Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Memanfaatkan Potensi Lokal Wahab, Iswandi; Nur, Rinto M; Hi. Muhammad, Sandra; Alwi, Djainudin; Kodobo, M. Jihar; Alican, Ismawati; Koroy, Kismanto; Nurafni, Nurafni; Asy’ari, Asy’ari; Pina, Fijai
Journal Of Khairun Community Services Vol 5, No 1 (2025): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v5i1.10588

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Leo-Leo Rao, Kabupaten Pulau Morotai, oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai. Masalah yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemanfaatan potensi lokal, khususnya dalam sektor perikanan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah produk perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti kerupuk kamplang dan tuna krispi. Manfaat kegiatan ini termasuk peningkatan pendapatan masyarakat dan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan, yang dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 37 peserta dari masyarakat setempat dan 12 orang tim pelaksana yang terdiri dari dekan, dosen, dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk perikanan, serta potensi desa yang dapat dimanfaatkan lebih optimal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pemberdayaan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
SOSIALISASI BIOTA DILINDUNGI DAN PENDAMPINGAN KOMUNITAS REMAJA PECINTA PENYU DI DESA TILEY PANTAI Koroy, Kismanto; Nurafni, Nurafni; Wahab, Iswandi; M. Nur, Rinto; Sofiati, Titien; Asy’ari, Asy’ari; Alwi, Djainudin; Muhammad, Sandra Hi; Pina, Fijai
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.1028

Abstract

Due to the limited information received by the community, the service team carries out community service activities by conducting outreach on protected animals and mentoring teenagers who love turtles it is hoped that they will provide understanding to the community so that things that can threaten the sustainability of turtles can be avoided. The objectives of this activity are: 1). to increase public awareness about protected marine biota through outreach provided by the Faculty of Fisheries and Marine Sciences service team, Pacific University, Morotai. Socialize the importance of efforts to protect turtles as protected animals. 2). Increase institutional capacity, knowledge, and skills of youth groups who love turtles or what is abbreviated as Reptiles. Service activities will be carried out in June 2023 in Tiley Pantai village, including the preparation, implementation, and closing stages. Based on the results of the service activities, the socialization of providing material about protected biota can increase the knowledge of the community, both adults, teenagers, and children, about sea turtles. Apart from that, assistance in making proposals can be understood and increase knowledge and skills for teenagers who love turtles in Tiley Pantai Village regarding how to make proposals, which they still poorly understand.ABSTRAKTerbatasnya informasi yang diterima masyarakat maka tim pengabdi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi hewan dilindungi dan pendampingan remaja pecinta penyu sehingga diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga hal-hal yang dapat mengancam kelestarian penyu dapat dihindari. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1). untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang biota laut yang dilindungi melalui penyuluhan yang dibuat oleh tim pengabdi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pasifik Morotai. Mensosialisasikan pentingnya upaya perlindungan penyu sebagai hewan yang dilindungi. 2). Meningkatkan kapasitas kelembagaan, pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja pecinta penyu atau yang disingkat Reptil. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Juni 2023 di desa Tiley Pantai, meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan penutupan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pemberian materi tentang biota dilindungi mampu meningkatkan wawasan kepada masyarakat baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak tentang penyu. Selain itu pendampingan pembuatan proposal dapat dipahami dan menambah pengetahuan serta ketrampilan bagi remaja pecinta penyu di Desa Tiley Pantai terkait bagaimana cara pembuatan proposal yang selama ini masih kurang dipahami oleh mereka.
Pendidikan Kemaritiman dan Sosialisasi Biota Laut Dilindungi Sebagai Upaya Keberlanjutan Sumberdaya Perikanan di Desa Galo-Galo Nurafni, Nurafni; Koroy, Kismanto; Asy’ari, Asy’ari; Alwi, Djainudin; Wahab, Iswandi; Muhammad, Sandra Hi; Kodobo, Jihar; Pina, Fijai; Alican, Ismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2385

Abstract

Raising public awareness about the threats to protected marine life in Galo-Galo Village is crucial, given the continued decline in the population of these species. Through maritime outreach and education, it is hoped that the community will understand the importance of marine resource sustainability. This activity not only provides information about protected species but also encourages the community to protect and monitor marine life and teaches environmentally friendly fishing techniques. This outreach and education program is scheduled to take place from November 13 to 16, 2025, at various locations, including elementary schools, Islamic junior high schools, village halls, and frequently visited coastal areas. This activity will involve 35 students from elementary schools and Islamic junior high schools, as well as 40 community members from the village. The implementation stages include surveys, observations, preparation, implementation, and closing. This activity is expected to provide students with a better understanding of protected animals and strengthen maritime education materials. With a comprehensive introduction to ecosystems, marine resources, coastal management, and maritime culture, students are expected to be more aware of the importance of sustainability. Community outreach also yielded positive results, with interactive dialogues increasing participation and awareness of marine biota protection issues.ABSTRAKPeningkatan kesadaran masyarakat tentang ancaman terhadap biota laut yang dilindungi di Desa Galo-Galo menjadi sangat penting, mengingat populasi spesies tersebut terus menurun. Melalui sosialisasi dan edukasi kemaritiman, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya keberlanjutan sumber daya laut. Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi mengenai spesies yang dilindungi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjaga dan mengawasi biota laut serta mengajarkan teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Program sosialisasi dan edukasi ini direncanakan berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 November 2025, di lokasi-lokasi seperti Sekolah Dasar, Madrasah Tsanawiyah, balai desa, dan area pantai yang sering dikunjungi. Kegiatan ini melibatkan 35 siswa dari sekolah dasar dan madrasah, serta 40 anggota masyarakat desa. Tahapan pelaksanaan mencakup survei, observasi, persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Dari kegiatan ini, diharapkan siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai hewan yang dilindungi serta memperkuat materi pendidikan kemaritiman. Dengan pengenalan menyeluruh tentang ekosistem, sumber daya laut, pengelolaan pantai, dan budaya maritim, siswa diharapkan lebih menyadari pentingnya kelestarian. Sosialisasi dengan masyarakat juga menunjukkan hasil positif, dengan dialog interaktif yang meningkatkan partisipasi dan kepedulian terhadap isu perlindungan biota laut.