Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH SUPLEMENTASI FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS SITOPENG Alfiyah, Isnar Nurul; Vimala, Dewi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 3 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v1i3.596

Abstract

Menurut Kemenkes (2013), anemia pada ibu hamil saat ini masih merupakan salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe pada tahun 2012 sebesar 90,32%. Hal ini menyebabkan masih tingginya anemia di Provinsi Jawa Barat yaitu 57,7% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, 2012). Angka kecukupan suplementasi Fe pada ibu hamil mencapai 90,32%. Ironisnya, walaupun angka cakupan ibu hamil yang mendapatkan suplementasi Fe tinggi, Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 804 kasus dan Angka ematian Bayi dan (AKB) mencapai 4803 kasus di Provinsi Jawa Jawa Barat justru meningkat. Tujuannya menganalisis  pengaruh suplementasi Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sitopeng. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional untuk melihat Pengaruh Suplementasi Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sitopeng. Hasil penelitian Sebagian besar usia ibu hamil yang menjadi sampel penelitian kebanyakan berumur 20 - 30 tahun yaitu sebanyak 17 ibu hamil (60,7%). Tingkat  pendidikan  ibu  hamil  sebagian besar hanya lulusan SD sebanyak 25 ibu hamil atau sebanyak 89,3%. Sebagian besar ibu hamil trismester II sebanyak 15 ibu hamil atau 53,57% dan ibu hamil trismester III sebanyak 13 ibu hamil atau 46,42%. Berdasarkan status anemia ibu hamil setelah dikategorikan maka didapatkan hasil ibu hamil dengan kategori rendah sebanyak 14 orang atau 50%, kategori sedang 12 orang atau 42,9%, dan kategori berat 2 orang atau 46,42%. Terdapat pengaruh suplementasi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil p=0,000 yang membuktikan bahwa kejadian anemia karena kurangnya suplementasi Fe pada ibu hamil.
PENINGKATAN KUALITAS GIZI PMT POSYANDU DAN PELATIHAN PEMBUATAN SOSIS NABATI Sulistiyono, Priyo; Kunaepah, Uun; Vimala, Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.312

Abstract

Kualitas PMT-Posyandu di beberapa posyandu masih belum bervariatif dengan nilai gizi masih dibawah anjuran yaitu kurang dari 300 kkal dan 10g protein. Tujuan kegiatan adalah memberikan peningkatan kapasitas kader posyandu dan karang taruna berupa reviu bersama mutu PMT-Posyandu dan pelatihan pembuatan sosis nabati. Metode kegiatan dilakukan dengan melakukan reviu bersama dan pelatihan teknis. Sasaran sebanyak 20 kader posyandu dan karang taruna dan 5 orang petugas gizi puskesmas dari lima kelurahan di Kecamatan Kejaksan. Kegiatan dilakukan di ruang pertemuan dan laboratorium kuliner Prodi Gizi Cirebon. Data yang dikumpulkan meliputi daftar menu, data hasil reviu menu dan penilaian sosis nabati oleh kader dan karang taruna. Hasil menunjukan jumlah menu PMT-Posyandu berbeda untuk setiap posyandu, ada yang menggunakan siklus 12 menu dan berlaku sama untuk semua posyandu satu kelurahan. Ada yang tiap bulan berbeda untuk setiap posyandu. Jenis menu ada yang menggunakan menu lengkap dan menu tidak lengkap. Beberapa posyandu menggunakan menu kombinasi dengan pertimbangan kepraktisan dalam penerapannya. Variasi warna dan tekstur untuk menu lengkap sudah cukup baik, namun kurang (cenderung monoton) untuk menu yang tidak lengkap. Masih didapati menu dengan nilai kalori kurang dari 150 kkal dan kurang dari 10g protein, terutama untuk menu tidak lengkap. Seluruh peserta antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan sosis nabati. Peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan sosis dan nugget dari bahan ampas tahu dan jantung pisang, semua peserta menikmati produk di akhir pelatihan dan menyatakan sosis dan nugget nabatinya enak. Sosis dan nugget nabati potensial untuk PMT-Posyandu dan pengembangan wirausaha kader dan karang taruna.
PENERAPAN PIJAT ‘OYOG’ DALAM PENCEGAHAN KEMATIAN IBU DAN BAYI DI PUSKESMAS PLUMBON TAHUN 2023 Suratmi; Nirmaya M, Nina; Vimala, Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.515

Abstract

Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian bayi (AKB) merupakan pekerjaan yang cukup berat bagi seluruh elemen terkait. Jumlah kematian Ibu di Kabupaten Cirebon terus meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi namun masih menunjukkan banyak tantangan dan belum menunjukkan  hasil sesuai dengan harapan. Kompleknya penyebab kematian ibu yang bukan hanya medis akan tetapi juga social cultural menjadi salah satu penyebabnya terutama dalam kasus. Pijat oyog, adalah tradisi yang masih diminati oleh masyarakat Kabupaten Cirebon dan telah terbukti bermanfaat untuk kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan oyog sebagai salah satu Upaya untuk mnecegah kematian pada ibu yang disebabkan oleh keterlambatan merujuk karena keterlambatan mengambil keputusan dari aspek social budaya. Objek (Khalayak Sasaran) Pengabdian Kepada Masyarakat dalam kegiatan ini adalah Ibu Hamil dan bidan sesuai dengan kriteria berupa pelatihan pijat ‘Oyog’ kepada 10 bidan di wilayah tersebut untuk selanjutnya dipraktikkan atau dilaksanakan kepada  20 orang Ibu Hamil. Menggunakan buku modul yang telah di HKI kan dengan No EC00202035739.  Hasil dalam kegiatan ini adalah median skor Pengetahuan Bidan tentang ‘Oyog’ sebelum kegiatan  adalah 1 setelah kegiatan 10,5 dan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah oyog dengan pvalue 0,005, seluruh bidan kompeten dalam pelaksanaakan prosedur oyog dan tidak ada kematian ibu yang disebabkan oleh keterlambatan mengambil keputusan pada seluruh ibu hamil yang menjadi sasaran kegiatan. Prosedur Oyog dapat digunakan sebagai alternatif Upaya mencegah kematian pada ibu yang disebabkan karena keterlambatan mengambil keputusan.
The Role of Type 2 Diabetes Mellitus Education in Preventing Type 2 Diabetes Mellitus in Students of the Nutrition DIII Study Program Cirebon Tasikmalaya Polytechnic Adiyaksa, Jongga; Vimala, Dewi; Sasi, Maheswari Adya; Rahmadina, Regita
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i10.1935

Abstract

The International Diabetes Federation (IDF) reports that the global prevalence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) was 9.3% in 2019, with projections indicating that the number of people affected will reach 578 million by 2030 and 700 million by 2045. Indonesia ranks seventh globally, with 10.7 million people living with diabetes—figures expected to rise to 13.7 million by 2030 and 16.6 million by 2045. West Java Province ranks 18th nationally based on diagnoses in populations aged ≥15 years. The purpose of this study is to examine the effectiveness of type 2 diabetes mellitus education in prevention efforts. This study employed a quantitative descriptive design to assess the impact of T2DM education on prevention among 77 nutrition students at Tasikmalaya Polytechnic, selected using Slovin’s formula with a 5% margin of error. Data were collected through structured questionnaires administered before and after the educational intervention, and analyzed using frequency distribution. Results revealed significant improvements in knowledge: prior to education, 53% of respondents demonstrated good knowledge, 44.1% adequate knowledge, and 2.9% poor knowledge. Following the intervention, 93.5% exhibited good knowledge, 6.5% adequate knowledge, and 0% poor knowledge—representing an increase of 31 respondents in the good knowledge category. The educational program was highly effective in enhancing students’ understanding of T2DM prevention. This improvement provides a vital foundation for fostering preventive health behaviors among future nutritionists, who will serve as health promoters in their communities. The findings offer implications for curriculum development, community health education initiatives, and long-term behavioral change strategies.