Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALYSIS OF CONSUMER PREFERENCE AND CONSUMER ACCEPTANCE OF HALAL NATURAL BATH SOAP Uzwatania, Fina
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.242 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i2.1471

Abstract

The increase of number of Bath Soap Producer in Indonesia, giving many option for consumer to choose the Bath Soap product. Preference Analysis is needed to be conducted for new Bath Soap Product to survive in the competition. This research aims to identify the consumer acceptance based on sensory attributes of  Natural Bath Soap that can affect the consumer, to analyze the attributes that into consumer consideration to choose Bath Soap Product, and to design a Halal and Natural Bath Soap. The first stage of this research is Consumer Preference Analysis of Natural Bath Soap. The second stage of this research is designing a Halal and Natural Bath Soap which it is attributes matched with the Consumer Preference Analysis Result. The analysis is consist of Organoleptic Test (Hedonic Test) and Quality Test for water content, FFA, alkaline free, and pH. The consumer preference analysis result shows that 25 from 30 consumer (83.3%) choose Oval shape Bath Soap, Honey was choose as active ingredient by 86.7% of consumer, and 60% of the consumer is prefer Lemon Grass for the Bath Soap aroma. Hedonic test result shows that every attributes does not have any significant effect to the consumer except the bath soap shape.
SINTESIS SURFAKTAN ALKIL POLIGLIKOSIDA (APG) BERBASIS DODEKANOL DAN HEKSADEKANOL DENGAN REAKTAN GLUKOSA CAIR 75% Fina Uzwatania, Erliza Hambali, dan Ani Suryani
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 27 No. 1 (2017): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alkyl poliglucosides (APG) is nonionic surfactant prepared from renewable raw materials based on carbohydrate and vegetable oils namely glucose and fatty alcohol. Glucose is the main raw material which is supplied the hydrophilic group, and fatty alcohol as hydrophobic group. APG was prepared using fatty alcohol varying in chain lengthsof C12 and C16 by two step methods (butanolysis and transasetalisation process). The catalyst of methyl ester sulfonic acid (MESA) was added. The effect of catalyst concentrations (1.5, 2, and 2.5%) was investigated.  The product evaluated for surface active properties. The chemical structures of the products were confirmed using fourier transform infrared spectroscopy (FTIR).The effects of fatty alcohol and concentration of catalyst were not significantly different to the pH and density. The result showed that reduction surface tension, reduction interfacial tension, and emulsion stability increased with increasing alkyl chain length and foam height decreases as the alkyl chain length increases. The best APG was obtained from C16 fatty alcohol (hexadecanol) and 2.5% of MESA catalyst, with the ability to reduce surface tensions at 1% concentration were 68.12%; the ability to reduce interfacial tensions of 98.14%, stability of emulsion of64%, foam height of 7.12%  and pH of 7.69.  Keywords: alkylpoliglycoside, fatty alcohol, glucose, surfactant
Formulation of Liquid Hand Soap Made From Neem Seed Oil and Lemongrass Essential Oil Fina Uzwatania; Riska Surya Ningrum; Sri Resti O
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v1i3.79

Abstract

The COVID-19 outbreak has overly emphasised the importance of handwashing with soap to reduce the spread of the virus. This study was conducted to formulate a liquid hand soap with neem oil and lemongrass essential oil as an natural antibacterial component. Three different concentrations of neem oil 5%; 10% and 15% and three different concentration of lemongrass essential oil (0.2%; 0.4%;0.6%) were formulated as liquid soap using coconut oil, castor oil and neem oil as its soap bases. The natural liquid soap was made by saponification reaction between oils and potassium hydroxide. The soap was evaluated for its pH value, density, foam stability, insoluble in alcohol content, free fatty acid and antibacterial activity. The results showed that the colour of the liquid soap was transparent with yellowish colored and had distinctive smell of neem oil. The pH values of the different formulated liquid hand soaps are within the accepted pH range of 4 - 10. The specific gravity was 1,083 – 1,088 g/ml. The foam stability range was 25.35% - 78.38%, respectively. The insoluble in alcohol content range were 0.14 – 0.4. The free caustic alkali range was 0.12 – 0.47. The liquid hand soap can inhibit the growth of Staphylococcus aureus. The inhibition zone diameter of liquid hand soap was 1.98- 2.61 cm. It was therefore proven that neem oil and lemongrass essensial oil is effective as an antibacterial component in the formulation of liquid hand soap.
Proses Produksi Lada Putih Bangka Bubuk (Muntok White Pepper) di PT. Izzah Globalindo Indonesia - Bangka Selatan Kartawiria, Rifky Fauzi Althafry; Hapsari, Distya Riski; Hutami, Rosy; Nurhalimah, Siti; Uzwatania, Fina; Sapanli, Kastana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15601

Abstract

Lada putih, yang dikenal dengan kandungan piperin dan minyak atsirinya, memiliki peran penting dalam sektor agrikultur sebagai komoditas devisa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi lada putih bubuk di PT. Izzah Globalindo Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan lada putih Bangka. Pengolahan lada putih di PT. Izzah melibatkan dua tahap utama: pasca panen dan proses produksi. Pada tahap pasca panen, dilakukan beberapa proses seperti perendaman, pengupasan, pencucian, dan pengeringan untuk menjaga kualitas lada. Tahap produksi melibatkan sortasi, penggilingan, penimbangan, penyegelan, dan pengemasan produk. Dalam proses ini, lada putih dipisahkan berdasarkan ukuran grade, di mana Grade A dijual dalam bentuk butiran, sementara Grade B diolah menjadi bubuk lada. Standar keamanan pangan telah diterapkan di seluruh proses, dengan penggunaan peralatan modern seperti mesin grading dan grinder, serta kemasan yang sesuai dengan standar nasional Indonesia. Proses pengemasan juga mempertimbangkan keamanan produk selama distribusi. Studi ini menunjukkan bahwa sistem produksi PT. Izzah Globalindo Indonesia telah memenuhi standar kualitas tinggi, mulai dari penanganan pasca panen hingga distribusi produk akhir, dengan fokus utama pada kebersihan, efisiensi, dan keamanan pangan.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK FASILITAS UMUM DI DESA HARKATJAYA DALAM RANGKA PENCEGAHAN COVID-19 Uzwatania, Fina; Delfitriani, Delfitriani; Syarbaini, Ahmad; Ma'ruf, Amar; Ginantaka, Aditia; Miftahudin, Miftahudin
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.618 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i2.4024

Abstract

Masyarakat Desa Harkatjaya Kabupaten Bogor, merupakan masyarakat dengan tingkat perekonomian rendah dengan mayoritas pencaharian masyarakat adalah petani dan pedagang. Setelah terjadi bencana alam dan wabah Covid-19 kegiatan masyarakat terhambat. Kondisi infrastruktur pendukung kesehatan mayarakat tidak terpenuhi terutama dalam pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit sehingga kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan informasi mengenai wabah Covid 19. Target yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dalam upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 serta memahami dan mengerti cara pembuatan hand sanitizer yang baik dan benar melalui pendampingan terstruktur, untuk dapat diterapkan pada fasilitas umum dan rumah tangga.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL (SJH) DAN SISTEM TRACEABILITY UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN UMKM DI MASA PANDEMI COVID 19 Ginantaka, S.TP, M.Si, Aditia; Uzwatania, Fina; Delfitriani, Delfitriani
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.489 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.4809

Abstract

Sertifikat halal sebagai mandatory pemeritah telah diberlakukan sejak tahun 2019 di Indonesia. Kebijakan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Jaminan Produk Halal Nomor 33 Tahun 2014. Salah satu manfaat dari sertifikasi halal adalah dapat meningkatkan daya saing produk. Berbagai Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) telah melakukan dan membuktikan hal tersebut. Kondisi ekonomi di masa pandemi Covid 19 menyebabkan penurunan signifikan pada pendapatan UMKM. Namun, salah satu UMKM yang dapat bertahan dan tumbuh saat pandemi adalah UMKM di bidang makanan yang memanfaatkan pemasaran online. Melalui kegiatan pengabdian ini dilakukan pendampingan penyusunan sistem jaminan halal (SJH) pada produk UMKM mi basah. Kegiatan pengabdian ini juga memberikan pendampingan pendataan secara digital untuk mendukung sistem traceability sebagai salah satu kriteria sistem jaminan halal. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara melaksanakan berbagai kegiatan secara daring. Diantaranya pemberian kuliah umum dan pelatihan secara online, evaluasi tertulis mengenai capaian materi kuliah umum dan pelatihan, penyusunan dokumen manual SJH serta pemeriksaan SJH melalui kegiatan audit internal oleh pihak UMKM. Pihak UMKM mi basah mampu menyusun dokumen manual SJH sesuai kriteria yang ditetapkan oleh lembaga pemeriksa halal (LPH) dalam hal ini yaitu LPPOM MUI. Pelaksanaan audit internal menunjukan bahwa hanya ditemukan perbaikan minor pada SJH UMKM. Dokumen SJH juga telah sesuai dengan proses bisnis perusahaan. Seluruh karyawan lulus dalam evaluasi pelatihan internal SJH dengan metode tes tertulis. Pengajuan sertifikasi halal pun telah dilakukan, hasil audit menunjukan sistem jaminan halal telah memenuhi dengan beberapa perbaikan minor berdasarkan masukan dari auditor LPPOM MUI. Diantaranya kelengkapan data bahan baku, pemenuhan perlengkapan sanitasi dan perbaikan beberapa deskripsi pada standar operasional prosedur (SOP). Umumnya UMKM belum memiliki kesadaran akan pentingnya proses dokumentasi kegiatan operasional. Evaluasi dengan diagnostic model, sistem traceability berada di level bawah. Melalui program pengabdian ini juga akan dilakukan pendampingan pendataan data operasional produksi secara digital sebagai bentuk implementasi SJH serta sistem traceability sebagai salah satu kriteria kritis pada SJH.
Penetapan Titik Kendali Kritis (TKK) pada Proses Produksi Bakso di PT XYZ Lesmana, Angga; Uzwatania, Fina; Ginantaka, Aditia
Food Scientia : Journal of Food Science and Technology Vol 4 No 1 (2024): January - June
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/fsj.v4i1.6427.2024

Abstract

Critical control point (CCP) is one of  seven basic principles in Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) as a step to determine important points that must be controlled in the production process. Determination of CCP is the key in reducing or eliminating identified hazards or reducing the impact of hazards to an acceptable level. PT XYZ is one of the companies developing the segmentation of ready-to-eat frozen food processing, namely meatballs. The need for the implementation of CCP at PT XYZ ensures that the meatballs provided to consumers are healthy and safe. The purpose of research is to identify, analyze and control the hazards that may occur in the process production of meatballs. The method that used in this research is through a qualitative approach in the form of process analysis and Critical Control Points at the step of the meatball production process, as well as establishing corrective actions for monitoring procedures at the process stages. The results showed that the process that became the critical control point (CCP) was the boiling process in the form of heavy metals, insects and foreign matter hazards. The corrective action  is use a metal detector machine to anticipate heavy metal contamination and re-monitoring personal hygiene, use of PPE, and equipment cleanliness.
ANALYSIS OF CONSUMER PREFERENCE AND CONSUMER ACCEPTANCE OF HALAL NATURAL BATH SOAP Uzwatania, Fina; Ginantaka, Aditia; Awaludin, Awaludin
Jurnal Pertanian Vol. 9 No. 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.012 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i2.1484

Abstract

The increase of number of Bath Soap Producer in Indonesia, giving many option for consumer to choose the Bath Soap product. Preference Analysis is needed to be conducted for new Bath Soap Product to survive in the competition. This research aims to identify the consumer acceptance based on sensory attributes of  Natural Bath Soap that can affect the consumer, to analyze the attributes that into consumer consideration to choose Bath Soap Product, and to design a Halal and Natural Bath Soap. The first stage of this research is Consumer Preference Analysis of Natural Bath Soap. The second stage of this research is designing a Halal and Natural Bath Soap which it is attributes matched with the Consumer Preference Analysis Result. The analysis is consist of Organoleptic Test (Hedonic Test) and Quality Test for water content, FFA, alkaline free, and pH. The consumer preference analysis result shows that 25 from 30 consumer (83.3%) choose Oval shape Bath Soap, Honey was choose as active ingredient by 86.7% of consumer, and 60% of the consumer is prefer Lemon Grass for the Bath Soap aroma. Hedonic test result shows that every attributes does not have any significant effect to the consumer except the bath soap shape.
EVALUASI KETIDAKSESUAIAN JUMLAH TEORITIS DENGAN JUMLAH AKTUAL SUSU STERIL 70 ML Fina Uzwatania
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v3i1.682

Abstract

Penelitian dilakukan di PT X. PT X merupakan perusahaan yang memproduksi minuman susu steril dengan berbagai rasa dan merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketidak sesuaian jumlah teoritis dengan jumlah aktual susu steril Milky 70 ml. Hasil penelitian di lapangan dibandingkan dengan dokumen BOM (Bill of Material) sebagai data teoritis produksi, kemudian ketidaksesuaian dianalisa menggunakan diagram pareto dan diagram fish bone. Penelitian dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari proses mixing sampai proses packing. Hasil penelitian menunjukan adanya produk yang terbuang pada proses filling dan proses sterilisasi. Persentase produk yang terbuang pada proses filling menunjukan jumlah yang lebih tinggi dengan nilai 79,63%, sedangkan proses sterilisasi menghasilkan produk yang terbuang dengan jumlah 20,37%. Produk cacat yang diperoleh dari proses sterilisasi merupakan produk cacat yang tidak tertangani pada saat inspeksi produk dari mesin filling. Hasil penelitian menunjukan bahwa mesin filling merupakan sumber terbesar tingginya produk yang terbuang selama proses produksi. Sehingga proses filling perlu dianalisa lebih lanjut agar produk cacat yang dihasilkan dapat diminimalisir.
TEKNOLOGI PROSES BIO OIL DARI MIKROALGA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Fina Uzwatania
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v3i1.683

Abstract

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, tingkat kebutuhan energi manusia juga semakin meningkat. Pemenuhan energi di dunia sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang sudah berumur jutaan tahun berupa bahan yang tidak dapat diperbaharui, dan hanya sebagian kecil yang berasal dari penggunaan sumber energi lain yang berasal dari bahan terbarukan.  Salah satu contoh energi terbarukan yang dapat dikembangkan diantaranya adalah energi biomassa dari mikroalga sebagai bahan baku alternatif penghasil bio oil. Bio oil merupakan salah satu energi alternatif yang potensial dan belum banyak dikembangkan terutama di Indonesia. Produksi bio oil dapat menghasilkan keuntungan karena konversi bio oil akan menghasilkan beberapa produk berupa bahan bakar, misalnya: biokerosene, biodiesel, arang, gas dan lain sebagainya. Teknologi proses untuk memproduksi bio oil dari mikroalga dimulai dari proses kultivasi, pemanenan, pengeringan dan pirolisis. Pirolisis merupakan penguraian biomassa karena panas pada suhu lebih dari 150 ºC. Hasil proses pirolisis ini berupa cairan, gas, dan padatan.