Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah Terintegrasi Etnomatematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMA Ana Wiska; Henra Saputra Tanjung; Arief Aulia Rahman; Cut Eva Nasryah
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.6 KB) | DOI: 10.51276/edu.v1i3.49

Abstract

Abstract: It takes teaching material that can train students in solving mathematical problems. One of the teaching materials that can be developed to improve students' mathematical problem solving skills is problem-based teaching material. The purpose of this research is to describe: the validity of integrated problem-based ethnomatematics teaching materials developed; the effectiveness of ethnomatematics integrated problem-based teaching materials developed; and student responses to integrated problem-based ethnomatematics teaching materials developed. This research is a research development. This research was conducted through two stages, namely the first stage of developing ethnomatematics integrated problem-based teaching materials using the Four-D model, and the second stage of testing the ethnomatematics integrated problem-based teaching materials developed in class XI of SMA Negeri 1 Meureubo to see their effectiveness. From these two stages, it was obtained: integrated ethnomatemics problem-based teaching materials developed were valid, based on the results of the validation conducted by the validators; integrated ethnomatematics problem-based teaching materials developed effectively, in terms of classical student mastery learning and achievement of learning objectives; and positive student responses to the integrated problem-based ethnomatematics activity and teaching material developed. Abstrak: Dibutuhkan bahan ajar yang dapat melatih siswa dalam memecahkan masalah matematika. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah bahan ajar berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: kevalidan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan; efektifitas bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan; dan respon siswa terhadap bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama mengembangkan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika menggunakan model pengembangan Four-D, dan tahap kedua mengujicobakan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan di kelas XI SMA Negeri 1 Meureubo untuk melihat efektifitasnya. Dari kedua tahap tersebut, diperoleh:  bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan valid, berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh para validator; bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan efektif, ditinjau dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal serta ketercapaian tujuan pembelajaran;  dan respon positif siswa terhadap aktifitas dan bahan ajar berbasis masalah terintegrasi etnomatematika yang dikembangkan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKANKEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP Henra Saputra Tanjung
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2017): MAJU : Jurnal IlmiahPendidika Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) efektivitas perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik dalam meningkatkan komunikasi matematis siswa SMP; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik; Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan model pengembangan Four-D. Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 15 Medan,pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan kelas yang dijadikan sebagai sampel untuk uji coba adalah kelas VII-3 dan kelas VII-1.                                   Kata Kunci: Pendekatan Matematika Realistik, Kemampuan Komunikasi Matematis, dan model 4-D.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR VISUAL Dian Kristanti; Dazrullisa Dazrullisa; Henra Saputra Tanjung; Wahyuni Wahyuni
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2022): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kemampuan siswa dalam menguasai materi matematika masih kurang. Disebabkan oleh kemampuan pemahaman konsep matematika dan gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa mempengaruhi pemahaman konsep. Pembelajaran knisley menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memperhatikan gaya belajar siswa. Pembelajaran knisley merupakan pembelajaran yang memiliki keunggulan pada tahap-tahap pembelajarannya yang terstruktur, pengalaman belajar siswa akan lebih tahan lama dalam memori siswa karena membangun sendiri pengetahuannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model pembelajaran knisley. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model knisley. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Peneliti melakukan pemilihan subjek berdasarkan subjek  perwakilan gaya belajar visual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya satu subjek gaya belajar visual yang mampu menguasai ketiga tingkat pemahaman konsep yaitu pemahamn konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Hal ini diperoleh berdasarkan hasil jawaban pada butir-butir soal posttest. Kesimpulan dalam penelitian ini subjek gaya belajar visual tergolong baik dalam menguasai  ketiga indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu kemampuan pemahaman konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi.Kata kunci:  Pemahaman Konsep,  Knisley,  Gaya Belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN MATEMATIS SISWA SMA MELALUI MODELPEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Henra Saputra Tanjung
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2017): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran biasa, (2) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa SMA Negeri 1 Kuala Nagan Raya, sedangkan sampelnya terdiri dari 32 siswa pada kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas X-2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis.Pengujian hipotesis statistik dalampenelitianinimenggunakan uji ANAVA dua jalur pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Hasilreratapeningkatankemampuan komunikasi matematis yang diberipembelajaranberbasismasalahdanpembelajaran biasa masing-masingsebesar 0,52 dan 0,45, (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematismatematis siswa. Kata-kata kunci: komunikasi Matematis, Model Pembelajaran Berbasis Masalah
PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Henra Saputra Tanjung
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2016): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan Pemahaman dan komunikasi matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terdiri dari kelompok eksperimsen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas, dengan populasi adalah siswa SMA dengan sampel penelitian siswa kelas X di salah satu SMP di Kota Padangsidimpuan, dengan responden penelitian siswa kelas X sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak kelas dari enam kelas. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yang digunakan untuk menghitung rataan gain ternormalisasi antara kedua kelompok sampel dengan menggunakan Uji-t dan analasis kualitatif untuk menelah sikap siswa terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik siswa. Pembelajaran dengan medel pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Menengah Atas. 
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER Henra Saputra Tanjung
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2018): MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Kontekstual dengan siswa yang diajar dengan Model pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi adalah seluruh siswa kelas X SMA 2 Kuala. Madinatussalam Sei Rotan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 60 siswa.  Analisis data dilakukan dengan analisis varian (ANAVA). Hasil temuan ini menunjukkan: 1) Kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan Model pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together pada  materi pokok persegi panjang dan persegi; 2) kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan Model pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together materi pokok persegi panjang dan persegi; 3) kemampuan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together pada materi pokok persegi panjang dan persegi; 4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa. Simpulan penelitian ini menjelaskan bahwa siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematika lebih sesuai diajarkan dengan Model pembelajaran Kontekstual daripada pembelajaran kooperatif learning tipe Numbered Heads Together.  Kata-kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Model   Pembelajaran Kontekstual, Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Numbered   Heads Together.
PENERAPAN MODEL REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 3 DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Henra Saputra Tanjung
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2019): MAJU: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa, setelah peneliti melakukan observasi di SMAN 3 Darul Makmur dengan memberikan sedikit pertanyaan kepada guru tentang pemahaman terhadap materi. Dari hasil observasi menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa terhadap materi masih tergolong rendah karnaguru masih cendrung menggunakan metode ceramah. Dari hasil tersebut maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul penerapan model Realistik Mathematics Education pada materi statistik untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI SMAN 3 Darul Makmur. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 3 Darul Makmur dan objek penelitiannya adalah XI IPA1 SMAN 3 Darul Makmur dengan jumlah 20 siswa, yang terdiri dari 9 siswa dan 11 siswi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, satu siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari lembar soal tes dan lembar observasi. Data hasil penelitian diperoleh dari tes hasil belajar siswa, hasil observasi selama kegiatan pembelajaran menggunakan lembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran Realistik Mathematic Education (RME) lembar observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan model Realistik Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi siswa pada materi statistika yaitu dilihat dari hasil tes persiklus, dengan nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 68% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase siswa yang tuntas sebesar 78%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Realistik Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi siswa pada materi statistika.
Analysis Of Student's Mathematics Literacy Skill Through The Learning Approach Of Science, Technology, Engineering, And Mathematics (STEM) At SMA Negeri 1 Meureubo Maisuri M; Dazrullisa D; Henra Saputra Tanjung
Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijems.v3i2.9967

Abstract

This study aims to determine students' mathematical literacy skills through a science, technology, engineering and mathematics (STEM) learning approach at SMA Negeri 1 Meureubo. This research uses qualitative research. The subjects in this study were students of class X with a total of 27 students from SMA Negeri 1 Meureubo. Data collection techniques in this study were observation, interviews, tests and validation. From the results of the study, the analysis of students' mathematical literacy skills through a science, technology, engineering and mathematics (STEM) learning approach at SMA Negeri 1 Meureubo, students' mathematical literacy skills at level 2 were included in the medium category (2.15%) as many as 12 students, while the level 2 was in the medium category (2.15%). 1 is included in the low category (0.81%) as many as 5 students.
Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Lingkungan Keluarga Henra Saputra Tanjung; Florianus Aloysius Nay; Ilmar Andi Achmad
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.751 KB) | DOI: 10.161985/jesfa.v2i1.44

Abstract

Abstrak This research aims to collaborate and reveal how the importance of character education in the family environment. Method usedin this research is qualitative by using a based approach bibliography, namely looking for references through articles and other sources that are deemed relevant and representative. The results of the study and discussion show that character education has existed since the pre-independence era, but no termed so but education of character, morals, and Pancasila. Term character education has become popular since 2010 during the post-reform era; Character education during the pre-national character development policy was not yet fully framed in the National education system. Educational context character in national education is still implied from based education culture, pancasilais and religion. The implementation has not yet been regulated comprehensive. Meanwhile, after the national character building policy, character education has become a hallmark of the national education system, and the implementation is regulated in detail starting from the implementation strategy, to the stage evaluation.
ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) Di SD JORING LOMBANG Doriamas Tanjung; Henra Saputra Tanjung; Siti Aminah Nababan
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.872 KB) | DOI: 10.61290/pgsd.v9i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berfikir kreatif siswa melaluipendekatan pembelajaran science, technology, engineering and mathematics (STEM) di SD Joring Lombang.Penelitian ini menggunakan kualitatif. Subjek dalam penelitian disini adalah siswa kelas V dengan jumlah 18siswa SD Joring Lombang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dandokumentasi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, lembar tes dan lembar validasi. Teknik analisisdata dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan kesimpulan/varifikasi. Dari hasil penelitianmaka analisis kemampuan berfikir kreatif siswa melalui pendekatan pembelajaran science, technology,engineering and mathematics (STEM) di SD Joring Lombang, dilihat pada aspek elaboration sebesar 44,44%. Siswa yang mendapatkan skor 80 sebesar 33,33%, dan siswa yang mendapatkan skor 65 sebesar 22,22%.Aspek originality sebesar 33,33%. Siswa yang mendapatkan skor 60 sebesar 27,78%, dan siswa yangmendapatkan skor 45 sebesar 38,89%. Aspek flecibility sebesar 55,56%, siswa yang mendapatkan skor 65sebesar 33,33% dan siswa yang mendapatkan skor 40 sebesar 11.11% dan aspek fluency sebesar 38,89%.Siswa yang mendapatkan skor 75 sebesar 16,67%, siswa yang mendapatkan skor 70 sebesar 44,44%.