan Kolam Retensi Guna Mengatasi Masalah Kekeringan Di Dusun Plampang Desa Klekehan Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Senki Desta Galuh; Musarofa Musarofa; Jimi Amijaya; Totok Dwi Kuryanto; Yuvita Dian Siswanti; Levina Ardiningrum Hartadi; Kasih Imani Putri Sugiarto; Tiara Dwi Desfinta; Akmal Hisam Dani; Asroful Abidin
ABDIMASTEK Vol. 5 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v5i1.4954

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Kondisi tanah dan iklim yang mendukung menjadikan Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, perubahan iklim yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan tantangan serius bagi para petani. Curah hujan yang tidak stabil dan musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan kekeringan yang berdampak langsung pada ketersediaan air, baik untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun untuk irigasi pertanian. Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Di wilayah ini terdapat Dusun Plampang, Desa Klekehan, dengan jumlah 96 KK yang sejak tahun 2023 hingga Juli 2024 mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Kekeringan tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air minum, tetapi juga mengancam produksi pertanian lokal. Komoditas utama desa ini yaitu jagung dan kacang hanya dapat ditanam satu kali dalam setahun akibat keterbatasan air irigasi. Dalam perspektif Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), isu kekeringan ini merupakan tanggung jawab sosial yang menuntut kepedulian dan tindakan nyata untuk menolong sesama. Nilai solidaritas dan kebermanfaatan menjadi landasan keterlibatan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang sejak awal aktif mendistribusikan air bersih ke Dusun Plampang. Upaya tersebut merupakan bentuk dakwah bil-hal yang tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Sebagai langkah strategis dan berkelanjutan, direncanakan pembangunan kolam detensi seluas ±1 hektar untuk menampung air dan mengairi lahan pertanian seluas ±2.000 hektar. Pembangunan kolam ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Klekehan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Teknologi Biopori untuk Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Yuvita Dian Siswanti; Musarofa; Rohimatush Shofiyah; Rafli Maulana Faqi; Melda Herista
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/498dsk97

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kabupaten Bondowoso, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga melalui teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB). Sebelum kegiatan berlangsung, warga belum mengenal konsep biopori dan masih membuang atau membakar sampah organik. Program dilaksanakan selama kurang lebih empat jam melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan, dengan sasaran utama ibu rumah tangga sebanyak 15 peserta. Selama kegiatan, berhasil dibuat sebanyak 1–5 lubang resapan biopori di pekarangan warga. Evaluasi dilakukan melalui lembar observasi keterampilan dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan masyarakat. Warga mampu membuat dan memelihara biopori secara mandiri serta memanfaatkan sampah organik sebagai bahan kompos. Pemberian satu set alat biopori yang disimpan dan dikelola oleh ketua RT/RW mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, penerapan biopori berpotensi memberikan dampak positif pada aspek lingkungan dan mendukung pengembangan Smart Village berbasis partisipasi dan keberlanjutan.
Analisa Jumlah Kandungan Bakteri Penambat Nitrogen Pada Kasgot Yang Dihasilkan Dari Berbagai Perlakuan Yuvita Siswanti; Rohimatush Shofiyah; Musarofa Musarofa
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i2.1652

Abstract

Kasgot merupakan sisa hasil pencernaan (residu) dari larva lalat Hertia illucens (Black Soldier Fly). Kasgo sendiri mengandung berbagai jenis mikroba yang sangat berguna untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman seperti bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut Fosfat, serta mikroba penghasil zat pengatur tumbuh (ZPT). Bakteri Penambat Nitrogen merupakan salah satu jenis mikroba tanah yang berperan dalam penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jumlah bakteri penambat Nitrogen yang terkandung dalam kasgot dari berbagai variasi perlakuan pemberian pakan maggot. Adapun menurut penelitian yang telah dilakukan, lama waktu bakteri untuk memperbanyak dirinya bergantung pada berbagai faktor, salah satunya adalah media tumbuh dan makan yang berada disekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kasgot yang berasal dari pakan nasi basi memiliki jumlah bakteri penambat nitrogen tertinggi (5,50 × 10⁷ CFU/mL), kasgot yang berasal dari pakan produk kadaluarsa dan hasil fermentasi (3,35 × 10⁵ CFU/mL) dan yang terendah pada pakan sayur dan buah (8,50 × 10⁴ CFU/mL).Kasgot yang memiliki kandungan nitrogen total (N-Total) yang lebih tinggi cenderung memiliki jumlah bakteri penambat nitrogen yang lebih banyak. kasgot dari pakan nasi basi memiliki potensi terbaik sebagai pupuk organik karena memiliki jumlah bakteri penambat nitrogen yang tinggi serta kandungan N-total yang cukup tinggi