Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CPUE STANDARDIZATION OF CATCH PER UNIT OF EFFORT (CPUE) OF ALBACORE (Thunnus alalunga) CAUGHT FROM LONGLINE FISHERY IN THE EASTERN INDIAN OCEAN Rochman, Fathur; Sulistyaningsih, Ririk Kartika; Arnenda, Gussasta Levi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.18

Abstract

Albacore (Thunnus alalunga) is sub-tropical tuna that live in the high seas of the Pacific, Atlantic and Indian Ocean. The average catches of albacore from 2013-2017 was 36,235 ton per year. The stock status of the Indian Ocean albacore estimated near  overfished. The aims of this study  is to provide the CPUE standardization of Indonesian tuna longline operated in the Eastern Indian Ocean. This information is important to give the development indication of albacore fisheries in the Indian Ocean. Data were analyzed from onboard observer program during 2006-2018 consist of 2,811 setting. Data then will be analysis using GLM (Generalized Linear Models) include explanatory variables as supporting variables. The result showed that the explanatory variable give a significant contribution to CPUE standardization except the catch season variable This research suggests that the prepared data must include narrower area data (5 x 5 grids of longitude and latitude) and the addition of explanatory variables such as sea surface temperature, sub-surface temperature, dissolved oxygen and abundance of nutrients.
HUBUNGAN PANJANG-BOBOT DAN FAKTOR KONDISI TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788) YANG DIDARATKAN DI PRIGI JAWA TIMUR Agustina, Maya; Sulistyaningsih, Ririk Kartika; Wujdi, Arief
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 12, No 3 (2020): (Desember) 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.12.3.2020.109-117

Abstract

Tuna sirip kuning (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788), Fam Scombridae, merupakan salah satu hasil tangkapan yang cukup tinggi bagi perikanan skala kecil di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi tuna sirip kuning untuk melengkapi informasi biologi yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan perikanan tuna sirip kuning secara bertanggung jawab. Sampel tuna sirip kuning diperoleh dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Jawa Timur, pada bulan Januari hingga Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran panjang berkisar antara 21 – 172 cmFL dan bobot berkisar antara 0,15 – 73 kg. Hubungan panjang dan bobot diperoleh persamaan W = 3x10-5FL2,835 mengindikasikan pola pertumbuhan bersifat alometrik negatif. Faktor kondisi relatif bervariasi menurut ukuran kelas panjang dimana faktor kondisi ikan juvenil cenderung lebih tinggi dibandingkan ikan dewasa. Faktor kondisi juga bervariasi secara bulanan atau musiman dimana nilainya cenderung meningkat pada bulan September hingga mencapai puncaknya pada Oktober atau bertepatan dengan musim peralihan II.Yellowfin tuna (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788), Fam Scombridae, is one of the high catches for small-scale fisheries at the Prigi Fishing Port. The objectives of this research are to investigate the relationship of length-weight, Growth pattern and condition factors of yellowfin tuna which are expected to complete basic information to support the management of yellowfin tuna fisheries in a responsible manner. Yellowfin Data collection were obtained from Prigi Fishery Port, East Java from January to December 2018. The measurements showed that the length of ranged from 21-172 and weight ranged from 0.2 - 73 kg. Analysis of length-weight relationships was W = 3x10-5FL2,835 indicating that the growth pattern is negative allometric. Relative condition factors vary according to length class size where the condition factor for juvenile fish tends to be higher than that of adult fish. The condition factor also varies on a monthly or seasonal basis where the value tends to increase in September until it reaches its peak in October or coincides with the transition season II.
ASPEK BIOLOGI DAN KELIMPAHAN HIU MAKO SIRIP PENDEK (Isurus oxyrinchus) DI SAMUDRA HINDIA BAGIAN TIMUR BERDASARKAN PROGRAM OBSERVER ILMIAH 2015-2019 Wujdi, Arief; Simeon, Benaya M.; Setyadji, Bram; Sulistyaningsih, Ririk Kartika
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 13, No 1 (2021): (April) 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.13.1.2021.%p

Abstract

Hiu mako sirip pendek (Isurus oxyrinchus) termasuk kedalam Famili Lamnidae dan banyak dieksploitasi sehingga telah dimasukkan ke dalam daftar merah IUCN serta Apendiks II CITES sejak 2019. Penangkapan dan perdagangannya perlu dipantau secara global untuk menghindari kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju tangkap, kelimpahan, dan estimasi ukuran hiu mako yang tertangkap perikanan rawai tuna. Pengumpulan data dilakukan dengan menempatkan tenaga observer ilmiah diatas kapal penangkap ikan yang berbasis di empat pelabuhan utama rawai tuna pada rentang waktu tahun 2015 hingga 2019. Bobot tubuh ikan diestimasi dari ukuran panjang cagaknya berdasarkan persamaan hubungan panjang dan bobot dari penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian mengungkap bahwa terjadi peningkatan upaya rawai tuna seiring dengan peningkatan cakupan sampling. Laju tangkap mencapai puncaknya pada tahun 2017 (0,2 ekor/1000 pancing), kemudian mengalami penurunan seiring dengan peningkatan upaya penangkapan. Secara spasial, hiu mako tersebar di wilayah perairan tropis dan subtropis, khususnya kurang dari 10o Lintang Selatan. Pertumbuhan hiu mako bersifat isometrik dengan ukuran panjang cagak berkisar antara 50-211 cm. Rata-rata ukuran hiu yang tertangkap cenderung semakin besar dari tahun ke tahun sehingga dimungkinkan memiliki implikasi pada upaya pengelolaan dan konservasinya jenis yang terancam punah ini.Shortfin mako shark (Isurus oxyrinchus) belongs to the Family Lamnidae and is widely exploited so it has been included in the IUCN red list as well as Appendix II CITES since 2019. Hence, its capture and trade need to be monitored globally to avoid extinction. This study aimed to investigate the catch rate, abundance, and size estimation of the shortfin mako shark caught by tuna longline. Data collection was conducted through the on-board scientific observer program on the fishing vessel at four main tuna longline ports during the period of 2015 to 2019. The whole-body weight was estimated by its length and weight relationship revealed from previous studies. The results showed that there was an increase in fishing efforts along with an increased sampling coverage. The catch rates peaked in 2017 (0.2 fish/1000 hooks), then, it decreased due to increased fishing efforts. Shortfin mako sharks were distributed spatially in both tropic and subtropic waters, mostly caught in area below than 10-degree South. An isometric growth was identified with the length size ranged between 50-211 cm. The average size of harvested fish tends to rise every year that may have implications to the establishment of management and conservation strategies for the endangered species.