Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Korelasi Pulsatile Index dan Optic Nerve Sheath Diameter terhadap Tekanan Intrakranial Pasien Preeklamsia: Studi Analitik Observasional Mark Christsatya Bolla; Jonathan, Jeremy; I Made Gede Widnyana
Jurnal Anestesiologi dan Terapi Intensif Vol. 1 No. 1 (2025): JATI April 2025
Publisher : Udayana University and Indonesian Society of Anesthesiologists (PERDATIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JATI.2025.v01.i01.p03

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan tekanan intrakranial (TIK) menjadi pertimbangan penting dalam penanganan pasien preeklamsia. Manifestasi klinis peningkatan TIK pada preeklamsia sulit untuk dideteksi secara klinis, dan pemeriksaan baku emasnya memiliki keterbatasan. Adapun modalitas non-invasif yang memiliki potensi sebagai pengukuran TIK yaitu pulsatile index (PI) dengan transcranial doppler (TCD) dan optic nerve sheath diameter (ONSD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pulsatile index dengan ONSD terkait nilai TIK.   Pasien dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional potong lintang, melibatkan 29 subjek yang terbagi menjadi preeklamsia ringan (PER), preeklamsia dengan gejala berat tanpa gejala neurologis (PEB) dan PEB dengan gejala neurologis (PEBn). Hasil: Pada ketiga kelompok tidak ditemukan adanya perbedaan variasi data demografis. Prevalensi peningkatan TIK menurut ONSD dan pulsatile index (PI) berturut-turut adalah 31% dan 20,7%. Perbedaan nilai rerata ONSD ketiga kelompok secara statistik tidak bermakna (p = 0,134), namun setelah dilakukan analisis Post-hoc, didapatkan perbedaan bermakna antara PER dan PEBn (CI -2,58-0,01 mm, p = 0,048). Rerata PI pada ketiga kelompok tidak berbeda bermakna (p = 0,866). Korelasi tekanan arteri rerata (TAR) baik terhadap ONSD (p =0,054) dan PI (p = 0,403) tidak ditemukan bermakna. Pada studi ini didapatkan korelasi positif sedang antara TCD terhadap ONSD pada pasien dengan preeklamsia (r = 0,657, p = 0,001).   Kesimpulan: Pengukuran PI berpotensi untuk menjadi metode pengukuran TIK non-invasif selain ONSD. Studi lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan antara pengukuran baku emas dengan TCD dan ONSD pada populasi preeklamsia. 
Perkembangan Terkini dalam Painless Labour: Tinjauan Naratif Ganakin, Acuyta; Jonathan, Jeremy; I Made Gede Widnyana
Jurnal Anestesiologi dan Terapi Intensif Vol. 1 No. 1 (2025): JATI April 2025
Publisher : Udayana University and Indonesian Society of Anesthesiologists (PERDATIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JATI.2025.v01.i01.p06

Abstract

Pendahuluan: Persalinan merupakan proses fisiologis yang sering kali disertai dengan nyeri hebat, yang dapat menyebabkan stres fisik dan psikologis pada ibu. Manajemen nyeri yang tidak optimal dapat berkontribusi terhadap peningkatan angka morbiditas dan mortalitas ibu serta mempengaruhi kesejahteraan neonatal. Oleh karena itu, pemilihan metode analgesia yang efektif dan aman menjadi perhatian utama dalam praktik obstetri modern.Metode: Tinjauan naratif ini didasarkan pada penelusuran literatur terstruktur dari PubMed, Scopus, ScienceDirect, Cochrane Library, dan Google Scholar. Pencarian menggunakan kombinasi kata kunci seperti "painless labour", "labour analgesia", "obstetric analgesia", "pain management in labour", "epidural analgesia", “non-pharmacological pain relief in labour” dan "neuraxial analgesia". Publikasi dibatasi pada tahun 2018–2022, berbahasa Inggris atau Indonesia. Kriteria inklusi meliputi studi primer peer-reviewed (RCT, kohort, observasional) yang mengevaluasi painless labour atau labour analgesia, serta melaporkan skor nyeri pasca melahirkan, dan kepuasan persalinan.Hasil: Kajian ini adalah untuk mengevaluasi berbagai metode manajemen nyeri persalinan, baik melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis, serta menyoroti keunggulan dan keterbatasan masing-masing pendekatan. Metode farmakologis seperti anestesi epidural, analgesia intravena, dan blok saraf telah terbukti efektif dalam mengurangi intensitas nyeri, sementara pendekatan non-farmakologis seperti teknik pernapasan, hidroterapi, akupunktur, dan stimulasi listrik saraf transkutan (TENS) juga memberikan manfaat tambahan dalam meningkatkan kenyamanan ibu selama persalinan. Kajian ini menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam manajemen nyeri persalinan guna memastikan pengalaman persalinan yang lebih aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan individual pasien. Kesimpulan: Pemilihan metode yang tepat harus mempertimbangkan kondisi medis ibu, preferensi pasien, serta ketersediaan fasilitas kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang metode analgesia yang tersedia, diharapkan pelayanan obstetri dapat semakin optimal dalam meningkatkan kualitas persalinan bagi ibu dan bayi.