Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: KOLABORASI INTERPROFESIONAL DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN, KESELAMATAN PASIEN DAN KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN Metilda, Metilda; Dinda, Putri Rahma; Permadi, Rifki Permadi; Rohman, Rangga Nur; Anjani, Refi; Irmawati, Irmawati
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.1966

Abstract

The growing complexity of health care services requires more structured interprofessional collaboration to ensure service quality and patient safety. This study aims to examine the contribution of interprofessional collaboration in improving nursing care quality by reviewing national and international research. A literature review design was employed, involving 30 selected articles related to interprofessional teamwork, effective communication, and collaborative care models. The findings indicate that collaborative education, clear communication, and well-defined professional roles are key elements that strengthen team coordination. Models such as Interprofessional Education (IPE), Clinical Pathway, Team STEPPS, and multidisciplinary approaches consistently enhance service effectiveness and reduce the risk of medical errors. Nevertheless, challenges such as workload demands, competency gaps, and hierarchical organizational culture still hinder optimal collaboration. In conclusion, interprofessional collaboration is an essential strategy for advancing nursing care quality and patient safety, thus requiring strong institutional support and reliable communication systems
EFEKTIVITAS PENERAPAN BERBAGAI METODE RONDE KEPERAWATAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DAN KEPUASAN PASIEN: LITERATURE REVIEW Metilda, Metilda; Amelia, Kartika Ghina; Kartika, Nazwa Sapparingga Amalia; Maulani, Nabila Apriliana; Anggraeni, Nina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1975

Abstract

ABSTRACT Background: Nurse performance is a crucial aspect in improving the quality of health services. Nursing rounds, as a professional method, have been identified as an effective strategy for improving nursing care, patient satisfaction, and nurse performance. This study aims to analyze the impact of nursing rounds on the implementation of nursing care through a literature review of six selected articles. Method: This article uses a literature review method with article selection criteria based on relevance, peer-reviewed journal quality, maturity (2016–2025), strong methodology, and contribution to the field. Six articles were selected: four from Indonesia ((Astuti et al., 2021); (Meri et al., 2022); (Lastari & Kartika, 2023); (Setiawan et al., 2023)) and two international articles ((Mulugeta et al., 2020); (Wasfie & Heeter, 2025)). Data were collected from databases such as Google Scholar and PubMed, with a synthesis analysis of the findings. Results: Findings show that nursing rounds improve patient satisfaction (score increased from 71.02 to 79.69, p=0.001), nurse knowledge (from 51% to 68%), and team collaboration. Benefits include critical thinking, rapid diagnosis, better care plans, and thorough evaluation. Domestic articles focused on local training, while international ones emphasized clinical outcomes such as error reduction. Conclusion: Nursing rounds effectively improve nurse performance and care quality, with strong empirical support. Results: Findings indicate that nursing rounds improve patient satisfaction (score increased from 71.02 to 79.69, p=0.001), nurse knowledge (from 51% to 68%), and team collaboration. Benefits include critical thinking, rapid diagnosis, better care plans, and thorough evaluation. Domestic articles focus on local training, while international ones emphasize clinical outcomes such as error reduction. Conclusion: Nursing rounds effectively improve nurse performance and care quality, with strong empirical support. Round training is recommended for hospitals, with suggestions for technology integration, long-term evaluation, and comparative research for global adaptation ABSTRAK Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan aspek krusial dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ronde keperawatan, sebagai metode profesional, telah diidentifikasi sebagai strategi efektif untuk meningkatkan asuhan keperawatan, kepuasan pasien, dan kinerja perawat. Kajian ini bertujuan menganalisis dampak ronde keperawatan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan melalui literature review dari enam artikel terpilih. Metode: Artikel ini menggunakan metode literature review dengan kriteria pemilihan artikel berdasarkan relevansi, kualitas jurnal peer-reviewed, kedewasaan (2016–2025), metodologi kuat, dan kontribusi terhadap bidang. Enam artikel dipilih: empat dari Indonesia ((Astuti et al., 2021); (Meri et al., 2022); (Lastari & Kartika, 2023); (Setiawan et al., 2023)) dan dua internasional ((Mulugeta et al., 2020); (Wasfie & Heeter, 2025)). Data dikumpulkan dari database seperti Google Scholar dan PubMed, dengan analisis sintesis temuan. Hasil: Temuan menunjukkan ronde keperawatan meningkatkan kepuasan pasien (skor naik dari 71,02 menjadi 79,69, p=0,001), pengetahuan perawat (dari 51% menjadi 68%), dan kolaborasi tim. Manfaat meliputi pemikiran kritis, diagnosis cepat, rencana asuhan yang lebih baik, dan evaluasi teliti. Artikel dalam negeri fokus pada pelatihan lokal, sementara internasional menekankan hasil klinis seperti pengurangan kesalahan. Kesimpulan: Ronde keperawatan efektif meningkatkan kinerja perawat dan mutu asuhan, dengan dukungan empiris kuat. Pelatihan ronde direkomendasikan untuk rumah sakit, dengan saran integrasi teknologi, evaluasi jangka panjang, dan penelitian komparatif untuk adaptasi global.
LITERATURE REVIEW: PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DALAM MANAJEMEN RISIKO DAN PATIENT SAFETY DI RUANG RAWAT INAP Metilda, Metilda; Cahyanti, Alya Dwi; Novitaa, Anggi; Amelia, Melda; Hidayanti, Rahma Suci; Nurfitria, Sabila
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1978

Abstract

  ABSTRACT Patient safety is a fundamental component of modern healthcare and a key indicator of hospital quality. However, the high number of patient safety incidents in Indonesia indicates that the implementation of risk management and safety culture in inpatient rooms is not optimal. This literature review aims to analyze the implementation of nursing care in the context of risk management and patient safety in hospitals based on 30 national and international studies published between 2019-2025. Articles were obtained through Google Scholar, PubMed Central, and SINTA indexed national journal portals. The results showed that the successful implementation of patient safety is influenced by individual nurse factors (knowledge, attitudes, caring behavior), organizational factors (management support, the role of the head of the room, SOPs), and system innovations (incident reporting and information technology). The main barriers found include lack of training, blame culture, limited human resources, and low incident reporting. Meanwhile, the implementation of continuous training, managerial supervision, and open reporting systems were shown to improve compliance with patient safety standards. This study emphasizes the importance of interprofessional collaboration and the implementation of Evidence-Based Nursing Practice to create safe, effective, and patient-oriented care.   ABSTRAK Keselamatan pasien (patient safety) sangat penting dalam layanan kesehatan modern dan merupakan ukuran utama kualitas rumah sakit. Namun, jumlah insiden keselamatan pasien yang terus meningkat di Indonesia menunjukkan bahwa manajemen risiko dan kebiasaan keselamatan di ruang rawat inap belum berjalan dengan baik. Berdasarkan 30 penelitian nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2019 dan 2020, tinjauan literatur ini mengkaji pelaksanaan asuhan keperawatan dalam kaitannya dengan manajemen risiko dan keselamatan pasien di rumah sakit. Portal jurnal nasional terindeks SINTA, Google Scholar, dan PubMed Central dapat digunakan untuk mendapatkan artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu perawat (pengetahuan, sikap, dan perilaku caring) dan faktor organisasi (dukungan manajemen, peran kepala ruangan, SOP), serta inovasi sistem (pelaporan insiden dan TI) memengaruhi keberhasilan penerapan keselamatan pasien. Kurangnya pelatihan, budaya menyalahkan (blame culture), keterbatasan sumber daya manusia, dan rendahnya pelaporan insiden adalah hambatan utama yang ditemukan. Sementara itu, terbukti bahwa kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien lebih baik dengan pelatihan berkelanjutan, supervisi manajerial, dan sistem pelaporan terbuka. Studi ini menunjukkan bahwa kerja sama antar profesional dan penerapan praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence-Based Nursing Practice) sangat penting untuk menyediakan layanan yang aman, efisien, dan berfokus pada pasien.  
Dampak Penerapan Teori Caring Jean Watson terhadap Kecemasan Anak yang Mengalami Hospitalisasi: Literature Review Metilda, Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Fasha, Dhavina; Aidah, Salwa Nimatussu; Nurjanah, Lukita Alya; Lestari, Syafitri Ayu; Ratnasari, Sindi; Remadani, Reyda Okta; Ani, Fitri; Rohmahyanti, Maulida Rizqia; Audina, Selpia; Saadah, Adila Zahrotul; Rojab, Rohmat Nur
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114575

Abstract

Latar belakang: Kecemasan akibat hospitalisasi merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian keperawatan, terutama bagi balita yang sulit beradaptasi dengan lingkungan yang asing.Tujuan: Artikel ini bertujuan menganalisis literatur mengenai penerapan teori caring jean watson bagi anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.Metode: Kami meninjau tiga belas artikel sepuluh tahun terakhir dari pubmed dan google scholar, dengan menggunakan kata kunci “Caring”, ”Jean Watson”, “Nursing”, dan “Child”. Artikel yang dipilih berfokus pada keperawatan anak dan penerapan teori Caring Watson.Hasil dan pembahasan: Empati, pembangunan kepercayaan, komunikasi efektif, dan dukungan spiritual secara signifikan menurunkan rasa takut anak. Selain itu, keterlibatan orang tua, penggunaan seragam perawat berwarna-warni, dan lingkungan rumah sakit ramah anak terbukti efektif mengurangi stres.Kesimpulan: Pendekatan humanistik yang menekankan empati, kehangatan, dan lingkungan tenang terbukti efektif mengurangi kecemasan pada balita selama masa pengobatan.
Health Education About Hepatitis Disease for Students at Boarding School: A Quasi-Experimental Study at Sabilul Wafaa Islamic Boarding School Metilda, Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Oktaviane, Nayla 'Afifah; Ulfah, Nadia Zakia; Ajiziah, Putri Rohmah; Rhomadoni, Reinald Qobly
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2025.005.02.234

Abstract

Based on reports from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, hepatitis-related mortality remains high, with hepatitis B accounting for 51,000 deaths and hepatitis C for 5,942 deaths. Hepatitis is an inflammatory disease of the liver that, if not treated promptly, can progress to serious complications such as liver cirrhosis and hepatocellular carcinoma. This community service activity was conducted among students at Sabilul Wafaa Islamic Boarding School as a preventive effort to reduce the spread of hepatitis. The activity aimed to improve students’ knowledge of hepatitis. A quasi-experimental Design was employed, involving a total of 26 participants. Knowledge levels were measured using a pretest and posttest questionnaire consisting of 10 items, and data were analyzed using a paired t-test to determine differences in mean scores. Following the educational intervention, a significant improvement in knowledge was observed, as evidenced by a posttest score increase from 4.69 ± 0.84 to 8.42 ± 1.14 (p < 0.001). Overall, the activity was effective in increasing students’ knowledge of hepatitis. This program is expected to encourage the dissemination of preventive information, the adoption of clean and healthy living behaviors, and the integration of continuous hepatitis education to assess knowledge retention and the consistency of participants’ preventive behaviors.
DAMPAK KOMUNIKASI EFEKTIF PADA KUALITAS COLLABORATIVE CARE DI PELAYANAN KESEHATAN (THE IMPACT OF EFFECTIVE COMMUNICATION ON THE QUALITY OF COLLABORATIVE CARE IN HEALTH SERVICES) Metilda, Metilda; Putri Nurwanti; Selvie Dewiyanti; Isyana Fazrila; Reinald Qobly; Tiara Nurul; Zydan Fauzyan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolaborasi interprofesional di rumah sakit memerlukan komunikasi efektif antar tenaga kesehatan dari berbagai profesi untuk mewujudkan pelayanan berpusat pada pasien yang optimal. Komunikasi ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun empati, kepercayaan, dan hubungan kerja positif. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dampak komunikasi efektif terhadap kualitas collaborative care di pelayanan kesehatan, khususnya dalam menciptakan hubungan kerja antarprofesi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari 10 jurnal terpilih melalui database Google Scholar, Garuda dan PubMed, dengan kata kunci “komunikasi”, “collaborative care”, dan “pelayanan kesehatan”. Dari 35 artikel awal, seleksi menghasilkan 10 studi relevan yang diintegrasikan untuk menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil dari analisis menunjukkan bahwa komunikasi efektif dalam collaborative care memberikan dampak positif bagi pasien dan keluarga (perawatan lebih aman dan nyaman), tenaga kesehatan (hubungan kerja yang harmonis), serta sistem pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Tn.U Dengan Sistem Pernapasan Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Eksaserbasi Akut Dengan Penerapan Fisioterapi Dada Terhadap Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Ruang ICU RSUD Cililin Tahun 2026 Ruslan, Fajar Ramadhan; Metilda, Metilda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9273

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati, ditandai dengan hambatan aliran udara yang bersifat tidak sepenuhnya reversibel akibat respons inflamasi paru terhadap partikel atau gas berbahaya. Hambatan ini dapat terjadi pada saluran napas seperti bronkitis kronik maupun pada parenkim paru seperti emfisema. Tingkat keparahan penyakit juga dipengaruhi oleh kekambuhan dan adanya komorbiditas. The study purpose was: menganalisis efektivitas penerapan fisioterapi dada terhadap bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien PPOK di ruang ICU. Materials and methods: penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien dengan diagnosis medis PPOK di Ruang ICU RSUD Cililin tahun 2026. Data yang dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, wawancara dan studi dokumentasi. Intervensi yang diberikan adalah terapi fisioterapi dada selama periode perawatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan frekuensi napas dan sesak akibat penumpukan sputum sebelum dan sesudah intervensi. Results: setelah penerapan fisioterapi dada, terjadi penurunan frekuensi napas, berkurangnya sputum, serta penurunan keluhan sesak. Pasien tampak lebih nyaman dan stabil. Conclusions: penerapan terapi fisioterapi dada efektif sebagai intervensi keperawatan sederhana, aman, dan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan frekuensi napas, mengurangi jumlah sputum, serta meningkatkan kenyamanan pasien dengan PPOK.
Jenjang Karir Perawat Continuing Professional Development (CPD): Literature Review Metilda, Metilda; M, Intana Permata; S, Tanti Marta; Ali, Ahmad Munawir; Chatarin, Nadia; M, Adixco Rama; Telambanua, Falis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis perkembangan konsep, implementasi, serta dampak Continuing Professional Development (CPD) dalam profesi keperawatan. CPD merupakan proses pembelajaran berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan klinis, dan profesionalisme perawat dalam menghadapi dinamika praktik keperawatan modern serta perkembangan sistem pelayanan kesehatan. Dalam konteks pengembangan karier, CPD tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sebagai mekanisme strategis yang mendukung kemajuan jenjang karier perawat serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 21 artikel penelitian yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir pada jurnal nasional maupun internasional. Proses seleksi artikel dilakukan menggunakan pedoman PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi studi. Data dikumpulkan dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, PubMed, ProQuest, dan Springer dengan fokus pada penelitian yang membahas implementasi, manfaat, serta tantangan CPD dalam praktik keperawatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi CPD terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas praktik klinis perawat. Selain itu, CPD juga berperan dalam meningkatkan kemampuan adaptif perawat dalam menghadapi perkembangan teknologi kesehatan dan kompleksitas kebutuhan pasien. Namun demikian, berbagai hambatan masih ditemukan dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan waktu, beban kerja yang tinggi, kurangnya dukungan organisasi, serta akses pelatihan yang belum merata. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kebijakan dan dukungan institusional sangat diperlukan agar pelaksanaan CPD dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan profesional perawat