Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Bamomong Dalam Kajian Bentuk dan Fungsi Pada Upacara Pernikahan Di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya Sari, Gustika; Ediwar, Ediwar; Desmawardi, Desmawardi
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v4i2.4568

Abstract

This research aims to describe the form and function of the baby in wedding ceremonies in Nagari Bayua, Tanjung Raya District, Agam Regency, besides that the baby is also used in local communities such as inauguration of events such as: welcoming guests, baduduak activities, and other related activities with Alek Nagari. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through observation, documentation and interviews in the field to obtain research results according to descriptive context. The results of this research explain the form and function of children in wedding ceremonies in Nagari Bayua, Tanjung Raya District, Agam Regency.
Pergeseran Tradisi Bagurau Lapiak di Payakumbuh: Tradisi Klasik ke Modern Oktavia, Rina; Ediwar, Ediwar; Asril, Asril; Rasmida, Rasmida; Jufri, Jufri; Desmawardi, Desmawardi
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 2, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i2.2840

Abstract

Bogurau lapiak was originally a saluang dendang performance held in a shop with a mat and has been around since the 1980s. The performance is performed by senior drummers with one saluang, two drummers, and one janang / arranger of the performance. Today, the lapiak joke has shifted. The most noticeable shift can be seen from the drummers who fill the show are generally backgrounded as solo singers. They lack the skills and repertoire of classical saluang songs. The songs that are widely presented in bagurau lapiak performances now are dangdut songs, minang pop and gamad songs. This situation made senior drummers, rangers and laceurers worry about the loss of classic saluang songs. The presence of the lapiak bagurau show players is caused by several factors, namely, 1) economic factors, 2) technological factors and 3) market taste factors. This study used qualitative research with descriptive analysis methods. Data collection is done by observation, interviews, and documentation.
Komposisi Musik Semarak Sipai Bersumber Dari Beruji Dol Dalam Upacara Tabot Di Kota Bengkulu Purwanda, Sandy; desmawardi, desmawardi; Haris, Asep Saepul
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v4i1.4223

Abstract

Music is a means of expressing the soul to communicate and interact between living creatures. Through music we can express various ideas with various colors of sound produced by any object that can accommodate the idea itself. Sounds and voices are arranged well so that a musical work is created as a harbor for ideas that are full of messages and meaning. This work begins with research on the Bruji Dol performance and from the results of the analysis, a conclusion is drawn to take one part, namely the song Girik" which is contained in the Bruji Dol performance in the Tabot ceremony in the city of Bengkulu. Beruji dol is a depiction of the spirit of war carried out by two groups, namely Tabot Bangsal and Tabot Imam. Beruji dol has an interesting musical case, namely that there is a game concept that is "freely bound" in the tasa game of the Tamatam repertoire called "Girik". To create the musical composition "Semarak Sipai" it was worked on using the Analytical Descriptive method using a Re-interpretation of Tradition approach. Through the creation of the musical composition "Semarak Sipai", the creator tried to present several forms of novelty in various aspects of the work in accordance with the concept offered. The Tradition Re-interpretation approach is used to share musical experiences as a contribution to the development of the musical composition itself.
Struktur Lagu Sunua dalam Tradisi Musik Gandang Tambua di Desa Pasir Sunur, Pariaman Yubbi, Al; Desmawardi, Desmawardi; Ediwar, Ediwar
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 7, No 1 (2023): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v7i1.4759

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk dan struktur lagu Sunua dalam musik tradisi Gandang Tambua oleh kelompok seni di Desa Pasir Sunur, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis struktur lagu Sunua yang terdiri dari tiga bagian utama: Pangka Matam, Maatam Panjang, dan Ikua Matam. Lagu Sunua, terinspirasi dari alam, khususnya "Endek Ambacang," memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari lagu-lagu Gandang Tambua lainnya. Struktur musik yang interlocking dan dinamis menjadikan lagu ini sebagai kebanggaan masyarakat setempat, sering dimainkan dalam berbagai acara seperti arak-arakan penganten dan penyambutan tamu. Penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Sunua tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya Desa Pasir Sunur. Selain itu, lagu ini juga merepresentasikan adat istiadat dan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. Dengan demikian, pelestarian lagu Sunua menjadi penting untuk menjaga warisan budaya lokal.
Pelatihan Seni Nuansa Islam Sebuah Inovasi dalam Meningkatkan Kualitas Pertunjukan Dikie Rabano di Nagari Tepi Selo Lintau Desmawardi, Desmawardi; Syafniati, Syafniati; Rafiloza, Rafiloza; Sastra, Andar Indra
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.6017

Abstract

Dikia Rabano merupakan salah satu seni nuansa Islam yang secara umum masih memakai bahasa Arab sebagai teks yang berisikan puji-pujian terhadan Allah subhnahuwtaala serta bershalawat kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. wadah untuk menyampaikan dakwah Islam. Rabano sebagai alat musik berfungsi untuk pengiring vokal dan memberikan aksentuasi bila diperlukan. Berhubung Seniman atau tukang Dikia di nagari tapi Selo hanya tinggal 2 orang, itu pun sudah berusia lanjut, sangat diperlukan pembinaan dan pelatihan dalam bentuk inovasi.  Tujuan pengabdian kali ini adalah untuk memberikan semangat serta motivasi terhadap masyarakat terutama genarasi muda sebagai generasi penerus agar mau belajar dikia rabano. Metode partisipatoris, yaitu pelaku seni dan masyarakat sebagai penggerak utama dalam pembinaan, artinya masyarakat merasa memiliki kesenian dan budaya mereka. Memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap kelompok-kelompok seni, baik pada manajemen pengelolaan, estetika pertunjukan serta meningkat­kan kualitas kelompok seni pertunjukan. Memberikan sentuhan Ipteks dalam upaya peningkatan mutu kelompok seni tradisi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya pelaku seni tradisi Dikie Rabano. Penginovasian dilakukan dengan sedikit merobah teks dalam bahasa Minangkabau atau bahasa Indonesia, dan mengolah tempo permaianan sehingga kedengaran lebih agresif dengan melodi yang ritme.