Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH DAMAR SEBAGAI PEREKAT PADA BIOBRIKET CANGKANG BIJI KARET Surya Hatina; Eddyanto Winoto
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 2 (2022): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i2.9582

Abstract

Propinsi Sumatera Selatan memiliki sumber daya perkebunan yang luas. Komoditi utama yang dominan salah satunya adalah karet. Pemanfaatan cangkang biji karet saat ini belum terlaksana dengan maksimal. Penggunaan energi fosil saat ini sangat pesat dan ketersediaannya semakin berkurang. Hal ini menjadikan biobriket menjadi salah satu energi alternatif masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi yang sesuai dengan bahan baku yaitu cangkang biji karet dan perekat damar supaya didapatkan biobriket dengan kualitas yang optimal dengan melakukan analisa nilai kalor, kadar air lembab dan kandungan zat terbang. Hasil penelitian didapatkan rasio komposisi pencampuran masing-masing bahan baku mempengaruhi parameter yang dianalisa dimana nilai optimum untuk masing-masing parameter adalah Kalori 6813 kkal/kg, kadar air lembab 4,92% dan kandungan zat terbang 34,36%.Kata kunci : Bio Briket, Cangkang Biji Karet, Damar
PENGARUH KOMPOSISI BOTTOM ASH, SABUT KELAPA, DAN BATUBARA SUB-BITUMINUS SERTA PENGARUH WAKTU PENGERINGAN DALAM KUALITAS BRIKET Surya Hatina; Faizal Sisnayati; Muhammad Ridwan; Dewi Putri Yuniarti
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 2 (2022): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i2.9306

Abstract

Limbah bottom ash yang masih memiliki nilai kalor yang cukup tinggi masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar dengan mencampurkan limbah sabut kelapa dan batubara sub bituminus yang memiliki nilai kalor lebih tinggi. Pencampuran tersebut dipadatkan sebagai briket. Pada penelitian ini, briket dibuat dengan perbandingan sabut kelapa, abu dasar, dan batubara sub bituminus = 0,5:1:1 disertai perekat kanji. Waktu pengeringan briket adalah lima jam dalam oven memmert dengan suhu 105°C. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan analisis kalori. Hasilnya adalah briket dengan kadar air 5,90%, kadar abu 7,94%, kadar zat terbang 44,17%, dan nilai kalor 5647 kal/g dengan acuan nilai SNI01-6235-2000
Effect of Tomato Juice Volume on Coagulation Time and Latex Weight Dewi Putri Yuniarti; Hatina, Surya; Afriyani, Nidya
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 20 No. 2 (2023): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v20i2.11322

Abstract

Natural latex clumping takes longer than using chemicals. Another alternative is needed to coagulate the latex by adding acid from natural ingredients. Tomatoes (Lycopersicum esculentum Mill) have 29.32 mg of ascorbic acid and 0.54 g of citric acid every 100 grams, they have the potential to be used as a natural latex coagulator. The research method add tomato juice to fresh latex to break down the emulsion and form rubber lumps. After mixing, the weight of the latex is weighed. The constant variables are the latex volume of 10 ml, and the tomato juice volume of 5,10,20,30,40,50,60,70,80,90 and 100 ml respectively. The higher the volume of tomato juice, the faster it will clot. The best volume of tomato juice is 100 ml with a clumping time of 52 minutes. Increasing the volume of tomato juice increased the weight of latex to 13.1 grams and reduced the pH of latex to 4.9. Giving tomato juice every 5 ml accelerated clumping up to 360 minutes (6 hours) compared without tomato juice.
Analisa Viskositas, Densitas, Dan Kandungan Air Pada Pelumas Bekas Yang Dijadikan Bahan Bakar Solar Hatina, Surya; Dewi Putri Yuniarti; Kemas Diaz Gistara; Ria Komala
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15124

Abstract

Penggunaan pelumas kendaraan telah menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi tiap bulan atau pun rutin diganti paling lama setahun. Tidak acap kali bahwa penggunaan pelumas kendaraan begitu luas dari penggunaan mesin kendaraan, baik kendaraan ringan maupun berat sekalipun. Banyak kasus permasalahan terkait tentang pembuangan pelumas bekas langsung ke lingkungan tanpa adanya treatment yang di lakukan. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan kembali pelumas bekas menjadi bahan bakar solar, dengan memakai bahan kimia tambahan H2SO4 dan NaOH. Pelumas yang dipakai adalah pelumas kendaraan roda dua, Honda AHM Oil MPX 1 10W-30 API SL 4T menggunakan pemanas dehydrator 90°C. Variabel yang digunakan yaitu volume pelumas bekas 50 mL, 75 mL dan 100 mL. Penambahan NaOH 5 gr, 8 gr, dan 10 gr, dan H2SO4 96% 5 mL, 8 mL, dan 10 mL. Parameter yang diamati adalah massa jenis (density), kekentalan zat (viskositas), dan kadar air (moisture). Dari analisa yang dilakukan didapatkan hasil terbaik dari beberapa sample uji, dengan nilai massa jenis 0,8267 g/cm3 pada nomor sample 2. Kekentalan zat 16,233 cP pada nomor sampel 2. Dan kadar air 0,51% pada nomor sampel 9.
Optimization of Palm Shell Drying to Enhance Adsorption Performance: A Kinetic Study and Exponential Model Surya Hatina; Dian Sari Dewi; Alfina; Sisnayati; Dewi Putri Yuniarti; Komala, Ria
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 21 No. 2 (2024): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v21i2.16722

Abstract

Palm shell has great potential as an adsorbent material due to its porosity and thermal stability, but its high moisture content can affect its surface area and absorption capacity. This study aims to optimize the drying process of palm shells to enhance their adsorption performance by applying an exponential model. The drying process was carried out at a temperature of 80°C with time variations ranging from 1 to 6 hours. Parameters measured included wet and dry moisture content, Moisture Ratio (MR), and drying rate. The results showed that drying the palm shell for 4 hours yielded the best results, with a reduction in wet moisture content by 19-21% and dry moisture content by 23-28%. The exponential model analysis provided drying rate constants for the three samples of 0.0443, 0.0238, and 0.0159, respectively. The measured MR graph compared with the model predictions showed a very good fit, with an R² value close to 1, meaning the exponential model is effective in predicting the drying rate. Adsorption performance was tested using a Dylon dye solution with a concentration of 25 ppm, where the palm shell was able to adsorb up to 85% of the dye within 180 minutes.