Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Buletin Utama Teknik

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MAHASISWA TINGKAT AKHIR PADA PENYELESAIAN TUGAS AKHIR MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX Casya, Hadisty Andara; Suliawati, Suliawati; Harahap, Bonar
Buletin Utama Teknik Vol 20, No 1 (2024): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v20i1.10040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir dalam proses penyelesaian tugas akhir mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah NASA-TLX (Task Load Index), yang merupakan alat evaluasi subjektif yang digunakan untuk mengukur beban kerja mental. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa tingkat akhir dari beberapa jurusan di universitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat akhir mengalami tingkat beban kerja mental yang signifikan dalam penyelesaian tugas akhir mereka. Komponen-komponen evaluasi NASA-TLX, seperti beban kerja mental, kelelahan, kecepatan dan keandalan dalam menyelesaikan tugas, serta tingkat kesulitan subjektif, semuanya menunjukkan tingkat yang tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang kondisi psikologis mahasiswa tingkat akhir dan memperkuat perlunya dukungan dan strategi yang sesuai untuk membantu mereka mengelola beban kerja mental selama proses penyelesaian tugas akhir mereka. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan pendekatan yang lebih efektif dalam pembimbingan dan dukungan bagi mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan tugas akhir mereka dengan lebih efisien dan efektif.
ANALISA EFEKTIVITAS MESIN ELECTRONIC PINHOLE TESTING (EPT) PADA PROSES INSPEKSI SURGICAL GLOVES DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DI PT. MEDISAFE TECHNOLOGIES AK, Wirda Novarika; Suliawati, Suliawati; Marthin, Andika
Buletin Utama Teknik Vol 20, No 3 (2025): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v20i3.11471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin Electronic Pinhole Testing (EPT) di PT. Medisafe Technologies menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, mengetahui nilai faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE pada mesin EPT dan melakukan analisis terhadap faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan causeandeffect diagram. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada 3 faktor yaitu ketersediaan waktu kerja (availability), performa mesin (performance) dan kualitas produk (quality). Diperoleh nilai OEE mesin EPT di PT. Medisafe Technologies periode Januari 2025 yaitu (90,71%), Februari 2025 (82,89%), Maret 2025 (80,83%) dan April 2025 (88,83%). Faktor sixbiglosses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah Reduce Speed Losses di bulan Maret 2025 (13,33%) dan Idlingand Minor Stoppages Losses di bulan Januari 2025 (12,36%). Faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan causeandeffect diagram adalah manusia, material, metode, mesin dan lingkungan. Berdasarkan hasil analisis penyebab terjadinya kegagalan yaitu kerusakan mesin, mesin sering breakdown dan teknisi kurang memahami kemampuan mesin, sehingga disarankan untuk lebih memperhatikan kinerja mesin dengan melakukan perawatan mesin secara berkala.
ANALISA EFEKTIFITAS MESIN POUCHING AFA HALF PACK PADA PROSES PACKING SURGICAL GLOVE DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA PT. MEDISAFE TECHNOLOGIES Siregar, Tanizar Mulia; Sibuea, Siti Rahmah; Suliawati, Suliawati
Buletin Utama Teknik Vol 20, No 3 (2025): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v20i3.11462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektivitas mesin Pouching Afa Half Pack dalam proses packing surgical glove dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Mesin Pouching Afa Half Pack memiliki peran yang penting dalam memastikan proses packing sarung tangan bedah berjalan dengan efisien dan memenuhi standar kualitas. Namun, untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi pemborosan, diperlukan evaluasi mendalam terhadap kinerja- kinerja mesin tersebut. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada pengukuran tiga rasio utama, yaitu: availability, performance efficiency, dan rate of quality.Berdasarkan pengolahan data dengan metode Overall Equipment Effectiveness didapatkan nilai OEE mesin Pouching Afa Half Pack pada periode Juni-November 2024 yaitu Juni 2024 (73,60%), Juli 2024 (74,42%), Agustus 2024 (74,87%), September 2024 (77,94%), Oktober 2024 (80,74%),dan November 2024 (86,71%). Faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah Idling and Minor Stoppages Losses sebesar 41,56%.
RE- DESAIN MEJA DAN KURSI ALAT SKIR DISC OR GATE VALVE YANG ERGONOMIS BAGI PENGRAJIN VALVE KEC. SENAMBAH TANJUNG MUDA HILIR PADA UD. SAKA TEKNIK Suliawati, Suliawati; AK, Wirda Novarika; Pane, Ridho Smith
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang meja dan kursi alat skir disc or gate valve yang ergonomis bagi pengrajin valve di UD. SAKA TEKNIK. Proses penyekiran valve saat ini masih menggunakan meja putar tradisional yang menyebabkan ketidaknyamanan kerja dan berisiko menimbulkan cedera muskuloskeletal akibat postur tubuh yang tidak ergonomis. Untukmengidentifikasi keluhan pekerja, penelitian ini menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), yang menunjukkan tingkat ketidaknyamanan tinggi, serta analisis antropometri guna memastikan desain yang sesuai dengan dimensi tubuh pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meja dan kursi skir yangd irancang ulang dengan mempertimbangkan faktor ergonomis dapat mengurangi risiko cedera, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung produktivitas kerja. Desain yang diusulkan memiliki dimensi yang disesuaikan dengan tinggi popliteal, lebar pinggul, serta tinggi siku duduk pekerja agar postur tubuh tetap ideal selama proses penyekiran. Implementasi desain ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan kesejahteraan pekerja di UD. SAKA TEKNIK, serta menjadi acuan bagi industri serupa dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman.
PENERAPAN METODE STATISTIC PROCESS CONTROL (SPC) DALAM PENGENDALIAN MUTU PRODUK LEMARI KAYU PADA CV.AL-BAROKAH FURNITUR JAYA MEDAN JOHOR Harahap, Bonar; Suliawati, Suliawati; Ilmi, Mahmuda
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kualitas sebuah produk lemari kayu yang ada pada CV. Al-Barokah Furnitur Jaya Kecamatan Medan Johor Provinsi Sumatera Utara yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pembuatan serta pemasaran industri mebel diantaranya lemari, kursi, meja dan lain-lain, terletak di kecamatan Medan Johor, Provinsi Sumatera Utara yang berpotensi berkembang pesat. Pengendalian kualitas adalah suatu kegiatan yangdi lakukan untuk memantau aktivitas dan memastikan kinerja sebenarnya yang di lakukan telah sesuai dengan yang telah direncanakan”. Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian kualitas yaitu suatu teknikdan aktivitas atau tindakan yang terencana yang di lakukan untuk mencapai, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas suatu produk agar sesuai dengan standar yang telah di tentukan oleh pemimpin perusahaan dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Data yang digunakan adalah data produksi dalam kurun waktu satu tahun dimulai dari tahun 2023-2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Statistic Process Control (SPC). Statistic Process Control (SPC) adalah teknik ilmiah yang sangat baik untuk mengendalikan kualitas dengan berfokus pada proses. Metode statistik ini membantu untuk memahami asal variasi proses yang terjadi, dimana proses produksi dikendalikan kualitasnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil persentase dari jumlah total produksi dan jumlah cacat yang terjadi rata-rata di bawah 50% meskipun masih ada persentase produk cacat 67% yaitu dibulanMei 2023. Dan persentase cacat terkecil berada diangka 20% terjadi di bulan Oktober 2024 pengendalian masih tergolong baik dan tidak melewati dari batas kendali.
ANALISIS FREE FATTY ACID (FFA) DAN COLOUR UNTUK MENGENDALIKAN MUTU MINYAK GORENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT. XYZ Suliawati, Suliawati; AK, Wirda Novarika; Sumbayak, Roma Seharty S.
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13123

Abstract

PT. XYZ  merupakan salah satu produsen dalam industri manufaktur yang memproduksi minyak goreng kelapa sawit di Sumatera Utara. Pada saat ini berdasarkan data yang peneliti dapatkan selama bulan Januari s/d Maret tahun 2024 perusahaan memiliki permasalahan kualitas produk minyak goreng. Jenis reject yang terjadi adalah colour outspec dan free fatty acid (FFA) outspec. Kadar free fatty acid (FFA) dan colour merupakan parameter penting yang mempengaruhi kualitas minyak goreng. Berdasarkan analisa diagram pareto diperoleh colour outspec dengan bobot sebesar 70,16% dan free fatty acid (FFA) outspec dengan bobot 29,84% oleh sebab itu akan dilakukan analisis untuk memperbaiki kedua jenis reject tersebut menggunakan metode six sigma. Metode Six Sigma diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengurangi permasalahan dalam proses produksi, sehingga dapat meningkatkan kualitas minyak goreng yang dihasilkan.Metode penelitian ini meliputi pengumpulan data, pengolahan data dengan penerapan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan analisa beserta evaluasi. Dengan penerapan Six Sigma, PT. XYZ dapat mengurangi tingkat cacat produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode Six Sigma efektif dalam mengendalikan mutu minyak goreng dengan memantau kadar FFA dan warna.
PERBAIKAN KUALITAS JERRYCAN 5 LITER DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA DI PT PERMATA HIJAU GROUP AK, Wirda Novarika; Suliawati, Suliawati; Tampubolon, Soritua Bill Clinton
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13128

Abstract

Kompetisi dalam dunia yang bisnis semakin ketat membuat perusahaan harus lebih mengembangkan ide- ide baru agar dapat memperoleh cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan target perusahaan. Produsen minyak goreng selalu berusaha supaya produknya sukses di pasaran dengan cara meningkatkan kualitas produknya dan meninimalisir jumlah produk cacat dalam proses produksinya, terutama dalam hal pengemasan minyak goreng dengan menggunakan jerrycan. Perusahaan dapat menganalisis kecacatan atau kegagalan produk dengan menggunakan metode six sigma dan metode fuzzy FMEA (failure mode and effect analysis). Penggunaan metode Six Sigma dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas jerrycan yang dihasilkan oleh perusahaan relatif baik yaitu 3,94 sigma, dengan tingkat kerusakan 7323,713 untuk sejuta produksi (DPMO). Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa ada tiga jenis defect tertinggi yaitu: topload sebesar 25,0%, droptest sebesar 25,0% dan partingline sebesar 18,7%. Metode ini mempunyai kelebihan, yaitu dapat mencegah atau mendeteksi lebih dini dari kerusakan yang dialami dan dapat menentukan jenis kerusakan mana yang harus diprioritaskan untuk diberikan solusinya secara bertahap Adapun Dari analisa FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Produk Jerrycan Reject Topload yang memiliki nilai RPN (Risk Priority Number) terbesar yaitu berat jerrycan dibawah standar dengan nilai RPN (Risk Priority Number) sebesar 36.
ANALISA OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA MESIN PENGISIAN DAN PENGEPAKAN PRODUK INSEKTISIDA DAN FUNGISIDA DI PT. XYZ Suliawati, Suliawati; Arfah, Mahrani; Sitinjak, Devi Pitauli
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pengisian dan pengepakan produk insektisida dan fungisida di PT. XYZ menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, mengetahui nilai faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE pada mesin pengisian dan pengepakan dan melakukan analisis terhadap faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan fishbone diagram. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada 3 faktor yaitu ketersediaan waktu kerja (availability), performa mesin (performance) dan kualitas produk (quality). Diperoleh nilai OEE Pengisian dan Pengepakan di PT. XYZ periode Oktober 2024 yaitu (37,20%), November 2024 (37,59%), Desember 2024 (38,67%). Faktor six big losses yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah Idling and Minor Stoppages Losses sebesar 43,32%. Faktor yang paling berpengaruh untuk dilakukan perbaikan dengan menggunakan fishbone diagram adalah manusia, material, metode, mesin dan lingkungan. Berdasarkan hasil analisis penyebab terjadinya kegagalan yaitu kerusakan mesin, mesin sering breakdown dan operator kurang mampu dalam mengatasi kerusakan mesin, sehingga disarankan untuk lebih memperhatikan kinerja mesin dengan melakukan perawatan mesin secara berkala dan memberikan pelatihan kepada operator.