Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG PENULARAN HIV/AIDS DARI IBU KE ANAK Kusumawati, Dhiah Dwi; Septiyaningsih, Rochany; Indratmoko, Septiana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v7i2.180

Abstract

Di Indonesia, pada tahun 2017 ditemukan 80% ibu hamil yang hidup dengan HIV memiliki akses ke obat antiretroviral untuk mencegah penularan HIV ke bayi mereka. Risiko penularan HIV dari ibu ke anak tanpa upaya pencegahan atau intervensi berkisar antara 20-50%. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada anaknya selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Penularan HIV dari ibu ke anak sebenarnya bisa diintervensi dengan PMTCT. Pelayanan kesehatan tingkat dasar dapat dibantu oleh kader pelayanan KIA dengan cara memotivasi dan mendukung ibu hamil dengan memotivasi ibu hamil untuk tes HIV/AIDS. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader posyandu tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif survei pada 30 kader posyandu di Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah melalui purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan data dianalisis secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik paling banyak pada kelompok usia 20-35 tahun, pengetahuan yang paling baik pada tingkat SMP, dan pengetahuan yang paling baik pada kader dengan masa kerja 0-5 tahun. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke anaknya. Pengetahuan yang cukup dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti: media massa, buku, dan informasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS Septiyaningsih, Rochany; Kusumawati, Dhiah Dwi; Indratmoko, Septiana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i1.198

Abstract

Remaja merupakan kelompok beresiko untuk penularan HIV/AIDS, karena masa remaja adalah masa individu berada pada mobilitas sosial yang paling tinggi karena akan membuka peluang baginya untuk terpapar terhadap berbagai perubahan sosial, kultural, budaya, serta fisik maupun psikologis. Hal itu membuat remaja tersebut mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap penularan berbagai jenis penyakit salah satunya HIV/AIDS. Faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS. Pengetahuan tentang HIV/AIDS sangat mempengaruhi sikap untuk melakukan tindakan pencegahan HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang upaya pencegahan HIV/AIDS. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik accidental sampling yang berjumlah 30 responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang upaya pencegahan HIV/AIDS, nilai sig 0,024 (
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING Kusumawati, Dhiah Dwi; Budiarti, Tri; Susilawati, Susilawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.128

Abstract

Stunting di sebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada periode ini memunculkan beragam masalah Kesehatan salah satunya yaitu permasalahan gizi. Tingkat pengetahuan ibu menjadi salah satu faktor dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada keluarga khususnya anak balita. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Metode penelitian ini studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sebanyak 154 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Cilacap tengah II pada bulan Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 8 (5,19%) responden dengan tingkat pendidikan ibu tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar, sebanyak 67 (43,50%) responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, sebanyak 45 (29,22%) responden dengan tingkat pendidikan SMP, sebanyak 30 (19,48%)responden dengan tingkat pendidikan SMA, sebanyak 4 (2,59%) responden dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Sebanyak 59 (38,31%) anak dengan stunting dan sebanyak 95 (61,68%) anak yang tidak stunting. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value= 0,005 (< 0,05). Kesimpulannya tingkat pengetahuan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Pendidikan formal calon ibu diharapkan bisa ditingkatkan karena ibu dengan Pendidikan tinggi lebih mudah dalam menyerap informasi Kesehatan.
Profil Kreatinin Untuk Skrining Penyakit Ginjal Kronis (PGK) Pada Karyawan Stikes Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Puspodewi, Dini; Faizal, Imam Agus; Kusumawati, Dhiah Dwi
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i2.330

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) saat ini merupakan masalah kesehatan yang penting mengingat insidennya yang meningkat. Di Indonesia, diperkirakan jumlahnya 100 penderita per satu juta penduduk dalam setahun. Kreatinin adalah produk akhir dari metabolisme kreatin. Kreatinin terutama disintesis oleh hati, teRdapat hampir semuanya dalam otot rangka yang terikat secara reversible dengan fosfat dalam bentuk fosfokreatin atau keratinfosfa, yakni senyawa penyimpan energi. Pemeriksaan kreatinin dalam darah merupakan salah satu parameter penting untuk mengetahui fungsi ginjal. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pemeriksaan kadar kreatinin dengan menggunakan metode fotometri. semua sampel yang diuji diperoleh hasil dibawah nilai normal yaitu 0.6 – 1.3 mg/dL. Ginjal memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun, mempertahankan keseimbangan cairan dan zat-zat lain dalam tubuh. Ginjal mengeluarkan sisa- sisa metabolisme hasil akhir dari protein ureum, kreatinin, dan amoniak.