Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : BANGUN REKAPRIMA

KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN TRAS ASAL DS. SENDANGWARU KEC. KRAGAN KAB. REMBANG DAN KAPUR SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN PORTLAND Wahjoedi, Wahjoedi; Supriyadi, Supriyadi; Wahyono, Herry Ludiro; Mahbub, Jamal; Buana, Lalu Yahya Surya
Bangun Rekaprima Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.661 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v9i1.4440

Abstract

Pemanfaatan material alternatif sebagai pengganti semen merupakan salah satu upaya meningkatakan nilai jual material alternatif tersebut, selain itu juga dapat mengurangi penggunaan material yang tidak ramah lingkungan dalam dunia konstruksi. Laporan dari BBC mengutip dari Chatham House menyebutkan semen adalah sumber sekitar 8% dari emisi karbon dioksida (CO2) dunia. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya tentang mortar. Wahjoedi et.al, 2021 telah melakukan penelitian penggunaan tras sebagai bahan substitusi terhadap semen portland dalam pembuatan mortar. Campuran dibuat tanpa dan mengganti komposisi semen dengan tras dan kapur pada proporsi tertentu, akan diperoleh adukan konsistensi normal dari kadar masing-masing bahan (air, semen, agregat halus, tras dan kapur) dan selanjutnya diuji kuat tekannya melalui benda uji kubus ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm pada 28 hari. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan mortar hasil substitusi semen portland menggunakan tras dan kapur sebagai berikut: 1) substitusi 0% menghasilkan kuat tekan mortar 30,20 MPa; 2) substitusi 10% (5% tras dan 5% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 21,62 MPa; 3) substitusi 15% (7,5% tras dan 7,5% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 21,02 MPa; 4) substitusi 20% (10% tras dan 10% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 16,28 MPa; 5) substitusi 25% (12,5% tras dan 12,5% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 12,98 MPa. Sehingga dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan tras sebagai bahan substitusi semen portland dapat memenuhi kriteria Mortar tipe M (kuat tekan 17,2 MPa) secara optimal pada persentase tras hingga sebesar 15%.
ANALISIS KUAT TEKAN MORTAR DENGAN PENAMBAHAN SIKAGROUT 215 Supriyadi, Supriyadi; Triwardaya, Triwardaya; Parhadi, Parhadi; Suroso, Suroso; Wahyono, Herry Ludiro
Bangun Rekaprima Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.182 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i2.3961

Abstract

Mortar adalah bahan bangunan terdiri dari campuran antara semen, pasir dan air dengan persentase yang berbeda. Kuat tekan merupakan unsur penting dari sifat mekanis mortar. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh penambahan SikaGrout 215 terhadap kuat tekan mortar dan menentukan perbedaan antara kuat tekan antara mortar   semenportlanddya ditambah jumlahnya dengan mortar ditambah dengan SikaGrout 215. Pasir yang digunakan adalah pasir eks Muntilan Magelang dan semen Gresik.Pengujian pasir dilakukan untuk menentukan dan menemukan pasir yang memenuhi syarat mutu. Jenis pengujian pasir meliputi uji kadar lumpur, kandungan organik, analisa ayak serat berat jenis dan serapan air.Benda uji penelitian berupa kubus ukuran mortar ukuran   5x5x5 cm dan jumlah nya masing-masing 6 buah. Mortar yang diuji adalah campuran 1PC : 8PS dengan ditambah SikaGrout 215 dengan jumlah bervariasi. Variasi penambahan SikaGrout 215 dihitung dalam persen kali berat semen portland dalam campuran, yaitu 0; 4; 8; 16; 32; 48; 64; 80; dan 100. Sedangkan untuk menentukan beda kuat tekan antara mortar ditambah semen dengan mortar ditambah SikaGrout 215, perbandingan campuran mortarnya adalah 1PC : 8PS + 100% x beratPC atau 1PC : 4PS   dan 1PC : 8PS : 1SK. Uji kuat tekan mortar dilakukan pada umur 14 hari kemudian dikonversi menjadi kuat tekan umur 28 hari. Hasil penelitian adalah bahwa penambahan SikaGrout 215 pada   mortar 1PC : 8PC berpengaruh positif terhadap peningkatan kuat tekan. Hubungan antara penambahan SikaGrout 215 dengan kuat tekan mortar dinyatakan persamaan regresi Y = 66.198 + 0.831 X.   Sedangkan kuat tekan rata-rata antara mortar 1PC : 8PS dengan mortar 1PC : 8PS : 1SK secara analisis statistic uji beda hasilnya berbeda secara nyata. Hal ini ditunjukkan dengan angka t hitung   (tStat) =4.6903>t kritis(tCritical two-tail)= 2.2281.Hal tersebut diperjelas dengan angka numerik kuat tekan mortar 1PC : 8PS adalah 187.31 kg/cm2 lebih tinggi dari pada kuat tekan mortar 1PC : 8PS : 1SK187.31 kg/cm2. Jika dihitung secara relatih kuat tekan rata-rata mortar 1PC : 4PS adalah = (187.31-166.01) : 187.31 x 100% = 11,37% lebih tinggi dari pada kuat tekan rata-rata mortar 1PC : 8PS : 1SK
PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN BERBASIS TREATMENT PRIORITY INDEX (TPI) DI JALAN PERKERASAN ASPAL Pangesti, Rendy Dwi; Sulistiawati, Baiq Heny; Wahyono, Herry Ludiro; Junaidi, Junaidi; Goro, Garup Lambang
Bangun Rekaprima Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v10i1.5473

Abstract

The increase in the number of vehicles and economic growth in the city of Semarang puts significant pressure on road infrastructure. So it is necessary to prioritize maintenance on several road sections. This research uses the Treatment Priority Index (TPI) approach to identify road repair priorities in Tembalang District, Semarang City. Data on road conditions and daily traffic volume are variables in the TPI analysis and the data is analyzed using the Provincial District Road Management System (PKRMS). The results of the TPI analysis obtained road sections with critical conditions, especially Telumpak (TPI: 26.2) and Salak (TPI: 25.7). These sections require immediate repairs to ensure the safety and comfort of road users. This research provides a basis for information for policy makers to allocate resources efficiently, ensure sustainable road infrastructure, and support effective mobility in Semarang City, especially in Tembalang District.