Heddy, Y.B. Suwasono
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Interval Waktu Penyiraman terhadap Rasio Pembungaan dan Pembentukan Buah pada Tanaman Stroberi (Fragaria sp.) Desiana, Novita; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroberi (Fragaria sp.) komoditas buah yang tumbuh di negara yang beriklim subtropis. Produktivitas stroberi mencapai 0,45 kg /tanaman. Perkembangan ekspor buah stroberi di Indonesia dari tahun 2000-2004 mencapai rata-rata 3971,4 kg/tahun. Air salah satu komponen fisik yang sangat penting dan diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sekitar 85-90% dari bobot segar sel dan jaringan tanaman. Kekurangan air pada jaringan tanaman dapat menurunkan turgor sel, meningkatkan konsentrasi makro molekul serta mempengaruhi membran sel dan potensi aktivitas kimia air pada tanaman (Mubiyanto, 1997). Tanaman yang mengalami kekurangan air berakibat terganggunya proses metabolisme tanaman, yang berpengaruh pada laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan Penelitian untuk mempelajari dan menganalisis interval penyiraman pada rasio pembentukan bunga dan buah stroberi. Hipotesis dari penelitian ini yaitu diduga interval penyiraman akan mempengaruhi rasio pembentukan bunga dan buah stoberi. Hasil penelitian menunjukan Interval pemberian air tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, luas daun dan waktu muncul bunga. Interval pemberian air 2 hari sekali akan menurunkan jumlah bunga dan jumlah buah. sebaliknya semakin jarang interval pemberian air 4 hari sekali dan 4 hari dua kali justru meningkatkan jumlah bunga, jumlah buah dan perlakuan 2 hari sekali meningkatkan fruitset.
Penilaian Estetika dan Fungsional Pohon Tepi Jalan Berdasarkan Persepsi Pengguna Jalan (Studi Kasus : Jl Ijen dan Jl Veteran Kota Malang) Widyarini, Priandari Ayu; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai estetika diperoleh dari perpaduan antara warna (daun, batang, dan bunga) bentuk fisik tanaman (batang, percabangan, dan tajuk) tekstur tanaman dan komposisi tanaman. Pohon merupakan tanaman yang memiliki manfaat terbesar terhadap lingkungan perkotaan, pohon juga dapat memberikan nilai khas yang berupa keteduhan, sebagai penyerap polusi udara, pohon peneduh, dan efek visual lainnya yang mampu menghadirkan kenyamanan pengguna jalan yang berada pada sebuah kawasan tersebut. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan nilai estetika dan fungsional tanaman pohon tepi jalan Kota Malang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei, dengan penilaian pohon berdasarkan kriteria aspek fungsi menggunakan skoring dengan kategori sangat baik, baik, sedang dan buruk. Dalam estimasi penilaian estetika dengan menyebarkan kuesioner di jalur hijau Ijen dan Veteran. Hasil olah data didapatkan menggunakan spss 21.0 dan microsof excel 2010. Dengan begitu di samping nilai fungsional terpenuhi maka nilai estetika juga berpengaruh untuk memenuhi RTH perkotaan. Hasil fungsional di jalur hijau Ijen prosentasenya sebesar 57,48 % dan di jalur hijau Veteran 59,97 %. Sedangkan pada penilaian estetika jumlah skoring yang tertinggi di jalur hijau Veteran sebesar 229 dan hasil jumlah skoring di jalur Ijen 225. Analisis hasil data di lapangan perlu dengan adanya penambahan kriteria aspek fungsi dan estetika yang kurang, dengan bertujuan untuk memperindah atau menambah wawasan RTH yang optimal. Setiap vegetasi yang ada di jalur hijau memiliki nilai hubungan baik dari segi warna daun, warna bunga, bentuk tajuk, tekstur pohon, kesatuan tema, aksen, dominansi, dan keseimbangan.
Pengaruh Pemberian Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Trisnawati, Umi; Fajriani, Sisca; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi (Brassica juncea L.) termasuk dalam famili cruciferae (brassicaceae). Produksi tanaman sawi dari tahun mengalami fluktuasi oleh karena itu perlu dikembangkan produksi tanaman sawi, salah satunya dengan cara pemupukan.  Salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan yaitu bioaktivator. Bioaktivator  adalah bahan yang mengandung senyawa hidup, umumnya mikroorganisme yang menguntungkan, yang bila diaplikasikan dalam budidaya tanaman dapat berpengaruh pada perbaikan dari tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian bioaktivator terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian dilakukan di kebun percobaan PT. Winon International terletak di desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada bulan Juni 2014. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yang terdiri P0 = Tanpa aplikasi bioaktivator, P1=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L umur 5 HST, P2=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L umur 10 HST, P3=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L umur 15 HST, P4=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 30 ml/L umur 5 HST, P5=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 30 ml/L umur 10 HST, P6=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 30 ml/L umur 15 HST, P7=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi  45 ml/L umur 5 HST, P8=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 45 ml/L umur 10 HST, P9=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 45 ml/L umur 15 HST. Perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L pada umur 5 hst memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi diantara perlakuan-perlakuan lainnya.
Pengaruh Komposisi Media Serbuk Gergaji dan Media Tambahan (Bekatul dan Tepung Jagung) pada Pertumbuhandan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pribady, Mahardian Anggarini; Azizah, Nur; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) banyak dibudidayakan menggunakan serbuk gergaji sebagai media utama. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi, diperlukan tambahan nutrisi berupa vitamin dan mineral yang dapat diperoleh dari penambahan bekatul dan tepung jagung. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh komposisi media serbuk gergaji dengan bekatul dan tepung jagung pada perkembangan (miselium) dan produksi jamur tiram serta mendapatkan koposisi media serbuk gergaji dengan bekatul dan tepung jagung yang tepat untuk memprtoleh hasil produksi jamur tiram yang optimal.Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2017di CV. Damar ayu, Kecamatan Pakisaji, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 15 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan terdiri dari serbuk gergaji kayu sengon sebagai media utama (90%,80%,70%) ditambah bekatul dan tepung jagung sebagai media tambahan(0%,5%,10%,15%,20%,25%,30%).Penambahan media tambahan dengan komposisi 5% B+ 5% TJ pada media utama 90% mampu meningkatkan pertumbuhan miselium. Sedangkan penambahan 5% Bl + 15% TJ mampu meningkatkan hasil produksi hingga 35%.
Potensi Wisata Komoditas Pertanian Ditinjau Dari Aspek Kegiatan Usaha Tani Di Kota Batu Santika, Yudo Aji; Nurlaelih, Euis Ellih; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Timur memiliki potensi yang sangat beragam mulai dari obyek wisata religi, obyek wisata alam, cagar budaya, dan pertanian. Pada Tahun 2016, kunjungan wisatawan mancanegara naik sebesar 9,92 persen dibanding pada tahun 2015. Salah satu destinasi andalan Jawa Timur adalah Kota Wisata Batu, hal tersebut dikarenakan Kota Batu memiliki potensi pertanian yang sudah dimanfaatkan menjadi sektor pariwisata. Potensi wisata komoditas pertanian yang ada diharapkan dapat dimanfaatkan sehingga meningkatkan nilai tambah bagi petani. Agrowisata tidak hanya menawarkan rekreasi, namun juga dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pertanian terhadap pengunjungn dan mengurangi arus urbanisasi dengan memandirikan serta memajukan perekonomian setempat terutama petani. Kota Batu memiliki komoditas pertanian yang beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi wisata komoditas pertanian di Kota Batu ditinjau dari aspek kegiatan usaha tani.Penelitian dilaksanakan di Kota Batu Provinsi Jawa Timur pada Bulan September hingga Oktober 2017. Rancangan penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.Komoditas pertanian di Kota Batu memiliki potensi untuk menjadi obyek wisata dengan keindahan, keunikan dan atraksi yang ada dalam masing-masing komoditas pertanian.Kegiatan usaha tani komoditas pertanian di Kota Batu berlangsung sepanjang tahun dan dapat dimanfaatkan sebagai atraksi wisata.
Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin (GA3) terhadap Pembungaan Tiga Jenis Tanaman Soka (Ixora coccinea L.) Hidayati, Antika Rela; Nurlaelih, Euis Ellih; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soka (Ixora coccinea L.) merupakan salah satu tanaman hias yang berbatang perdu dengan percabangan yang banyak. Sebagai tanaman hias, soka mempunyai keistimewaan yaitu bunganya yang elok dan warnanya yang bermacam-macam seperti merah, kuning pucat, jingga, merah muda dan putih (Anonimous, 1992). Permasalahan yang umum pada budidaya tanaman soka adalah tanaman soka sulit berbunga dan masa berbunga yang terlalu singkat. Zat pengatur tumbuh giberelin merupakan salah satu faktor luar sebagai penentu keberhasilan suatu pertumbuhan tanaman yang berfungsi mempercepat proses pembungaan. Bahan yang digunakan ialah soka merah, soka jingga, soka merah muda, media tanam campuran tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1, Air, hormon Giberelin dengan konsentrasi 0 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 300 ppm serta pupuk NPK dengan perbandingan 16:16:16. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKF) Faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Penelitian dilaksanakan di UPT Kebun Bibit Tunggulwulung Disperkim Kota Malang. Terdapat interaksi antara jenis tanaman dan konsentrasi giberelin pada parameter pengamatan diameter tajuk tanaman umur pengamatan 42hst-70hst. Sedangkan untuk parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan luas daun menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap perlakuan jenis tanaman umur pengamatan 14hst-70hst sedangkan jumlah cabang perlakuan konsentrasi giberelin umur pengamatan 56hst-70hst. Pada parameter waktu muncul bunga dan jumlah anak bunga pada perlakuan jenis tanaman merah muda dengan konsentrasi 150 ppm memiliki nilai yang lebih tinggi. Sedangkan parameter diameter bunga memiliki nilai rata-rata 4,63 dan 5,97 cm.
Evaluasi Kesesuaian Jenis Tanaman Berdasarkan Syarat Ekologi pada Jalur Hijau Median Jalan untuk Mendukung Tema Taman Kota Malang sebagai Kota Bunga Permatasari, Dilla; Heddy, Y.B. Suwasono; Fajriani, Sisca
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan ruang terbuka hijau (RTH) kota yang secara optimal digunakan sebagai areal penghijauan dan berfungsi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kehidupan dan kesejahteraan warga kotanya. Secara umum, taman kota dapat berfungsi secara ekologis, estetika, dan sosial. Metode Penelitian dilakukan dengan tahap persiapan, inventarisasi, evaluasi pada jenis tanaman sesuai syarat ekologinya serta rekomendasi untuk pengembangan tapak selanjutnya. Hasil menunjukkan bahwa pada median jalur hijau jalan keseluruhan pemilihan jenis tanaman yang ditanam toleran terhadap kondisi lingkungan di Kota Malang. Jumlah tanaman hias yang ditanam sudah memenuhi kriteria dengan perbandingan lebih banyak tanaman hias bunga menunjukkan nilai persentase 53,06% daripada tanaman hias berdaun menunjukkan nilai persentase 46,93% yang berarti median jalur hijau jalan ini telah mendukung tema taman kota Malang. Hasil penilaian dan evaluasi median jalur hijau jalan selanjutnya diberikan rekomendasi untuk perencanaan tata hijau serta perhatian pada perawatan taman.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS STROBERI (Fragaria sp.) Sipayung, Marlina; Ashari, Hasim; Baskara, Medha; Heddy, Y.B. Suwasono
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi buah stroberi yang dihasilkan belum bisa memenuhi permintaan pasar. Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin hari semakin meningkat, beberapa alternatif teknik budidaya dapat dilakukan terhadap tanaman stroberi yaitu penggunaan varietas unggul dan penggunaan media tanam yang tepat. Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sampah kampus terhadap pertumbuhan dan hasil stroberi serta menentukan jenis varietas yang memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih baik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2015 di Kebun Percobaan Kliran Desa Sumber Brantas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I = pemberian kompos. Faktor II = varietas. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanah : kompos : pupuk kandang (1:3:1) memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah stolon, jumlah buah panen, diameter buah dan derajat kemanisan. Sedangkan varietas Earlibrite memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan bobot basah total tanaman, bobot kering total tanaman, jumlah stolon, jumlah buah panen, diamater buah dan bobot buah panen.