Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ketertarikan Arthropoda Pada Blok Refugia (Cosmos caudatus, Helianthus annuus L., Zinnnia acceraso) Di Lahan Mangga Alpukat Di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Rembang, Pasuruan Musarofa, Musarofa; Windriyanti, Wiwin; Rahmadhini, Noni
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10621

Abstract

Mangga merupakan tanaman potensial untuk dikembangkan karena disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat dan memiliki pasar yang luas. Permasalahan utama dalam pengembangan mangga adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Konsep pengendalian hama dengan menanam refugia pada sekeliling lahan tanaman berkemampuan memikat banyak musuh alami karena berfungsi sebagai sumber pakan maupun tempat perhentian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kertetarikan arthropoda pada blok refugia di Desa Oro-oro Ombo Kulon. Pola penanaman  refugia (C. caudatus, H. annuus L., Z. acceraso) yaitu dengan pola kombinasi tanam pinggir petak lahan (hedge rows) dan pola tanam sistem bank serangga (insectary bank). Pengamatan dilakukan dengan metode scan sampling yaitu dengan mengamati serangga yang hinggap pada refugia dengan menghitung jumlah spesies dan individu serangga pengunjung. Pengumpulan dan pengamatan serangga pada tanaman refugia di area tanaman mangga alpukat dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung, menggunakan jaring ayun (sweep net), menggunakan yellow sticky traps, dan menggunakan pitfall trap. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung indeks keanekaragaman (H) dan indeks kelimpahan relatif (IKR%). Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 16963 individu, yang terdiri dari 104 spesies, 56 famili, dan 12 ordo serangga sebagai hama, predator, penyerbuk, parasit, dan pengurai.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SEPTIC TANK (SEPTAGE) MENGGUNAKAN CONTRUCTED WETLANDS Musarofa, Musarofa
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2025.v5i1.6601

Abstract

Typically, septic tank liquid waste is treated conventionally at Wastewater Treatment Plants (IPLT) using technologies that involve high operational and maintenance costs as well as skilled operators. In this study, the constructed wetland method was applied to treat septic tank liquid waste using several plants, including Scirpus lacustris, Cyperus rotundus, and Cyperus papyrus. The research was conducted over 42 days at the Environmental Quality Laboratory of ITATS. The treatment process lasted 25 days, aiming to reduce the BOD, TSS, and E. coli parameters in the septic tank liquid waste. The highest average removal rates were observed in Reactor 1 using Scirpus lacustris with a contact time of 25 days, achieving 81.9% removal of BOD, 94.25% removal of TSS, and 68% removal of E. coli. For Cyperus rotundus, the removal rates were 52% for BOD, 89.5% for TSS, and 63% for E. coli. For Cyperus papyrus, the removal rates were 62.84% for BOD, 87% for TSS, and 63% for E. coli. The average removal rate of Scirpus lacustris was higher compared to the other two test plants. Thus, while Scirpus lacustris is effective in reducing BOD, TSS, and E. coli concentrations, it still does not meet the E. coli quality standards set by Permen LH No. 68 of 2016 on domestic wastewater quality.