Moh. Fatah Yasin
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MAKIAN PADA KOLOM KOMENTAR BERITA DI INSTAGRAM Fahmi Almani; Moh. Fatah Yasin; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v2i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dari makian yang terdapat dalam kolom komentar berita di Instagram dan menjelaskan fungsi serta makna dari kata makian yang terdapat dalam kolom komentar berita di Instagram . Penelitian ini dilatarbelakangi oleh komentar-komentar yang memakai kata makian pada kolom komentar berita di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komentar yang dituliskan pengguna Instagram kepada pengunggah berita di Instagram. Hasil dari penelitian ini yang pertama menemukan tiga bentuk makian. Yaitu, berbentuk kata, frasa dan klausa. Yang kedua fungsi dan makna dari kata makian yang dilihat dari konteks. Kedua hasil penelitian ini didapat dari 20 data komentar yang diambil secara acak di Instagram.
KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERPEN KETIKA SEBUAH MIMPI DIPAHAMI KARYA AL-KAUSARZ SABANI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 26 BANJARMASIN Annisyah Maulida; Moh. Fatah Yasin; Dewi Alfianti
JURNAL LOCANA Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v2i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan menceritakan kembali isi cerpen peserta didik kelas VIII SMPN 26 Banjarmasin. Tarigan menyatakan bahwa menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang. Metode dan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian, yaitu 60 peserta didik kelas VIII SMPN 26 Banjarmasin. Berdasarkan kemampuan menceritakan isi cerpen pada kelas VIII-B 50% peserta didik “mampu” dan 50% peserta didik “sangat mampu” dalam menceritakan isi cerpen. Sedangkan di kelas VIII-E 47 % peserta didik “mampu” dan 53% peserta didik “sangat mampu" dalam menceritakan isi cerpen. Secara keseluruhan gabungan kelas VIII-B dan VIII-E 52% peserta didik dinyatakan “mampu” dalam menceritakan isi cerpen dan 48% peserta didik dinyatakan “sangat mampu” dalam menceritakan isi cerpen.
KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI CERPEN “PERSAHABATAN” KARYA YUKSINAU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 26 BANJARMASIN Yulita Indah Sari; Moh. Fatah Yasin; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v2i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan memahami isi cerpen ‘Persahabatan’ karya Yuksinau yang dibaca peserta didik kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel 50% dari populasi, yakni sebanyak 92 orang menggunakan teknik menceritakan kembali cerpen yang dibaca berdasarkan tes lisan unsur-unsur pembangun cerpen. Hasil penelitian ini membuktikan kemampuan memahami isi cerpen ‘Persahabatan’ karya Yuksinau yang dibaca siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin termasuk dalam kategori mampu. Hal tersebut disebabkan oleh skor rata-rata hasil tes lisan kemampuan peserta didik yang memiliki kemampuan maksimal mencapai ≥77,0 dengan presentase 9,8% peserta didik yang “kurang mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi tujuh orang, 30,4% peserta didik yang “cukup mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi dua puluh delapan orang, 42,2% peserta didik yang “mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi tiga puluh sembilan orang, dan 17,4% peserta didik yang “sangat mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi enam belas orang, dan 0,2% peserta didik yang “belum mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi dua orang.
TINDAK BAHASA GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII SMPN 7 BANJARMASIN Khairunnisa; Moh. Fatah Yasin; Rusma Noortyani
JURNAL LOCANA Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v2i2.28

Abstract

n/a
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA FANTASI PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 7 BANJARMASIN Lamsia Noor Fitriani; Moh. Fatah Yasin; Dewi Alfianti
JURNAL LOCANA Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v3i1.37

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses pembelajaran menulis teks cerita fantasi peserta didik kelas VII SMPN 7 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian ini berupa rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 yang disusun oleh pendidik serta proses pembelajaran menulis teks cerita fantasi peserta didik. Sumber data penelitian ini adalah pendidik dan peserta didik kelas VII E SMPN 7 Banjarmasin yang berjumlah 30 orang. Teknik analisis data dilakukan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan proses pembelajaran menulis teks cerita fantasi di sekolah. Dalam proses pembelajaran ada dua tahapan di antaranya perencanaan dan tahapan proses pembelajaran menulis cerita fantasi. Kegiatan perencanaan rancangan RPP sesuai dengan Kurikulum 2013. Komponen pada proses pembelajarannya terdapat tiga yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
REALISASI DAN STRATEGI FONOLOGIS BAHASA INDONESIA OLEH MAHASISWA ASING ASAL FILIPINA Ummie Salamah; Jumadi; Moh. Fatah Yasin
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v4i1.59

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan bentuk realisasi fonem vokal, diftong, konsonan, klaster, dan silabel bahasa Indonesia oleh mahasiswa asing asal Filipina (2) mendeskripsikan strategi fonologis MAF dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus kolektif (collective case study). Pada hasil penelitian, realisasi fonem vokal seperti fonem /a/ direalisasikan [e], [∂], dan [ɛ]. Konsonan, fonem /c/ direalisasikan [k] dan [ʃ]. Diftong [kalau] direalisasikan [kalo]. Klaster, seperti [kathͻlIk] direalisasikan [katͻhͻlIg]. Silabel seperti <t∂rs∂rah> dan <s∂ratus> direalisasikan [s∂tarus] dan [s∂t∂ra?]. Strategi fonologis yang digunakan yaitu; asimilasi, aspirasi, metatesis, pemaduan, netralisasi, glotalisasi, monoftongisasi, penambahan fonem dan pelesapan fonem.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN PARA TOKOH DALAM FILM WARKOP DKI “GENGSI DONG” Nabilla; Moh. Fatah Yasin; Lita Luthfiyanti
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi implikatur yang dilakukan para tokoh dalam film Warkop DKI “Gengsi Dong”. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan ialah metode simak dan catat. Dari penelitian ini diperoleh bahwa bentuk implikatur percakapan yang ada dalam film Warkop DKI “Gengsi Dong” ada tiga bentuk yaitu implikatur percakapan umum, implikatur percakapan skala, dan implikatur percakapan khusus. Fungsi implikatur yang dilakukan para tokoh dalam film Warkop DKI “Gengsi Dong” dapat dilihat dari maksud yang disampaikan oleh penutur kepada lawan tutur. Fungsi implikatur yang ada dalam film Warkop DKI “Gengsi Dong” fungsi, yaitu (1) implikatur yang berfungsi representatif, yang meliputi (a) menyatakan; (2) implikatur yang berfungsi ekspresif, yang meliputi (a) memuji; (b) menyindir; dan (c) mengkritik; (3) implikatur yang berfungsi direktif, yang meliputi (a) meminta.
KETERBACAAN TEKS PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMP KELAS IX Alfanida Maghfirah; Moh. Fatah Yasin; Zakiah Agus Kusasi
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan keterbacaan dan kesesuaian teks pada buku teks Bahasa Indonesia kelas IX terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan metode deskripsi analisis yang bertujuan memberikan gambaran terhadap tingkat keterbacaan teks pada buku teks, serta kesesuaiannya terhadap peserta didik. Analisis data dilakukan dengan memplotkan penggalan teks ke dalam grafik raygor. Data penelitian ini bersumber dari seluruh teks kebahasaan yang ada pada buku teks dan teks hasil menceritkan ulang oleh peserta didik. Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan untuk setiap teks kebahasaan yang ada, tiga dari empat teks memiliki keterbacaan lebih tinggi, yaitu teks pertama, kedua, dan keempat. Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas IX Terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memerlukan beberapa penyesuaian. Penyesuaian dapat dilakukan dengan cara mengganti kata sulit dengan kata yang lebih mudah atau dengan cara menyesuaikan jumlah kalimat dengan kemampuan peserta didik sasaran.
PERGESERAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT DI DESA BUKIT MULIA KABUPATEN TANAH LAUT Deni Hermawan; Jumadi; Moh. Fatah Yasin
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pergeseran penggunaan bahasa dalam komunikasi masyarakat di Desa Bukit Mulia yang terbagi dalam ranah keluarga, masyarakat, dan pemerintahan serta mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam ranah keluarga dan pemerintahan telah menggeser bahasa Jawa. Selain itu, dalam ranah masyarakat keberadaan bahasa Jawa juga mulai tergeser oleh bahasa Indonesia dan bahasa Banjar. Penggunaan bahasa dalam ketiga ranah tersebut dipengaruhi oleh setting and science, participants, ends, act sequences, key, norms of interaction and interpretations, dan genres. Faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran bahasa di Desa Bukit Mulia sangat bervariasi, yaitu: 1) faktor pendidikan; 2) faktor keluarga; 3) faktor lingkungan; 4) faktor media elektronik; 5) faktor transmigrasi; 6) faktor arus mobilisasi; 7) faktor usia.
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM SINIAR WARUNG KOPI DI KANAL YOUTUBE HAS CREATIVE: VIOLATION OF THE COOPERATIVE PRINCIPLE IN A WARUNG KOPI PODCAST ON THE HAS CREATIVE YOUTUBE CHANNEL Muhammad Nur Ihsan; Moh. Fatah Yasin; Noor Cahaya
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi pelanggaran prinsip kerja sama dalam siniar warung kopi di kanal “youtube” has creative. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini, yaitu simak dan catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan yang mengandung pelanggaran prinsip kerja sama yang terjadi dalam siniar warung kopi. Sumber data dari penelitian ini didapat dari tautan video yang berasal dari situs youtube. Hasil penelitian ini menemukan pelanggaran prinsip kerja sama yang dikategorikan ke dalam empat bentuk pelanggaran maksim yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Hasil penelitian ini juga menemukan fungsi pelanggaran prinsip kerja sama yang terdiri dari fungsi memperjelas informasi, memunculkan implikatur, membuat kelucuan, mencairkan suasana, dan menutupi rasa malu. This study aims to describe the forms and functions of violations of the principle of cooperation in warung kopi podcasts on the has creative youtube channel. This research uses a qualitative descriptive approach. The data collection technique for this research is to observe and record. The data in this study are in the form of utterances that contain violations of the cooperative principle that occur in podcast warung kopi. The source of the data for this study was obtained from the video link from the following YouTube site. The results of this study found violations of the principle of cooperation which were categorized into four forms of flouting maxims, namely the maxim of quantity, maxim of quality, maxim of relevance, and maxim of manner. The results of this study also found that the function of violating the principle of cooperation consists of clarifying information, raising implicatures, making jokes, breaking the ice, and covering up embarrassment.