Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

الدعوة المتعددة الثقافات في عصر الإعلام الجديد Ghulam, Zainil; Subahri, Bambang; Ghofur, Abdul
Dakwah Vol 9 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v9i1.2232

Abstract

قدم عصر الإعلام الجديد حوافز كبيرة للمجتمع ، وسهولة الحصول على المعلومات هي المعيار ، على الرغم من أنه ليس من النادر أنها مثيرة للجدل. الفضاء الرقمي يقضي على الحواجز الإقليمية بين الناس. بين الأفراد يمكن أن تتفاعل بحرية وانفتاح حتى في مجال الدين. تمت دراسة هذا البحث باستخدام المنهج النوعي والتعددية الثقافية للدعوة كإطار نظري. تناقش هذه الدراسة طبيعة الدعوة ، وهي جوهر الدعوة متعددة الثقافات في الفضاء الرقمي. تشير نتائج هذه الدراسة إلى وجود قدر كبير من قضايا السلام والإنسانية والمحبة وتنمية المعرفة الإسلامية والتي يتم توزيعها من خلال المنصات الرقمية.
Edukasi Dakwah Berbasis Teknologi Perspektif Psikologi Pendidikan Subahri, Bambang; Khosim, Mokhammad
Dakwah Vol 10 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v10i1.2924

Abstract

Edukasi dakwah berbasis teknologi menjadi topik penting dalam konteks pendidikan di era digital, khususnya di PP. Assyarify Lumajang. Pendekatan ini melibatkan penggunaan teknologi dalam upaya menyebarkan pesan-pesan dakwah dan nilai-nilai keagamaan kepada para siswa. Perspektif psikologi pendidikan memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana proses pembelajaran dakwah berbasis teknologi dapat memengaruhi perkembangan siswa, baik dari segi kognitif, emosional, maupun sosial. Melalui penelusuran literatur, diskusi konseptual, dan analisis data, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana digitalisasi dakwah di PP. Assyarify Lumajang, dilihat dari perspektif psikologi pendidikan, memengaruhi proses pembelajaran, interaksi sosial, dan perkembangan siswa secara holistik. Temuan dari penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang dampak positif dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan dakwah, serta memberikan arahan untuk pengembangan lebih lanjut dalam meningkatkan efektivitas edukasi dakwah di masa depan.
Konseling Kultural: Studi Kiai Pandalungan sebagai Cultural Broker Subahri, Bambang; Ulum, Hairul
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/0vb83g29

Abstract

Abstract: cultural counseling plays an important role in multicultural societies such as Pandalungan who live in the Tapal Kuda area of ​​East Java, which is a blend of Madurese and Javanese cultures with a strong influence of Islamic values. In this context, the kiai plays a role as a cultural broker who bridges religious values ​​and local culture in helping the community face various social problems. This study aims to understand how kiai in Pandalungan carry out this role in culture-based counseling. Using a qualitative approach through a case study method, this study collected data through participatory observation, in-depth interviews with kiai and the community, and document analysis related to cultural counseling practices. The results of the study show that kiai use various strategies in counseling, such as communication based on local wisdom, a pesantren approach that emphasizes religious values, and mediation based on customs and social norms that apply in the community. The role of kiai in counseling not only functions as a provider of religious advice, but also as a mediator in resolving social conflicts and building harmony between individuals and groups in the Pandalungan community. These findings confirm that cultural counseling carried out by kiai contributes significantly to maintaining social stability and overcoming the challenges of community life. The implications of this research indicate the need to strengthen the role of kiai in culture-based counseling and the development of a more systematic counseling model so that it can be adapted in various local community contexts. Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal. Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal.  
Optimalisasi Peran Masjid Jami’ Nu Darul Muqomah Kabupaten Lumajang Sebagai Pusat Ibadah, Pendidikan, Dan Sosial Masyarakat Rain, Isdianah Alda; Subahri, Bambang
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 13 No. 2 (2025): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (Oktober)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/tarbawi.v13i2.1083

Abstract

Abstract Purpose – Masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan sosial masyarakat. Namun, dalam praktiknya, fungsi masjid sering kali belum dioptimalkan secara menyeluruh dan masih berfokus pada aktivitas ibadah ritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi fungsi Masjid Jami’ NU Darul Muqomah Kabupaten Lumajang sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan sosial, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Design/methodology/approach - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus masjid dan jamaah, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Research limitations/implications – Pembahasan menegaskan bahwa optimalisasi fungsi masjid dipengaruhi oleh manajemen masjid, kualitas sumber daya manusia, dan partisipasi jamaah. Findings – Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jami’ NU Darul Muqomah telah menjalankan fungsi ibadah secara konsisten, serta mengembangkan fungsi pendidikan melalui pengajian dan pembinaan keagamaan. Fungsi sosial masjid juga diwujudkan melalui kegiatan sosial dan pelayanan umat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terintegrasi dan berkelanjutan. Originality/value – Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang terencana, partisipatif, dan integratif agar masjid mampu berperan secara optimal sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan sosial masyarakat.
Participatory Community Based Islamic Boarding School Da'wah Management Strategy to Strengthen Local Islamic Da'wah in Lumajang Safitri, Anis; Subahri, Bambang
IJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Islamic Studies
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/ijois.v6i2.1230

Abstract

This study analyzes the pesantren-based da'wah management strategy at the Miftahul Ulum Islamic Boarding School in Banyuputih Kidul Lumajang, emphasizing the integration of a participatory approach in da'wah management practices. The study uses a descriptive qualitative approach through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that pesantren da'wah management is carried out through four main functions, namely planning, organizing, implementing, and supervising. Da'wah planning is carried out in a participatory and contextual manner by involving caregivers, ustaz, administrators, and santri, so that the da'wah program is responsive to the internal needs of the pesantren and the surrounding community. Organization is collective and flexible, da'wah implementation is carried out through internal and external da'wah with a persuasive-educational approach, while supervision is carried out continuously even though it has not been formalized administratively. The novelty of this research lies in the formulation of a community-based da'wah management model for Islamic boarding schools that expands the function of da'wah from internal guidance to strengthening social da'wah in the community. Theoretically, these findings enrich the study of da'wah management with a participatory perspective based on Islamic boarding schools, while practically providing an adaptive and applicable model for managing da'wah in Islamic boarding schools as centers for community religious empowerment.
Pendampingan Program Bimbingan dan Konseling pada Layanan Responsif di MA Raudlatul Ulum Subahri, Bambang; Mala, Hayatul; Sugianto, Didik; Sa`diyah, Halimatus; Nur, Shodri MHD
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v8i2.4577

Abstract

Guidance and counseling (GC or BK in Bahasa Indonesia) services play a strategic role in assisting students in dealing with personal, social, academic, and career-related problems. However, at MA Raudlatul Ulum Sumberanyar, GC services have not been implemented systematically and tend to be replaced by punitive approaches for students who violate school rules. This condition indicates the need to strengthen responsive services through structured mentoring so that the school can establish a GC program foundation that is well-organized and aligned with students’ developmental needs. This mentoring-based study employed a descriptive qualitative method using observation, interviews, direct mentoring, and documentation techniques. The mentoring focused on three forms of responsive services: individual counseling, group counseling, and classical guidance accompanied by social skills training based on collaborative activities. The mentoring activities were conducted to identify students’ main problems and to provide initial interventions relevant to the school context. The results of the mentoring revealed three key findings: (1) low student learning motivation, (2) weak discipline and compliance with school regulations, and (3) the absence of a competent guidance and counseling teacher capable of professionally addressing students’ developmental needs. The mentoring process had a positive impact by increasing students’ understanding of GC services, generating alternative solutions to issues of motivation and discipline, and producing recommendations for the provision of more effective GC services. In conclusion, mentoring the GC program within responsive services at MA Raudlatul Ulum has provided an important foundation for the development of more structured counseling services. The school needs to take follow-up steps by strengthening GC policies and preparing qualified counselors so that responsive services can be implemented sustainably.
Optimalisasi Peran Masjid Jami’ Nu Darul Muqomah Kabupaten Lumajang Sebagai Pusat Ibadah, Pendidikan, Dan Sosial Masyarakat Rain, Isdianah Alda; Subahri, Bambang
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 13 No. 2 (2025): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (Oktober)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/tarbawi.v13i2.1083

Abstract

Abstract Purpose – Masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan sosial masyarakat. Namun, dalam praktiknya, fungsi masjid sering kali belum dioptimalkan secara menyeluruh dan masih berfokus pada aktivitas ibadah ritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi fungsi Masjid Jami’ NU Darul Muqomah Kabupaten Lumajang sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan sosial, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Design/methodology/approach - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus masjid dan jamaah, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Research limitations/implications – Pembahasan menegaskan bahwa optimalisasi fungsi masjid dipengaruhi oleh manajemen masjid, kualitas sumber daya manusia, dan partisipasi jamaah. Findings – Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jami’ NU Darul Muqomah telah menjalankan fungsi ibadah secara konsisten, serta mengembangkan fungsi pendidikan melalui pengajian dan pembinaan keagamaan. Fungsi sosial masjid juga diwujudkan melalui kegiatan sosial dan pelayanan umat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terintegrasi dan berkelanjutan. Originality/value – Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang terencana, partisipatif, dan integratif agar masjid mampu berperan secara optimal sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan sosial masyarakat.
STRATEGI PENGKADERAN IPNU IPPNU KABUPATEN LUMAJANG DALAM MENGHADAPI DISRUPSI DIGITAL DAN TANTANGAN GENERASI Z Murad, Mochammad Faisal; Subahri, Bambang
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5767

Abstract

Abstract: This study aims to describe and analyze the cadre development strategies implemented by the Branch Leadership (PC) of IPNU IPPNU Lumajang Regency in facing the era of digital disruption and the unique characteristics of Generation Z. As the largest mass-based student organization, IPNU IPPNU is faced with the challenge of declining interest in conventional organizations due to the shift to digital lifestyles. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through in-depth interviews, media observation, and documentation. The results show that PC IPNU IPPNU Lumajang has transformed its cadre development through three main channels: (1) Innovation in recruitment media based on creative content on the TikTok and Instagram platforms, (2) Adaptation of formal cadre development materials that are more interactive and relevant to current Gen-Z issues, and (3) Utilization of communication technology for organizational management at the PAC and Branch levels. The main supporting factor is the availability of digitally competent human resources, but this is hampered by the gap in technology access in several geographic areas of Lumajang Regency. This study concludes that hybrid cadre development (a combination of physical and digital) is an effective solution for maintaining the organization's existence in the era of disruption. Keywords: Cadre Development, IPNU IPPNU, Lumajang, Digital Disruption, Generation Z. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pengkaderan yang diterapkan oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Lumajang dalam menghadapi era disrupsi digital dan karakteristik unik Generasi Z. Sebagai organisasi pelajar berbasis massa terbesar, IPNU IPPNU dihadapkan pada tantangan penurunan minat organisasi secara konvensional akibat pergeseran gaya hidup digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi media, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PC IPNU IPPNU Lumajang melakukan transformasi pengkaderan melalui tiga jalur utama: (1) Inovasi media rekrutmen berbasis konten kreatif di platform TikTok dan Instagram, (2) Adaptasi materi kaderisasi formal yang lebih interaktif dan relevan dengan isu-isu terkini Gen-Z, serta (3) Pemanfaatan teknologi komunikasi untuk manajemen organisasi di tingkat PAC hingga Ranting. Faktor pendukung utama adalah ketersediaan sumber daya manusia yang cakap digital, namun terkendala oleh kesenjangan akses teknologi di beberapa wilayah geografis Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengkaderan hibrida (gabungan fisik dan digital) menjadi solusi efektif dalam menjaga eksistensi organisasi di era disrupsi. Kata Kunci : Kaderisasi, IPNU IPPNU, Lumajang, Disrupsi Digital, Generasi Z.
Dakwah Kultural dalam Animasi Anak: Representasi Islam pada Upin & Ipin dan Nussa Fauzi, Ahmad; Subahri, Bambang
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3834

Abstract

Children’s animation serves as a strategic medium for conveying Islamic values in a subtle and contextual manner. This article aims to analyze the representation of Islam through clothing and cultural practices in two popular animated series, Upin & Ipin and Nussa. This study employs a qualitative method with a content analysis approach, focusing on selected scenes that depict Muslim attire, Islamic cultural practices, and social interactions among characters. The findings reveal that both animations consistently portray Islam as a friendly, inclusive religion that emphasizes social values such as togetherness, mutual cooperation, modesty, and social care. Muslim clothing is not merely presented as a religious symbol but also as a cultural identity embedded in everyday life. Through simple narratives and visuals that resonate with children, Upin & Ipin and Nussa contribute to shaping a moderate and contextual understanding of Islam from an early age.