Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pendidikan Politik Pada Pemilih Pemula Di Pusat Informasi Dan Konseling Remaja (PIK-R) Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu Romadhan, Achmad Apriyanto; Prinanda, Devita; Rosyida, Hamdan Nafiatur
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i1.5524

Abstract

Kota Batu memiliki potensi pemilih pemula yang tinggi, sehingga pemerintah menargetkan adanya partisipasi pada pemilih pemula pada pemilihan yang akan datang. Meskipun demikian, tidak semua pemilih pemula mendapatkan sosialisasi go to school dari Komisi Pemilihan Umum Kota Batu, hal ini dikarenakan sekitar 24% penduduk pada kelompok umur 6-18 tahun tidak mendapat akses Pendidikan formal, yang berimplikasi pada kesadaran akan hak sebagai pemilih menjadi permasalahan besar bagi pemilih pemula. Masalah muncul ketika pemilih pemula rentan dipolitisasi dan dimobilisasi oleh money politic. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi politik bagi pemilih pemula di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang juga bertindak sebagai mitra pengabdian. Tujuan program ini adalah untuk membentuk wawasan dan karakter pemilih pemula dalam berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemilu. Metode pendekatan menggunakan Participatory Action Research (PAR) yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian di masyarakat. Hasil yang diperoleh adalah pemahaman mitra mengenai gambaran detail pemilu, fungsi, dan model partisipasi dari pemilu, hak dan kewajiban pemilih, hingga cara memilih calon presiden (capres) yang objektif. Selain itu, mitra juga diberikan edukasi untuk berpikir kritis terhadap informasi pemilu, serta kampanye dari capres baik secara daring dan luring. 
Kepentingan Korea Selatan Dalam Kegiatan Perdagangan di Wilayah Asean Melalui Asean-Korean Free Trade Area (AKFTA) Putra, Aldy Sugandi; Prinanda, Devita
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 8 No 1 (2023): Dialektika : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v8i1.2292

Abstract

Participation in free trade has various impacts on member countries. This study aims to determine South Korea's Interests in Trade Activities in the Asean Region Through the Asean-Korean Free Trade Area (AKFTA). The method that the researcher uses is a qualitative method which aims to explain South Korea's interests in trade in the Southeast Asian region. The results of the study show that there is an increase that proves South Korea's interests in the ASEAN Region through AKFTA where to analyze South Korea's Interests in Trade Activities in the Asean Region Through the Asean-Korean Free Trade Area (AKFTA) researchers use the concept of national interest and the concept of strategic partners to explain what are the interests South Korea in trading activities in the Asean region through the Asean-Korean Free Trade Area (AKFTA) which in conclusion on the import side shows almost the same effect on the five product classifications, while on the export side the effect varies for each product classification.
Upaya Irlandia dalam Mengimplementasikan Renewable Energy Directive untuk Pemenuhan Energi Terbarukan 2030 Noor Azahra, Amanda Nabila; Prasodjo, Haryo; Prinanda, Devita
Journal of Political Issues Vol 5 No 1 (2023): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v5i1.111

Abstract

Penelitian ini akan membahas mengenai upaya Irlandia dalam mengimplementasikan kebijakan Renewable Energy Directive UE untuk memenuhi target Energi Terbarukan Uni Eropa di tahun 2030. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan teori keamanan energi (energy security). Sumber data diperoleh dari studi terdahulu atau yang sering disebut kajian literatur atau kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa Irlandia sebagai salah satu negara anggota EU telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 34,1% pada tahun 2030, sedangkan UE menetapkan target sebesar 45% pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, Irlandia melakukan kerja sama baik secara regional maupun bilateral. Irlandia juga membentuk komunitas energi yang berdistribusi dalam pemenuhan target energi terbarukan. Selain itu, adanya perusahaan pemasok energi sebagai penyedia energi terbarukan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Increasing the Confiscation of Cigarette Taxable Goods through International Cooperation in the City of Batam: JEL Classification: F52, F55, H26, K42, O17 Septia, Navisa; Prinanda, Devita; Ageng, Havidz
Journal of Management and Administration Provision Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Management and Administration Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jmap.v6i1.916

Abstract

This study aims to analyze the increase in international cooperation in the supervision of cigarette trade as excisable goods in Batam City. Batam, as one of the free trade zones in Indonesia, has its own challenges in supervising the trade of excisable goods, especially given its strategic location and proximity to neighboring countries. This study uses a qualitative approach for case studies, where data is collected through interviews, observations, and document research. The results show that closer international cooperation between the Indonesian government and neighboring countries as well as international organizations can increase the effectiveness of supervision and law enforcement related to the trade of excisable goods. Efforts to increase cooperation include information exchange, joint training, and joint operations at the border. This study concludes that increased international cooperation is essential to overcome the challenges in monitoring the trade of cigarettes as excisable goods in Batam City and recommends more proactive and integrated policies in its implementation.
Analisis Strategi Kontra Terorisme Swedia Dalam Menghadapi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Siregar, Moza Jeanne; Prasodjo, Haryo; Prinanda, Devita
POLITEA Vol 6, No 1 (2023): Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v6i1.19952

Abstract

Artikel ini membahas terkait analisis terhadap Strategi Kontra terorisme Swedia dalam menghadapi ISIS. Swedia telah menjadi salah satu negara di wilayah eropa yang memiliki kebijakan terbuka bagi pengungsi. Namun dengan terbukanya Swedia terhadap pencari suaka telah memberikan berbagai dampak yang buruk. Sehingga pada tahun 2015, Swedia telah mengeluarkan kebijakan baru untuk membatasi para pengungsi atau imigran yang berdatangan. Hal tersebut juga dilindungi oleh adanya ancaman terorisme yang semakin bertambah. Terorisme yang dihadapi Swedia berada di skala besar hingga mengancam stabilitas keamanan negara tersebut. Menggunakan konsep Kontra Terorisme tulisan ini berusaha menjelaskan bahwa upaya Kontra Terorisme sebagai pencegahan untuk memerangi Terorisme.Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini berupaya menganalisis Strategi Kontra terorisme Swedia dalam menghadapi ISIS. Melalui jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan penggunaan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data, penelitian ini menemukan bahwa Kontra Terorisme Swedia mendapat banyak kritikan dan dianggap lemah oleh penstudi dan para ahli. Meski demikian, peneliti menemukan ada lima strategi dari Kontra Terorisme Swedia yang dapat membantu memerangi terorisme, meliputi penegakan hukum, deradikalisasi, penggunaan intelijen, memperkuat lembaga-lembaga terorisme, dan melakukan kerjasama internasional maupun regional. 
Diplomasi Ekonomi Indonesia untuk Keberlanjutan Hilirisasi Nikel melalui Negosiasi IEU-CEPA Pasca-Sengketa di WTO: Perspektif Resource Nationalism Adinda Dian Salsa Sabila; Devita Prinanda; Havidz Ageng Prakoso
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i2.1254

Abstract

Studi ini menganalisis strategi diplomasi ekonomi Indonesia dalam menanggapi gugatan Uni Eropa di WTO terkait larangan ekspor bijih nikel, dengan fokus pada dinamika Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berupaya mempertahankan kebijakan hilirisasi melalui diplomasi ekonomi adaptif dengan tiga pendekatan utama: menempatkan nikel sebagai bahan baku kritis, memperkuat negosiasi bilateral untuk membuka akses pasar, dan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan (ESG) untuk memenuhi standar lingkungan UE. Studi terdahulu belum secara spesifik mengkaji CEPA sebagai instrumen diplomasi pasca-sengketa yang mampu mempertahankan otonomi kebijakan industri sekaligus membuka akses pasar produk olahan. Penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan mengajukan model diplomasi ekonomi adaptif yang berakar pada teori resource nationalism dalam konteks sengketa perdagangan global. CEPA diproyeksikan menjadi alat penting dalam memperluas ekspor produk nikel olahan dan meningkatkan investasi di sektor hilir, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.