Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

GANGGUAN LAJU PERNAPASAN BERDASARKAN PENGGUNAAN MASKER DAN LAMA PAPARAN PADA SISWA TEKNIK GIGI POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG Murwaningsih, Sri; Wahyuni, Sri
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v16i1.3168

Abstract

Latar belakang: Penggunaan akrilik dalam kegiatan praktikum teknik gigi dapat menimbulkan risiko gangguan pernapasan. Penelitian bertujuan mengetahui gangguan laju pernapasan berdasarkan penggunaan masker dan lama paparan.Metode: Penelitian menggunakan rancangan potong lintang, dilaksanakan di Laboratorium Teknik Gigi Politeknik Kesehatan Tanjungkarang. Sebanyak 98 orang siswa diikutkan dalam penelitian. Laju pernapasan diukur menggunakan spirometer, dan observasi dilakukan terhadap penggunaan masker dan lama paparan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Ditemukan sebanyak 10,2% siswa mengalami gangguan laju pernapasan, dan 24,5% tidak menggunakan masker selama kegiatan praktikum. Penilaian paparan mendapatkan 62,2% siswa terpapar dalam waktu yang lama. Pada penelitian ini, hasil analisis statistik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara gangguan laju pernapasan dengan penggunaan masker (p-value=0,968) dan lama paparan (p-value=0,849).Simpulan: Walaupun secara statistik seluruh variabel tidak menunjukkan hubungan yang bermakna, namun bukti awal telah menunjukkan adanya gangguan pernapasan pada siswa. Perlu perbaikan sistem ventilasi dengan jenis local exhauster ventilation, selain ketegasan dalam penggunaan masker selama kegiatan praktikum. 
Penyuluhan Tentang Pencegahan dan Perawatan Kelainan Oklusi Pada Usia Anak–Anak Di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa Tanjungkarang Bandar Lampung Murwaningsih, Sri; Wahyuni, Sri; Fatimah, Rizki Nurul
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i1.1382

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan upaya upaya untuk mengatasi permaslahan kehilanagan gigi. Hasil prasurve melalui pengurus pada salah satu Panti Asuhan yang terletak di Kecamatan Raja Basa, di dapatkan informasi bahwa Panti Asuhan Harapan Bangsa yang terletak di jl. Raden Gunawan masih jarang mendapatkan sosialisasi tentang materi kesehatan kususnya gigi. Sehingga edukasi tentang Pencegahan dan perawatan Oklusi pada anak – anak di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa. Pencapaian tujuan tersebut dilakukan melalui Penyuluhan dengan metode ceramah, tanya jawab, demontrasi, dan latihan demonstrasi menyikat gigi yang benar. Setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan monitoring atau evaluasi dilakukan oleh tim Pengabmas. Hasil pelaksanaan pada kegiatan ini mampu memberi motivasi pada anak anak Panti Asuhan untuk meningkatkan perilaku menjaga kesehatan gigi dan terdapat peningkatan pengetahun anak anak Panti Asuhan mengenai Pencegahan dan Perawatan kelaianan Oklusi. Kendala-kendala yang muncul pada kegiatan Pengabdian Masyarakat bersifat tidak signifikan yaitu beberapa anak takut untuk diperiksa giginya oleh dokter gigi. Adapun saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan ini adalah agar semua anak naka Panti Asuhan senantiasa membudayakan pola hidup sehat dalam memelihara kesehatan gigi. Pihak Yayasan senantiasa memberikan dukungan motivasi dan sarana untuk pemeliharaan kesehatan gigi untuk anak anak Panti Asuhan dalam pencegahan terjadinya kelainan kelainan oklusi.
HUBUNGAN HIPERTENSI TERHADAP PENYAKIT PERIODONTAL PADA LANSIA DI PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG fatimah, rizki nurul; Wahyuni, Sri; Murwaningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40787

Abstract

Kehilangan gigi terjadi disebabkan oleh penyakit pada jaringan periodontal yaitu jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. Penyakit periodontal sifatnya lebih kronis dan tidak menimbulkan rasa sakit hebat, pada kondisi dini tidak menimbulkan rasa sakit. Penyakit periodontal yang banyak dijumpai adalah gingivitis dan periodontitis akibat akumulasi plak yang ditandai oleh peradangan jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Hipertensi merupakan masalah klasik di dunia dan menjadi beban utama untuk kesehatan global. Hipertensi banyak terjadi pada usia lanjut. Usia lanjut adalah sebuah tahapan hidup seseorang yang akan dialami oleh setiap manusia. Proses aging pada manusia merupakan suatu peristiwa alami, menurunnya keahlian jaringan pada tubuh untuk memperbaiki diri sendiri dan mempertahankan fungsi tubuh sehingga terjadi penurunan imunitas secara perlahan, dan berakibat terjadinya penurunan derajat kesehatanserta masalah kesehatan.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan hipertensi terhadap terjadinya penyakit periodontal. Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 orang lansia (100%) yang mempunyai riwayat hipertensi mengalami penyakit periodontal. Semua responden yang diteliti mengalami penyakit periodontal. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan penyakit periodontal. Perlunya pemberian perawatan terhadap lansia yang menderita penyakit periodontal dengan oral hygiene instruction, pembersihan karang gigi, dan melakukan perawatan kompleks.
HUBUNGAN TINGKAT KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH TERHADAP STUNTING DI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Budiarti, Indah; Andriyani, Desi; Murwaningsih, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26265

Abstract

Stunting is a condition that disrupts the growth and development of children caused by a lack of adequate nutritional intake and frequent infections. This condition is characterized by the child's height being below normal limits. Stunting that occurs at the preschool stage (first five years) can continue until school. In addition to factors related to pregnancy and childbirth, factors such as the environment, diet, and health history of the child also have a significant influence on the development of stunting in children during childhood.The risk of stunting in children can be divided into five groups of factors, namely: Maternal infections and nutritional problems, Adolescent mothers and short birth intervals, Premature birth and growth disorders, Fetal growth. If tooth decay is not treated, it can result in eating problems and sleep quality. , painful and requires ongoing treatment. Tooth decay in children will feel pain in the area of tooth decay. Therefore, this will reduce food consumption. A decrease in a child's food intake over a long period of time will have an impact on his nutritional status. This research method uses an observational research design with a cross sectional method and data collection uses a questionnaire to examine the level of dental caries in stunted children in the area supported by the Gedong Tataan Pesawaran Community Health Center in 2023.This research was research conducted from July to August with a total of 69 respondents using population sampling techniques. Based on the results of the analysis of the effect of stunting on the level of tooth decay, the decision taken was based on a p-value of 0.000 (p-value < 0.05), the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted. This shows that there is a significant relationship or difference between the independent variable and the dependent variable in the study. It has an influence between developmental delays and the severity of caries.
Pemanfaatan Daun Salam Sebagai Desinfektan Pada Pemakai Gigi Tiruan Lepasan Akrilik Di Kelurahan Rajabasa Raya Kota Bandar Lampung Murwaningsih, Sri; Wahyuni, Sri; Khoiriyah, Yustin Nur
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i1.1043

Abstract

Untuk memudahkan orang melakukan desinfeksi secara mandiri dapat memanfaatkan bahan alami yang berada di lingkungan sekitar yang mudah didapat, murah harganya, dan mudah menggunakannya. Salah satu bahan alami yang menjadi alternatif yaitu daun salam. Dekokta daun salam merupakan sedian cair yang diperoleh dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90˚C pada waktu yang lebih lama (30 menit). Hal ini dilakukan untuk memperoleh kandungan senyawa yang lebih banyak dalam sari/ sedian cair. Prosedur ini mudah sekali dilakukan oleh siapa saja, dengan bahan pelarut berupa air yang mudah didapatkan, dan peralatan yang sederhana. Namun, dekokta merupakan sedian cair yang tidak tahan lama, pemanfaatan sediaan tidak boleh lebih dari 24 jam. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, maka Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Tanjungtkarang melaksanakan kegiatan berupa demonstarsi cara pembuatan dekokta daun salam. Dekokta daun salam bekerja menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan mengatasi bau mulut pada pemakai gigi tiruan lepasan. Kegiatan ditujukan pada masyarakat perorangan yang menggunakan gigi tiruan di kelurahan Rajabasa Raya Kota Bandar lampung. Kegiatan demonstrasi pembuatan cairan dekokta daun salam ini merupakan kegiatan lanjutan yang di tujukan untuk membantu masyarakat pengguna gigi tiruan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan gigi tiruan.
Edukasi Tentang Kelainan Gigi dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Pada Orangtua Siswa Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Tingkat TK Bandar Lampung Murwaningsih, Sri; Wahyuni, Sri; Fatimah, Rizki Nurul
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i3.1180

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat diwujudkan melalui pengetahuan dan perilaku yang baik dan benar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan merupakan faktor yang membentuk perilaku seseorang. Pengetahuan yang kurang akan membentuk perilaku dan sikap yang keliru terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Untuk itu, perlunya kegiatan promosi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada orangtua murid tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan menanamkan perilaku sehat sejak dini. Program yang dilaksanakan berupa kegiatan penyuluhan pada seluruh wali murid, guru, dan pegawai Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Tingkat TK kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan praktik sikat gigi bersama. Kegiatan Dental Health Education disampaikan oleh dosen prodi D III Teknik Gigi dan Kesehatan Gigi Poltekkes Tanjungkarang. Kegiatan ini menggunakan media LCD, Leaflet, demonstrasi sikat gigi secara benar dengan menggunakan dental kit berupa model gigi dan sikat gigi.
Optimizing The Health Of The Dental Supporting Network In Labuhan Ratu Raya Village, Labuhan Ratu District Through Village Community Guidance Suprapti, Suryani Catur; Budiarti, Indah; Fatimah, Rizki Nurul; Urianti, Sepriana; Wahyuni, Sri; Murwaningsih, Sri; Armis, Aryudhi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2567

Abstract

Problems with supporting tissue health, such as gingivitis, periodontitis, tartar, and loose teeth, are still quite common among the elderly in Labuhan Ratu Raya. This condition is influenced by a lack of understanding of oral hygiene, improper brushing techniques, and a lack of awareness of routine dental checkups. In response to this situation, the community service team conducted a series of educational activities, examinations, and training involving the elderly, their families, and health cadres. The health cadres also expressed their readiness to continue routine coaching for the elderly in their respective communities. Overall, these activities have had a positive impact on improving the oral health of the elderly in Labuhan Ratu Raya Village. It is hoped that these coaching activities will continue and become part of ongoing efforts to prevent periodontal problems, thereby further improving the quality of life for the elderly in the area.
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF OTAK DENGAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA DI UPTD TRESNA WERDHA KOTA BANDAR LAMPUNG fatimah, rizki nurul; Murwaningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54322

Abstract

Gigi memiliki fungsi untuk pengunyahan, berbicara dan estetika. Kondis gigi yang sering ditemukan pada lansia tidak jarang berlubang dan hilang yang menyebabkan penurunan terhadap fungsi pengunyahan, berbicara dan estetika. Kehilangan gigi merupakan kondisi umum pada lansia yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti penyakit periodontal, kurangnya perawatan gigi, serta nutrisi yang tidak optimal. Kehilangan gigi pada lansia berdampak pada persoalan psikologis seperti malu, hilangnya selera makan, malnutrisi, gangguan tidur, kesulitan bergaul dan konsentrasi terganggu. Berbagai penyakit dan faktor lingkungan yang telah berinteraksi sepanjang hidup lansia berdampak pada kerusakan sel-sel di otak. Kelainan yang timbul tergantung jumlah kerusakan serta area otak yang terkena kerusakan. Perubahan besar yang terjadi meliputi lemahnya ingatan, menurunnya kemampuan kognitif, perubahan pola tidur, gangguan penglihatan, pendengaran, kemampuan berjalan dan postur tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif otak dengan kehilangan gigi pada lansia di UPTD Tresna Werdha Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 orang dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner dan pemeriksaan intraoral pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif yaitu sebanyak 27 lansia (81,8%) dan yang tidak mengalami penurunan fungsi kognitif yaitu sebanyak 6 lansia (19,2%) dengan status kehilangan gigi kategori sedikit yaitu 6 orang lansia (18,2%), kategori sedang dengan jumlah lansia yaitu 6 orang lansia (18,2%) dan kategori banyak yaitu 21 orang lansia (63,6%). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif otak dengan kehilangan gigi.