Johani Dewita Nasution
Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Dan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Peran Keluarga Dan Penggunaan Minyak Karo Sebagai Local Wisdom Sebagai Upaya Pencegahan TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Rejo, Deli Serdang Triwibowo, Cecep; Nasution, Johani Dewita; Zulfikar, Nani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i4.21019

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan jumlah kasus yang tinggi dan tingkat penularan yang terus meningkat, terutama di lingkungan keluarga. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan TB paru melalui penyuluhan dan pemanfaatan local wisdom, khususnya penggunaan minyak Karo sebagai terapi komplementer. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi aktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan menggunakan kuesioner. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rerata nilai post-test sebesar 81,5, lebih tinggi dibandingkan rerata nilai pre-test sebesar 63,3. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan berbasis kearifan lokal dan peran aktif keluarga dalam pencegahan TB paru efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dan penggunaan minyak Karo sebagai upaya pencegahan TB paru, sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat penularan TB paru di komunitas.
Pemberdayaan Keluarga dalam Kesiapsiagaan Pencegahan Penularan TB Paru Nasution, Johani Dewita; Siswati, Sri; Fitriani, Fitriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18197

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a major public health problem worldwide. Complications due to TB are still very high in Indonesia. This shows that there is still very low knowledge in preventing transmission and treatment of pulmonary TB. One of the efforts made to prevent transmission of pulmonary TB is to involve families living in the same house. This study aims to produce a family empowerment model that is expected to reduce the rate of pulmonary TB transmission. This study used qualitative methods to find a model. Informants in the qualitative study totaled 11 families with family members suffering from pulmonary TB who lived in the same house. Data collection was obtained through direct observation and in-depth interviews with informants who had been determined with a thematic analysis approach. The qualitative study was conducted to explore factors affecting preparedness to prevent pulmonary TB transmission. The family empowerment model was designed from the qualitative study with the stages of exploration, analysis, and modification. The results of the study found 7 themes 18 subthemes and 51 categories based on the results of interviews and FGDs found include family knowledge about pulmonary TB, attitudes in the care of family members suffering from pulmonary TB, utilization of health services, guidelines for handling pulmonary TB by families, pulmonary TB emergency plans by families, resource mobilization by families, family support in the care of patients with pulmonary TB. This model is expected to be implemented in the TB case management program and can be applied by the Deli Serdang District Health Office and North Sumatra Province in the Communicable Disease Program towards END TB in 2030. Keywords: Preparedness, Family Empowerment, Tuberculosis (TB)  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Komplikasi akibat TB masih sangat tinggi di Indonesia. Ini menunjukkan masih sangat rendahnya pengetahuan dalam pencegahan penularan dan pengobatan TB paru. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penularan TB paru adalah dengan melibatkankeluarga yang tinggal satu rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pemberdayaan keluarga yang diharapkan dapat menurunkan angka penularan TB paru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menemukan suatu model. Informan dalam studi kualitatif berjumlah 11 orang keluarga dengan anggota keluarga menderita TB paru yang tinggal serumah. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan indepth interviewlangsung dengan informan yang sudah ditetapkan dengan pendekatan analisis tematik. Studi kualitatif dilakukan untuk mengeksplor faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan pencegahan penularan TB paru. Model pemberdayaan keluargadirancang dari studi kualitatif dengan tahapan eksplorasi, analisa, dan modifikasi. Hasil penelitian menemukan 7 tema 18 subtema dan 51 kategori berdasarkan hasil wawancara dan FGD ditemukan meliputi pengetahuan keluarga tentang TB paru, sikap dalam perawatan anggota keluarga yang menderita TB Paru, pemanfaatan pelayanan kesehatan, panduan penanganan TB Paru oleh keluarga, rencana darurat TB paru oleh keluarga, mobilisasi sumber daya oleh keluarga, dukungan keluarga dalam perawatan penderita TB paru. Model ini diharapkan dapat dilaksanakan dalam program penanganan kasus TB dan dapat diaplikasikan Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang dan Provinsi Sumatera Utara pada Program Penyakit Menular menuju END TB Tahun 2030. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Pemberdayaan Keluarga, Tuberkulosis (TB)
PENDEKATAN KELUARGA BERBASIS BUDAYA DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYINTAS TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT (TB RO) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO KABUPATEN DELI SERDANG Johani Dewita Nasution; Cecep Triwibowo; Ida Suryani Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 2 (2026): Vol 8 No. 2 Agustus 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i2.3004

Abstract

Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan pengobatan jangka panjang serta dukungan keluarga secara berkelanjutan. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai TB RO, tingginya stigma, dan rendahnya keterlibatan keluarga dalam proses perawatan dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup penyintas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga penyintas TB RO dan kader kesehatan melalui pendekatan keluarga berbasis budaya dalam mendukung keberhasilan pengobatan serta meningkatkan kualitas hidup penyintas. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan, pelatihan kader, diskusi interaktif, demonstrasi media edukasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2026 dengan melibatkan 30 keluarga penyintas TB RO dan 10 kader kesehatan. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, booklet, dan buku saku mengenai Tuberkulosis Resisten Obat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga setelah edukasi, dengan nilai rata-rata meningkat dari 69,83 menjadi 89,67 dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Pengetahuan kader kesehatan juga meningkat dengan nilai rata-rata dari 67,00 menjadi 93,00, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,005). Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai TB RO, kepatuhan pengobatan, pencegahan penularan, dan pentingnya dukungan keluarga berbasis budaya. Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga dan kader kesehatan mengenai Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO). Pendekatan keluarga berbasis budaya dapat dijadikan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, mengurangi stigma, memperkuat dukungan keluarga, dan meningkatkan kualitas hidup penyintas TB RO.