Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIK, AROMA DAN PROTEIN PEMPEK LENJER DENGAN METODE FREKUENSI PENCUCIAN AIR ES Alhanannasir, Alhanannasir; Dasir, Dasir; Belasanjaya, Derta
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menentukan frekuensi pencucian ikan dengan air es terhadap kekenyalan, aroma dan protein pempek lenjer. Pempek merupakan salah satu makanan khas di Kota Palembang Sumatera Selatan. Ikan sebagai bahan utama pempek dilakukan pencucian (leaching) setelah dilakukan penggilingan. Pencucian daging ikan dengan air es dengan frekuensi tertentu dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan gel, menghilangkan sebagian besar komponen yang larut dalam air, darah (pigmen), penyebab bau, dan dapat meningkatkan kualitas aroma. Daging lumat ikan tenggiri pasir (filet/surimi) dicuci/leaching dengan air es perbandingan 1 : 3 (bahan : air) sesuai perlakuan (tanpa pencucian, satu kali, dua kali, tiga kali dan empat kali) selama 10 menit untuk masing-masing proses pencucian dengan metodologi Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial uji Beda Nyata Jujur, uji Freidman, dan uji Tukey. Secara statistik diperoleh bahwa frekuensi pencucian berpengaruh sangat nyata terhadap protein, dan berpengaruh nyata terhadap kekenyalan dan aroma. Dari hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan frekuensi F4 (pencucian 4 kali) bahwa tingkat kesukaan aroma (4,60) sangat suka, dan tingkat kekenyalan (9) lebih tinggi dari perlakuan lainnya, dan kadar protein lebih rendah dari perlakuan lainnya dan terjadi penurunan rata-rata 3,98%. Pembuatan pempek lenjer dengan frekuensi pencucian filet dengan air es dihasilkan pempek yang beraroma tidak amis dan lebih kenyal.
SOSIALISASI PEMBUATAN MESIN TETAS TELUR DI TERAS LITERASI PLAJU DARAT PALEMBANG Yuniarti, Erliza; Dasir, Dasir; Sofiah, Sofiah; Rahmalia Putri, Anaindita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3504-3510

Abstract

Usaha peternakan unggas sangat menjanjikan sehingga terus berkembang seiring pertambahan jumlah penduduk. Perkembangan  usaha peternakan berkaitan dengan permintaan  daging khususnya ayam pedaging dan telur. Permintaan akan  unggas saat ini dipenuhi oleh  ayam boiler, bebek dan ayam kampung terutama di daerah perkotaan. Tujuan kegiatan untuk membantu mitra mengatasi permasalahan yang dihadapi  dalam menjalankan usaha peternakan unggas dengan mensosialisasikan dan pendampingan pembuatan mesin tetas telur. Tahapan  kegiatan dilaksanakan meliputi, tahap awal program adalah  persiapan dengan melakukan survei lokasi, pembuatan program kerja bersama-sama dengan pengelola Teras Literasi Palembang sebagai mitra dan ketua Rukun Tetangga (RT), pembuatan alat bersama dengan warga dan mahasiswa yang terlibat, sosialisasi dilaksanakan setelah alat mesin tetas telur berhasil dibuat, pendampingan kegiatan dan evaluasi.  Hasil kegiatan adalah sebagai berikut: a) peserta dapat mengerti peralatan dan bahan yang dibutuhkan, untuk pembuatan mesin tetas b) peserta dapat memahami fungsi mesin tetas dan prinsip kerja mesin tetas c) peserta tertarik dan mampu membuat rancangan mesin tetas sesuai dengan kebutuhan penetasan d) tersedianya 1 (satu) buah mesin  telur berkapasitas 50 butir untuk dipergunakan oleh masyarakat. Program sosialisasi dan pendampingan dapat diterima oleh masyarakat, semangat gotong royong dan kebersamaan antara warga, dosen dan mahasiswa dalam pembuatan alat, diharapkan meningkatkan pemahaman  dan kesejahteraan masyarakat.
SIFAT KIMIA PEMPEK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Commerson) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Dasir, Dasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 2 (2025): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i2.10893

Abstract

Makanan khas merupakan identitas suatu daerah yang dapat membedakan dengan daerah lain, termasuk pempek. Salah satu upaya meningkatkan mutu pempek yaitu dengan menambahakan sumber protein nabati seperti isolate soy protein (ISP). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ISP terhadap karakteristik kimia pempek ikan tenggiri dan menentukan formulasi terbaik berdasarkan sifat kimianya. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan lima perlakuan penambahan ISP sebanyak 0 % (I0), 2 % (I1 ), 4 % (I2 ), 6 % (I3 ) dan 8 % (I4), masing-masing sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isolate soy protein berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar protein. Nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan I0 dengan rata-rata 55,94 % dan terendah terdapat pada perlakuan I4 dengan rata-rata 54,42 %. Nilai kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan I4 dengan rata-rata 18,44 % dan terendah terdapat pada perlakuan I0 dengan rata-rata 12,45 %.
Formulation of Red Snapper (Lutjanus campechanus) Pempek with Chayote (Sechium edule) Puree and Its Effect on Chemical and Sensory Characteristics Alhanannasir, Alhanannasir; Dasir, Dasir; Efriani, Delly
Journal of Global Sustainable Agriculture Vol 6, No 1 (April 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jgsa.v6i1.1453

Abstract

Pempek is a regional specialty from Palembang City, South Sumatra Province, made from fish, tapioca flour, water, and salt. This study was to evaluate the effect of the addition of chayote puree on the chemical and organoleptic properties of red snapper pempek. The method used is quantitatively using a Randomized Group Design (RAK) arranged in a Non Factorial manner with five treatments, namely L1 (addition of 5% chayote puree), L2 (addition of chayote puree 10% of the total ingredients), L3 (addition of chayote puree 15% of the total ingredients), L4 (addition of chayote puree 20% of the total ingredients), and L5 (addition of chayote puree 25% of the total ingredients), repeated three times. The parameters observed included protein and fiber content, while the hedonic test assessed color, aroma, taste, and texture. The findings showed that adding chayote puree had a highly significant effect on protein and fiber content. The highest protein content was found in treatment L5 (±18.50%), and the lowest was in treatment L1 (±14.75%). The highest fiber content was in treatment L5 (±22.01%), and the lowest was in treatment L1 (±9.67%). Moderately preferred treatment L1 (5%) with color characteristics ±3.96 and taste ±3.88. Moderately preferred treatment L3 (15%) with aroma characteristics ±3.76. Moderately preferred treatment L5 (25%) with chewiness characteristics ± 3.48.