Amiruddin, Andi
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

REVOLUSI ABOLISIONISME PADA NOVEL PERBUDAKAN UNCLE TOM’S CABIN KARYA HARRIET BEECHER STOWE Amiruddin, Andi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.1.2019

Abstract

Literature and revolution cannot be separated from one another. On one hand, therevolution can create literary works from writers who are responsive to the changes that took placein their time. On the other hand, literary works can trigger the revolution in the people who readthe work. In In Uncle Tom's Cabin, the relationship between literature and revolution can be seenin how the movement of the abolitionism group inspired Harriet Beecher Stowe to fight slaverythrough literary works. Harriet Beecher Stowe described slavery in South America and theabolitionist revolution against abolition of slavery.
Pembelajaran Islam Pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner (Hakikat dan Implementasinya) Rahmah, Rahmah; Yaqin, Husnul; Amiruddin, Andi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 01 (2024): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v9i01.14788

Abstract

Pendidikan adalah pilar fundamental dalam pembangunan masyarakat dan peradaban. Dalam konteks Pendidikan Islam, upaya untuk menyelaraskan nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern menjadi suatu tantangan yang tak terhindarkan. Pendekatan transdisipliner, yang mengintegrasikan pemahaman dari berbagai disiplin ilmu, muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dalam merespons kompleksitas tuntutan pendidikan masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Pendidikan Islam melalui pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner Artikel  ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian mengunakan studi literatur. Sumber data dan bahan analisis yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari berbagai referensi artikel ilmiah yang relevan dari berbagai jurnal dan buku. Berdasarkan penggalian terhadap data dari beberapa sumber yang digunakan didapatkan hasil bahwa pembelajaran Islam multidisipliner menekankan pada tinjauan multiperspektif ilmu yang terkait dengan masalah yang dipecahkan, tanpa menggabungkan ilmu-ilmu tersebut menjadi sebuah kesatuan ilmu. Sementara Pembelajaran Islam interdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Sedangkan Pembelajaran Islam transdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman baru yang tidak dapat dipahami oleh disiplin ilmu mana pun secara terpisah.
PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM Aminullah, Muhammad; Amiruddin, Andi
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pendidikan merupakan sistem pengatur pelaksanaan pendidikan agar sesuai dengan target yang diinginkan. Manajemen pendidikan akan mengatur berbagai kebijakan dalam suatu sistem pendidikan. Untuk dapat melaksanakan manajemen pendidikan, diperlukan suatu strategi yang dikenal dengan manajemen strategik. Manajemen strategik pendidikan mengarahkan para pelaksana pendidikan agar mereka mengasilkan output yang berkualitas. Dengan adanya arahan, maka akan muncul batasan-batasan tertentu untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah 1), Mendeskripsikan pengertian manajemen strategi, 2) Bagaimana manajemen strategi Pendidikan Islam 3) Bagaimana tantangan strategi manajemen Pendidikan Islam?Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1). Manajemen strategik adalah ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan 2). Manajemen strategik pendidikan Islam adalah kegiatan yang terstruktur yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf (karyawan) dan pengawasan dalam seluruh unsur pelaksana pendidikan islam.3) Manajemen strategi pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keberhasilan implementasi pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Tantangan ini mencakup aspek internal dan eksternal
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 MAKASSAR Munirah, Munirah; Amiruddin, Andi
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam sangat berpengaruh dalam menumbuhkan karakter Peserta didik di sekolah. Selain mentransfer ilmu agama juga berperan dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik yang sesuai dengan syariat Islam dan budaya bangsa Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif. Sumber data berasal dari informan yaitu Guru Pendidikan Agama Islam. Metode pengumpulan data,,dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk uji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dan dipahami bahwa peran yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Makassar sudah baik namun belum optimal, karena masih didapati beberapa peserta didik yang perilakunya kurang baik, misalnya terlambat datang di sekolah, kurang disiplin dalam mengerjakan tugas, kurang sopan kepada guru dan juga masih ada beberapa siswa yang kurang lancar membaca ayat-ayat al-Qur’an, bahkan masih ada juga peserta didik yang malas pergi shalat di masjid apabila adzan dikumandangkan.Guru Pendidikan Agama Islam telah mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik untuk berperilaku dan berkarakter religus. Guru Pendidikan Agama Islam juga menggunakan beberapa metode dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Makassar seperti metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode nasihat.Implikasi dari penelitian ini adalah berbagai bentuk kegiatan pembinaan karakter religius peserta didik yang telah dikembangkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Karakter Religius Peserta Didik di SMA Negeri 1 Makassar hendaklan ditingkatkan dengan berbagai kreativitas yang mampu meningkatkan proses pertumbuhan karakter religius peserta didik.
POTENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Sumiati, Hj; Amiruddin, Andi
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengembangkan potensi bagi guru menjadi keharusan, karena tugasnya adalah mendidik anak didik dengan pengetahuan dan kearifan. Oleh sebab kompetensi guru yang diharapkan oleh anak didik. Secara sederhana guru profesional adalah guru yang mengajar pada mata pelajaran yang menjadi keahliannya, seperti guru pendidikan Agama Islam harus mampu memahami seluruh mata pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan Agama Islam. Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen: “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai bahwa guru haruslah orang yang memiliki insting sebagai pendidik, mengerti dan memahami peserta didik”. Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 UU RI nomor 14 tahun 2005, meliptui kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, ompetensi social, kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dengan demikian dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, maka guru harus mempunyai kompetensi dalam diri seorang guru tersebut.Kata Kunci: Kompetensi; Pedagogik; Prestasi Belajar
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 MAKASSAR Munirah, Munirah; Amiruddin, Andi
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam sangat berpengaruh dalam menumbuhkan karakter Peserta didik di sekolah. Selain mentransfer ilmu agama juga berperan dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik yang sesuai dengan syariat Islam dan budaya bangsa Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif. Sumber data berasal dari informan yaitu Guru Pendidikan Agama Islam. Metode pengumpulan data,,dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk uji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dan dipahami bahwa peran yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Makassar sudah baik namun belum optimal, karena masih didapati beberapa peserta didik yang perilakunya kurang baik, misalnya terlambat datang di sekolah, kurang disiplin dalam mengerjakan tugas, kurang sopan kepada guru dan juga masih ada beberapa siswa yang kurang lancar membaca ayat-ayat al-Qur’an, bahkan masih ada juga peserta didik yang malas pergi shalat di masjid apabila adzan dikumandangkan.Guru Pendidikan Agama Islam telah mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik untuk berperilaku dan berkarakter religus. Guru Pendidikan Agama Islam juga menggunakan beberapa metode dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Makassar seperti metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode nasihat.Implikasi dari penelitian ini adalah berbagai bentuk kegiatan pembinaan karakter religius peserta didik yang telah dikembangkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Karakter Religius Peserta Didik di SMA Negeri 1 Makassar hendaklan ditingkatkan dengan berbagai kreativitas yang mampu meningkatkan proses pertumbuhan karakter religius peserta didik.
PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM Aminullah, Muhammad; Amiruddin, Andi
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pendidikan merupakan sistem pengatur pelaksanaan pendidikan agar sesuai dengan target yang diinginkan. Manajemen pendidikan akan mengatur berbagai kebijakan dalam suatu sistem pendidikan. Untuk dapat melaksanakan manajemen pendidikan, diperlukan suatu strategi yang dikenal dengan manajemen strategik. Manajemen strategik pendidikan mengarahkan para pelaksana pendidikan agar mereka mengasilkan output yang berkualitas. Dengan adanya arahan, maka akan muncul batasan-batasan tertentu untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah 1), Mendeskripsikan pengertian manajemen strategi, 2) Bagaimana manajemen strategi Pendidikan Islam 3) Bagaimana tantangan strategi manajemen Pendidikan Islam?Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1). Manajemen strategik adalah ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan 2). Manajemen strategik pendidikan Islam adalah kegiatan yang terstruktur yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf (karyawan) dan pengawasan dalam seluruh unsur pelaksana pendidikan islam.3) Manajemen strategi pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keberhasilan implementasi pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Tantangan ini mencakup aspek internal dan eksternal
Pembelajaran Islam Pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner (Hakikat dan Implementasinya) Rahmah, Rahmah; Yaqin, Husnul; Amiruddin, Andi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 01 (2024): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v9i01.14788

Abstract

Pendidikan adalah pilar fundamental dalam pembangunan masyarakat dan peradaban. Dalam konteks Pendidikan Islam, upaya untuk menyelaraskan nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern menjadi suatu tantangan yang tak terhindarkan. Pendekatan transdisipliner, yang mengintegrasikan pemahaman dari berbagai disiplin ilmu, muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dalam merespons kompleksitas tuntutan pendidikan masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Pendidikan Islam melalui pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner Artikel  ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian mengunakan studi literatur. Sumber data dan bahan analisis yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari berbagai referensi artikel ilmiah yang relevan dari berbagai jurnal dan buku. Berdasarkan penggalian terhadap data dari beberapa sumber yang digunakan didapatkan hasil bahwa pembelajaran Islam multidisipliner menekankan pada tinjauan multiperspektif ilmu yang terkait dengan masalah yang dipecahkan, tanpa menggabungkan ilmu-ilmu tersebut menjadi sebuah kesatuan ilmu. Sementara Pembelajaran Islam interdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Sedangkan Pembelajaran Islam transdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman baru yang tidak dapat dipahami oleh disiplin ilmu mana pun secara terpisah.
REVOLUSI ABOLISIONISME PADA NOVEL PERBUDAKAN UNCLE TOM’S CABIN KARYA HARRIET BEECHER STOWE Amiruddin, Andi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.1.2019

Abstract

Literature and revolution cannot be separated from one another. On one hand, therevolution can create literary works from writers who are responsive to the changes that took placein their time. On the other hand, literary works can trigger the revolution in the people who readthe work. In In Uncle Tom's Cabin, the relationship between literature and revolution can be seenin how the movement of the abolitionism group inspired Harriet Beecher Stowe to fight slaverythrough literary works. Harriet Beecher Stowe described slavery in South America and theabolitionist revolution against abolition of slavery.