Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IDENTIFICATION OF WORM INFECTION IN STUNTING TODDLERS IN PASIA NAN TIGO VILLAGE, KOTO TANGAH DISTRICT, PADANG Suraini, Suraini; Rita Permatasari; Sri Indrayati; Anggun Sophia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah gangguan tumbuh kembah anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis serta infeksi yang berulang. Gangguan ini ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Stunting dapat berdampak jangka panjang pada kognisi, kemampuan belajar dan produktifitas dimasa dewasa. Stunting dapat juga disebabkan oleh infeksi dan penyakit parasit yang dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi dan pertumbuhan pada anak stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi infeksi kecacingan pada batita stunting di Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua batita yang terdata stunting di Kelurahan Pasie Nan Tigo sebanyak sebanyak 11 orang. Pemeriksaan feses batita stunting menggunakan metoda langsung dengan memakai reagen eosin 2 %. Hasil pemeriksaan feses didapatkan 1 orang batita stunting (9,09%) menderita kecacingan dengan infeksi campuran. Jenis cacing yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Kata kunci: stunting, batita, infeksi, kecacingan
Deteksi Gen Jamur Candida albicans pada Saliva Penderita Diabetes Melitus Dengan Metode Polymerase Chain Reaction Sophia, Anggun; Suraini, Suraini; Arhesta, Silvi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1101

Abstract

Diabetes mellitus is a predisposing factor that increases the risk of oral candidiasis, where the oral cavity of patients becomes an ideal environment for fungal growth due to excess glucose in saliva secretion. This glucose accumulation, along with disturbances in the salivary glands, can trigger the growth of Candida albicans, making it a significant health issue. To accurately detect the presence of Candida albicans, the Polymerase Chain Reaction (PCR) method is used, which allows for the identification of fungal genes with high sensitivity. The aim of this study is to detect the Candida albicans gene in the saliva of women with diabetes mellitus using the Polymerase Chain Reaction method. This research is an analytical study with a cross-sectional design. The samples used in this study are saliva from 10 diabetes mellitus patients experiencing oral pain symptoms. The examination procedures include saliva sample collection, fungal culture testing using Sabouraud Dextrose Agar (SDA), conventional identification, and fungal gene detection using the PCR method. This process includes fungal sample preparation, DNA extraction, DNA amplification, and agarose gel electrophoresis. The results show that 1 respondent tested positive for Candida albicans in the saliva sample, with a percentage of 10%, while 90% were negative. Positive test results were determined through macroscopic analysis of fungal cultures, microscopic examination with Gram staining, and further testing using the germ tube method. The positive sample was then analyzed for fungal gene detection using the PCR method with Internal Transcribed Spacer (ITS), where Candida albicans was detected in the ITS region with a product length of 600 bp.
The POTENTIAL OF BEGONIA (Begonia cucullata Willd) BREW AS A REAGENT FOR COLORING WORM EGGS SOIL TRANSMITTED HELMINTHS: POTENSI REBUSAN BEGONIA (Begonia cucullata Willd) SEBAGAI REAGEN PEWARNAAN TELUR CACING SOIL TRASMITTED HELMINTHS Suraini Suraini
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing Soil Transmitted Helminth sampai sekarang masih menjadi masalah besar di dunia. Dampak kecacingan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan defisiensi gizi yang dapat mengakibatkan status gizi yang buruk, pertumbuhan terhambat hingga menurunnya kemampuan kognitif pada penderita terutama pada anak sekolah dasar. Diagnosis infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemeriksaan tinja penderita. Pemeriksaan tinja secara mikroskopis merupakan gold standard untuk menegakan diagnosis infeksi yang disebabkan oleh cacing. Untuk menunjang diagnosa kecacingan diperlukan pewarna yang dapat membedakan telur cacing dengan kotoran pada tinja. Pewarnaan telur cacing bertujuan untuk memudahkan dalam mempelajari bentuk telur cacing, mempertegas, dan melihat bentuk serta kontras pada preparat telur cacing dengan menggunakan mikroskop Tanaman Begonia (Begonia cucullata Willd) merupakan tanaman yang mengandung antosianin yang menghasilkan warna merah sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi rebusan tanaman Begonia sebagai reagen alternatif untuk mewarnai telur cacing Soil Transmitted Helminth. Penelitian ini bersifat eksperimen. Perlakuan penelitian sebanyak 3 perlakuan dengan 4 kali pengulangan pada setiap konsentrasinya dan eosin 2% sebagai kontrol. Perbandingan konsentrasi rebusan Begonia (Begonia cucullata Wild) dengan aquades yang digunakan yaitu 1:1, 1:2 dan 1:3. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa konsentrasi perbadingan rebusan Begonia cuculata Willd dengan aquades yang optimal dapat mewarnai telur cacing Soil Tranmitted Helminths dengan baik adalah konsentrasi 1:1 dan konsentrasi 1:2. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahawa rebusan tanaman Begonia (Begonia cucullata Willd) berpotensi untuk mewarnai telur cacing Soil Transmitted Helminths.
Aktivitas Antijamur Kulit Singkong terhadap Candida albicans dari Saliva Penderita Diabetes yang Diidentifikasi Molekuler Sophia, Anggun; Suraini, Suraini; Niken, Niken
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3218

Abstract

Infeksi jamur oportunistik seperti Candida albicans meningkat pada penderita diabetes melitus akibat kondisi hiperglikemia yang mendukung pertumbuhan jamur di rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak kulit singkong (Manihot esculenta) terhadap Candida albicans yang diisolasi dari saliva penderita diabetes melitus dan diidentifikasi secara molekuler menggunakan metode PCR. Isolat diperoleh melalui kultur saliva, lalu diidentifikasi secara konvensional (makroskopis, mikroskopis, germ tube) dan molekuler dengan hasil amplifikasi gen ITS menunjukkan pita DNA ±600 bp. Ekstrak kulit singkong dibuat melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji aktivitasnya dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 70%, dan 80%. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 80% memiliki daya hambat paling tinggi terhadap pertumbuhan Candida albicans dengan rata-rata diameter zona hambat 2.46 ± 0.31 cm (kategori sangat kuat). Uji statistik ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (p < 0.05). Kesimpulannya, ekstrak kulit singkong memiliki potensi sebagai agen antijamur alami terhadap Candida albicans yang diisolasi dari penderita diabetes, terutama pada konsentrasi tinggi.Kata kunci : Antijamur; kulit singkong; Candida albicans;diabetes melitus; molekuler.