Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN IPS BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 2 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Anggraeni, Nina
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.299

Abstract

Mulai tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mengembangkan soal â?? soal berbasis HOTS (higher order thinking skill) yang mulai dimasukkan pada Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah, berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kemampuan menyelesaikan soal berbasis HOTS siswa SMP Negeri 2 Cihampelas masih rendah terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan berbagai model pembelajaran  yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS salah satunya model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS mata pelajaran IPS berdasarkan kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen 2 x 2 faktorial dimanah kelas eksperimen melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok  sedangkan kelas kontrol diberikan metode konvensional masing-masing kelompok dibedakan menjadi dua yakni siswa berkempuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran investigasi mampu meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran IPS baik yang berkemampuan awal tinggi ataupun berkemampuan awal rendah.Kata Kunci: Model Pembelajaran, kemampuan, soal HOTS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN IPS BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 2 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Anggraeni, Nina
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.299

Abstract

Mulai tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mengembangkan soal â?? soal berbasis HOTS (higher order thinking skill) yang mulai dimasukkan pada Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah, berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kemampuan menyelesaikan soal berbasis HOTS siswa SMP Negeri 2 Cihampelas masih rendah terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan berbagai model pembelajaran  yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS salah satunya model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS mata pelajaran IPS berdasarkan kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen 2 x 2 faktorial dimanah kelas eksperimen melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok  sedangkan kelas kontrol diberikan metode konvensional masing-masing kelompok dibedakan menjadi dua yakni siswa berkempuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran investigasi mampu meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran IPS baik yang berkemampuan awal tinggi ataupun berkemampuan awal rendah.Kata Kunci: Model Pembelajaran, kemampuan, soal HOTS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN IPS BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 2 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Anggraeni, Nina
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.299

Abstract

Mulai tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mengembangkan soal – soal berbasis HOTS (higher order thinking skill) yang mulai dimasukkan pada Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah, berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kemampuan menyelesaikan soal berbasis HOTS siswa SMP Negeri 2 Cihampelas masih rendah terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan berbagai model pembelajaran  yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS salah satunya model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS mata pelajaran IPS berdasarkan kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen 2 x 2 faktorial dimanah kelas eksperimen melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok  sedangkan kelas kontrol diberikan metode konvensional masing-masing kelompok dibedakan menjadi dua yakni siswa berkempuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran investigasi mampu meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran IPS baik yang berkemampuan awal tinggi ataupun berkemampuan awal rendah.Kata Kunci: Model Pembelajaran, kemampuan, soal HOTS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN IPS BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 2 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Anggraeni, Nina
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.299

Abstract

Mulai tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mengembangkan soal – soal berbasis HOTS (higher order thinking skill) yang mulai dimasukkan pada Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah, berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kemampuan menyelesaikan soal berbasis HOTS siswa SMP Negeri 2 Cihampelas masih rendah terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan berbagai model pembelajaran  yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS salah satunya model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS mata pelajaran IPS berdasarkan kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen 2 x 2 faktorial dimanah kelas eksperimen melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok  sedangkan kelas kontrol diberikan metode konvensional masing-masing kelompok dibedakan menjadi dua yakni siswa berkempuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran investigasi mampu meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran IPS baik yang berkemampuan awal tinggi ataupun berkemampuan awal rendah.Kata Kunci: Model Pembelajaran, kemampuan, soal HOTS
Startup Digital dan Digital Marketing bagi Siswa Siswi : Membangun Pengetahuan Bisnis dan Pemasaran Online Wasila, Nadya; Azzamzam, Delladina Rifa; Rahmasari, Sofi; Anggraeni, Nina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen
Publisher : Unpam Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kmm.v4i2.40317

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan lebih lanjut mengenai penggunaan digital marketing dan menciptakan ide peluang usaha yang bisa dijalani oleh siswa siswi SMA PGRI Rumpin agar mereka bisa memaksimalkan penggunaan media digital dengan baik serta mengisi waktu luang dengan menjalani bisnis sesuai kemampuan dan bakat mereka. Adapun materi yang disampaikan mengenai definisi umum digital marketing , manfaat dan kegunaannya ,serta beragam peluang usaha yang bisa di lakukan jika menggunakan media digital marketing sebagai akses usaha. Metode yang digunakan ini adalah dengan praktek pembuatan aksesoris manik manik sebagai salah satu contoh ide bisnis yang bisa jalankan anak muda untuk menambah penghasilan mereka selain mereka menjadi seorang pelajar.
Efektivitas penyuluhan bahaya NAPZA berbasis video dan poster terhadap pengetahuan dan sikap pada siswa Anggraeni, Nina; Mamlukah, Mamlukah; Heriana, Cecep
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 01 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v5i1.1556

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan narkoba pada tahun 2022 sebanyak 3.662.646 juta orang dengan rentang usia antara 15-64 tahun. Pada tahun 2022 peningkatan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba yaitu 1,80% menjadi 1,95%. Di mana 3.662.646 orang di antara 187.513.456 orang Indonesia dalam rentang usia 15-64 tahun dapat menjadi pengguna narkoba. Tujuan penelitian adanya efektivitas penyuluhan bahaya NAPZA berbasis video dan poster terhadap pengetahuan dan sikap pada siswa di SMAN 9 Kota Cirebon tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperiment dengan rancangan penelitian pre test dan post test. Sebanyak 120 responden diambil dengan teknik penarikan sampel sistematis. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dengan univariat menggunakan nilai mean atau rata-rata, median, standar deviasi dan bivariat menggunakan uji repeat ANOVA.Hasil: Hasil uji statistik menyatakan bahwa pengetahuan nilai p=0,000 (p<0,05) dan nilai p=0,000 (p<0,05), sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan dan sikap ketika diberikan penyuluhan baik menggunakan media video, media poster dan media gabungan keduanya.Kesimpulan: Faktor dominan yang paling mempengaruhi pengetahuan dan sikap dengan menggunakan media gabungan antara media video dan media poster. Maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai bahaya NAPZA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN IPS BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 2 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Anggraeni, Nina
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.299

Abstract

Mulai tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mengembangkan soal – soal berbasis HOTS (higher order thinking skill) yang mulai dimasukkan pada Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah, berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kemampuan menyelesaikan soal berbasis HOTS siswa SMP Negeri 2 Cihampelas masih rendah terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan berbagai model pembelajaran  yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS salah satunya model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS mata pelajaran IPS berdasarkan kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen 2 x 2 faktorial dimanah kelas eksperimen melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok  sedangkan kelas kontrol diberikan metode konvensional masing-masing kelompok dibedakan menjadi dua yakni siswa berkempuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran investigasi mampu meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran IPS baik yang berkemampuan awal tinggi ataupun berkemampuan awal rendah.Kata Kunci: Model Pembelajaran, kemampuan, soal HOTS
The Relationship Between Body Mass Index and Family Support for COVID-19 Recovery in Self-Isolating Patients Imani, Mutiara Nurul; Setiawan, M. Riza; Anggraeni, Nina
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (Agustus)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i2.7554

Abstract

From July 2021 to March 2022, cases of COVID-19 were reported increasing every day. The SARS-CoV2 virus infects the human body via the ACE2 receptor, the expression level of ACE2 is highest in adipose tissue. This causes obese patients to show more severe symptoms of COVID-19. During the independent isolation period, patients really need help from other parties in order to be able to meet their needs, especially in terms of providing consumption and medicine as well as motivation to obtain recovery, especially from the closest people, namely the family. The general aim of this study is to describe the correlation between body mass index and family support for COVID-19 recovery in self-isolation patients. This research is an analytic observational study with a cross-sectional design and a sampling technique using simple random sampling. The research instrument used medical records and family support questionnaires. The data obtained were analyzed using bivariate analysis, namely the chi-square test. The results of the study explained that there was a significant relationship between body mass index and family support for COVID-19 recovery in self-isolated patients in the work area of the Brebes Health Center. COVID-19 patients who have an obese body mass index are advised to seek treatment at the hospital if they already have symptoms of COVID-19 in the moderate category. Families are advised to increase family support, especially when caring for COVID-19 patients who are carrying out independent isolation. It is hoped that the government can become an evaluation and input to better monitor the health of patients who are conducting independent isolation, especially patients who have an obese body mass index.
DETERMINASI KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DINAS PENDAPATAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU Anggraeni, Nina; Ngaliman, Ngaliman
Zona Manajerial: Program Studi Manajemen (S1) Vol 9 No 3 (2019): Zona Manajerial: Program Studi Manajemen
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.688 KB) | DOI: 10.37776/zm.v7i2.66

Abstract

This study describes the purpose Determination of Compensation, Work Environtment and Organizational Commitment Of Performance Employee On Province Riau Islands Department of Revenue Services. The research method used survey method, in which the respondent as many as 80 people as population and drawn sample of 91 people with a sample proportional random sampling method using Slovin formula with looseness rate of 5%. Collection of data techniques using the instrument from the questionnaire form for variable analsisis. These results indicate that compensation determination significant on performance employee, work environment determination significant on performance employee and organizational commitment variables determination significant on performance employee. While simultaneously discovered that there is significant influence between three variables of compensation, work environment and organizational commitment of performance employee 
EFEKTIVITAS PENERAPAN BERBAGAI METODE RONDE KEPERAWATAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DAN KEPUASAN PASIEN: LITERATURE REVIEW Metilda, Metilda; Amelia, Kartika Ghina; Kartika, Nazwa Sapparingga Amalia; Maulani, Nabila Apriliana; Anggraeni, Nina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1975

Abstract

ABSTRACT Background: Nurse performance is a crucial aspect in improving the quality of health services. Nursing rounds, as a professional method, have been identified as an effective strategy for improving nursing care, patient satisfaction, and nurse performance. This study aims to analyze the impact of nursing rounds on the implementation of nursing care through a literature review of six selected articles. Method: This article uses a literature review method with article selection criteria based on relevance, peer-reviewed journal quality, maturity (2016–2025), strong methodology, and contribution to the field. Six articles were selected: four from Indonesia ((Astuti et al., 2021); (Meri et al., 2022); (Lastari & Kartika, 2023); (Setiawan et al., 2023)) and two international articles ((Mulugeta et al., 2020); (Wasfie & Heeter, 2025)). Data were collected from databases such as Google Scholar and PubMed, with a synthesis analysis of the findings. Results: Findings show that nursing rounds improve patient satisfaction (score increased from 71.02 to 79.69, p=0.001), nurse knowledge (from 51% to 68%), and team collaboration. Benefits include critical thinking, rapid diagnosis, better care plans, and thorough evaluation. Domestic articles focused on local training, while international ones emphasized clinical outcomes such as error reduction. Conclusion: Nursing rounds effectively improve nurse performance and care quality, with strong empirical support. Results: Findings indicate that nursing rounds improve patient satisfaction (score increased from 71.02 to 79.69, p=0.001), nurse knowledge (from 51% to 68%), and team collaboration. Benefits include critical thinking, rapid diagnosis, better care plans, and thorough evaluation. Domestic articles focus on local training, while international ones emphasize clinical outcomes such as error reduction. Conclusion: Nursing rounds effectively improve nurse performance and care quality, with strong empirical support. Round training is recommended for hospitals, with suggestions for technology integration, long-term evaluation, and comparative research for global adaptation ABSTRAK Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan aspek krusial dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ronde keperawatan, sebagai metode profesional, telah diidentifikasi sebagai strategi efektif untuk meningkatkan asuhan keperawatan, kepuasan pasien, dan kinerja perawat. Kajian ini bertujuan menganalisis dampak ronde keperawatan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan melalui literature review dari enam artikel terpilih. Metode: Artikel ini menggunakan metode literature review dengan kriteria pemilihan artikel berdasarkan relevansi, kualitas jurnal peer-reviewed, kedewasaan (2016–2025), metodologi kuat, dan kontribusi terhadap bidang. Enam artikel dipilih: empat dari Indonesia ((Astuti et al., 2021); (Meri et al., 2022); (Lastari & Kartika, 2023); (Setiawan et al., 2023)) dan dua internasional ((Mulugeta et al., 2020); (Wasfie & Heeter, 2025)). Data dikumpulkan dari database seperti Google Scholar dan PubMed, dengan analisis sintesis temuan. Hasil: Temuan menunjukkan ronde keperawatan meningkatkan kepuasan pasien (skor naik dari 71,02 menjadi 79,69, p=0,001), pengetahuan perawat (dari 51% menjadi 68%), dan kolaborasi tim. Manfaat meliputi pemikiran kritis, diagnosis cepat, rencana asuhan yang lebih baik, dan evaluasi teliti. Artikel dalam negeri fokus pada pelatihan lokal, sementara internasional menekankan hasil klinis seperti pengurangan kesalahan. Kesimpulan: Ronde keperawatan efektif meningkatkan kinerja perawat dan mutu asuhan, dengan dukungan empiris kuat. Pelatihan ronde direkomendasikan untuk rumah sakit, dengan saran integrasi teknologi, evaluasi jangka panjang, dan penelitian komparatif untuk adaptasi global.