Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI I (PPK I) DENGAN MODEL CONTENT, INPUT, PROSES, DAN PRODUCT (CIPP) Sugandini, Wayan; Dewi Tarini, Wayan; Espana Giri, Ketut; Nik Armini, Luh
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.624 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v2i3.16228

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the PPK I program in order to identify its effectiveness. The method used in this study was the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model of Stufflebeam. This research was conducted in the Midwifery 3 diploma program. Research subjects included 13 lecturers, and 2 education staff. Data collection was done by filling out questionnaires by the subject, as well as filling out the interview sheet. The data obtained were analyzed by percentile quantitative analysis. The results showed that: 1) 78.21% of the Context dimension supported the PPK I program, 2) 74.8%, the Input dimension supported the PPK I program, 3) 82%, of the Process dimension supported PPK I and 4 programs) 78%. Product dimensions support the PPK program I. From the results of the above research, it can be concluded that the Context dimension of the category of effectiveness is sufficient, the dimensions of the input category of effectiveness are sufficient, the dimensions of the Process category are high, and the dimensions of the category of effectiveness are sufficient. Keywords: Evaluation, CIPP, PPK I
PENINGKATAN KEMAMPUAN HIDUP SEHAT PESERTA DIDIK MELALUI METODE KIE DI SDN 1 PAKISAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Tarini, Ni Wayan Dewi
JURNAL PENJAKORA Vol 5, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.489 KB) | DOI: 10.23887/penjakora.v5i2.17224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan hidup sehat peserta didik melalui metode KIE (komunikasi, informasi dan edukasi)  di SDN 1 Pakisan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng tahun 2018. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan (action research), prosedur tindakan ditempuh dalam 2 (dua) siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap mulai dari perencanaan, pelaksanaan,pengamatan (observasi) dan refleksi. Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh siswa di SDN 1 Pakisan dari kelas I-V, sejumlah 98 orang siswa. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatandan pembinaan lingkungan sekolah yang sehat. Data dikumpulkan menggunakan metode tes, observasi dan pemeriksaan fisik, data diolah dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan di tiap siklus menggunakan analisis deskriptif persentase. Pada evaluasi siklus II diperoleh  hasil terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang kebersihan diri, dimana rata-rata pengetahuan siswa SDN 1 Pakisan tentang kebersihan diri, kondisi kesehatan dan kebersihan diri seluruh siswa SDN 1 Pakisan cukup baik, tidak ditemukan yang mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan pribadi seperti kesehatan rambut, mata, telinga, hidung, gigi mulut, kulit dan kuku, kebersihan lingkungan sekolah, kamar kecil dan kantin tetap terjaga dengan baik. Berdasarkan hasil analisis  data dapat disimpulkan metode KIE dapat meningkatkan kemampuan hidup sehat seluruh peserta didikdi SDN 1 Pakisan. Kata-kata kunci: metode KIE, kemampuan hidup sehat, peserta didik.
Evaluasi Pemanfaatan E-Learning pada Pembelajaran Teori di Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran Undiksha Ni Ketut Erawati; Made Juliani; Ni Wayan Dewi Tarini
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.273 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan pembelajaran teori berbasis e-learning di Prodi Kebidanan Undiksha dengan menggunakan model evaluasi Contex, Input, Process dan Product (CIPP). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data secara deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa yang berjumlah 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis e-learning pada komponen context pada indicator tujuan, kebutuhan dan lingkungan pendukung  berada pada kategori baik dengan rerata persentase sebesar 62.1%. Pada komponen input yang terdiri dari indikator latar belakang pendidik, mahasiswa, ketersediaan sarana prasarana dan ketersediaan perangkat pembelajaran juga berada pada kategori baik dengan rerata persentase adalah 59.6%. Begitu pula halnya pada komponen process pada indikator pelaksanaan pembelajaran, aktivitas pendidik dan mahasiswa, kendala dan hambatan serta solusi yang ditempuh berada pada kategori baik dengan rerata persentase sebesar 63.75%. Komponen product yang meliputi hasil pembelajaran dan dampak juga berada pada  kategori baik dengan rerata persentase 63.77%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaan teori dengan menggunakan e-learning di Prodi Kebidanan Undiksha secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik artinya pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran dapat dilanjutkan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN HIDUP SEHAT PESERTA DIDIK MELALUI METODE KIE DI SDN 1 PAKISAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Ni Wayan Dewi Tarini
JURNAL PENJAKORA Vol. 5 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v5i2.17224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan hidup sehat peserta didik melalui metode KIE (komunikasi, informasi dan edukasi)  di SDN 1 Pakisan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng tahun 2018. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan (action research), prosedur tindakan ditempuh dalam 2 (dua) siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap mulai dari perencanaan, pelaksanaan,pengamatan (observasi) dan refleksi. Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh siswa di SDN 1 Pakisan dari kelas I-V, sejumlah 98 orang siswa. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatandan pembinaan lingkungan sekolah yang sehat. Data dikumpulkan menggunakan metode tes, observasi dan pemeriksaan fisik, data diolah dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan di tiap siklus menggunakan analisis deskriptif persentase. Pada evaluasi siklus II diperoleh  hasil terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang kebersihan diri, dimana rata-rata pengetahuan siswa SDN 1 Pakisan tentang kebersihan diri, kondisi kesehatan dan kebersihan diri seluruh siswa SDN 1 Pakisan cukup baik, tidak ditemukan yang mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan pribadi seperti kesehatan rambut, mata, telinga, hidung, gigi mulut, kulit dan kuku, kebersihan lingkungan sekolah, kamar kecil dan kantin tetap terjaga dengan baik. Berdasarkan hasil analisis  data dapat disimpulkan metode KIE dapat meningkatkan kemampuan hidup sehat seluruh peserta didikdi SDN 1 Pakisan. Kata-kata kunci: metode KIE, kemampuan hidup sehat, peserta didik.
Prevalensi Stunting dan Faktor Resiko pada Balita Di Desa Kayuputih Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng wayan sugan dini; Wayan Dewi Tarini; Luh Mertasari; Ria Tri Harini Dwi Rusiawati
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 1 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.46 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i1.109

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi balita yang memiliki tinggi badan termasuk dalam kategori stunting/pendek dan mengidentifikasi faktor resiko berhubungan dengan stunting di Desa Kayu Putih, sebagai salah satu desa locus stunting di kabupaten Buleleng. Jenis penelitian deskriftif. Populasinya adalah seluruh anak balita (bawah lima tahun) beserta ibu balita. Sedangkan sampelnya adalah balita usia 24-59 bulan berjumlah 261 balita beserta ibunya. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi, serta melakukan pengukuran tinggi badan anak, dengan kuisioner dan alat pengukuran tinggi badan. Analisis data univariat dan bevariat, untuk mengetahui prevalensi stunting dan gambaran deskriftif hubungan variabel dependent dan independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi Stunting/pendek 23,37%, dan normal 76,63%, faktor resiko yang berhubungan dengan stunting diantaranya berat badan bayi lahir rendah, panjang badan bayi lahir < 48 cm, Gizi ibu saat hamil kurang, umur ibu saat hamil < 21 atau >35, Tinggi badan ibu <155cm, Pekerjaan ibu, dan akses ke pelayanan kesehatan jauh. Peneliti berharap agar pemerintah daerah dan instansi kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena cegah stunting itu penting. Balita stunting agar dilakukan intervensi stunting. Kata Kunci : Stunting, faktor risiko
Aplikasi Kuesoner Pa Skrining Perkembangan Mobile Pada Kader Bina Keluarga Balita Dengan Model Pembelajaran Jigsaw: (Studi Dilakukan di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada) Ni Wayan Dewi Tarini; Ni Ketut Erawati; Ni Nyoman Ayu Dwi Astini; Wigutomo Gozali
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 1 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.684 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i1.154

Abstract

Masa tumbuh kembang anak adalah masa yang sangat beresiko bagi setiap kehidupan anak, kegagalan anak untuk bertumbuh dan berkembang akan berdampak pada tahap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Salah satu masalah yang sering terjadi pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu keterlambatan tumbuh kembang anak (developmental delay) (Tanuwijaya, 2003). Di Desa Padangbulia, Sukasada saat ini terdapat 237 orang balita usia 0-5 tahun, dan terdapat satu orang balita yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Berdasarkan wawancara dengan Bidan Desa Padangbulia yang dilakukan tanggal 1 Pebruari 2019, pemantauan tumbuh kembang balita di Desa Padangbulia sepenuhnya dilakukan oleh Kader Bina Keluarga Balita (BKB) secara rutin setiap bulan melalui kegiatan Posyandu. Selama ini di Desa Padangbulia, pemantauan tumbuh kembang pada balita dilakukan secara manual dengan menggunakan lembar Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kader BKB belum pernah terpapar metode KPSP mobile yang lebih praktis dalam penggunaannya dan dapat diaplikasikan secara langsung oleh orangtua dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak balitanya. Sosialisasi penggunaan aplikasi KPSP mobile pada kader BKB dilaksanakan dengan model pembelajaran jigsaw karena model pembelajaran ini memiliki kelebihan dalam pemerataan penguasaan materi oleh peserta dan melatih peserta untuk lebih aktif berbicara serta berpendapat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan, menggunakan sampel sebanyak 50 orang kader Bina Keluarga Balita (BKB) di Desa Padangbulia, Sukasada dengan sampling total. Data dikumpulkan dengan cara tes, wawancara dan observasi, dan akan dianalisis secara persentil sederhana. Dengan metode jigsaw, diperoleh hasil 100% kader BKB di Desa Padangbulia tepat dalam menentukan umur anak saat pemeriksaan, tepat dalam mengisi KPSP dan tepat dalam melakukan interpretasi hasil pemeriksaan KPSP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menetapkan model pembelajaran jigsaw dalam sosialisasi penggunaan aplikasi KPSP mobile pada kader BKB sehingga seluruh kader BKB dapat menggunakan aplikasi ini dalam melakukan skrining perkembangan balita usia 3 bulan-72 bulan secara rutin di Desa Padangbulia, Sukasada. Kata Kunci: Aplikasi KPSP Mobile, Kader BKB, Model Pembelajaran Jigsaw.
Pengalaman Perawat Merawat Pasien dengan Covid-19 di Ruang Intensif: Studi Literatur Ni Wayan Dewi Tarini; Nurlela Mufida; Nursalam Nursalam
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.193 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.100

Abstract

Selama masa pandemi Covid-19, memberikan perawatan kepada pasien Covid-19 yang kritis dan dirawat di Ruang Intensif menimbulkan tantangan tersendiri bagi perawat. Berbagai metode perawatan, model asuhan keperawatan, pengaturan sumber daya perawat yang terampil dalam penanganan Covid-19 serta pengaturan jam kerja perawat yang bertugas, dilakukan untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik kepada pasien Covid-19, dengan harapan dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas pada pasien kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelusuran literatur mengenai pengalaman perawat selama merawat pasien Covid-19 di Ruang Intensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diagram PRISMA dengan jumlah artikel yang dianalisis sebanyak 25 artikel yang ditelusuri melalui database Pubmed, Proquest dan Science Direct dengan jumlah seluruh artikel yang ditelusuri berdasarkan kata kunci: pengalaman perawat, Covid-19 dan ruang intensif adalah sebanyak 276 artikel. Sebagian besar perawat yang bertugas merawat pasien Covid-19 di Ruang Intensif menunjukkan gejala depresi, cemas, insomnia yang lebih dibanding dengan perawat yang bertugas di ruang rawat non covid-19 akibat adanya perubahan sosial berupa pembatasan komunikasi dengan keluarga maupun teman. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah memberikan program pendidikan atau pelatihan intensif kepada perawat untuk mencegah dan mengendalikan infeksi Covid-19, pengaturan jam kerja dan shift kepada perawat untuk mengurangi stres dan kelelahan dalam merawat pasien Covid -19.
EVALUASI PROGRAM PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI I (PPK I) DENGAN MODEL CONTENT, INPUT, PROSES, DAN PRODUCT (CIPP) Sugandini, Wayan; Dewi Tarini, Wayan; Espana Giri, Ketut; Nik Armini, Luh
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v2i3.16228

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the PPK I program in order to identify its effectiveness. The method used in this study was the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model of Stufflebeam. This research was conducted in the Midwifery 3 diploma program. Research subjects included 13 lecturers, and 2 education staff. Data collection was done by filling out questionnaires by the subject, as well as filling out the interview sheet. The data obtained were analyzed by percentile quantitative analysis. The results showed that: 1) 78.21% of the Context dimension supported the PPK I program, 2) 74.8%, the Input dimension supported the PPK I program, 3) 82%, of the Process dimension supported PPK I and 4 programs) 78%. Product dimensions support the PPK program I. From the results of the above research, it can be concluded that the Context dimension of the category of effectiveness is sufficient, the dimensions of the input category of effectiveness are sufficient, the dimensions of the Process category are high, and the dimensions of the category of effectiveness are sufficient. Keywords: Evaluation, CIPP, PPK I