Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Cegah Stunting melalui Deteksi Dini Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Remaja di Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Rusyanti, Siti; Sutomo, Omo; Iswanti, Tutik
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18437

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) is a lack of energy or nutritional intake that lasts for a long time. CED often occurs in pregnant women. If during this period nutritional consumption is not balanced, it will result in malnutrition. The phenomenon in society shows that even though someone knows the theory of balanced nutrition, it does not necessarily mean that they have applied the theory in their daily lives because young women are afraid of having an obese body (fat) and looking ugly to look at.The purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge and skills of the Pasirkupa Village community, Kalanganyar District, Lebak Regency in terms of early detection of KEK cases, especially adolescents as an effort to prevent stunting and to be able to carry out early detection of KEK cases, especially adolescents as an effort to prevent stunting. The method used in community service activities is a workshop on KEK and Early Detection of KEK Incidents in young women. The results of this activity are that young women understand the importance of early detection of KEK for adolescents, they routinely come to the Posyandu to check their health as an effort to detect KEK early in adolescents and also as an effort to internalize to the community that adolescent groups must prepare their health so that they can undergo the reproductive process optimally in the future which ultimately public health will always be well maintained. The need for continuous motivation from health workers, especially village supervisors, so that adolescents are always enthusiastic about visiting the Posyandu regularly. Wider socialization is needed to the entire community, including parents of adolescents. Keywords: Early Detection of Chronic Energy Deficiency (CED), Adolescent Girls.  ABSTRAK Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan kekurangan energi atau asupan nutrisi yang berlangsung lama. Bila masa ini konsumsi gizi tidak seimbang maka mengakibatkan kekurangan gizi. Fenomena di masyarakat menunjukkan bahwa meskipun seseorang mengetahui teori mengenai gizi seimbang belum tentu sudah menerapkan teori tersebut dalam kehidupannya sehari-hari dikarenakan remaja putri takut memiliki badan yang obesitas (Gemuk) dan terlihat jelek untuk di pandang. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat  Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak dalam hal deteksi dini kasus KEK khususnya remaja sebagai upaya pencegahan stunting serta dapat melakukan deteksi dini kasus KEK khususnya remaja sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu lokakarya tentang KEK dan Deteksi Dini Kejadian KEK pada remaja putri. Hasil kegiatan ini yaitu remaja putri memahami tentang pentingnya deteksi dini KEK bagi remaja, mereka secara rutin datang ke Posyandu untuk memeriksakan kesehatannya sebagai salah satu upaya deteksi dini KEK pada remaja dan juga sebagai salah satu upaya internalisasi kepada masyarakat bahwa kelompok remaja harus disiapkan kesehatannya agar dapat menjalani proses reproduksi dengan optimal di masa mendatang yang pada akhirnya kesehatan masyarakat akan selalu terjaga dengan baik. Perlunya motivasi terus menerus dari petugas kesehatan khususnya pembina desa agar remaja selalu semangat untuk mengunjungi Posyandu secara rutin. Perlu sosialisasi yang lebih luas kepada seluruh masyarakat, termasuk para orang tua remaja. Kata Kunci: Deteksi Dini Kurang Energi Kronis (KEK), Remaja Putri.
PENGARUH SENAM MARYAM TERHADAP LAMA KALA II PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA DI KLINIK MUTIARA MEDIKA RANGKASBITUNG KABUPATEN LEBAK Iswanti, Tutik; Nintinjri Husnida; Melly Halimatussa’adiah; Rasumawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prolonged labor in the second stage is labor that lasts more than 2 hours in primigravidas and more than 1 hour in multigravidas. Factors causing a long labor process can be influenced by three things, namely energy, birth canal and fetus. The mother's own factors will be influenced by the mother's age, parity and readiness for childbirth. The duration of labor is not easy to determine precisely because the onset of labor is often unclear and subjective. In studies of women, whose labor began spontaneously, there was wide variation in the length of labor. Maryam gymnastics is a non-pharmacological therapy, where Maryam gymnastics can affect the psychology of mothers, especially pregnant women who experience psychological changes due to their pregnancy. The aim of the research was to determine the effect of Maryam exercise on the duration of the second stage of labor in primigravida mothers. The method used was Quasy Experiment with control group, the sample size was 66 respondents (33 intervention, 33 control), the sampling technique met the inclusion criteria. The intervention method that will be carried out is that pregnant women in the third trimester with a gestational age of 28-33 weeks will be intervened with maryam exercises three times a week for four weeks. After four weeks of intervention, the length of the second stage at the time of delivery will be seen with partograph. Data analysis with T Test, it was found that the average length of the second stage in the intervention group was 1.4 hours with a p value of 0.006. This statistically shows that there is an influence of maryam exercise on the length of the second stage
Pengaruh Paritas, Umur Ibu Dan Berat Bayi Terhadap Ruputure Perineal Pada Ibu Bersalin Di Puskesmas Mandala Rangkasbitung Tahun 2020 Husnida, Nintinjri; Iswanti, Tutik; Yuningsih, Nani; Sutianingsih, Hani
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.947 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.414

Abstract

Kematian ibu menurut definisi WHO adalah kematian selama masa kehamilan atau dalam jangka waktu 42 hari setelah berakhirnya masa kehamilan, yang disebabkan oleh segala penyebab yang berhubungan dengan masalah kehamilan atau pengobatannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera. Berdasarkan laporan kematian ibu dan bayi baru lahir dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2017, jumlah kematian ibu sebanyak 277 kasus Jumlah ini lebih kecil dari jumlah kasus tahun 2016 yaitu 253 kasus yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas diantaranya perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan pada sistem peredaran darah dan lain-lainJumlah kematian bayi sebanyak 1246 kasus, jumlah ini lebih kecil dari jumlah kematian tahun 2016 yaitu 1297 kasus, adapun penyebab tingginya angka kematian bayi kematian di Provinsi Banten yaitu bayi berat lahir rendah (BBLR), asfiksia, tetanus neonatorum, sepsis, kelainan kongenital, dan lain-lain. Ruptur perineum adalah robekan obstetrik yang terjadi pada daerah perineum akibat ketidakmampuan otot-otot panggul dan jaringan lunak untuk menampung kelahiran janin. Melahirkan sering menyebabkan jaringan parut jalan lahir. Luka yang terjadi biasanya kecil namun sering juga terjadi luka yang luas dan berbahaya, untuk itu setelah melahirkan harus dilakukan pemeriksaan vulva dan perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paritas, umur ibu dan berat badan bayi terhadap ruptur perineum pada ibu bersalin di Puskesmas Mandala Rangkasbitung tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan partograf sebagai alat observasi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 180 responden. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan data sekunder. Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa ibu bersalin mengalami ruptur perineum 33,3%, ibu dengan primipara mengalami ruptur perineum 50,9%, kategori ibu usia < 20 -/> 35 tahun mengalami ruptur perineum sebesar 42,1%, ruptur perineum terjadi pada ibu yang mengalami ruptur perineum. melahirkan bayi dengan berat < 3100 gram 26,6%. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh paritas dengan kejadian ruptur perineum dengan nilai P 0,002 dan OR 2,958, Tidak ada pengaruh umur dan berat badan bayi dengan kejadian ruptur perineum.
Analisis Penyebab Kematian Neonatal di Kabupaten Lebak Tahun 2019 Rohaeti, Ayi Tansah; Yuningsih, Nani; Iswanti, Tutik
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.788 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.417

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat yang masih menjadi masalah utama di Indonesia. Target penurunan AKB dalam Sustainable Development Goals 2030 adalah 12 per 1.000 kelahiran hidup. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan bayi baru lahir (neonatal) menjadi prioritas utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab kematian neonatal di Kabupaten Lebak periode Januari hingga Desember 2019. Metode penelitian menggunakan data sekunder dan merupakan studi epidemiologi analitik dengan asfiksia dan berat badan lahir rendah sebagai variabel independen. Variabel dependen adalah kematian neonatal. Rancangan penelitian case control, variabel dependen dan independen dikumpulkan pada waktu yang sama pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020. Instrumen yang digunakan adalah formulir isian. Populasi penelitian adalah seluruh kematian neonatal akibat asfiksia dan berat badan lahir rendah di Kabupaten Lebak periode Januari – Desember 2019 dengan jumlah sampel 255 sampel penelitian. Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur (P=0.048, OR=2.8), pendidikan (P=0.000 OR=0.4), paritas (P=0.049 OR=1.2), pengasuh (P=0.000 OR= 8 ,6), tempat persalinan (P=0.025 OR=4.0) dengan kejadian kematian neonatal akibat BBLR dan asfiksia di Kabupaten Lebak Tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kematian neonatal akibat BBLR di Kabupaten Lebak Tahun 2019 berhubungan dengan umur ibu, pendidikan ibu, paritas, pengasuh dan tempat persalinan.. Kesimpulan kedua kematian neonatus akibat asfiksia di Kabupaten Lebak tahun 2019 berhubungan dengan penolong persalinan dan tempat persalinan
Pengaruh Senam Maryam Terhadap Lama Kala I Pada Ibu Bersalin Primigravida Di Klinik Mutiara Medika Rangkasbitung Kabupaten Lebak Iswanti, Tutik; Husnida, Nintinjri
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 2 No. 02 (2024): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v2i02.700

Abstract

Proses persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang disebut 5P, yaitu power, passage, passenger, penolong, dan psikis. Lama persalinan dapat disebabkan oleh banyak faktor, namun yang prinsip adalah kontraksi tidak adekuat, faktor janin (malpresentasi, malposisi, dan janin besar) dan faktor jalan lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam maryam terhadap lama kala I ibu bersalin primigravida. Metode yang digunakan Quasy Experiment dengan postest, jumlah sampel 33 responden, teknik pengambilan sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Metode intervensi yang akan dilakukan adalah ibu hamil Trimester III dengan umur kehamilan 28-33 minggu akan diintervensi dengan senam maryam seminggu tiga kali selama empat minggu. Setelah intervensi selama empat minggu akan dilihat lama kala I pada saat persalinan. Kemudian data diolah dengan Uji Independen Test dan didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh antara senam Maryam dengan lama kala I dengan p value 0,04. Hal ini dapat membuktikan bahwa senam Maryam dapat mempercepat lama kala I pada Ibu bersalin Primigravida.
Efektivitas Kompres Ice Gel Terhadap Nyeri Persalinan Kala I pada Ibu Bersalin: Systematic Review Iswanti, Tutik; Sutianingsih, Hani; Halimatussa’adiah, Melly
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan adalah salah satu jenis nyeri yang paling parah di antara wanita. Nyeri persalinan bersifat fisiologis dan normal, tetapi dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin jika tidak ditangani. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kompres ice terhadap nyeri persalinan kala I. Studi ini menggunakan pedoman PRISMA 2020 dan secara sistematis menelusuri empat basis data yaitu Proquest, Google Scholar, dan Science direct untuk literatur relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 sampai 2025 dengan metode penelitian quasi experiment. Penelusuran dilakukan pada dengan menggunakan kata kunci “Compress AND Ice gel OR Cold AND Pain Labor OR Pain Labour”, teknik pengambilan sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelusuran awal ditemukan 1148 artikel, kemudian setelah dilakukan review sesuai kriteria inklusi didapatkan 3 artikel yang akhirnya ditelaah. Hasil review didapatkan bahwa ada pengaruh antara kompres ice gel terhadap nyeri persalinan kala I dan terdapat rerata penurunan nyeri yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa kompres ice gel dapat digunakan pada ibu bersalin dalam menurunkan nyeri pada saat persalinan.