Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Hulu Melalui Konservasi Sumber Daya Alam sebagai Antisipasi Bencana Kekeringan dan Banjir Sepanjang Tahun di Kabupaten Jember Idah Andriyani; Sri Wahyuningsih; Mohammad Hoesain; Fariz Kustiawan Alfarisy
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.314

Abstract

Perubahan kondisi hidrologis DAS (Daerah Aliran Sungai) Bedadung, Kabupaten Jember menyebabkan terjadi bencana kekeringan dan banjir bandang sepanjang tahun. Bencana tersebut terjadi karena di wilayah hulu terjadi perubahan tata guna lahan dan penerapan pertanian intensif. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah hulu dalam rangka konservasi sumber daya alam sebagai bentuk antisipasi bencana. Lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat terletak di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan terbagi menjadi beberapa kegiatan yaitu (i) pendekatan teknik, dan (ii) pendekatan sosial. Metode pengambilan data dilakukan secara RRA (Rapid Rural Appraisal) dan dianalisis secara LFA (Logical Framework Analysis). Hasil pengabdian ini masyarakat dengan pendekatan teknis didampingi untuk menanam pohon konservasi. Kemudian hasil pendekatan sosial dilakukan FGD (Focus Group Discussion) yang secara bersama mengidentifikasi faktor-faktor terjadinya bencana alam. Kegiatan ini dapat menjadi stimulus dalam meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam. Kemudian hasil LFA analisis diperoleh fokus isu dan akar masalah dalam mengidentifikasi terjadinya bencana. Dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat di wilayah hulu DAS Bedadung dapat menjadi upaya mitigasi dalam mengendalikan kerusakan alam dan bencana yang terjadi sepanjang tahun.
KEMAMPUAN PERAWAT DALAM PENATALAKSANAAN ABC (AIRWAY, BREATHING, CIRCULATION) TERHADAP KEBERHASILAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNITAS DI ICU Zainul Arifin; Sri Wahyuningsih
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1527

Abstract

Penatalaksanaan ABC (Airway, Breathing, Circulation) yang lebih kompleks dibanding dengan ruangan lain harus bisa dilakukan perawat ICU pada pasien dalam keadan darurat klinis atau kritis maternitas yang masuk di ruang ini, sehingga kejadian kesakitan dan kematian ibu dapat dikurangi atau dicegah. Mengetahui korelasi kemampuan perawat dalam penatalaksanaan ABC (Airway, Breathing, Circulation) terhadap keberhasilan penanganan kegawatdaruratan maternitas di Ruang ICU. Desain penelitian kuantitatif observasional, dengan total sampling perawat di ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang (n=18) dan melakukan penatalaksanaan ABC pada kegawatdaruratan maternitas di bulan Januari-April 2018. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Dari 18 responden penelitian menunjukkan semua pernah melakukan penatalaksaan ABC pada kasus kegawadaruratan maternitas, tetapi hanya 22,2% saja, perawat yang sudah pelatihan ICU, padahal penatalaksaan ABC yang lebih kompleks didapatkan pada pelatihan ICU. Sehingga meskipun kemampuan perawat dalam penatalaksaan ABC berhubungan dengan keberhasilan penanganan kegawatdaruratan maternitas di ruang ICU (p 0,05), jumlah perawat yang mengikuti pelatihan ICU harus ditingkatkan supaya perawatan yang lebih komprehensif dapat tercapai. Kemampuan perawat dalam penatalaksanaan ABC terhadap keberhasilan penanganan kegawatdaruratan maternitas berkorelasi posistif kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,520. Kata kunci: Penatalaksaan ABC, kegawatdaruratan maternitas, ICU
Penentuan Daya Tampung Sungai Mayang Terhadap Beban Pencemaran Menggunakan Persamaan Streeter-Phelps Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Kiki Paradiba
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 10, No 4 (2021): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v10i4.496-503

Abstract

The Mayang River in Jember Regency has a length of approximately 145.50 km which is the longest river and can irrigate an area of 5,860 hectares. The use of the Mayang River by the community can produce waste, both domestic waste, agricultural waste, and livestock waste. Waste that enters directly into river bodies can cause a decrease in river water quality and can create a pollution load. Therefore, the measurement of the load capacity of the Mayang River was conducted. Mayang River water samples were taken using the grab sampling method, while the river's capacity was determined using the Streeter Phelps method. The results showed that the average value of the Mayang River pollution load was 219,483 kg/day. Some of the parameters used to determine the carrying capacity of the river are the daily deoxygenation rate of 0.137 mg/L and the dailyy reaeration rate of 1.097 mg/L. It has a critical point (tc) of 0.186, a critical distance (Xc) of 4.753 km, and a critical deficit (Dc) of 0.281 mg/L. Based on these parameters, it is concluded that the Mayang River can accommodate a pollution load of 1.5 kg/day and can carry out proper purification. Keywords : grab sampling method, Streeter Phelps, the deoxygenation rate, the reaeration rate
Aplikasi Pupuk Organik untuk Memperbaiki Kualitas Tanah pada Lahan Pertanian Intensif di Hulu DAS Bedadung Idah Andriyani; Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Heru Ernanda
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p22

Abstract

Abstrak Penggunaan pupuk dan pestisida kimia pada tanah akan menyebabkan pemadatan dan mengurangi jumlah organisme tanah. Pemadatan dan penurunan jumlah organisme tanah merupakan indikasi penurunan kualitas tanah secara fisik dan kimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati terhadap perubahan kualitas tanah pada lahan pertanian intensive di hulu DAS Bedadung. Penelitian dilakukan di Hulu DAS Bedadung dimana pertanian intensif dengan penggunaan pupuk kimia dan pertanian di lereng pegunungan untuk tanaman semusim cabai banyak dibudidayakan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancang Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Parameter kualitas tanah yang diamati adalah struktur tanah, tekstur tanah, permeabilitas tanah dan B-Organik. Variabel pengamatan untuk produktivitas tanaman terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), dan hasil panen (gram). Perlakuan pupuk organik berdampak pada perubahan kualitas tanah dimana tekstur tanah mengalami perubahan menjadi sandy loam didominasi persentase pasir halus dan debu, ukuran agregat struktur tanah meningkat, permeabilitas tanah menjadi sedang - sangat lambat, dan bahan organik menjadi tinggi – sedang. Data tinggi tanaman dan jumlah daun dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA. Hasil dari penelitian ini yaitu perlakuan paling efektif untuk produktivitas tanaman cabai terdapat pada perlakuan 0,25kg pupuk organik/tanaman dan 11ml/liter pestisida nabati dengan volume semprot 5,6 ml/tanaman menghasilkan nilai rata-rata 51,86 cm tinggi tanaman, 31,2 helai jumlah daun dan 59,39 gram buah cabai. Abstract The chemical fertilizers and pesticides used on the soil will lead to compaction and reduce the number of soil organisms. Compaction and soil organisms decrease indicated the physical and chemical quality of the soil decreases. The research aimed to analyze the application of organic fertilizer and organic pesticide in intensive farming systems in order to change soil quality to calculate of the level erosion hazard and productivity of chili plants. The research was carried out upstream of Bedadung Watershed. The experimental design used a Randomized Block Design (RBD) with two-factor. The observation of variables for soil quality parameters is soil structure, soil texture, soil permeability, and B-Organic. Whereas the observed plant productivity consisted of plant height (cm), number of leaves (strand), and yields (grams). The treatment of organic fertilizer also has an impact on changes in soil quality where the soil texture changes to sandy loam dominated by the percentage of fine sand and dust, the aggregate size of the soil structure increases, soil permeability become moderate - very slow, and organic material becomes high - moderate. Data on the height of plants and the number of leaves were analyzed using the Two Way of Anova test. The results of this study are that the most effective treatment for chili productivity is found in the treatment of 0.25kg organic fertilizer/plant and 11ml / liter of vegetable pesticides with a spray volume of 5.6 ml/plant producing an average value of 51.86 cm plant height, 31,2 strands of leaves and 59.39 grams of chilies.
Increased Production of BreastMilk: Literature Review Sri Wahyuningsih; Musviro; Ayu Dyah Maharani
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.668 KB) | DOI: 10.53713/htechj.v1i1.5

Abstract

Introduction: Breast care is one way to release the hormone oxytocin so that breast milk is produced immediately and plays an important role in overcoming breastfeeding problems. Breast care is very important not only during pregnancy but especially after delivery to increase lactation and prevent blocked milk ducts. If left untreated, it may develop mastitis. Problems that arise when breastfeeding is not effective, so the intervention given to overcome this problem is breastfeeding education. Method: The purpose of writing this report is to determine the effectiveness of breast care to increase milk production in postpartum mothers. The method used is a literature review. The search for literature review sources was carried out from October 2021 to April 2022. The databases used were Mendeley journal, Garuda journal, and Google Scholar using the keywords Breast Care AND Breast Milk Production AND Postpartum, and obtained 873 articles. After going through the selection process and quality assessment, it was found that 10 articles that met the requirements could be included in the review. Result: In addition to breast care, breastfeeding education is also important because there are so many benefits for postpartum mothers. Breast care is effective for increasing milk production. Conclusion: Movements in breast care are useful for launching the milk ejection reflex. This activity is also an effective way to increase the amount of milk in the breast and overcome the problems that often occur during breastfeeding.
LAJU DEOKSIGENASI DAN LAJU REAERASI SUNGAI BEDADUNG SEGMEN DESA ROWOTAMTU KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Rahayu Ningtias
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.638 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.97

Abstract

Sungai Bedadung segmen Desa Rowotamtu merupakan sungai dengan lokasi di tengah perkotaan yang dekat dengan pemukiman warga serta area pertanian, sehingga memiliki manfaat yang besar sebagai sumber air pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan irigasi. Aktivitas manusia yang dilakukan dalam pemanfaatan Sungai Bedadung menyebabkan terjadinya perubahan kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reaerasi pada Sungai Bedadung. Nilai oksigen terlarut dapat diketahui dengan menentukan laju reaerasi (R) dan laju deoksigenasi (D). Perhitungan laju deoksigenasi menggunakan persamaan Hydroscience. Sedangkan untuk menghitung laju reaerasi dihitung menggunakan persamaan O’cconor dan Dobbins. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata laju deoksigenasi pada Sungai Bedadung sebesar 0,598 mg/L.hari dan nilai rata-rata laju reaerasi sebesar 5,392 mg/L hari.
PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER Idah Andriyani; Sri Wahyuningsih; Rosalina Sekar Arumsari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.442 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.122

Abstract

Kondisi perkembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Jember untuk saat ini perlu dievaluasi karena kondisinya sudah rusak mulai dari tahun 1999. Hal ini dapat menimbulkan bencana alam di kawasan DAS seperti tanah longsor, erosi dan banjir yang memakan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya tingkat bahaya erosi yang dipengaruhi oleh beberapa nilai parameter erosi menggunakan metode Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) di DAS Bedadung. Data input yang digunakan pada penelitian ini yaitu curah hujan tahun 2004 - 2014, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan RBI tahun 2014, dan data Digital Elevation Model (DEM) dari ASTER-GDEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter erosivitas hujan (R) DAS Bedadung rata-rata 1708,70 MJ.cm/tahun. Parameter erodibilitas tanah (K) didominasi jenis tanah latosol dengan nilai K sebesar 0,26. Parameter panjang dan kemiringan lereng (LS) didominasi kelas datar yaitu dengan besar kemiringan 0-8%. Parameter vegetasi penutupan lahan dan pengelolaan tanah (CP) didominasi sawah irigasi dengan nilai CP sebesar 0,02. Laju erosi DAS Bedadung sebesar 160,57 ton/ha.tahun, laju erosi ini termasuk pada kondisi sedang. Tingkat bahaya erosi pada DAS Bedadung didominasi pada tingkat sangat rendah yaitu besar erosi berkisar 0-15 (ton/ha.tahun) atau 62,20% dari luas wilayahnya.
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI SUMBERTELAK KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN METODE STREETER-PHELPS Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Sayyidatul Nahda Afifah
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.198 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.155

Abstract

Sungai Sumbertelak merupakan sungai yang terletak di Desa Gebang Timur hinga Desa Kaliwates, Kabupaten Jember. Daerah sekitar aliran Sungai Sumbertelak dekat dengan pemukiman warga dan lahan pertanian sehingga berperan dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekitar sungai. Kegiatan masyarakat di sekitar sungai seperti mencuci, mandi, dan kegiatan pertanian akan menghasilkan limbah domestik dan limbah pertanian sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai dan daya tampung beban pencemaran sungai. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran Sungai Sumbertelak menggunakan metode Streeter-Phelps. Pertimbangan yang digunakan pada metode Streeter-Phelps adalah kebutuhan oksigen pada kehidupan air (BOD) untuk mengukur terjadinya pencemaran di badan air dan dihasilkan grafik penurunan oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai laju deoksigenasi Sungai Sumbertelak sebesar 4,14 mg/L.hari, rata-rata nilai laju reaerasi sebesar 19,36 mg/L.hari, rata-rata nilai DO aktual 6,98 mg/L, dan nilai beban pencemaran sisa 17,8 kg/hari. Berdasarkan tingginya nilai laju reaerasi dibandingkan dengan nilai laju deoksigenasi dan terdapat nilai beban pencemaran sisa dapat dinyatakan Sungai Sumbertelak masih dapat menampung beban pencemaran sebesar 30,89 kg/hari. Kata kunci: Sungai Sumbertelak, beban pencemaran, daya tampung sungai
PENENTUAN LAJU DEOKSIGENASI DAN REOKSIGENASI SUNGAI MAYANG SEGMEN DESA GARAHAN KRAJAN SAMPAI DESA SUMBERJATI, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN PERSAMAAN STREETER-PHELPS Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Mardhatillah Arum Annisa
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.553 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.156

Abstract

Sungai Mayang merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Jember. Sungai Mayang Segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati merupakan sungai bagian hulu yang berlokasi dekat dengan pegunungan. Masyarakat sekitar memanfaatkan sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan irigasi pertanian. Bahan pencemar organik dari limbah domestik dan limbah pertanian yang masuk ke sungai dapat menurunkan konsentrasi oksigen terlarut (DO) di sungai yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai. Pengambilan sampel air Sungai Mayang berada di empat titik pantau yaitu MYG01, MYG02, MYG03, dan MYG04 yang menggunakan metode purposive sampling method, kemudian dilakukan analisis kualitas air. Penentuan daya tampung dilakukan dengan menggunakan metode Streeter-Phelps yang bertujuan untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reaerasi sungai sehingga mampu untuk melakukan purifikasi alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi menggunakan metode Streeter-Phelps. Laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi tersebut mempengaruhi perubahan konsentrasi oksigen terlarut pada perairan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengambil sampel air sungai secara grab sampling pada 4 titik pemantauan. Hasil penelitian Sungai Mayang segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati memiliki rata-rata rD sebesar 0,002 mg/L.hari dan rR sebesar 5,49 mg/L.hari. Nilai rD yang lebih kecil dari nilai rR menunjukkan bahwa penambahan oksigen terlarut lebih besar dibandingkan pengurangan oksigen terlarut di dalam perairan sehingga purifikasi alami sungai dapat berlangsung dengan baik. Analisis kualitas air sungai menunjukkan bahwa sungai masih berada di atas ambang batas baku mutu kualitas air sungai kelas II sehingga kualitas air sungai masih bagus dan aman digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi penentuan daya dukung sungai.
HUBUNGAN PERSALINAN KPD DENGAN KEJADIAN SEPSIS NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGI RS WIJAYA KUSUMA LUMAJANG Husnul Khotimah; Sri Wahyuningsih; Agustina Widayati
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1312

Abstract

The problem of maternal and infant morbidity and mortality in Indonesia is still a big problem. Maternal and infant mortality rates are one of the indicators in determining health status and the success of implementing health development. The Indonesian government is still trying to reduce maternal and infant mortality by prioritizing these issues in health development. While the trend of child mortality from year to year shows a decline. In developing countries including Indonesia, neonatal sepsis has a major contribution to significant morbidity and mortality rates. The purpose of this study was to analyze the relationship between PROM delivery and the incidence of neonatal sepsis. This research is an analytic observational study using a cross sectional approach. The data was taken from the medical records of patients at Wijaya Kusuma Hospital during the range of January 2021 to June 2022. The number of research samples was 232 respondents and was taken using a total sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. Analyzed and tested spearman rank correlation using SPSS ver 2.0. Most of the respondents were <72 hours old and some of the respondents were male, most of the respondents were born with a history of premature rupture of membranes, most of the respondents had neonatal sepsis. There is a relationship between premature rupture of membranes and the incidence of neonatal sepsis in the Perinatology Room of Wijaya Kusuma Hospital Lumajang with p = 0.000 and r value = 0.517 indicating that the two variables have a strong relationship and a positive r value indicates that the relationship between the two variables is unidirectional.