Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Analysis of Water Quality Compliance of Jompo River Irrigation in Jember Regency Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Idah Andriyani; Indarto Indarto
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 2, No 1 (2021): IJ-FANRes
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v2i1.24

Abstract

Jompo river is one of many tributaries in Jember regency has become one of water sources for residents nearby to meet their daily needs. People activities may lead to the emergence of pollution in Jompo river in long term. The measurement needs to determine water quality of the river. The research site ranged from Patrang to Kaliwates district with six nodes and covered a distance of 625 m. Based on the data analysis, average value of water quality in the river was characterized by 67 mg/l TSS (Total Suspended Solids), 72 mg/l TDS, pH at 6.73, 8.34 mg/l DO, 1.20 mg/l BOD, and EC at 145 µmhos/cm. Based on Government Regulation No. 82 of 2001 and Electricity value, the water quality of Jompo river was included in Grade II criteria. Jompo River was appropriate to irrigation water.
Penentuan Daya Tampung Sungai Mayang Terhadap Beban Pencemaran Menggunakan Persamaan Streeter-Phelps Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Kiki Paradiba
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 10, No 4 (2021): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v10i4.496-503

Abstract

The Mayang River in Jember Regency has a length of approximately 145.50 km which is the longest river and can irrigate an area of 5,860 hectares. The use of the Mayang River by the community can produce waste, both domestic waste, agricultural waste, and livestock waste. Waste that enters directly into river bodies can cause a decrease in river water quality and can create a pollution load. Therefore, the measurement of the load capacity of the Mayang River was conducted. Mayang River water samples were taken using the grab sampling method, while the river's capacity was determined using the Streeter Phelps method. The results showed that the average value of the Mayang River pollution load was 219,483 kg/day. Some of the parameters used to determine the carrying capacity of the river are the daily deoxygenation rate of 0.137 mg/L and the dailyy reaeration rate of 1.097 mg/L. It has a critical point (tc) of 0.186, a critical distance (Xc) of 4.753 km, and a critical deficit (Dc) of 0.281 mg/L. Based on these parameters, it is concluded that the Mayang River can accommodate a pollution load of 1.5 kg/day and can carry out proper purification. Keywords : grab sampling method, Streeter Phelps, the deoxygenation rate, the reaeration rate
Aplikasi Pupuk Organik untuk Memperbaiki Kualitas Tanah pada Lahan Pertanian Intensif di Hulu DAS Bedadung Idah Andriyani; Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Heru Ernanda
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p22

Abstract

Abstrak Penggunaan pupuk dan pestisida kimia pada tanah akan menyebabkan pemadatan dan mengurangi jumlah organisme tanah. Pemadatan dan penurunan jumlah organisme tanah merupakan indikasi penurunan kualitas tanah secara fisik dan kimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati terhadap perubahan kualitas tanah pada lahan pertanian intensive di hulu DAS Bedadung. Penelitian dilakukan di Hulu DAS Bedadung dimana pertanian intensif dengan penggunaan pupuk kimia dan pertanian di lereng pegunungan untuk tanaman semusim cabai banyak dibudidayakan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancang Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Parameter kualitas tanah yang diamati adalah struktur tanah, tekstur tanah, permeabilitas tanah dan B-Organik. Variabel pengamatan untuk produktivitas tanaman terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), dan hasil panen (gram). Perlakuan pupuk organik berdampak pada perubahan kualitas tanah dimana tekstur tanah mengalami perubahan menjadi sandy loam didominasi persentase pasir halus dan debu, ukuran agregat struktur tanah meningkat, permeabilitas tanah menjadi sedang - sangat lambat, dan bahan organik menjadi tinggi – sedang. Data tinggi tanaman dan jumlah daun dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA. Hasil dari penelitian ini yaitu perlakuan paling efektif untuk produktivitas tanaman cabai terdapat pada perlakuan 0,25kg pupuk organik/tanaman dan 11ml/liter pestisida nabati dengan volume semprot 5,6 ml/tanaman menghasilkan nilai rata-rata 51,86 cm tinggi tanaman, 31,2 helai jumlah daun dan 59,39 gram buah cabai. Abstract The chemical fertilizers and pesticides used on the soil will lead to compaction and reduce the number of soil organisms. Compaction and soil organisms decrease indicated the physical and chemical quality of the soil decreases. The research aimed to analyze the application of organic fertilizer and organic pesticide in intensive farming systems in order to change soil quality to calculate of the level erosion hazard and productivity of chili plants. The research was carried out upstream of Bedadung Watershed. The experimental design used a Randomized Block Design (RBD) with two-factor. The observation of variables for soil quality parameters is soil structure, soil texture, soil permeability, and B-Organic. Whereas the observed plant productivity consisted of plant height (cm), number of leaves (strand), and yields (grams). The treatment of organic fertilizer also has an impact on changes in soil quality where the soil texture changes to sandy loam dominated by the percentage of fine sand and dust, the aggregate size of the soil structure increases, soil permeability become moderate - very slow, and organic material becomes high - moderate. Data on the height of plants and the number of leaves were analyzed using the Two Way of Anova test. The results of this study are that the most effective treatment for chili productivity is found in the treatment of 0.25kg organic fertilizer/plant and 11ml / liter of vegetable pesticides with a spray volume of 5.6 ml/plant producing an average value of 51.86 cm plant height, 31,2 strands of leaves and 59.39 grams of chilies.
LAJU DEOKSIGENASI DAN LAJU REAERASI SUNGAI BEDADUNG SEGMEN DESA ROWOTAMTU KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Rahayu Ningtias
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.638 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.97

Abstract

Sungai Bedadung segmen Desa Rowotamtu merupakan sungai dengan lokasi di tengah perkotaan yang dekat dengan pemukiman warga serta area pertanian, sehingga memiliki manfaat yang besar sebagai sumber air pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan irigasi. Aktivitas manusia yang dilakukan dalam pemanfaatan Sungai Bedadung menyebabkan terjadinya perubahan kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reaerasi pada Sungai Bedadung. Nilai oksigen terlarut dapat diketahui dengan menentukan laju reaerasi (R) dan laju deoksigenasi (D). Perhitungan laju deoksigenasi menggunakan persamaan Hydroscience. Sedangkan untuk menghitung laju reaerasi dihitung menggunakan persamaan O’cconor dan Dobbins. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata laju deoksigenasi pada Sungai Bedadung sebesar 0,598 mg/L.hari dan nilai rata-rata laju reaerasi sebesar 5,392 mg/L hari.
PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER Idah Andriyani; Sri Wahyuningsih; Rosalina Sekar Arumsari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.442 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.122

Abstract

Kondisi perkembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Jember untuk saat ini perlu dievaluasi karena kondisinya sudah rusak mulai dari tahun 1999. Hal ini dapat menimbulkan bencana alam di kawasan DAS seperti tanah longsor, erosi dan banjir yang memakan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya tingkat bahaya erosi yang dipengaruhi oleh beberapa nilai parameter erosi menggunakan metode Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) di DAS Bedadung. Data input yang digunakan pada penelitian ini yaitu curah hujan tahun 2004 - 2014, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan RBI tahun 2014, dan data Digital Elevation Model (DEM) dari ASTER-GDEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter erosivitas hujan (R) DAS Bedadung rata-rata 1708,70 MJ.cm/tahun. Parameter erodibilitas tanah (K) didominasi jenis tanah latosol dengan nilai K sebesar 0,26. Parameter panjang dan kemiringan lereng (LS) didominasi kelas datar yaitu dengan besar kemiringan 0-8%. Parameter vegetasi penutupan lahan dan pengelolaan tanah (CP) didominasi sawah irigasi dengan nilai CP sebesar 0,02. Laju erosi DAS Bedadung sebesar 160,57 ton/ha.tahun, laju erosi ini termasuk pada kondisi sedang. Tingkat bahaya erosi pada DAS Bedadung didominasi pada tingkat sangat rendah yaitu besar erosi berkisar 0-15 (ton/ha.tahun) atau 62,20% dari luas wilayahnya.
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI SUMBERTELAK KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN METODE STREETER-PHELPS Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Sayyidatul Nahda Afifah
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.198 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.155

Abstract

Sungai Sumbertelak merupakan sungai yang terletak di Desa Gebang Timur hinga Desa Kaliwates, Kabupaten Jember. Daerah sekitar aliran Sungai Sumbertelak dekat dengan pemukiman warga dan lahan pertanian sehingga berperan dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekitar sungai. Kegiatan masyarakat di sekitar sungai seperti mencuci, mandi, dan kegiatan pertanian akan menghasilkan limbah domestik dan limbah pertanian sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai dan daya tampung beban pencemaran sungai. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran Sungai Sumbertelak menggunakan metode Streeter-Phelps. Pertimbangan yang digunakan pada metode Streeter-Phelps adalah kebutuhan oksigen pada kehidupan air (BOD) untuk mengukur terjadinya pencemaran di badan air dan dihasilkan grafik penurunan oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai laju deoksigenasi Sungai Sumbertelak sebesar 4,14 mg/L.hari, rata-rata nilai laju reaerasi sebesar 19,36 mg/L.hari, rata-rata nilai DO aktual 6,98 mg/L, dan nilai beban pencemaran sisa 17,8 kg/hari. Berdasarkan tingginya nilai laju reaerasi dibandingkan dengan nilai laju deoksigenasi dan terdapat nilai beban pencemaran sisa dapat dinyatakan Sungai Sumbertelak masih dapat menampung beban pencemaran sebesar 30,89 kg/hari. Kata kunci: Sungai Sumbertelak, beban pencemaran, daya tampung sungai
PENENTUAN LAJU DEOKSIGENASI DAN REOKSIGENASI SUNGAI MAYANG SEGMEN DESA GARAHAN KRAJAN SAMPAI DESA SUMBERJATI, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN PERSAMAAN STREETER-PHELPS Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Mardhatillah Arum Annisa
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.553 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.156

Abstract

Sungai Mayang merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Jember. Sungai Mayang Segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati merupakan sungai bagian hulu yang berlokasi dekat dengan pegunungan. Masyarakat sekitar memanfaatkan sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan irigasi pertanian. Bahan pencemar organik dari limbah domestik dan limbah pertanian yang masuk ke sungai dapat menurunkan konsentrasi oksigen terlarut (DO) di sungai yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai. Pengambilan sampel air Sungai Mayang berada di empat titik pantau yaitu MYG01, MYG02, MYG03, dan MYG04 yang menggunakan metode purposive sampling method, kemudian dilakukan analisis kualitas air. Penentuan daya tampung dilakukan dengan menggunakan metode Streeter-Phelps yang bertujuan untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reaerasi sungai sehingga mampu untuk melakukan purifikasi alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi menggunakan metode Streeter-Phelps. Laju deoksigenasi dan laju reoksigenasi tersebut mempengaruhi perubahan konsentrasi oksigen terlarut pada perairan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengambil sampel air sungai secara grab sampling pada 4 titik pemantauan. Hasil penelitian Sungai Mayang segmen Desa Garahan Krajan sampai Desa Sumberjati memiliki rata-rata rD sebesar 0,002 mg/L.hari dan rR sebesar 5,49 mg/L.hari. Nilai rD yang lebih kecil dari nilai rR menunjukkan bahwa penambahan oksigen terlarut lebih besar dibandingkan pengurangan oksigen terlarut di dalam perairan sehingga purifikasi alami sungai dapat berlangsung dengan baik. Analisis kualitas air sungai menunjukkan bahwa sungai masih berada di atas ambang batas baku mutu kualitas air sungai kelas II sehingga kualitas air sungai masih bagus dan aman digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi penentuan daya dukung sungai.
Estimasi Perubahan Kualitas Air Sungai Bedadung Berdasarkan Status Mutu Air Elida Novita; Sri Wahyuningsih; Khoirul Ali Murtado; Hendra Andiananta Pradana
Dampak Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.2.51-62.2021

Abstract

Bedadung River is one of the strategic rivers located in the Bedadung watershed in Jember Regency. One of the utilization of Bedadung River is used as one of the raw water sources for the PDAM Jember Regency. A large number of population activities around the river can increase the amount of domestic waste entering the river. This study aims to find out the estimated changes in water quality of Bedadung River based on water quality status. This study uses the pollution index method to determine water quality status and estimation using the simple linear regression model. The measurement results obtained the condition of the water quality status of Bedadung River in 2016-2019 classified as a category of lightly polluted. Indicated by the value of the pollution index in order 3,500; 2,072; 2,117; 1,929 ranges from 1.0 to 5.0. Based on the estimated data using simple linear regression obtained equation model Ŷ = 104.87 -0.0012X + ei. The result of the equation shows that the variables of population growth are negatively related to changes in the water quality of the Bedadung River. Where each population growth increases by 1 unit, the pollution index will decrease by -0.0012. Conversely, if the pollution index increases by 1 unit, then population growth will decrease by 104.87. Based on the coefficient of determination R² = 0.6945 shows that the change in water quality of Bedadung River by 69.45% is influenced by population growth and the remaining 30.55% is influenced by other variables. Keywords: Water Quality, Bedadung River, Pollution Index, Simple Linear Regression ABSTRAK Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai strategis yang terletak di daerah aliran sungai Bedadung di Kabupaten Jember. Salah satu pemanfaatan Sungai Bedadung adalah sebagai salah satu sumber air mentah untuk PDAM Kabupaten Jember. Banyaknya aktivitas penduduk di sekitar sungai dapat meningkatkan jumlah limbah domestik yang masuk ke sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan perubahan kualitas air Sungai Bedadung berdasarkan status kualitas air. Penelitian ini menggunakan metode indeks pencemaran untuk menentukan status kualitas air dan estimasi menggunakan model regresi linier sederhana. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kondisi status kualitas air Sungai Bedadung pada tahun 2016-2019 tergolong dalam kategori sedikit tercemar. Hal ini ditunjukkan oleh nilai indeks pencemaran sebesar 3,500; 2,072; 2,117; 1,929 yang berkisar antara 1,0 hingga 5,0. Berdasarkan data yang diestimasi menggunakan regresi linier sederhana, diperoleh persamaan model Ŷ = 104,87 -0,0012X + ei. Hasil dari persamaan tersebut menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penduduk berhubungan negatif dengan perubahan kualitas air Sungai Bedadung. Artinya, setiap peningkatan pertumbuhan penduduk sebesar 1 unit akan mengakibatkan penurunan indeks pencemaran sebesar -0,0012. Sebaliknya, jika indeks pencemaran meningkat sebesar 1 unit, maka pertumbuhan penduduk akan mengalami penurunan sebesar 104,87. Berdasarkan koefisien determinasi R² = 0,6945 menunjukkan bahwa perubahan kualitas air Sungai Bedadung sebesar 69,45% dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan sisanya sebesar 30,55% dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: Kualitas Air, Sungai Bedadung, Indeks Pencemaran, Regresi linier sederhana
Determination of Suitable Plant Types in an Irrigation Command Area Using IWQI Method Sri Wahyuningsih; Elida Novita; Reo Nurdiansyah Ramadhan
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 4 (2023): December 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i4.795-806

Abstract

Irrigation water quality of has an essential roles in growing crops by farmers. Agricultural crops can produce superior products if they have good irrigation water quality. Irrigation water quality index (IWQI) is a method to evaluate the quality of irrigation water. This research aim at applying the IWQI in the Sukorejo Secondary Channal to determine suitable plants within the command area with the criteria of tolerance relative to salt. The research was performed by measuring some parameters including the content of Na+ (sodium), Cl– (chloride), HCO3– (bicarbonate), electrical conductivity (EC), and sodium adsorption ratio (SAR), as well as soil permeability. Results of this study showed that the Sukorejo Secondary Channal delivering irrigation water IWQI value of 61.54. Measurements also revealed the soil has a moderate to high level of permeability. Recommendation that can be given is the use plants with moderate amounts of water consumption with moderate tolerance to salt levels. Recommended plants according to IWQI value include corn, soybean, wheat, rice, tomato, cabbage, tobacco, mustard greens, celery, lettuce, papaya, pineapple, pumpkin, peanuts, cucumber, broccoli, tomato, cabbage, eggplant, spinach, potato, watermelon, radish. Keywords: Alkalinity, IWQI, Plants, Salinity, Water quality
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN EKONOMI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI UNTUK PRODUKSI BIOGAS DI KABUPATEN JEMBER Elida Novita; Sri Wahyuningsih; Shofa Tri Fatmawati; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.2

Abstract

          Desa Sidomulyo merupakan salah satu desa penghasil kopi di Kabupaten Jember. Penanganan terhadap air limbah pengolahan kopi belum tersedia di Desa tersebut. Selama ini tempat pembuangan air limbah tersebut adalah sungai sehingga berdampak pada penurunan kualitas airnya. Oleh karena itu penanganan air limbah diperlukan di Unit Pengolahan Kopi Rakyat Ketakasi, Desa Sidomulyo (Ketakasi). Keberlanjutan pengembangan biogas sebagai sumber energi merupakan salah satu hasil metode penanganan air limbah pengolahan kopi yang dipengaruhi oleh faktor teknis dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi dari pengembangan biogas sebagai bionergi dari air limbah pengolahan kopi menggunakan metode anaerobik di salah satu Unit Pengolahan Kopi Rakyat di Kabupaten Jember. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan data primer dan sekunder serta analisis kelayakan secara teknoekologi dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembuatan biogas sebagai sumber energi terbarukan dengan metode Batch Feeding layak secara teknoekologi, kemudahan dan kontinuitas. Disisi lain memiliki kekurangan yaitu effluent beban pencemaran air limbah (BOD dan COD) belum memenuhi baku mutu. Hasil akhir parameter BOD dan COD belum sesuai dengan baku mutu dan efisiensi proses yang masih belum dapat menurunkan konsentrasi parameter yang sesuai dengan standar baku mutu. Penanganan metode ini bisa diaplikasi sebagai alternatif penanganan awal air limbah pengolahan kopi. Teknologi anaerobik layak secara ekonomi, hal ini ditunjukkan oleh nilai pemasukan sebesar Rp 92.714.400/tahun lebih besar dibandingkan nilai pengeluaran sebesar Rp 29.612.000/tahun, serta nilai NPV > 0, dan jika nilai NPV layak maka nilai IRR dan B/C ratio juga layak dengan nilai secara beurutan 10,41 dan 3.