Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Konsep Khilafah dalam Sistem Politik Islam Menurut Buya Hamka Hasibuan, Ahmad Nasir; Paralihan, Hotmatua; Sari, Winda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13990

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan berjudul “Konsep Khilafah Dalam Sistem Politik Islam Menurut Buya Hamka”. Yang dilatarbelakangi pancasila menjadi ideologi yang tepat di bumi pertiwi ini. Jika dipaksakan diterapkan sistem khilafah, maka akan tertolak dengan sendirinya. Bahkan bisa terjadi benturan sosial yang berpotensi terjadinya perang saudara, sebagaimana perang yang terjadi di sejumlah negara negara Arab akibat pemaksaan faham dalam bernegara. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perpolitikan Islam dalam padangan Hamka yaitu berlandaskan pada hukum alam, hukum moral dan hukum fitrah manusia serta berdasarkan pada kepentingan tiap manusia, bukan kepentingan kelompok atau negara.
Strategi TVRI Medan dalam Meningkatkan Kualitas Siaran di Era 4.0 Paralihan, Hotmatua; Zuraida, Lia; Sebayang, Khairunnisa; Khairani, Dita Nabila; Zharifah, Shafira Putri; Septika, Ghina
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 3 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i3.1601

Abstract

This research examines TVRI Medan's strategies for improving broadcast quality in the era of 4.0 using qualitative descriptive qualitative research methods, data collection techniques such as observation and interviews. The results show that TVRI Medan's strategies for enhancing broadcast quality in the 4.0 Era involve the use of the latest technology, development of digital platforms, collaboration with educational institutions and local creative agencies, and more active interaction with the audience. TVRI Medan's success in improving broadcast quality is attributed in part to the availability of adequate broadcasting technology support. This significantly influences the quality of broadcast programs, as the general public tends to prefer media with high-quality content. TVRI continues to enhance quality to adapt to changing media trends, improve the appeal and quality of broadcasts, and develop innovative content.
Inovasi Penyiaran TVRI Sumatera Utara dalam Mempertahankan Pendengar Di Era Digital Paralihan, Hotmatua; Setiawan, Ezzlan Bayu; Al-Farabi, Bayu Febrian; Amelia, Cindy; Fadillah, Annisa; Kusniadi, Adjie Iqthiar; Sayani, Tiara Putri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11039

Abstract

Sebuah siaran merupakan bentuk dari fungsi informasi, siaran ini haruslah sesuai dengan selera penonton serta mengikuti aturan penayangan negara. Penelitian ini di pusatkan ke TVRI Sumatera Utara, sebagai objek Lembaga penyiaran yang berperan penting sebagai media penyiaran terpercaya di Sumatra Utara. TVRI Sumatera Utara menjadi tempat media penyiaran nasional Indonesia, yang dimana mencakup semua genre tayangan sesuai selera penonton yang ada di Indonesia. Penelitian ini membahas upaya inovatif yang dilakukan oleh TVRI Sumatera Utara dalam menghadapi tantangan era digital guna mempertahankan basis pendengarnya. Penelitian ini mengungkapkan strategi inovatif yang diterapkan oleh stasiun penyiaran TVRI Sumatera Utara, termasuk penggunaan teknologi canggih, konten yang disesuaikan dengan selera digital, dan interaksi aktif dengan audiensi. Hal ini tentunya menjadi suatu alasan dan bukti TVRI Sumatera Utara terus berkembang serta tak kalah dengan perkembangan digital dan era New Modern. Analisis mendalam terhadap langkah-langkah inovatif ini memberikan gambaran tentang bagaimana TVRI Sumatera Utara berhasil memperkuat ikatan dengan pendengarnya di tengah perubahan media yang cepat.
Dampak Perang Sunggal terhadap pembentukan identitas sosial dan budaya Masyarakat Sunggal Tahun 1872-1895 Rauf, Baharudin; Paralihan, Hotmatua; Yasmin, Nabila
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Februari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18690916

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak Perang Sunggal (1872–1895) dalam membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal. Kajian ini menelusuri transformasi struktur sosial, pergeseran nilai budaya, dan ekspresi resistensi terhadap kolonialisme Belanda dan elit lokal yang pro-kolonial. Penelitian ini membahas karakteristik perlawanan masyarakat adat Sunggal terhadap konsesi tanah oleh Kesultanan Deli kepada perusahaan tembakau Belanda serta bentuk-bentuk resistensi simbolik dan identitas kolektif yang muncul pascaperang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal sebagai dampak dari konflik kolonial. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kualitatif dengan pendekatan interdisipliner. Teknik pengumpulan data terdiri dari empat macam, yaitu studi pustaka, dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Teknik wawancara dilakukan melalui wawancara semi-struktural dengan tokoh adat dan sejarawan lokal, sedangkan dokumentasi dilakukan dengan menganalisis arsip kolonial dan foto-foto sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Sunggal (1872–1895) merupakan peristiwa penting yang menandai perlawanan terhadap kolonialisme Belanda sekaligus menjadi tonggak pembentukan identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal. Perang ini muncul sebagai reaksi atas politik konsesi dan perampasan tanah adat oleh kolonial yang didukung elite komprador Kesultanan Deli. Dipimpin Badiuzzaman Surbakti, perlawanan tidak hanya bersifat teritorial, tetapi juga mempertahankan martabat, nilai-nilai, dan struktur sosial adat. Dampaknya bersifat multidimensional: secara politik mengakhiri otonomi lokal; secara sosial menyebabkan dislokasi dan perubahan struktur kekerabatan; secara ekonomi memunculkan proletarisasi; dan secara budaya memicu transformasi adat serta revitalisasi simbol identitas lokal. Identitas sosial masyarakat pascaperang dibentuk melalui dialektika antara dominasi kolonial dan memori kolektif.Penelitian ini sesuai dengan teori identitas budaya (Stuart Hall), resistensi simbolik (James C. Scott), identitas sosial (Henri Tajfel), serta teori konflik sosial (Karl Marx dan Lewis Coser) sebagai landasan teoritik dan sekaligus sebagai pisau kritik terhadap narasi hegemonik kolonial.
PENDIRIAN PERGURUAN AL WASHLIYAH TEMBUNG DARI TAHUN (1967–2020) Alfarisi, Muhammad; Paralihan, Hotmatua
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46351

Abstract

PENDIRIAN PERGURUAN AL WASHLIYAH TEMBUNG DARI TAHUN (1967–2020)
Penafsiran Ayat-Ayat Mutasyabihat dalam Kitab Ash-Shirat Al-Mustaqim Karya Syaikh Abdullah Al-Harari dan Implikasinya terhadap Akidah Cahyati, Dewi; Paralihan, Hotmatua
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4211

Abstract

This research aims to analyze the mutasyabihat verse in the book Ash Shirat Al Mustaqim by Shaykh Abdullah Al Harari and its implications for the faith. This research uses a qualitative method with a literature study approach. Data was obtained from primary data sources, namely the book Ash Shirat Al Mustaqim, published by Shaykh Abdullah Al Harari in 2002, and secondary data sources, namely books and journal articles. The results of the research show that in Ash-Shirath al-Mustaqim, Shaykh Abdullah al-Harari interpreted the mutasyabihat verse using tafwidh and ta’wil methods to maintain the faith of tajsim and emphasize the principle of tanzih. For example, Istiwa’ means mastering the ‘arsh, Wajh the direction of the Qibla, Nur the giver of guidance, Yad the power of Allah, and Ja’a the signs of Allah power. This interpretation emphasizes the ability of ta’wil so that the Ahlussunnah creed is maintained, according to the word of Allah laysa kamitslihi syai’.
Hubungan antara Islam dan Demokrasi: Menguatnya Politik Identitas Ancaman Kemanusiaan di Indonesia Paralihan, Hotmatua
Aqlania Vol. 10 No. 1 (2019): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.705 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v10i01.2109

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi hubungan demikrasi dan Islam. Demokrasi bukan saja tidak bertentangan dengan Islam, tetapi mewujudkan ajaran Islam itu wajib dalam kehidupan bernegara. Banyak ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang memerintahkan untuk bermusyawarah. Juga dicontohkan oleh para shahabat Nabi, bahkan Tuhan menyatakan bahwa pemerintahan yang Islami adalah khilafah. Dan khilafah ditandai antara lain dengan syura (musyawarah). Dunia yang semakin menggelobal menciptakan keterkaitan, dan ketergantungan satu dengan yang lain semakin kuat, namun kenyataannya di masyarakat kesenjangan semakin menganga, baik antar individu mapun kelompok atau Negara. Menurut Ronald F. Inglehart, peneliti bidang ekonomi dan politik Universitas Michigen, “populis terjadi dua faktor, kesenjangan sosial, dan benturan kebudayaan”. Inilah diantara pemicu munculnya politik identitas. Dalam konteks ke Indonesiaan Politik Identitas dipersubur antara lain: oleh kesenjangan sosial, lemahnya literasi, buruknya kelembagaan politik, polarisasi politik yang tidak merata. Politik identitas sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam dan merusak sendi-sendi kehidupan bernegara bahkan bertentangan dengan nilai kemanusiaan, dan keadilan.