Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi di Praktik Mandiri Bidan Aisyiyah, Nani; Nurhayati, Nurhayati; Muhara Sari, Yuda; Waluyo, Ari; Sangadji, Ismail
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v13i4.3776

Abstract

Tumbuh kembang bayi dan anak tidak dapat dilepaskan dari konsep pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah perubahan fisik dan pertambahan ukuran masing-masing bagian tubuh yang masing-masing berbeda, sedangkan perkembangan adalah peningkatan keterampilan, kemampuan dan fungsi tubuh yang lebih kompleks pada motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi. Karena kemandirian dan kemandirian maka masyarakat harus beradaptasi dengan lingkungannya (Adriana, 2013). “Tujuan penelitian ini adalah Diketahuinya Hubungan pijat bayi terhadap berat badan bayi di Praktik Mandiri BidanPenelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan desain cross sectional, data yang digunakan adalah data primer. Populasi dalam  penelitian ini adalah bayi yang melakukan kunjungan imunisasi atau yang melakukan pijat bayi di Praktik Mandiri Bidan Nurhayati,  jumlah sampel sebanyak 56 bayi.  Analisis dilakukan secara univariate, bivariate menggunakan chi square. “Hasil penelitian didapatkan bahwa BB bayi yang sesuai umur sebanyak 35 (62,5%) dan BB bayi yang tidak sesuai umur sebanyak 21 (37,55).  Bayi yang dilakukan pijat bayi sebanyak 36 (64,3%) dan bayi yang tidak dilakukan pijat bayi sebanyak 20 (35,7%), hasil analisis lebih lanjut didapatkan ada hubungan antara pijat bayi dengan berat badan bayi di PMB Nurhayati Tahun 2022 (p-0.000). “Diharapkan Bidan meningkatkan layanan kebidanan mengenai pijat bayi dalam rangka menunjang keberhasilan menyusui. Kata kunci : Pijat, Bayi, Berat badan“
Produktion of Shallot (Allium cepa L.) Crops on Various Fertilizer Do Sage Levels Ali, Akhmad; Sangadji, Ismail; Soekamto, Mira Herwati
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 2 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v17i2.2196

Abstract

Shallots are a flavor and aroma enhancer, one of the leading vegetable crop commodities that farmers have been cultivating intensively for a long time. This is because shallots have quite high economic value. Even though farmers' interest in shallots is quite strong, various obstacles are still encountered in the business process, both technical and economic (Sumarni and Hidayat, 2015). Red onion consumption in Indonesia is 4.56 kg/capita per year or 0.38 kg/capita per month, so national consumption is estimated to reach 1,608,000 tons per year (Directorate General of Horticulture, 2017). This proves that the availability of shallots in the country is not sufficient for the high demand of consumers, thus shallot productivity needs to be increased further. One of the factors that influences national shallot production is the condition of the soil which lacks nutrients due to continuous use by farmers. Efforts are needed to apply appropriate technology to increase shallot production yields. One technology that can be applied in cultivating shallot plants due to soil lacking nutrients is fertilization. The results show the fertilizer dosage treatment. Where this dosage level produces the best growth components (plant height and number of leaves) and production components (wet stover weight and dry stover weight) for shallot plants.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN LANSIA TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN DI RSAU DR MOHAMMAD SUTOMO Fadil, Muhammad; Widiyaningsih, Cicilia; Sangadji, Ismail
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i2.6518

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan untuk lansia sangat diperhatikan oleh pemerintah maupun layanan kesehatan lainnya, akan tetapi masih banyak sekali lansia yang enggan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada. Kesadaran maupun support dari keluarga maupun masyarakat perlu digalakkan supaya nantinya harapan pemerintah untuk lansia sejahtera dapat dicapai serta mengurangi jumlah kematian yang disebabkan oleh tidak mampunya pelayanan kesehatan dikarenakan biaya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan kesehatan lansia terhadap kepuasan dan loyalitas pasien di RSAU dr. Mohammad Sutomo. Populasi penelitian ini seluruh pasien lansia di RSAU dr. Mohammad Sutomo. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan rumus Hair jumlah indikator x variabel, dengan 130 sampel. Metode analisis yang digunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS Ver. 25. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan lansia terhadap kepuasan, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan lansia terhadap loyalitas pasien, Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepuasan terhadap loyalitas pasien serta Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara secara tidak langsung kualitas pelayanan kesehatan lansia terhadap loyalitas pasien di RSAU DR Mohammad Sutomo melalui kepuasan pasien. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Kesehatan Lansia, Kepuasan, Loyalitas Pasien
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Di Rsud Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari Muda, Ibnu Rahmmat; Sulistiyowati, Yeny; Sangadji, Ismail
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6736

Abstract

Pada tahun 2023 Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) melaporkan insiden keselamatan pasien dan didapatkan data insiden keselamatan pasien RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari selama dari bulan Januari tahun 2022 sampai Desember tahun 2023 terdapat Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) sebanyak 1 insiden, Kejadian Nyaris Cedera (KNC) sebanyak 6 insiden, Kejadian Tidak Cedera (KTC) sebanyak 6 insiden, Kejadian Sentinel sebanyak 4 insiden. Terdapat banyak penelitian mengenai pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit baik di dunia maupun di Indonesia, tetapi masih sedikit penelitian di Indonesia yang meneliti mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pelaporan IKP di RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, masa kerja, status kepegawaian, persepsi, sikap, motivasi dan kepemimpinan terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien tenaga kesehatan di RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari. Faktor yang paling berpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien adalah adalah faktor psikologi: persepsi (0,000) lebih kecil dari 0,25. Nilai OR persepsi 4,064, yang artinya persepsi lebih berpotensi 4,064 kali lipat mempengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien dibandingkan dengan faktor individu: usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan masa kerja, status kepegawaian dan faktor organisasi yaitu kepemimpinan. Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari penelitian ini maka disarankan bagi pihak RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari agar dapat melaksanakan pendekatan dengan metode coaching TIRTA (tujuan, identifikasi, rencana aksi, dan tanggung jawab individu) dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemberdayaan individu dengan memfasilitasi pertumbuhan persepsi perawat. Kata kunci: keselamatan pasien, pelaporan insiden keselamatan pasien, perawat.
Pelayanan Rawat Jalan Bpjs Di Rsud Kayen Pati Dengan Manajemen Lean Permatasari, Yuliati; Garnida, Aliefety Putu; Sangadji, Ismail
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7144

Abstract

Abstrak Pelayanan kesehatan saat ini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Penyedia jasa layanan kesehatan seperti rumah sakit dituntut untuk meningkatkan pelayanannya lebih baik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian operasional dengan pendekatan kualitatif. Data alur proses pelayanan untuk Value Added Assesment (VAA), akar penyebab waste, serta root cause analysis dengan metode fishbone dan five whys, observasi langsung, wawancara dan telah dokumen-dokumen terkait. Data yang diperoleh dianalisis dan memberikan usulan perbaikan dengan manajemen Lean. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa alur proses pada pelayanan rawat jalan sebagian tidak mengikuti alur yang sesuai SPO. Berdasarkan hasil pemetaan value stream mapping, diketahui bahwa VAR untuk proses untuk pasien rawat jalan tanpa pemeriksaan penunjang adalah 13,4 %, sedangkan VAR untuk pasien rawat jalan dengan pemeriksaan laboratorium adalah 16,7 %, dan VAR untuk pasien rawat jalan dengan pemeriksaan radiologi adalah 12,4 % . Berdasarkan hasil perhitungan kuesioner waste yang telah diolah menggunakan metode BORDA, diketahui bahwa waiting menjadi waste kritis, karena menduduki peringkat tertinggi yaitu 20%. Waste waiting dicari akar penyebabnya dengan metode fish bone dan five whys. Peneliti membuat usulan-usulan perbaikan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Untuk itu perlu dilakukan monitoring evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan dalam proses peningkatan pelayanan rawat jalan BPJS RSUD Kayen Pati. Kata kunci: pelayanan kesehatan, rawat jalan, manajemen Lean
ANALISIS PERSEPSI ORANG TUA PADA VAKSINASI RUTIN ANAK SELAMA PANDEMI COVID 19 Ambarwati, Kusmayra; Agistina, Santi; Sangadji, Ismail
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26182

Abstract

Imunisasi merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Masa pandemi COVID 19 membatasi setiap kegiatan sosial. Berbagai upaya dilakukan, langkah-langkah kontrol dan pencegahan termasuk pembatasan pergerakan (lockdown) mengakibatkan terganggunya layanan perawatan kesehatan termasuk imunisasi rutin. Hal ini juga terjadi di Indonesia, dimana pembatasan sosial ini berdampak pada penurunan angka imunisasi karena keengganan orang tua ke fasilitas kesehatan. Sehingga angka cakupan imunisasi rutin menurun dan banyak anak tidak divaksin lengkap. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu terkait pelaksanaan vaksinasi rutin pada anak. Metode yang digunakan dalam peneliatan ini adalah campuran/ mixed-method dengan strategi eksplanatoris skuensial. Responden penelitian ini adalah 578 ibu dan sepuluh  narasumber ibu dan tenaga kesehatan. Analisis yang dilakukan adalah uji deskriptif sederhana (untuk data kuantitatif) dan verifikasi analisis dari hasil wawancara untuk memperkaya dan mendukung hasil uji kuantitatif. Pengumpulan dan validasi data menggunakan kuesioner dan wawancara; divalidasi dengan verifikasi; triangulasi  dan dokumentasi.Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas ibu masih memiliki persepsi yang kurang baik terhadap pelaksanaan vaksinasi dengan latar belakang ketidaktahuan, merasa nyaman tidak divaksin dan ketakutan ke fasilitas kesehatan.Banyaknya faktor pene nyu yang berkaitan dengan pengetahuan, informasi dan keyakinan ibu, menunjukkan perlunya adanya dukungan langsung. Perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh hingga tingkat rumah tangga agar ibu tahu dan lebih percaya diri dalam melakukan vaksinasi rutin.
Analysis of Maternal Characteristics, Knowledge, and Attitude Factors Associated with the Coverage of K6 Antenatal Visits at Parung Panjang Health Center Susanti, Susanti; Sulistyowati, Yeny; Tahal, Zarfiel; Sangadji, Ismail
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v6i1.567

Abstract

Background: Antenatal care (ANC) is a critical component of maternal health services aimed at improving maternal outcomes and reducing the risk of pregnancy-related complications. The Indonesian government has established a minimum standard of six antenatal visits (K6) to ensure optimal monitoring of pregnancy. However, the coverage of K6 visits at the primary healthcare level has not fully met the expected targets. Maternal characteristics, including demographic and behavioral factors, are considered important determinants influencing adherence to antenatal visits. Objective: This study aimed to analyze maternal characteristics, knowledge, and attitudes, as well as their association with the coverage of K6 antenatal visits in the working area of Parung Panjang Health Center in 2025. Methods: This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 154 pregnant women selected using a total sampling technique. The dependent variable was K6 antenatal visit coverage (complete vs. incomplete). Independent variables included maternal age, educational level, employment status, parity, level of knowledge, and attitudes toward antenatal care. Data were collected using a structured questionnaire and verified through antenatal visit records in the Maternal and Child Health (MCH) handbook. Data analysis was conducted using univariate analysis to describe respondent characteristics, bivariate analysis with chi-square tests, and multivariate analysis using multiple logistic regression with a significance level of 5%. Results: More than half of the respondents (53.9%) had not completed the recommended K6 antenatal visits. Univariate analysis showed that the majority of mothers had low educational attainment and insufficient levels of knowledge and supportive attitudes toward antenatal care. Bivariate analysis revealed that maternal education, knowledge, and attitudes were significantly associated with K6 visit coverage (p<0.05). Multivariate analysis indicated that maternal attitude was the most dominant factor associated with complete K6 visits after controlling for other maternal characteristics. Conclusion: The coverage of K6 antenatal visits in the study area remains low and is influenced by maternal characteristics, particularly education, knowledge, and attitude. Maternal attitude is the dominant factor associated with the completeness of K6 antenatal visits. Strengthening health education and fostering positive attitudes toward antenatal care services need to be enhanced to improve pregnant women’s adherence to antenatal visits
Analisis Biaya Operasional Pengelolaan Laundry di Rumah Sakit Tk. Ii 04.05.01 dr. Soedjono Magelang Rahmanto, Ery; Sumijatun, Sumijatun; Sangadji, Ismail
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8141

Abstract

Pengelolaan laundry rumah sakit merupakan salah satu elemen penting dalam menjamin standar kebersihan, kenyamanan pasien, serta mencegah risiko infeksi HAIs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya operasional pengelolaan linen di Unit Laundry Rumah Sakit Tk. II.04.05.01 dr. Soedjono Magelang periode 2022–2024, dengan fokus pada penerapan cost control, kelengkapan dokumen, serta perbandingan biaya produksi dengan alokasi biaya operasional rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, serta analisis data sekunder biaya laundry, kemudian dilakukan triangulasi menggunakan analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema (Spradley, 1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional laundry cenderung meningkat tiap tahun (Rp310 juta pada 2022, Rp350 juta pada 2023, dan Rp378 juta pada 2024), dengan proporsi pengeluaran melebihi standar industri (2–3% dari total biaya operasional rumah sakit). Biaya produksi per kilogram cucian juga menunjukkan kenaikan signifikan, meskipun terjadi penurunan efisiensi pada tahun 2023 yang kemudian sedikit membaik pada 2024. Penerapan cost control dan sistem dokumentasi sudah berjalan, tetapi masih belum optimal dalam mendukung monitoring dan pengendalian biaya secara efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengelolaan linen di RS Tk. II.04.05.01 dr. Soedjono Magelang tergolong cukup efektif dari sisi kualitas layanan, tetapi masih belum efisien dalam penggunaan biaya. Disarankan adanya penguatan sistem cost control dengan memperhatikan buffer anggaran sehingga , perbaikan kelengkapan dokumen berbasis digital, serta otomatisasi terhadap mesin dan tenaga kerja agar biaya laundry dapat ditekan sesuai standar industri, tanpa mengurangi mutu layanan kebersihan rumah sakit. Kata kunci: biaya operasional, laundry rumah sakit, cost control, efisiensi, linen
Edukasi Kesehatan : Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Aisyiyah, Nani; Sari, Dewi Nawang; Herlina, Lina; Siswani, Sri; Ekaputri, Della Eriana; Waluyo, Ari; Sangadji, Ismail
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v10i1.7593

Abstract

The use of contraception among couples of reproductive age is an important effort to regulate birth spacing and the number of children; however, many couples still have limited knowledge regarding the types, effectiveness, and side effects of contraceptive methods. This condition causes most couples to continue using hormonal contraception for long periods despite experiencing complaints such as weight gain, menstrual disorders, headaches, changes in libido, and increased blood pressure. This community service activity aimed to improve the knowledge and understanding of couples of reproductive age regarding hormonal and non-hormonal contraception through health education activities. The method used was counseling by delivering educational materials using PowerPoint media and interactive discussions. The target participants were couples of reproductive age in RT 01 RW 04, Bambu Apus Subdistrict, Cipayung District, East Jakarta, with a total of 18 women of reproductive age. The results showed that participants were very enthusiastic in attending the education sessions, actively participated in question-and-answer discussions, and experienced an increase in knowledge regarding types of contraception, side effects, and their management. Contraceptive health education is expected to assist couples of reproductive age in choosing appropriate contraceptive methods, reducing side effects, and improving reproductive health status