Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KARAKTERISTIK KIMIA DAN UJI HEDONIK PEMPEK SURIMI DARI BERBAGAI JENIS IKAN AIR TAWAR Suyatno, Suyatno; Dasir, Dasir; Sari, Reni Nofita
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2021): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v10i2.4113

Abstract

Surimi adalah daging ikan yang telah dicuci (leaching) untuk menghilangkan lemak dan senyawa- senyawa larut air lainnya sehingga memiliki tekstur yang khas. Surimi dapat digunakan sebagai sediaan alternatif pengganti daging ikan giling segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan surimi dari berbagai jenis ikan air tawar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan faktor perlakuan daging ikan gabus (S0), surimi ikan patin (S1), surimi ikan mujair (S2), dan surimi ikan lele (S3) dan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati, yaitu; uji kimia meliputi kadar protein dan kadar lemak uji hedonik meliputi warna, aroma dan rasa. Analisis data secara statistik dengan ANOVA. Kadar protein tertinggi yaitu 9.96% pada perlakuan S0 (pempek lenjer ikan gabus) dan kadar protein terendah yaitu 5.67% pada perlakuan S1 (pempek lenjer surimi ikan patin). Kadar lemak tertinggi yaitu 1.18% pada perlakuan S0 (pempek lenjer ikan gabus) dan terendah pada perlakuan S2 (pempek lenjer surimi ikan mujair) yaitu 0.39%. Tingkat kesukaan tertinggi terhadap warna, aroma dan rasa pempek lenjer terdapat pada perlakuan S2 (pempek lenjer surimi ikan mujair), dengan nilai secara berturut-turut 4.00, 3.86 dan 4.29 dengan kriteria disukai panelis hingga agak disukai panelis. Surimi dari ikan mujair dapat digunakan sebagai alternatif terbaik pengganti daging ikan gabus giling.
Karakteristik mutu kimia dan uji indrawi pempek ikan tenggiri pasir dengan penambahan albumin Suyatno, Suyatno; Dasir, Dasir; Kuswanto, Agus
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 12, No 2 (2023): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v12i2.7345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan daya terima konsumen terhadap pempek ikan tenggiri pasir dengan penambahan albumin penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan laboratorium di PT bina sawit makmur sampurna agro terhitung sejak bulan November 2022 hingga bulan Januari 2023 metode yang digunakan adalah metode rancangan rancak kelompok rak yang disusun secara non faktorial hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan albumin berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein pempek ikan tenggiri pasir pada protein tertinggi pada perlakuan p0 yaitu pempek ikan gabus dan kontrol dengan nilai rata-rata 18,82% kadar protein tertinggi pada pempek ikan tenggiri pasir dengan penambahan albumin terdapat pada A5 yaitu penambahan albumin 25% dengan nilai rata-rata 16,23% kadar protein pempek ikan tenggiri pasir terendah terdapat pada perlakuan A1 yaitu penanaman album 5% dengan rata-rata 8,48%
Karakteristik Kimia dan Fisikia Pempek Lenjer dengan Perbandingan Ikan Seluang dan Metode Pemasakan Dasir, Dasir; Alhanannasir, Alhanannasir; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin; Setiawan, Eka A
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 12 No 2 (2023): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jagritekno.2023.12.2.153

Abstract

The scarcity of belida fish and snakehead fish as raw materials for pempek is due to the not-yet-optimal cultivation efforts being carried out, and belida fish are protected or prohibited from being caught, causing the price of these fish more expensive. Pempek entrepreneurs replace it with sea fish such as mackerel, parang-parang fish, and other types of sea fish, but the taste and aroma of the pempek produced are slightly fishy. This problem causes the need to use alternative freshwater fish, including seluang fish. The method of solving the problem is to research making pempek with a ratio of seluang fish consisting of (S1) = 40% seluang fish: 60% tapioca flour, (S2) = 50% seluang fish: 50% tapioca flour, (S3) = seluang fish 60%: 40% tapioca flour with the cooking method (M1) = steaming method and M2 = boiling method. The results of research on the average pempek protein content ranged from3.23% to 8.51%, fat content from 2.10% to 4.44%, calcium levels from 157.33 mg/10 g to 224.00 mg/100 g, and the average elasticity from 0.4 gF to 2.10 gF. The conclusion of the research results showed that pempek lenjer with a ratio of seluang S3 (60% seluang fish with 40% tapioca flour) and cooking method M1 (steaming) had a very significant effect on protein content, fat content, calcium levels, and elasticity. The highest protein, fat, and calcium content, respectively 8.51%, 4.44%, and 224 mg/100 g, were found in S3M1 (60% seluang fish with 40% tapioca flour and boiling method). In comparison, the highest chewiness was in S1M1 (40% seluang fish with 60% tapioca flour and steaming).
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK SAUS CUKO PEMPEK DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PATI JAGUNG Yuliana, Putri; Dasir, Dasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 13, No 2 (2024): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v13i2.9237

Abstract

Cuko adalah kuah atau saus cair yang disajikan pada saat menyantap pempek. Tujuan penelian ini untuk melihat pengaruh tepung pati jagung terhadap organoleptik saus cuko pempek dan formulasi terbaik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan enam perlakuan yaitu T1 (tepung pati jagung 0,5%), T2 (tepung pati jagung 1%), T3 (tepung pati jagung 1,5%), T4 (tepung pati jagung 2%), T5 (tepung pati jagung 2,5%) dan T6 (tepung pati jagung 3%) diulang sebanyak tiga kali. Uji Organoleptik menggunakan uji hedonik, uji lanjut friedman dan uji conover. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung pati jagung terhadap warna, aroma dan rasa pada saus cuko pempek berbeda tidak nyata, tetapi terhadap kekentalan berbeda sangat nyata. Rerata nilai warna tertinggi terdapat pada perlakuan T2 (3,84) dan rerata nilai terendah terdapat pada perlakuan T4 (3,60). Rerata nilai aroma tertinggi terdapat pada perlakuan T1 (3,92) dan rerata nilai terendah terdapat pada perlakuan T6 (3,68). Rerata nilai rasa tertinggi terdapat pada perlakuan T2  (3,98) dan rerata nilai terendah terdapat pada perlakuan T6 (3,56). Rerata nilai kekentalan tertinggi terdapat pada perlakuan T2 (3,56) dan rerata nilai terendah terdapat pada perlakuan T6 (2,27). Masing masing nilai tertinggi memiliki kriteria agak disukai 
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN FISIK CUKO KENTAL Yani, Ade Vera; Dasir, Dasir; Prayoga, Ananda Riski
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 1 (2025): Edible : Jurnal penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i1.9987

Abstract

Cuko pempek adalah saus pendamping yang disajikan bersama pempek untuk membantu meningkatkan rasa pempek. Tanaman rosella memiliki potensi sebagai antioksidan, zat pewarna alami, antibakteri dan sumber pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik Pada Pembuatan Cuko Kental. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan di Laboratium Universitas Sriwijaya pada bulan Agustus sampai dengan September 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan lima perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Faktor Penelitiannya adalah cuko kental dengan penambahan ekstrak bunga rosella 3 %, 6 %, 9 %, 12 %, 15 %. Peubah yang diamati meliputi uji viskositas dan uji kadar vitamin c. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak bunga rosella berpengaruh tidak nyata terhadap viskositas dan kadar vitamin C cuko kental. Viskositas tertinggi terdapat pada perlakuan R5 (11.01 mPa.s). Kadar vitamin c tertinggi terdapat pada perlakuan R5 (20.20 mg).
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA BROWNIES KUKUS Suyatno, Suyatno; Dasir, Dasir; Tamba, Khairunissa BR
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 1 (2025): Edible : Jurnal penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i1.9988

Abstract

Inovasi dalam pengolahan produk pangan sering kali melibatkan modifikasi komposisi bahan dasar untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa yang optimal. Tepung tapioka dan tepung terigu merupakan dua jenis tepung yang umum digunakan dalam produk berbasis kukus, di mana masing-m3asing memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda. Tujuan penelian ini untuk melihat pengaruh perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu terhadap sifat fisik dan kimia brownies kukus dan formulasi terbaik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan lima perlakuan perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu yaitu 90 % : 10 % (T1), 70 % : 30 % (T2), 50 % : 50 % (T3), 30 % : 70 % (T4) dan 10 % : 90 % (T5) yang diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar gula total dan volume pengembangan brownies kukus yang dihasilkan. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf signifikansi 5 % dan 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu berpengaruh sangat nyata terhadap kadai air, kadar gula total dan volume pengembangan brownies kukus. Perlakuan T5 merupakan perlakuan dengan nilai rata – rata tertinggi baik kadar air (33.67), kadar gula total (37.54), dan volume pengembangan (6.00) dan perlakuan T1 merupakan perlakuan dengan nilai rata – rata terendah baik kadar air (33.63), kadar gula total (35.29), dan volume pengembangan (3.79).
NUTRITION AND FOOD PROCESSING USING THERMAL PROCESS METHODS Syah Putra, Nico; Alhanannasir , Alhanannasir; Dasir, Dasir; Nur Fadillah, Muhammad
SciencePlus Vol. 1 No. 1 (2025): SciencePlus
Publisher : Barkah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2025/sp.v1i1.2

Abstract

Food processing uses thermal processes to maintain product preservation by killing spoilage microbes and pathogens, improving sensory quality, heating products, increasing the digestibility of proteins and carbohydrates, and destroying unnecessary ingredients. Thermal process techniques are preservation techniques that use high temperature and pressure to kill bacteria and pathogens in hermetically packaged foods by applying high heat over 100 degrees Celsius for a certain period of time. To maintain the safety of food products, thermal processing is one of the food processing processes that inactivate microbes in food. Excessive thermal processing can damage nutritional components and reduce the sensory quality of the product. in addition to killing microbes, thermal processing must consider the quality of the final product by minimizing quality damage.
KARAKTERISTIK FISIK, AROMA DAN PROTEIN PEMPEK LENJER DENGAN METODE FREKUENSI PENCUCIAN AIR ES Alhanannasir, Alhanannasir; Dasir, Dasir; Belasanjaya, Derta
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menentukan frekuensi pencucian ikan dengan air es terhadap kekenyalan, aroma dan protein pempek lenjer. Pempek merupakan salah satu makanan khas di Kota Palembang Sumatera Selatan. Ikan sebagai bahan utama pempek dilakukan pencucian (leaching) setelah dilakukan penggilingan. Pencucian daging ikan dengan air es dengan frekuensi tertentu dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan gel, menghilangkan sebagian besar komponen yang larut dalam air, darah (pigmen), penyebab bau, dan dapat meningkatkan kualitas aroma. Daging lumat ikan tenggiri pasir (filet/surimi) dicuci/leaching dengan air es perbandingan 1 : 3 (bahan : air) sesuai perlakuan (tanpa pencucian, satu kali, dua kali, tiga kali dan empat kali) selama 10 menit untuk masing-masing proses pencucian dengan metodologi Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial uji Beda Nyata Jujur, uji Freidman, dan uji Tukey. Secara statistik diperoleh bahwa frekuensi pencucian berpengaruh sangat nyata terhadap protein, dan berpengaruh nyata terhadap kekenyalan dan aroma. Dari hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan frekuensi F4 (pencucian 4 kali) bahwa tingkat kesukaan aroma (4,60) sangat suka, dan tingkat kekenyalan (9) lebih tinggi dari perlakuan lainnya, dan kadar protein lebih rendah dari perlakuan lainnya dan terjadi penurunan rata-rata 3,98%. Pembuatan pempek lenjer dengan frekuensi pencucian filet dengan air es dihasilkan pempek yang beraroma tidak amis dan lebih kenyal.
Chemical and Organoleptic Characteristics of Pempek Using Different Ratios of Lampam Fish Surimi and Tapioca Flour Dasir, Dasir; Suyatno, Suyatno; Amnes, Putri Anisa
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i5.1882-1892

Abstract

The use of lampam fish as a raw material for pempek is a new effort to overcome the high cost of snakehead fish. The study aims to determine the chemical and organoleptic characteristics of pempek using a comparison of lampam fish surimi with tapioca flour. The study was conducted in the laboratory of the Muhammadiyah University of Palembang and the Agricultural Product Technology laboratory, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University from December 2023 to February 2024. The study used a non-factorial randomized block design with five treatment levels, namely P1 (surimi 250 g:tapioca flour 350 g), P2 (surimi 300 g:tapioca flour 350 g), P3 (surimi 350:tapioca flour 350 g), P4 (surimi 400 g:tapioca flour 350 g), P5 (surimi 450 g:tapioca flour 350 g) with three replications. The research parameters include analysis of protein content and water content, organoleptic tests of color, aroma, taste, and elasticity. The results showed the highest protein content in P5 at 23.37% ± 0.10, and the highest water content in P5 at 59.11% ± 0.35. The highest level of preference for color was 4.28 ± 1.06 (like), aroma was 3.76±1.54 (rather like), taste was 3.84 ± 0.72 (rather like) and elasticity was 3.92± 1.00 (rather like) in P5.
SOSIALISASI PEMBUATAN MESIN TETAS TELUR DI TERAS LITERASI PLAJU DARAT PALEMBANG Yuniarti, Erliza; Dasir, Dasir; Sofiah, Sofiah; Rahmalia Putri, Anaindita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3504-3510

Abstract

Usaha peternakan unggas sangat menjanjikan sehingga terus berkembang seiring pertambahan jumlah penduduk. Perkembangan  usaha peternakan berkaitan dengan permintaan  daging khususnya ayam pedaging dan telur. Permintaan akan  unggas saat ini dipenuhi oleh  ayam boiler, bebek dan ayam kampung terutama di daerah perkotaan. Tujuan kegiatan untuk membantu mitra mengatasi permasalahan yang dihadapi  dalam menjalankan usaha peternakan unggas dengan mensosialisasikan dan pendampingan pembuatan mesin tetas telur. Tahapan  kegiatan dilaksanakan meliputi, tahap awal program adalah  persiapan dengan melakukan survei lokasi, pembuatan program kerja bersama-sama dengan pengelola Teras Literasi Palembang sebagai mitra dan ketua Rukun Tetangga (RT), pembuatan alat bersama dengan warga dan mahasiswa yang terlibat, sosialisasi dilaksanakan setelah alat mesin tetas telur berhasil dibuat, pendampingan kegiatan dan evaluasi.  Hasil kegiatan adalah sebagai berikut: a) peserta dapat mengerti peralatan dan bahan yang dibutuhkan, untuk pembuatan mesin tetas b) peserta dapat memahami fungsi mesin tetas dan prinsip kerja mesin tetas c) peserta tertarik dan mampu membuat rancangan mesin tetas sesuai dengan kebutuhan penetasan d) tersedianya 1 (satu) buah mesin  telur berkapasitas 50 butir untuk dipergunakan oleh masyarakat. Program sosialisasi dan pendampingan dapat diterima oleh masyarakat, semangat gotong royong dan kebersamaan antara warga, dosen dan mahasiswa dalam pembuatan alat, diharapkan meningkatkan pemahaman  dan kesejahteraan masyarakat.