Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

TRANSFORMASI HIBUA LAMO DALAM PEMBANGUNAN KEAGAMAAN DI MALUKU UTARA, PERSPEKTIF KOMUNIKASI ANTARAGAMA Makbul AH Din
AL-TADABBUR Vol 5, No 1 (2019): Al-Tadabbur
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.792 KB)

Abstract

Tulisan  ini bertujuan menganalisis transformasi Hibua Lamo dalam perspektif pembangunan keagamaan di Maluku Utara melalui penerapan komunikasi antaragama yang bersifat minfulness. Dalam artian komunikasi yang terbangun melalui pemahaman konstruktif pada komunitas beragama yang memperlakukan nilai dan norma agama serta budaya pada komunitas etnis dan agama berdasarkan apa yang mereka pedomani,  bukan sebaliknya nilai dan norma budaya kita yang harus mereka ikuti.Hibua Lamo adalah sebuah idiom dari Halmahera Utara. Idiom yang sama juga terdapat di daerah lain seperti Tidore dengan Sabua lamo, bahkan Ternate dengan konsep Marimoi Ngone Foturu.. Konsep ini mengandung makna positif dalam membangun hubungan sosial lintas agama dan etnik. Dengan demikian hibua lamo sebagai budaya yang bersifat integralistik semua entik dan agama memiliki nilai dasar odohabadiai yaitu o dora, o hayangi, o baliara, o adili dan o diai. Dalam artian orang Halmahera Utara harus memiliki rasa kasih sayang, kebaikan, keadilan dalam hubungan sosial. Konsep odohabadiai ini telah menjadi landasan hidup masyarakat, sehingga pasca konflik, kerukunan hidup harmonis dapat terwujud. Olehnya itu hibua lamo dalam transformasi pembangunan keagamaan lebih pada aspek penetaan sikap dan perilaku masyarakat dalam komunikasi sosial, yang terjewantahkan melalui nilai-nilai budaya dan agama.
Harmoni Dalam Keanekaragaman: Upaya Membangun Moderasi Beragama di Desa Susupu Kabupaten Halmahera Barat Makbul A.H. Din; Mubaddilah Rafa'al; Rakhmat
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muncul gerakan keagamaan yang radikal, tidak moderat, adalah refleksi dari ketidakpuasan atas keadaaan kebangsaan kita. Radikal tentu dilatari banyak hal, faktor utamanya adalah ketidakadilan, termasuk idiologi yang dipahami berlebihan. Radikal tentu dilatari banyak hal, faktor utamanya adalah ketidakadilan, termasuk idiologi yang dipahami berlebihan. Pentingnya memahami moderasi beragama bagi masyarakat desa Susupu, hal ini diperlukan untuk menghindari konflik dan meningkatkan harmoni sosial, mencegah penyebaran radikalisme dan ekstremisme, meningkatkan ketahanan mental terhadap informasi hoax. Metode pelaksanaannya yaitu metode ceramah dengan memberikan materi tentang moderasi beragama. Pelaksanan kegiatan ini dilakukan secara tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Keterangan informan di atas memberikan indikasi bahwa menanamkan pengetahuan tentang moderasi beragama hendaknya dilakukan secara terus menerus dengan melibatkan dua komunitas berbeda agama. Hal ini dimaksudkan guna menanamkan dan atau membentuk pengetahuan yang berimplikasi pada sikap masyarakat dalam kehidupan sosial, budaya dan keagamaa. Kesadaran untuk tidak berkonflik adalah tujuan yang paling mulia. membangun kesadaran beragama adalah tujuan dari moderasi beragama. Moderasi mengajarkan setiap orang bersikap moderat, tidak mengedepankan perbedaan, tetapi menjunjung tinggi perbedaan. dapat disimpulkan bahwa upaya desa Susupu membangun moderasi beragama menunjukkan komitmen masyarakat untuk menciptakan kerukunan dan menghargai perbedaan agama.
Pembinaan Keagamaan: Refleksi Pembinaan Ummat di Era Digital pada Desa Galo-Galo Kabupaten Pulau Morotai Makbul A.H. Din; Burhan; Enang Y. Nurjaman; Mubaddilah Rafa'al
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pandangan Syekh Said Ramadhan al-Bouty, ada beberapa manfaat dan pentingnya mempelajari sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. Diantaranya adalah sebagai berikut; dengan mempelajari sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, kita bisa memahami tentang kepribadian kenabian Nabi Muhammas SAW, melalui celah kehidupan dan kondisi yang pernah dihadapinya. Desa Galo-Galo adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Morotai Selatan, kabupaten Pulau Morotai yang juga merupakan desa binaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Ada desa binaan yang dimiliki oleh IAIN Ternate salah satu tujuan adalah untuk pemberian manfaat kepada masyarakat lokal. Metode pelaksanaan meliputi: (a) Penunjukkan panitia dan peserta, (b) Tahapan dan waktu pelaksanaan, dan (c) Peserta, pemateri, dan moderator. Hasil dan pembahasan dari kegiatan PkM yaitu Refleksi historis atas perjuangan dakwah Rasulullah SAW, dalam pembentukan masyarakat islam menjadi titik awal dan menandai adanya reformasi masyarakat Arab, dari dunia kebadawian ke sesuatu yang lebih berada. Kini tugas kita adalah meneladani apa yang dilakukan beliau. Dakwah, menyampaikan Islam , ber amar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap muslim. Berdakwah memang bukan hal yang mudah, apalagi di zaman saat ini. Namun setidaknya, ketika amanah dakwah ini terasa begitu pilu dan sulit ingatlah segera perjuangan Rasulullah. Pembinaan umat di era digital meliputi: pesan dakwah di era digital dalam perspektif ummatan wasatho, pembinaan kelompok kerja 2 pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga melalui diskusi supaya sadar pendidikan keluarga di era digital, pergeseran nilai-nilai agama, bahasa, dan tradisi di era digital, teacher competence in utilizing digital media literacy in education, dan penguatan dakwah islam aswaja pada generasi muda di era digital. Kesimpulannya Perjuangan beliau juga menunjukkan bahwa dakwah bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi melalui dedikasi dan ketulusan, hasil yang besar dapat dicapai. Dalam pembinaan umat di era digital, penting untuk memperhatikan nilai-nilai agama, pendidikan keluarga, literasi media digital, dan penguatan dakwah.
Filosofi Alam Makolano Dalam Perspektif Komunikasi Budaya Makbul AH. Din
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan “Menjelaskan konsep alam Makolano dalam perspektif komunikasi antarbudaya”. Alam makolano adalah sebuah pembagian kekuasaan yang  berdimensi fisik maupun non-fisik. Kekuasaan berdimensi fisik titik singgungnya pada wilayah kekuasaan sementara non fisik memberi otoritas pribadi seorang sultan Ternate sebagai panutan dalam menjawab problem masyarakat adat. Ia mempunyai kharisma setara dengan seorang wali. Untuk itu, penelitian ini menjawab “konsep alam makolano dalam perspektif komunikasi antarabudaya”. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dalam paradigma interpretif. Informannya adalah tokoh adat, budayawan, bala kusu se kano kano (masyarakat adat) dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun analisisnya kualitatif. Hasil penelitian ini Pertama, bahwa kekuasaan alam makolano menjadi prasyarat mutlak bagi seorang sultan Ternate. Kedua, adanya pesan spiritualitas dalam komunikasi budaya terhadap konsep alam makolano. Ketiga, bahwa alam Makolano mendorong motivasi dan toleransi yang tinggi pada masyarakat adat Ternate. 
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN DARING MASA COVID-19 DI MAN INSAN CENDEKIA KABUPATEN HALMAHERA BARAT Din, Makbul AH; Nurjaman, Enang Yusuf
Jurnal Common Vol. 6 No. 2 (2022): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/common.v6i2.8541

Abstract

This study intends to explore the online learning communication strategy carried out by the Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) West Halmahera, North Maluku Province during the Covid 19 period, so that learning is carried out in accordance with the targets and the results achieved are in accordance with face-to-face learning. This study uses a descriptive qualitative approach with phenomenological theory to dig deeper into the phenomenon of online learning and the intersubjective relationships between teachers, students and policy makers, namely school principals. Data collection techniques in this study were participatory observation, in-depth interviews and documentation studies. The results of the strategy research conducted by Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) West Halmahera Maluku Province are online learning using synchronous e-learning, the Multiflatform Learning Management System and with full-time service teachers from all teachers, with this strategy the quality of learning goes according to the targets set by the school.
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Komunikasi Islami Berbasis Media Sosial di Desa Bukit Durian dan Akekolano, Kota Tidore Kepulauan Murid, Murid; Hi. Abdullah, Muhammad Iksan Baskara; Din, Makbul A.H.; Rafa'al, Mubaddilah
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi islami di Desa Bukit Durian dan Akekolano, Kota Tidore Kepulauan. Dengan memanfaatkan media sosial, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi dan penyebaran nilai-nilai islami di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah metode ceramah dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta pembentukkan jejaring komunikasi di lokasi pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegitan PkM ini menunjukkan bahwa komunikasi islami berbasis media sosial dapat menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas interaksi dan penyebaran informasi di masyarakat. Serta PkM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi.
Da'wah Communication in Enhancing Islamic Understanding among Students at IAIN Ternate in the Digital Era Ulwia Usman; Makbul A.H. Din
Journal of Communication Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JCS: Journal of Communication Studies
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcs.v5i2.7712

Abstract

The development of the digital sphere has brought significant changes in communication methods and the dissemination of information in various aspects, especially in the field of da'wah. This study aims to explain the influence of digital technology in increasing the Islamic understanding of students at IAIN Ternate, North Maluku. The research utilizes a qualitative approach with a literature review method. Primary data sources were obtained from various da'wah content on social media, such as content from Ustadz Abdus Somad, while secondary data was gathered from books, articles, and other references relevant to the research. Data analysis was conducted using content analysis techniques, utilizing Everett Rogers' Diffusion of Innovation theory. The results of this research show that the use of digital technology in da'wah can increase the creativity of preachers and serves as an effective medium for conveying da'wah messages, enabling those messages to be easily received by the audience—in this context, the students of IAIN Ternate
Pendampingan Masyarakat Menghadapi Arus Informasi dan Hoaks Melalui Literasi Digital Islami di Desa Tanjung Saleh Kecamatan Morotai Utara Din, Makbul A.H; Burhan; Murid; Naba, Farli
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2026): Maret
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62394/barakati.v4i2.278

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa masyarakat pada era keterbukaan data dan arus informasi tanpa batas. Namun, kemudahan akses tersebut juga diiringi oleh tantangan serius berupa penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas sosial, keagamaan, dan moral masyarakat. Dalam konteks ini, literasi digital islami menjadi solusi strategis untuk membentuk sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Literasi digital islami tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dalam mengakses dan memverifikasi informasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tabayyun sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah. Melalui pendekatan ini, masyarakat diarahkan untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, serta mampu menyebarkan konten yang bernilai positif dan membawa kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital berbasis nilai-nilai Islam berperan penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap pengaruh negatif media sosial dan hoaks. Dengan demikian, penguatan literasi digital islami pada Masyarakat desa Tanjung Saleh Kecamatan Morotai Utara menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, beradab, dan sesuai dengan prinsip akhlak karimah dalam kehidupan digital modern.
Cultural Communication Messages in the Dabus Traditions of Ternate and Tidore Makbul A. H Din; Mubaddilah Rafa'al; Asri Ode Samura; Muhdi Alhadar
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.1997

Abstract

The formation of cultural communication messages, the meanings and symbols ingrained in the Dabus culture, the rituals used to transmit cultural messages, and the parallels and discrepancies between Ternate and Tidore are all examined in this study. The study investigates the subjective experiences of Dabus performers and participants using a qualitative phenomenological approach, emphasizing processes, motives, and messages. Purposive sampling was used to choose informants based on their involvement, competence, and experience. Observation, in-depth interviews, and document analysis were used to gather data, which was then inductively evaluated to find new meaning patterns. The results demonstrate how ritual symbols, social contact, and group involvement are used in the Dabus tradition to generate cultural communication messages that reflect religious, social, and historical significance. Through ceremonial phases and group activities, the tradition serves as a vehicle for the symbolic communication of religious ideals, bravery, social unity, and collective identity. While the ritual's role as a symbolic medium for communicating religious beliefs and social unity is comparable in all locations, the focus on meaning and symbolic orientation is different.