Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLAH LIMBAH ASAP CAIR INDUSTRI SANTAN KELAPA SEBAGAI BIOPESTISIDA DENGAN DESTILASI SEDERHANA Harahap, Mahyuni; Hestina, Hestina; Purwandari, Vivi; Santriani Drudu, Susi; Putra Hia, Sowua
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5011-5016

Abstract

Limbah asap cair industri santan kelapa merupakan limbah yang memiliki nilai tinggi dan perlu dimanfaatkan. Senyawa yang terkandung dalam asap cair bisa digunakan sebagai biopestisida secara alat destilasi sederhana. Dalam kegiatan pengabdian ini, mitra yang dilibatkan adalah Ibu-Ibu PKK Desa Sigara Gara yang tergabung dalam kelompok Dapur Emak berusia 30 – 50 tahun. Tahapan kegiatan ini terdiri atas tiga, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Seperangkat alat destilasi sederhana telah berhasil dirangkai. Asap cair sebelum didestilasi berwarna hitam pekat berubah menjadi warna bening setelah didestilasi. Kelompok yang mengikuti kegiatan pengabdian merasakan manfaat yang positif dimana dapat memanfaatkan limbah asap cair sebagai biopestisida yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Analisis Pengaruh Suhu Pemanasan Pada Transesterifikasi Minyak Jelanta Dalam Pembuatan Biodiesel Gultom, Erdiana; Lestari, Hanafiah; Hestina, Hestina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8601

Abstract

Biodiesel dapat diperoleh melalui reakasi transesterifikasi dan merupakan salah satu sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang dapat diperbarui. Salah satu bahan baku pembuatan biodiesel adalah limbah minyak jelanta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu reaksi transesterifikasi minyak jelanta menggunakan katalis heterogen NaOH terhadap kualitas biodiesel yang dihasilkan. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak jelanta dan metanol dengan rasio mol 2:1. Katalis yang digunakan sebanyak 1,5 gram. Reaksi dilakukan selama 4 jam pada variasi suhu reaksi 50oC , 60 oC dan 70oC. Hasil analisa reaksi transesterifikasi minyak jelantah menggunakan katalis heterogen NaOH menunjukkan keberhasilan sitesis metil ester (biodiesel). Karakterisasi fisik yang dilakukan terhadap biodiesel dengan variasi suhu adalah densitas, bilangan asam, nilai kalor, titik nyala. Semakin tinggi suhu reaksi pada sintesis biodiesel maka semakin sedikit hasil biodiesel yang diperoleh, nilai densitas biodiesel semakin kecil, bilangan asam biodisel semakin tinggi, nilai kalor semakin tinggi, dan titik nyala semakin tinggi. Nilai densitas yang diperoleh memenuhi standar SNI pada suhu pemanasan 500C (0,8524 gr/ml) sedangkan pada variasi suhu lainnya tidak memenuhi, nilai kalor pada setiap variasi suhu pemanasan belum memenuhi standar SNI namun semakin tinggi suhu reaksi semakin tinggu nilai kalor yang diperoleh, titik nyala biodisel pada setiap variasi suhu pemanasan memenuhi standart SNI dan diperoleh nilai terbaik pada suhu 70oC (1380C), Nilai bilangan asam yang diperoleh memenuhi standart SNI dan menunjukkan nilai terbaiknya pada variasi suhu 500C (0,54 KOH/g ).
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ARANG AKTIF DARI KULIT JENGKOL SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP KADAR BOD, COD, TSS PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Sijabat, Salomo; Aritonang, Barita
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v6i2.6183

Abstract

Limbah cair industri tahu yang mencemari lingkungan dilakukan pengolahan limbah dengan metode adsorpsi menggunakan arang aktif sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah cair tahu menggunakan arang aktif sebelum dan sesudah diaktivasi dengan H3PO4 konsentrasi 7%. Pembuatan arang aktif dari kulit jengkol telah berhasil dibuat dan sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan SNI 06–3730-1995, diperoleh kadar air sebesar 3,03 %, kadar abu sebesar 2,87 % dan daya serap iodin sebesar 543 mg/L. Analisis spektrum FT-IR arang aktif kulit jengkol memiliki gugus O-H hidroksil, C=O karbonil dan C-O eter. Analisis morfologi permukaan arang aktif memiliki pori-pori dan luas area permukaan yang besar. Limbah cair industri tahu sebelum diadsorpsi dengan arang aktif memiliki kadar yang melebihi nilai ambang batas yaitu, BOD 768 mg/L, COD 745 mg/L dan TSS 752 mg/L. Setelah dilakukan proses adsorpsi menggunakan arang aktif sebagai adsorben kadar BOD, COD dan TSS menjadi turun. Penambahan arang aktif yang tidak diaktivasi dengan H3PO4, kedalam limbah cair tahu diperoleh kadar BOD 100 mg/L, setelah diaktivasi turun menjadi 50 mg/L, kadar COD 200 mg/L, setelah diaktivasi turun menjadi 100 mg/L, kadar TSS 100 mg/L, setelah diaktivasi turun menjadi 65 mg/L. Kesimpulan hasil penelitian kadar BOD, COD dan TSS pada limbah cair industri tahu pasca penambahan arang aktif sebelum dan sesudah diaktivasi memenuhi peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun  2014. Nilai ambang batas yang diizinkan untuk kadar BOD 150 mg/L, COD 300 mg/L, dan TSS 200 mg/L.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) SEBAGAI PENGENDALI HAMA KUTU KEBUL PADA TANAMAN CABAI Gultom, Erdiana; Hestina, Hestina; Tafonao, Iman Susanti
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.9408

Abstract

Bawang putih selalu dimanfaatkan dalam kehidupan manusia, baik dalam rumah tangga maupun industri. Tanaman ini mempunyai banyak manfaat karena mengandung banyak senyawa seperti aliksin, adenosin, ajoene, flavonoid, saponin, tuberholoside, dan scordinin. Penggunaan bawang putih setiap hari menghasilkan limbah kulit bawang putih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah kulit bawang putih untuk dijadikan insektisida kutu kebul pada tanaman cabai. apakah limbah kulit bawang putih mengandung komponen senyawa yang sama dengan daging bawang putih yang dapat digunakan sebagai pestisida kutu kebul pada tanaman cabai? Penelitian ini menggunakan metode maserasi dan distilasi dengan pelarut etanol 96% dengan tujuan memperoleh ekstrak limbah kulit bawang putih dan ekstrak daging bawang putih, yang selanjutnya dilakukan pengujian GC-MS untuk mengetahui komponen kimia yang terkandung pada setiap sampel. Hasil uji GC-MS ekstrak limbah kulit bawang putih teridentifikasi 12 komponen kimia. Jumlah komponen kimia terbanyak adalah asam n-Hexadecanoic sebanyak 61,823 dan asam Undecanoid hyderoxy-,1 sebanyak 23,790. sedangkan hasil uji GC_MS pada daging bawang putih, jenis komponen kimia yang muncul lebih bervariasi yaitu asetat anhidrida, gliserin, asam n-hexadecanoid, asam octadecanoid hidroksil 1, asam undecanoid hidroksil 1 dan 11-hexadecen – 1- o1 , (z). Pada tabel ini jumlah komponen kimia terbanyak adalah asam undecanoid hidroksil 1 yaitu sebanyak 34.665. Selanjutnya ekstrak limbah kulit dan daging bawang putih diaplikasikan sebagai pestisida hama kutu kebul pada tanaman cabai melalui penyemprotan dengan variasi konsentrasi 9:1, 8:2, dan 7:3. Berdasarkan hasil penyemprotan ekstrak limbah kulit bawang putih pada variasi 7:3 efektif dalam mengurangi hama kutu kebul pada tanaman cabai. 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ARANG AKTIF DARI CANGKANG KEMIRI SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR AMONIA (NH3) TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DAN POTENTIAL HYDROGEN (PH) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Purwandari, Vivi; Sitio, Yohandres
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v7i1.7040

Abstract

Research has prepared and characterized activated charcoal from candlenut shells as an adsorbent to reduce ammonia levels, total suspended solids, and hydrogen potential in tofu industrial wastewater. The stages of this research include the Production of activated charcoal from candlenut shells with the combustion process at a temperature of 550 0C for 2 hours in the furnace, achieved sieved using a 100 mesh sieve and then chemically activated by soaking the charcoal in phosphoric acid (H3PO4) 4M solution for 24 hours Furthermore, activated charcoal is characterized based on SNI No. 06-2730-1995 which cover moisture content, ash content, volatile matter content, bound carbon content and iodine absorption and based on this research obtained that moisture content (5,56%), ash content (4,96%), volatile matter content (3,2%), bound carbon content (91,84%),) and iodine absorption (224,94mg/g). Before adding charcoal activated in tofu industrial wastewater,  Ammonia levels were 174 mg/L,  total suspended solids 23 mg/L, and hydrogen potential  5. But after adding charcoal-activated Ammonia levels of 7,85 mg/L,  total suspended solids 165 mg/L, and hydrogen potential  6,5. Based on the data ob, trained activated charcoal from candlenut shells can use as an adsorbent to reduce ammonia levels, total suspended solids, and hydrogen potential in tofu industrial wastewater by environmental regulations.
SINTESIS BIOPLASTIK DENGAN BAHAN AKTIF EKSTRAK RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Purwandari, Vivi
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioplastik Edible merupakan lapisan tipis yang terbuat dari bahan organik seperti lemak, protein, dan karbohidrat pati atau non pati yang mudah terurai oleh mikroorganisme dalam waktu yang relatif singkat, berfungsi sebagai kemasan makanan. Penggunaan ekstrak rambut jagung sebagai zat aktif antibakteri dikarenakan rambut jagung (Zea mays L.) mengandung senyawa Alkaloid dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan evaluasi sediaan bioplastik edible dengan bahan aktif ekstrak rambut jagung sebagai kemasan makanan yang berukuran nanopartikel. Pembuatan nanoemulsi ekstrak rambut jagung dengan konsetrasi 10% bertujuan untuk membuat sediaan edible berukuran nanopartikel dan sebagai zat aktif antibakteri pada sediaan edible terhadap bakteri Eschericia coli dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, tanpa menggunakan nanoemulsi ekstrak rambut jagung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sediaan bioplastik edible dibuat dengan menambahkan nanoemulsi ekstrak rambut jagung dengan variasi konsentrasi F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%), dan formula blanko (F0) sebagai dasar sediaan bioplastik edible tanpa nanoemulsi ekstrak rambut jagung. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH dan uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak rambut jagung dengan konsentrasi 1%, 2% ,3% dan sediaan bioplastik edible nanoemulsi ekstrak rambut jagung dengan konsentrasi F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%) dan formulasi blanko (F0).Berdasarkan hasil penelitian, Formulasi bioplastik edible berbahan aktif nanoemulsi ekstrak rambut jagung efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 1%,2% dan 3% dengan rata-rata zona hambat yang terus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi berkisar mulai dari 10,16 sampai 13,47 dan termasuk kategori kuat dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Preparasi Nano Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum iburmannii) Sebagai Masker Gel PEEL-OFF Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Purwandari, Vivi
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmanni) merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu dalam berbagai jenis makanan karena memiliki aroma dan rasa yang enak dan memiliki khasiat sebagai analgetik, stomatik, dan aromatic. Penelitian ini bertujuaan membuat formulasi dan evaluasi sediaan masker gel peel-off ekstrak kayu manis. Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran elastis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekperimental laboratorium, kayu manis diekstraksi dengan metode ultrasonikasi yaitu menggunakan etanol 70%. Berdasarkan hasil penelitian, sediaan masker gel peel-off nano ekstrak kayu manis dalam 1 hari pada suhu kamar, homogen, memiliki pH , sediaan tidak memisah, tidak mengendap. Ukuran partikel nanoemulsi ekstrak kayu manis dengan konsentrasi (2%) 24,2 nm. Ukuran partikel nanoemulsi ektrak kayu manis yang paling efisien konsentrasi 2% (24, 2 nm).