Sutianingsih, Hani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH UKURAN PONDERAL INDEKS PADA BAYI BARU LAHIR DALAM MENENTUKAN STATUS GIZI ANAK USIA 6 BULAN Sutianingsih, Hani; Kurniawati, Rery
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 8, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v8i2.12009

Abstract

Abstract: Lack of child nutrition (stunting) has an impact on increasing child mortality and morbidity. Prevention of stunting is carried out by detecting newborns who are at risk, such as the Ponderal Index measurement at Newborn which can be a predictor of growth and development disorders that can lead to stunting. The aim of the study was to determine the effect of the Ponderal index at birth in determining the body length of a 6 month old baby. The research design was cross sectional with 60 Newborn research subjects. The results of the statistical test showed that there was a weak positive correlation (0.308) for the Ponderal index at birth with the body length of a 6 month old baby. Ponderal index can be used to detect the possibility of stunting in the future.Abstrak: Kekurangan asupan gizi anak (stunting) berdampak pada meningkatnya mortalitas dan morbiditas anak. Pencegahan stunting dilakukan dengan mendeteksi bayi baru lahir (BBL) yang berisiko, seperti pengukuran Ponderal Indeks pada BBL yang dapat menjadi prediktor bagi terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dapat mengakibatkan stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Ponderal indeks saat lahir dalam menentukan panjang badan bayi usia 6 bulan. Rancangan penelitian cross sectional dengan subjek penelitian 60 orang BBL. Hasil uji statistic menunjukan terdapat korelasi positif lemah (0,308) ponderal indeks saat lahir dengan panjang badan bayi usia 6 bulan. Ponderal indeks dapat digunakan untuk mendeteksi kemungkinan stunting dikemudian hari. 
KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI Ismiyati, Ismiyati; Rumiatun, Darti; Sutianingsih, Hani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.834

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak perempuan terjadi sekitar 8% sampai dengan 31%. Prevalensi kasus anak ini paling banyak terjadi pada wilayah pedesaan jika dibandingkan dengan perkotaan. Kekerasan seksual ini banyak terjadi pada lingkup keluarga. Hal ini dapat disebabkan karena hubungan antara orang tua dan anak yang kurang baik dan perlindungan ke anak yang tidak efektif. Namun masih banyak lagi faktor yang menyebabkan kekerasan seksual. Korban kekerasan seksual akan mengalami peningkatan risiko terhadap gejala pasca trauma. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Campuran Sekuensial Eksplanatori dengan pendekatan Fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri korban kekerasan seksual, orang tua (keluarga terdekat korban), dan pendamping korban di lembaga terkait. Pengambilan sample dengan teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif dilakukan secara univariabel. Analisis data kualitatif dilakukan dengan penentuan tema hasil penelitian. Hasil penelitian didapatkan terjadi kenaikan rata-rata kasus setiap bulannya. Tempat kejadian di rumah pelaku, rumah orang lain, dan kebun menjadi tren yang meningkat di tahun 2022.. Dampak yang dialami korban kekerasan seksual diantaranya adalah cidera fisik, kehamilan yang tidak diinginkan, serta gangguan perkembangan psikologi.