Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Situasi: Peningkatan Kasus Campak di Provinsi DKI Jakarta Kendarti, Suci Fatimah; Adnan, Nurhayati; Henderawati, Retno
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 5 No 2 (2024): Jurnal teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v5i2.363

Abstract

Berbagai macam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti campak, difteri, pertusis, AFP, dan hepatitis B ditemukan di Provinsi DKI Jakarta. Analisis situasi dilakukan untuk menentukan besaran masalah PD3I, faktor penyebab, dan prioritas masalah kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dan kualitatif berdasarkan pendekatan PAHO-adopted Hanlon dengan melibatkan 14 ahli di bidang PD3I di Provinsi DKI Jakarta. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengisian skoring, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai laporan dan surveilans. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga masalah utama di DKI Jakarta adalah campak, difteri, dan pertusis. Campak menjadi prioritas utama karena peningkatan kasus signifikan (10 kali lipat) dibandingkan 2021. Faktor yang mempengaruhi kejadian Campak di Provinsi DKI Jakarta antara lain tenaga kesehatan yang sering berganti, faktor fasilitas kesehatan (ketersediaan reagen pemeriksaan Campak), riwayat tidak imunisasi pada orang yang terkena campak, beberapa kawasan yang menolak vaksin, kepadatan penduduk yang padat, terbatasnya jumlah laboratorium pemeriksaan Campak dan ketersediaan reagen pemeriksaan Campak, Klinik swasta/ RS Vertikal/ RS Swasta belum berpartisipasi aktif dalam pelaporan kasus suspek Campak sehingga pencatatan dan pelaporan baru dari Puskesmas
Analisis Survival: Hubungan Konversi Sputum dengan Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Resistan Obat di Indonesia Deviernur, Shena Masyita; Adnan, Nurhayati
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) di Indonesia masih rendah. Konversi sputum dapat menjadi monitoring awal untuk memantau keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konversi sputum <3 bulan dengan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dengan data yang bersumber dari sistem informasi tuberkulosis Kementerian Kesehatan RI. Populasi pada penelitian ini adalah pasien TB RO yang memulai pengobatan tahun 2020-2021 di Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 8.025 kasus dan participation rate sebesar 88,6%. Kurva Kaplan Meier dengan uji log-rank dibuat untuk analisis deskriptif, sedangkan analisis regresi Cox digunakan untuk melihat hubungan antara konversi sputum dengan keberhasilan pengobatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 45,9% pasien konversi sputum < 3 bulan pengobatan dengan 74,6% memiliki keberhasilan pengobatan. Secara keseluruhan median time untuk keberhasilan pengobatan berdasarkan konversi sputum < 3 bulan adalah bulan ke-18. Hasil analisis multivariat menunjukkan konversi sputum < 3 bulan 1,25 (95% CI 1,18-1,34) lebih tinggi peluangnya untuk mencapai keberhasilan pengobatan dibandingkan pasien yang tidak konversi < 3 bulan setelah dikontrol oleh status HIV dan paduan pengobatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa monitoring konversi sputum dapat menjadi cara untuk melakukan monitoring keberhasilan pengobatan sedini mungkin. Konversi sputum merupakan standar yang dilakukan untuk pemantauan pengobatan pasien TB RO. Namun jumlah laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan untuk konversi pada pasien TB RO masih terbatas. Perlu adanya perluasan layanan dan peningkatan mutu layanan untuk melakukan pemeriksaan konversi sputum pada pasien TB RO.