Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Women's Representation in Regional Elections: Gendered Institutions' Perspective on Political Design and Practice Nasrudin, Rudi; Solihah, Ratnia; Aziz, Yugni Maulana
JOELS: Journal of Election and Leadership Vol. 6 No. 2 (2025): JOELS: Journal of Election and Leadership
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/aqpz8m29

Abstract

Women's political representation in local elections (PILKADA) indicates the quality of democracy and the level of gender equality in political institutions. Although gender quotas have increased the number of female candidates, their substantive representation remains low. This study aims to analyze how gendered political institutions influence a qualitative approach based on secondary data research and thematic analysis. Additionally, it examines the elements of gender-focused institutions identified by Joan Acker, which include division of labor, division of power, symbols and discourses, interpersonal relations, and internal mental work. The results prove that structural and cultural challenges still limit women's participation in the electoral political arena. (1) Division of labor, women tend to be pushed into non-strategic campaign roles, strengthening traditional role stereotypes, (2) division of power, women's access to decision-making is limited due to the dominance of male political elites and political dynasties; (3) symbols and discourses, campaign narratives and public representation are still gender-biased, limited to considering women's existence as supporters not leaders; (4) interpersonal relations, informal political networks are masculine and exclusive, marginalizing women from power networks and (5) internal mental work, that social norms and internal expectations create hesitation for women to show themselves as major political actors. Based on these results above, this research can strengthen the understanding that increasing women's representationin quantity is not enough without being accompanied by institutional transformation and political culture. In addition, this study also emphasizes that there needs to be a comprehensive reform of political design and practice to be more inclusive of women's leadership.
Tempat Sampah Pilah untuk Pengelolaan Sampah di Desa Tanggulun Timur Syahrudin, Rido; Nasrudin, Rudi; Fauziah, Raya Maurina; Maharani, Ajeng; Nabila, Hana; Dyas, Diandra Mustikaning; Yumeina, Fariha Faza; Fadillah, Alaudo Bertnatdo; Listriani, Lilis; Rani, Rani; Delima, Helena Putri; Gumelar, Agung; Salsabillah, Syifa Ananta; Tristan, Dempi Rengga; Pramono, Azhar Aulia; Lorensa, Sasha; Al-Islam, Baginda Raja; Destriani, Maya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7007

Abstract

Permasalahan sampah di pedesaan, termasuk Desa Tanggulun Timur, umumnya berakar pada rendahnya kesadaran memilah sampah serta keterbatasan lahan untuk membangun fasilitas pengelolaan skala besar seperti bank sampah atau TPA. Penelitian ini bertujuan menumbuhkan kesadaran awal masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah melalui penyediaan tempat sampah pilah organik dan anorganik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan perangkat desa sebagai mitra untuk meninjau perencanaan, penempatan, serta keberhasilan program kerja. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kesediaan warga membuang sampah sesuai jenisnya serta partisipasi dalam menjaga fasilitas yang disediakan. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi sederhana berupa tempat sampah pilah tidak hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga sebagai media edukasi untuk membangun kebiasaan awal dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di desa dengan keterbatasan lahan.