Saraswati, Anak Ayu Sri
Program Studi Administrasi Rumh Sakit, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatanan Universitas Bali Internasiona

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI DAN KESIAPAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SANJIWANI TERKAIT DENGAN PP 47 TAHUN 2021 TENTANG PENERAPAN KELAS STANDAR JKN Yurita Agung; I Nyoman Adikarya Nugraha; Anak Ayu Sri Saraswati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.5908

Abstract

Diterbitkannya PP No 47 Tahun 2021 tentang perumahsakitan sebagai impelentasi Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, maka akan berdampak pada aturan tempat tidur pada pelayanan rawat inap di rumah sakit bagi pasien peserta JKN. Dihapusnya konsep rawat inap berbasis kelas digantikan dengan kaidah baru pelayanan rawat inap kelas standar dengan 12 indikator yang harus dipenuhi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan Rapid Assesment Procedures (RAP), meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tahapan: persiapan analisis data, mencermati data, interpretasi data, verifikasi data, dan representasi data. Strategi RSUD Sanjiwani dalam penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2021 tentang pemenuhan kelas standar bagi pasien peserta JKN terdiri atas persiapan, upaya, anggaran, hambatan dan tantangan. Kesiapan penerapan kebijakan sudah siap, dimana sarana prasarana dan SDM sudah disiapkan. Untuk ruang rawat inap yang akan disiapkan sebagai kelas standar adalah ruang rawat inap kelas 2 dan kelas 3. Namun beberapa partisipan mengatakan belum ada persiapan, seperti belum diadakan rapat dan sosialisasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kebijakan terdiri atas pengetahuan terkait kebijakan, dukungan terhadap implementasi, hambatan implementasi. Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani telah memiliki strategi dalam rangka menerapkan pelayanan rawat inap kelas standar JKN. Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani sudah menyiapkan sebagian besar kriteria pelayanan rawat inap kelas standar dan saat ini akan melengkapi beberapa kriteria yang belum terpenuhi.
Faktor - Faktor Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit X di Kabupaten Badung Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Purwahita, Adi; Saraswati, Anak Ayu Sri; Aini, Siti Nur
Bali International Scientific Forum Vol. 1 No. 1 (2020): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v1i1.131

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a symptoms that appears caused by impaired ability of the body to control blood glucose level in the body. Patient medication adherence is important to prevent any complication in diabetes mellitus patients. Purpose: This study aims to know the factors  that influence the use of antidiabetic drugs to the patients of type 2 diabetes mellitus at Outpatient Poly in X Hospital, Badung Regency. Method: Cross sectional method is applied with purposive sampling as the sampling technique. 71 patients with tipe 2 diabetes at Outpatient Poly X hospital has been used as samples on January 2019. Questionnaire has been used as an instrument of the study. Using univariate and bivariate analyses with Chi Square Test and multivariate analyses with Binary Logistic Regretion. Result: The study showed that educational factor (p=0,021) and gender factor (p=0,073) were associated with the factors that affected patient medication adherence. At the mean time, knowledge factor (p = 0,470), status of work (p =0,511), and quantity of drugs (0,964) received were not significantly associated with patient medication adherence at Outpatient Poly in X hospital.. Conclusion: Patient medication adherence in type 2 diabetes mellitus at the Outpatient Poly at X Hospital is influenced by education and gender factors..
Edukasi Kesehatan Anak Panti Asuhan: Penerapan PHBS dan Etika Batuk Rismita, Ni Putu Mia; Dewi, Ni Komang Ayu Valintina Setia; Suyastuti, Ni Made Mita Aprilian Adi; Suandari, Putu Vierda Lya; Suasnawa, I Gede; Sutrisnawati, Ni Nyoman Dwi; Nugraha, I Nyoman Adikarya; Wardhana, Zainal Firdaus; Saraswati, Anak Ayu Sri; Rudiartha, I Gusti Lanang
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v4i2.391

Abstract

Program bakti sosial dan sosialisasi yang dilakukan oleh HIMARS Universitas Bali Internasional bertujuan untuk meningkatkan gaya hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan anak-anak di Panti Asuhan Taman Permata Hati Bali. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi mengenai PHBS, etika batuk bersin, serta praktik mencuci tangan dengan benar. Setelah dilakukan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, ditemukan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan anak-anak mengenai PHBS, dengan skor rata-rata post-test meningkat 47 poin. Program ini juga berhasil menumbuhkan rasa solidaritas di antara anggota HIMARS dan anak-anak panti. Meskipun demikian, tantangan terkait keberlanjutan penerapan materi yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari tetap menjadi perhatian. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model dalam pengembangan program pengabdian berbasis kesehatan di panti asuhan lain.   The social service and socialization program conducted by HIMARS Universitas Bali Internasional aims to improve Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) among children at Taman Permata Hati Bali Orphanage. This activity involved socialization on CHLB, cough and sneeze etiquette, and proper hand washing practices. After an evaluation using a pre-test and post-test, it was found that there was a significant improvement in the children's knowledge of CHLB, with the average post-test score increasing by 47 points. The program also succeeded in fostering a sense of solidarity among HIMARS members and the orphanage children. Nonetheless, challenges related to the sustainability of the application of the materials taught in daily life remain a concern. This activity is expected to be a model in the development of health-based service programs in other orphanages.
Pemberdayaan Generasi Muda Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Di Masa New Normal Suandari, Putu Vierda Lya; Suasnawa, I Gede; Sutrisnawati, Ni Nyoman Dwi; Nugraha, I Nyoman Adikarya; Wardhana, Zainal Firdaus; Saraswati, Anak Ayu Sri; Saputra, I Gusti Ngurah Made Yudhi; Rudiartha, I Gusti Lanang Made
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i2.211

Abstract

Meningkatkan derajat kesehatan di masa new normal merupakan salah satu upaya yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Pemberian pemahaman dan peningkatan kesadaran generasi muda untul menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dilingkungan panti asuhan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan derajat kesehatan generasi muda. Program Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Administrasi Rumah Sakit Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Bali Internasional bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman generasi muda untuk memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatannya melalui pengenalan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode pelaksanaan dengan memberikan penyuluhan tentang praktik PHBS di lingkungan panti asuhan dan pemberdayaan generasi muda dengan kebiatan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan seluruh anak-anak panti asuhan yang berjumlah 20 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan generasi muda di panti asuhan tentang PHBS dan seluruh anak-anak panti asuhan mampu untuk mencuci tangan dengan benar. Monitoring secara berkala perlu dilaksanakan oleh pihak panti asuhan, serta dapat mengintensifkan kerjasama dengan institusi Pendidikan maupun institusi di masyarakat
Pengenalan Digital Administration dalam Peningkatan Mutu Rumah Sakit Suasnawa, I Gede; Suandari, Putu Vierda Lya; Sutrisnawati, Ni Nyoman Dwi; Nugraha, I Nyoman Adi Karya; Wardhana, Zainal Firdaus; Saraswati, Anak Ayu Sri; Rudiartha, I Gusti Lanang Made; Virawan, Made Koen; Ratmaya, Ketut Anom
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2023): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Payangan melakukan soft launching bulan Februari 2020. Rumah sakit mengusung visi misi menyederhanakan layanan, mendekatkan akses layanan, dan pelayanan yang terjangkau tanpa mengurangi kualitas. Rumah Sakit Umum Payangan saat ini masih dalam tahap pengembangan pelayanan sehingga penting untuk diberikan pengenalan serta pemahaman mengenai digital administration dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai dan ingin melihat apakah pemberian sosialisasi berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan pegawai. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dengan media power point secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif yaitu untuk menggambarkan pengetahuan pegawai sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi dan analisis inferensial menggunakan uji paired sampel t-test, digunakan untuk mengkaji keefektifan perlakuan. Hasil dalam pengabdian ini adalah pengetahauan pegawai sebelum diberikan sosialisasi adalah dengan nilai rata-rata 42,21 dengan katagori kurang dan pengetahuan pegawai setelah diberikan sosialisai dengan nilai rata-rata sebesar 91.76 dengan katagori baik. Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000<0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaaan yang nyata antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi. Hal ini berarti terdapat pengaruh pemeberian sosialisasi terhadap peningkatan pengetahuan pegawai tentang digital administration dalam peningkatan mutu rumah sakit di Rumah Sakit Umum Payangan.
Manajemen Data Kesehatan Masyarakat Di Desa Ban, Kubu, Karangasem Bali Dwi Sutrisnawati, Ni Nyoman; Suasnawa, I Gede; Suandari, Putu Vierda Lya; Nugraha, I Nyoman Adikarya; Wardhana, Zainal Firdaus; Rudiartha, I Gusti Lanang Made; Saraswati, Anak Ayu Sri; Virawan, Made Koen; Ratmaya, Ketut Anom
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2023): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa berkekuatan 4,8 Skala Richter di Bali pada 16 Oktober 2021 telah menyebabkan beberapa daerah di Karangasem mengalami kerusakan yang signifikan. Desa Ban, Kubu, Karangasem merupakan salah satu desa yang terdampak gempa. Kondisi keterbatasan dalam kondisi bencana akan berdampak bagi status kesehatan masyarakat. Program Studi Administrasi Rumah Sakit berkolaborasi dengan program studi lain di bawah Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Bali Internasional untuk melaksanakan pelayanan kesehatan gratis di Desa Ban bagi masyarakat yang membutuhkan. Program Studi Administrasi Rumah Sakit juga kemudian melakukan manajemen data kesehatan masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan untuk memberikan gambaran kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Ban. Pelaksanaan pelayanan kesehatan dan manajemen data dilakukan selama satu hari dengan 82 orang pasien. Diketahui dari hasil manajemen data terdapat tiga diagnosa tertinggi yaitu Myalgia sebesar 18,90%, Arthtitis sebesar 11.7%, serta Dispepsia dan Hipertensi yang sama-sama memiliki persentase sebesar 9,90%. Sedangkan pemberian obat terbanyak yaitu Paracetamol sebanyak 18,54%, Piroxicam sebanyak 13,48% serta Caviplex sebanyak 9,55%. Informasi melalui manajemen data ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Ban sehingga dapat membantu perencanaan kegiatan serupa bagi pihak-pihak terkait sehingga pelaksanaan pemberian bantuan kesehatan menjadi lebih efektif.