Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

الدعوة المتعددة الثقافات في عصر الإعلام الجديد Ghulam, Zainil; Subahri, Bambang; Ghofur, Abdul
Dakwah Vol 9 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v9i1.2232

Abstract

قدم عصر الإعلام الجديد حوافز كبيرة للمجتمع ، وسهولة الحصول على المعلومات هي المعيار ، على الرغم من أنه ليس من النادر أنها مثيرة للجدل. الفضاء الرقمي يقضي على الحواجز الإقليمية بين الناس. بين الأفراد يمكن أن تتفاعل بحرية وانفتاح حتى في مجال الدين. تمت دراسة هذا البحث باستخدام المنهج النوعي والتعددية الثقافية للدعوة كإطار نظري. تناقش هذه الدراسة طبيعة الدعوة ، وهي جوهر الدعوة متعددة الثقافات في الفضاء الرقمي. تشير نتائج هذه الدراسة إلى وجود قدر كبير من قضايا السلام والإنسانية والمحبة وتنمية المعرفة الإسلامية والتي يتم توزيعها من خلال المنصات الرقمية.
Edukasi Dakwah Berbasis Teknologi Perspektif Psikologi Pendidikan Subahri, Bambang; Khosim, Mokhammad
Dakwah Vol 10 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v10i1.2924

Abstract

Edukasi dakwah berbasis teknologi menjadi topik penting dalam konteks pendidikan di era digital, khususnya di PP. Assyarify Lumajang. Pendekatan ini melibatkan penggunaan teknologi dalam upaya menyebarkan pesan-pesan dakwah dan nilai-nilai keagamaan kepada para siswa. Perspektif psikologi pendidikan memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana proses pembelajaran dakwah berbasis teknologi dapat memengaruhi perkembangan siswa, baik dari segi kognitif, emosional, maupun sosial. Melalui penelusuran literatur, diskusi konseptual, dan analisis data, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana digitalisasi dakwah di PP. Assyarify Lumajang, dilihat dari perspektif psikologi pendidikan, memengaruhi proses pembelajaran, interaksi sosial, dan perkembangan siswa secara holistik. Temuan dari penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang dampak positif dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan dakwah, serta memberikan arahan untuk pengembangan lebih lanjut dalam meningkatkan efektivitas edukasi dakwah di masa depan.
Konseling Kultural: Studi Kiai Pandalungan sebagai Cultural Broker Subahri, Bambang; Ulum, Hairul
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/0vb83g29

Abstract

Abstract: cultural counseling plays an important role in multicultural societies such as Pandalungan who live in the Tapal Kuda area of ​​East Java, which is a blend of Madurese and Javanese cultures with a strong influence of Islamic values. In this context, the kiai plays a role as a cultural broker who bridges religious values ​​and local culture in helping the community face various social problems. This study aims to understand how kiai in Pandalungan carry out this role in culture-based counseling. Using a qualitative approach through a case study method, this study collected data through participatory observation, in-depth interviews with kiai and the community, and document analysis related to cultural counseling practices. The results of the study show that kiai use various strategies in counseling, such as communication based on local wisdom, a pesantren approach that emphasizes religious values, and mediation based on customs and social norms that apply in the community. The role of kiai in counseling not only functions as a provider of religious advice, but also as a mediator in resolving social conflicts and building harmony between individuals and groups in the Pandalungan community. These findings confirm that cultural counseling carried out by kiai contributes significantly to maintaining social stability and overcoming the challenges of community life. The implications of this research indicate the need to strengthen the role of kiai in culture-based counseling and the development of a more systematic counseling model so that it can be adapted in various local community contexts. Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal. Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal.