Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENERAPAN WILLIAM FLEXION EXERCISE PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SISWA SMA Theresia Purba, Bunga; Sipayung, Normi Parida
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Aktivitas yang dilakukkan secara berlebihan seperti duduk atau berdiri terlalu lama bisa menyebabkan nyeri pada punggung bawah. Terutama pada siswa SMA yang aktivitasnya lebih sering duduk. Tujuan pengabdian masyarakat adalah memberikan pengetahuan tentang cara mengurangi nyeri punggung bawah dan meningkatkan pengetahuan pada siswa SMA tentang penanganan yang sesuai dengan nyeri tersebut. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan dengan pendekatan edukasi dan demonstrasi penerapan william flexion exercise pada nyeri punggung bawah pada siswa SMA. Hasil pengabdian masyarakat adalah peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 40 orang siswa SMA. Seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan demonstrasi dan 80% peserta mengungkapkan baru mengetahui william flexion exercise dapat meredakan nyeri pungggung bawah. Seluruh eserta mampu melakukan william flexion exercise sesuai dengan edukasi dan penerapannya. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penerapan william flexion exercise terhadap nyeri punggung bawah siswa SMA. Hasil kegiatan dapat diterapkannya william flexion exercise pada nyeri punggung bawah sehingga dapat dioptimalkannya kecatatan yang mungkin terjadi pada siswa SMA.
Senam Kaki Diabetik Terhadap Sirkulasi Darah Marbun, Agnes Silvina; Ariyani, Novita; Sipayung, Normi Parida; Ginting, Azwara Andika; Sinaga, Aan Sanita; Sinaga, Wina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senam kaki diabetik dapat membantu memperbaiki peredaran darah yang terganggu dan memperkuat otot-otot kecil kaki pada pasien diabetes dengan neuropati. Selain itu dapat memperkuat otot betis dan otot paha, mengatasi keterbatasan gerak sendi dan mencegah terjadinya deformitas. Keterbatasan jumlah insulin pada penderita diabetes melitus mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat hal ini menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainya. Sehingga pasokan darah ke kaki semakin terhambat, akibatnya pasien diabetes melitus akan mengalami gangguan sirkulasi darah pada kakinya. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, telah dilakukan senam kaki diabetik pada 19 orang dan hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam kaki memiliki nilai rata-rata sirkulasi darah kaki 2,16 dengan nilai (SD sama dengan 0,602), dan setelah dilakukan senam kaki nilai rata-rata sirkulasi darah kaki meningkat menjadi 2,68 (SD sama dengan 0,478). Berdasarkan uji wilxocon sign rank test dengan taraf kesalahan alpha = 0,05 diperoleh nilai sirkulasi darah kaki p sama dengan 0,002 (p < alpha). Saran untuk praktek keperawatan diharapkan perawat hendaknya membuat prosedur tetap senam kaki diabetik dan sebaiknya menggunakan alat yang lebih akurat untuk mengukur sirkulasi darah kaki seperti Dopller HI-doop.
PANTAU TUMBUH SI KECIL: YOK... UKUR STATUS GIZI Simamora, Marthalena; Rani Kawati Damanik; Sipayung, Normi Parida; Elsa Ignacia Simanjuntak; Octavia Arthago Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6886

Abstract

Latar belakang: Status gizi balita sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak balita karena gizi merupakan sumber utama energi dan bahan pembentuk tubuh. Apabila anak mengalami kekurangan gizi dan tubuhnya tidak mendapat cukup zat penting seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang maka anak akan tumbuh lebih lambat, berat badan tidak naik sesuai usia, mudah sakit, dan kemampuan berpikir atau belajar juga terganggu. Sebaliknya, kalau gizinya cukup dan seimbang, anak akan tumbuh tinggi, kuat, aktif, dan perkembangannya berjalan dengan baik sesuai usianya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pemantauan pertumbuhan balita dan mengukur status gizi anak balita.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh anak balita sebanyak 30 orang. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu mengukur status gizi balita dan pemantauan pertumbuhan anak balita. Kesimpulan:  Hasil yang didapatkan bagi sasaran bahwa Balita dapat dilakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pengukuran status perkembangan. Kegiatan ini bermanfaat untuk mengetahui status pertumbuhan dan perkembangan bayi dan Balita dan dapat digunakan sebagai upaya untuk mendeteksi secara dini stunting.