Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ACTIVELY CONTROL HYPERTENSION TO LIVE LONGER IN THE COMMUNITY OF KAPASA RAYA VILLAGE Sari Wijayaningsih, Kartika; Mutmainna, Amriati; Mina La Isa, Wa; Ernawati, Ernawati; Mato, Rusni; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Indrayani, Ferna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 3 No. 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v3i02.1089

Abstract

Hypertension has become one of the causes of high mortality and illness and can cause complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. The increase in hypertension in Indonesia, including Kapasa Village, is very worrying. Referring to the Government program, this CERDIK activity is considered necessary in order to prevent hypertension complications. The purpose of this research is to implement a community-based government program as an effort to detect and prevent hypertension disease. The method used, the implementation is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of the study showed that the respondents suffered from hypertension with a fairly high range and some respondents had experienced increased cholesterol and a lack of knowledge. This discussion suggests that hypertension is caused by negative behavioral triggers, such as the consumption of unhealthy foods and smoking and alcohol behaviors. The recommendations in this activity are to emphasize the community's compliance to carry out routine blood tests, light exercise in the morning, and the need to increase knowledge as a counter measuring tool for CERDIK to reduce the growth rate of hypertension cases in the community
EDUKASI KEGAWATDARURATAN HIPERTENSI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI Sari Wijayaningsih, Kartika; Mutmainnah, Amriati; Mina La Isa, Wa; Ernawati, Ernawati; Mato, Rusni; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Indrayani, Ferna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 3 No. 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v3i03.1200

Abstract

Hypertension is a condition in which blood vessels have high blood pressure (systolic blood pressure ?140 mmHg or diastolic blood pressure ? 90 mmHg). This community service aims to invite the public to understand the emergency management of the elderly with hypertension. This community service was carried out on 30 hypertension patients. This activity includes; blood pressure checks and education on emergency management of the elderly with hypertension. The knowledge evaluation instrument used a hypertension knowledge questionnaire and blood pressure assessment using a sphygmomanometer. The provision of emergency education for the elderly with hypertension increased the knowledge score, the score before 42 and the score after 83 so that the post-test score increased by 98% from the pre-test score. The results of blood pressure examination for the elderly with a TD of > 140/90 mmHg were 21 people (70%) and the elderly with a TD of < 140/90 mmHg were 9 people (30%). Providing emergency education for the elderly with hypertension can increase the knowledge of the elderly related to hypertension so that the quality of life is maintained.
Sosialisasi Pelayanan Kefarmasian Melalui Pelayanan Resep Diabetes Mellitus di Apotek Mujarab Indrayani, Ferna; Sakka, La
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v5i1.2152

Abstract

Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat sosialisasi pelayanan kefarmasian melalui pelayanan resep diabetes mellitus di Apotek Mujarab. Pelayanan resep merupakan salah satu program yang dirancang untuk untuk memastikan rasionalitas, seperti kecocokan dosis, interaksi obat, dan kesesuaian dengan kondisi pasien, misalnya pada penderita penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Memberikan edukasi kepada pasien Diabetes Mellitus tentang penggunaan obat sesuai resep, meliputi dosis, waktu pemberian, dan potensi efek samping. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini diawali dengan persiapan yaitu Melakukan survei awal untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kefarmasian pada pasien Diabetes Mellitus di sekitar Apotek Mujarab, kemudian berkoordinasi dengan apoteker penanggung jawab apotek untuk menyusun materi dan rencana kegiatan, setelah itu membuat bahan sosisalisasi dengan media leaflet yang berisi tentang informasi dasar tentang diabetes mellitus, rasionalitas penggunaan obat serta efek samping dan interaksi obat. Kegiatan PKM dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 21 Mei 2022 di Apotek Mujarab. Hasil dari kegiatan sosialisasi pelayanan kefarmasian melalui pelayanan resep diabetes mellitus di Apotek Mujarab menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin terdiri dari perempuan sebanyak 11 orang (55%) dan laki-laki sebanyak 9 orang (45), sedangkan berdasarkan umur meliputi 30-40 tahun sebanyak 5 orang (25%), 41-50 tahun sebanyak 12 orang (60%) dan 51-60 tahun sebanyak 3 orang (15%). Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan potensi dampak signifikan dari edukasi terhadap kelompok yang lebih berisiko, sekaligus pentingnya terus meningkatkan aksesibilitas untuk kelompok usia yang lebih tua.
EDUKASI KEGAWATDARURATAN HIPERTENSI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI Sari Wijayaningsih, Kartika; Mutmainnah, Amriati; Mina La Isa, Wa; Ernawati, Ernawati; Mato, Rusni; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Indrayani, Ferna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 3 No. 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v3i03.1200

Abstract

Hypertension is a condition in which blood vessels have high blood pressure (systolic blood pressure ?140 mmHg or diastolic blood pressure ? 90 mmHg). This community service aims to invite the public to understand the emergency management of the elderly with hypertension. This community service was carried out on 30 hypertension patients. This activity includes; blood pressure checks and education on emergency management of the elderly with hypertension. The knowledge evaluation instrument used a hypertension knowledge questionnaire and blood pressure assessment using a sphygmomanometer. The provision of emergency education for the elderly with hypertension increased the knowledge score, the score before 42 and the score after 83 so that the post-test score increased by 98% from the pre-test score. The results of blood pressure examination for the elderly with a TD of > 140/90 mmHg were 21 people (70%) and the elderly with a TD of < 140/90 mmHg were 9 people (30%). Providing emergency education for the elderly with hypertension can increase the knowledge of the elderly related to hypertension so that the quality of life is maintained.
Dampak Pengetahuan dan Sikap Terhadap Praktik Penggunaan Obat di Kalangan Mahasiswa: Studi Kasus Indrayani, Ferna; Sakka, La
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.2138

Abstract

Penggunaan obat yang benar dan aman adalah hal penting dalam praktikkefarmasian. Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi, sebagai calontenaga kesehatan, memiliki kewajiban untuk memahami cara pemakaianobat dengan tepat. Pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka terkaitpenggunaan obat dapat berdampak pada mutu pelayanan kesehatan yangakan mereka berikan di masa depan. Oleh karena itu, penelitian tentangpengaruh pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap penggunaan obat dikalangan mahasiswa sangatlah penting untuk dilakukan. Tujuan untukmengetahui dampak pengetahuan dan sikap terhadap praktik penggunaanobat di kalangan mahasiswa program studi D3 Farmasi di STIKES NaniHasanuddin. Metode Penelitian ini akan menggunakan pendekatankuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian iniadalah mahasiswa Program Studi D3 Farmasi di STIKES NaniHasanuddin. jumlah mahasiswa 197 responden yang terdiri dariAngkatan 2019 sebanyak 61 mahasiswa, Angkatan 2020 sebanyak 78mahasiswa dan Angkatan 2021 sebanyak 58 mahasiswa. Data akandikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkatpengetahuan, sikap, dan perilaku terkait penggunaan obat. Analisis dataakan dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untukmenentukan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Penelitiandilakukan dengan cara membagikan kuisioner melalui google form yangdidapatkan hasil diketahui bahwa responden didominasi oleh mahasiswayang berusia lebih dari 20 tahun dengan persentase 69.54%, Sedangkanberdasarkan jenis kelamin didapatkan perempuan lebih banyak denganpersentase 51% berdasarkan angkatan yang terbanyak adalah angkatan2020 dengan persentase 39.60% diikuti oleh angkatan 2019 denganpersentase 30.96% dan angkatan 2021 dengan persentase 29.44%.Tingkat pengetahuan dan sikap bahwa mayoritas mahasiswa memilikipengetahuan pada tingkat sedang, yaitu sebanyak 152 mahasiswa(77.16%). Kesimpulan Dampak pengetahuan dan sikap terhadappenggunaan obat pada mahasiswa Program Studi D3 Farmasi dapatdisimpulkan dengan kategori sedang dimana mahasiswa bisamempersiapkan diri untuk menjalankan peran sebagai tenaga vokasifarmasi yang kompeten di masa depan.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa DIII Farmasi STIKES Nani Hasanuddin Tentang Pelayanan Kefarmasian Indrayani, Ferna; Sakka, La
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i4.2144

Abstract

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tenaga Kefarmasian dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku dalam berinteraksi dengan pasien dan pemberian informasi yang lengkap mengenai cara pemakaian dan penggunaan, efek samping hingga memonitoring penggunaan obat untuk meningkatkan kehidupan pasien. Tujuan untuk untuk menganalis tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa program studi D3 Farmasi di STIKES Nani Hasanuddin tentang pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan Permenkes No. 72 Tahun 2016. Metode Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi D3 Farmasi di STIKES Nani Hasanuddin. jumlah mahasiswa 185 responden yang terdiri dari Angkatan 2020 sebanyak 78 mahasiswa, Angkatan 2021 sebanyak 55 mahasiswa dan Angkatan 2022 sebanyak 52 mahasiswa. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap terkait pelayanan kefarmasian. Analisis data akan dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk menentukan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan kuisioner melalui google form. Kesimpulan Analisis Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa DIII Farmasi STIKES Nani Hasanuddin Tentang Pelayanan Kefarmasian baik dari segi pengetahuan maupun sikap tentang pelayanan kefarmasian dapat dikategorikan baik.
STUDI ETNOFARMAKOLOGI TUMBUHAN OBAT HIPERGLIKEMIA PADA MASYARAKAT Suryanita; Indrayani, Ferna
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jpsht.v1i1.1422

Abstract

Etnofarmakologi adalah ilmu yang mempelajari kegunaan tanaman yang memiliki efek farmakologi yang memiliki hubungan dengan pengobatan. Tumbuhan obat dapat diartikan sebagai tanaman ataupun tumbuhan yang secara ilmiah memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit seperti mengurangi rasa sakit, mencegah ataupun menyembuhkan penyakit, dan untuk menjaga kondisi badan agar tetap sehat. Dari sekian banyaknya tanaman yang digunakan sebagai obat, salah satu fungsinya adalah sebagai pengobatan Hiperlikemia atau diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengobatan tradisional penyakit Hiperglikemia pada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional bersifat deskriptif dan analitik dan teknik pengambilan sampel yakni menggunakan puposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang dan hanya sebanyak 42 responden yang menggunakan tanaman sebagai pengobatan Hiperglikemia atau Diabetes Mellitus. Berdasarkan observasi lapangan dengan membagikan kuesioner di ketahui bahwa koleksi tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan Hiperglikemia adalah daun kelor, daun sambiloto, mengkudu, bawang merah dan lidah buaya. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu daun, buah, dan pelepah dengan cara pengolahan tanaman obat oleh masyarakat setempat yaitu dengan cara direbus, diparut, ditumbuk dan dikonsumsi dua kali sehari tiap pagi dan sore hari.
SWAMEDIKASI DENGAN OBAT TRADISIONAL: STUDI EVALUATIF DI KELURAHAN CEMPANIGA, KABUPATEN MAROS Indrayani, Ferna; Adinda Nisa Shakila
Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The traditional medicine is a mixture of plant materials, animal materials, mineral materials, juice preparations (jamu) that have been used for generations to overcome health issues. The research aims to determine the use of traditional medicine for self-medication in the community of Cempaniga Village, Camba District, Maros Regency. The method used was descriptive non-experimental research. The data was collected based on interview instruments, observation, and questionnaire distribution using purposive sampling method. This research was conducted on June 12 to 19, 2024 with a population of 717 people, 183 men and 534 women. The results of this study indicate that the distribution data based on age is 41-65 years as much as 56.8% with the most gender is female as much as 55.7%, where the level of knowledge is in high school as much as 79.6%, and in terms of work there are 36.3% self-employed and 83.0% married status. Meanwhile, according to the use of medicinal plants commonly used by the community, there were 16 plants that were most widely used in the leaves as much as 66.0%, with the processing method boiled as much as 63.6%, for the use of drugs taken as much as 65.4%, the rules of use 1x a day as much as 46.6%, the purpose of using drugs to cure diseases as much as 100% and the reason for using drugs because they are inexpensive as much as 61.4%. The use of traditional medicine in Cempaniga Village for self-medication with a value of 97.7% can be considered as a good category.
ACTIVELY CONTROL HYPERTENSION TO LIVE LONGER IN THE COMMUNITY OF KAPASA RAYA VILLAGE Sari Wijayaningsih, Kartika; Mutmainna, Amriati; Mina La Isa, Wa; Ernawati, Ernawati; Mato, Rusni; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Indrayani, Ferna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 3 No. 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v3i02.1089

Abstract

Hypertension has become one of the causes of high mortality and illness and can cause complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. The increase in hypertension in Indonesia, including Kapasa Village, is very worrying. Referring to the Government program, this CERDIK activity is considered necessary in order to prevent hypertension complications. The purpose of this research is to implement a community-based government program as an effort to detect and prevent hypertension disease. The method used, the implementation is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of the study showed that the respondents suffered from hypertension with a fairly high range and some respondents had experienced increased cholesterol and a lack of knowledge. This discussion suggests that hypertension is caused by negative behavioral triggers, such as the consumption of unhealthy foods and smoking and alcohol behaviors. The recommendations in this activity are to emphasize the community's compliance to carry out routine blood tests, light exercise in the morning, and the need to increase knowledge as a counter measuring tool for CERDIK to reduce the growth rate of hypertension cases in the community
Pembuatan Dan Pemanfaatan Air Rebusan Daun Bidara Sebagai Ramuan Obat Tradisional Pada Masyarakat Desa Mangeloreng Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros Indrayani, Ferna; Suryanita; Hasma
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v6i1.1558

Abstract

Pelaksanaan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) pembuatan dan pemanfaatan air rebusan daun bidara sebagai ramuan obat tradisional pada masyarakat desa Mangeloreng Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros dengan tujuan untuk memberikan pelatihan dan pembimbingan langsung kepada masyarakat dalam pembuatan air rebusan daun bidara sebagi ramuan obat dengan menggunakan metode infusa serta memberikan edukasi tentang pemanfaatan daun bidara bagi kesehatan serta potensi daun bidara sebagai obat tradisional. Pembuatan air rebusan tidak sulit dan metode yang digunakan sangat sederhana, untuk bahan baku sangat mudah didapatkan sehingga dapat dilakukan sendiri di rumah. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2022 di Aula Kantor Desa Mangeloreng Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Metode pelaksanaan meliputi (1) Edukasi pemanfaatan daun bidara bagi kesehatan, (2) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada saat kegiatan, (3) Pelatihan pembuatan air rebusan sebagai ramuan obat tradisional dengan menggunakan  metode infusa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa lebih dominan berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan sebesar 66.7%, tingkat pendidikan terakhir yaitu SMA sebesar 58.3%, dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebesar 66.6%. sedangkan rata-rata pengetahuan peserta pengabdian masyarakat peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebelum dilakukan pelatihan sebanyak 41.67% dan setelah dilakukan pelatihan sebanyak 100%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pembuatan dan manfaat air rebusan daun bidara sebagai ramuan obat tradisional.