Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Redoks

PEMANFAATAN HCl dan CaCl2 SEBAGAI ZAT AKTIVATOR DALAM PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI TAHU Surya Hatina; Ria Komala
Jurnal Redoks Vol 5, No 1 (2020): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.204 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v5i1.3983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kerja karbon aktif dari ampas tebu dengan zat aktivator HCl dan CaCl2 dalam mengurangi parameter COD dan TSS serta menaikkan parameter DO dan PH pada limbah hasil pengolahan tahu. Kondisi optimum dalam mengurangi parameter COD dan TSS serta menaikkan parameter DO dan PH pada limbah hasil pengolahan tahu adalah waktu sirkulasi 12 jam dengan alat fixed bed reaktor. Hasil penelitian dengan penggunaan zat aktivator HCl 0,3 M memiliki kemampuan lebih baik dari pada CaCl 0,2 M dalam menurunkan nilai COD dan TSS serta menaikan nilai DO dan PH. Penurunan nilai COD dari 123,7 mg/L menjadi  41,6 mg/L atau sebesar 66,37%, penurunan nilai TSS dari 335 mg/L menjadi 103,8 mg/L atau sebesar 69,1 %, kenaikan nilai DO dari 1,86 mg/L menjadi 7,6 mg/L atau sebesar 75,52 %, dan kenaikan nilai pH dari 3,53 menjadi 4,66.
PROSES ADSORPSI KARBON AKTIF KULIT KACANG TANAH TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN BOD LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Ria Komala; Dian Sari Dewi; Nur Pandiyah
Jurnal Redoks Vol 6, No 2 (2021): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v6i2.6382

Abstract

Besarnya perminat tahu menyebabkan peningkatan kegiatan pembuatan tahu baik skala rumahan atau industry, selain memberikan dampak postif bagi perekonomian masyarakat juga berdampak negatif bagi lingkungan sekitar, dimana limbah cair yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut terdiri zat zat organik dan polutan yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Pengolahan limbah cair dengan metode Adsorpsi mampu memberikan keunggulan yang menjanjikan. Pada penelitian kali ini, adsorben yang digunakan adalah memanfaatkan limbah kulit kacang tanah yang didibuat menjadi karbon aktif dengan suhu pembakaran 450 selama 5 menit. Karbon aktif kulit kacang tanah dan Zeolit di aplikasikan sebagai adsorben untuk mengolah limbah cair Industri Tahu. Variabel yang digunakan adalah massa karbon aktif kulit kacang tanah dengan variasi 100 gr, 200 gr dan 300 gr, massa zeolit 50 gr, aktivasi mengunakan zat NaCl dengan konsentrasi 45%, lama penyerapan dengan variasi 3 jam, 6 jam, 9 jam dan 12 jam. Sedangkan parameter yang diamati adalah COD, BOD dan pH. Dari hasil analisa yang didapat bahwa penurunan kadar COD terbaik terjadi pada lama penyerapan 12 jam dengan massa C-Aktif KKT 300 gr yaitu % penurunan COD 96,82 % , dan penurunan kadar BOD terbaik terjadi pada saat lama penyerapan penyerapan 12 jam dengan massa C-Aktif KKT 300 gr yaitu % penurunan BOD 90,94 %Kata Kunci : Proses Adsorbsi, C-Aktif Kulit Kacang Tanah, COD, BOD
PENGARUH PROSES AERASI TERHADAP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DI PTPN VII SECARA AEROBIK dewi Putri Yuniarti; Ria Komala; Suhadi Aziz
Jurnal Redoks Vol 4, No 2 (2019): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.518 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i2.3504

Abstract

AbstrakAerasi adalah suatu proses penambahan udara atau oksigen dalam air dengan membawa air dan udara ke dalam kontak yang dekat, dengan memberikan gelembung-gelembung halus udara dan membiarkannya naik melalui air. Limbah cair kelapa sawit merupakan nutrien yang kaya akan senyawa organik dan karbon, perlu dilakukan pengkajian secara ilmiah guna menjadikan limbah industri kelapa sawit yang di buang kelingkungan sesuai dengan batas yang diizinkan oleh Peraturan Gubernur sumatera selatan No 8 tahun 2012 tentang baku mutu air limbah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu operasi limbah cair kelapa sawit terhadap konsentrasi parameter COD, pH, dan N Total dengan metode air bubbling aerator. Sampel limbah sawit yang digunakan sebanyak 7 Liter, variabel proses yang meliputi waktu aerasi 24 jam selama 6 hari, serta penggunaan debit udara sebanyak 5 liter/menit sebagai variabel tetap. Parameter yang dianalisis adalah COD, pH, dan N Total. dengan konsentrasi COD sebelum pengolahan sebesar 1475.14 mg/l, sedangkan setelah diolah konsentrasinya turun menjadi 983.42 mg/l pada hari ke 3 dan 614.64 mg/l pada hari ke 4. Hasil ini menunjukkan bahwa metode aerasi mampu menyisihkan konsentrasi COD limbah cair pabrik kelapa sawit. Secara keseluruhan efisiensi penyisihan, COD, pH dan N Total yang diperoleh pada penelitian ini pada hari ke 4 adalah 24% -74 % dan pada hari ke 4. Kata Kunci: Limbah Cair ,Kelapa Sawit, COD, N Total, pH, Aerasi 
Karakterisasi Karbon Aktif Pelet Kulit Kacang Tanah Dan Aplikasinya Pada Limbah Pewarna Sintesis Komala, Ria; Rina Dwi Oktaiani; Sisnayati; Dian Sari Dewi; Hendra Dwipayana; Nurlela
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14155

Abstract

Kacang  tanah   (Arachis hypogaea L.)  merupakan   tanaman   yang  tergolong  famili   Leguminoceae,  Kacang   tanah   sendiri   terdiri  dari   biji   dan   kulitnya,   dimana   kulitnya    tidak   dapat  zdimanfaatkan  secara  optimal  dan limbahnya   masih   merugikan   bagi   lingkungan.   Kandungan  selulosa  pada kulit  kacang  tanah  cukup  tinggi   sehinnga   dapat   digunakan   sebagai  penyerap  karena gugus ―OH terikat  pada  selulosa. Pada penelitian kali ini karbon aktif pelet kulit kacang tanah  digunakan  sebagai adsorben untuk menurunkan kadar warna dan menetralisis PH limbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi. Kulit Kacang tanah dikarbonisasi dengan suhu 450 o C selama 5 menit, kemudian diaktivasi dengan larutan NaCL pada konsentrasi 45% selama 2 hari. Karbon aktif  kulit kacang tanah dibuat menjadi pelet  sebanyak 100 gram dengan perbandingan komposisi penyusun adalah   karbon aktif kulit kacang tanah : zeolit : tanah Liat  sebesar   25% : 20%;55%(Sampel A) ,   50%;20%; 30% (Sampel B),   75%;20%;5%( Sampel C). Pelet karbon aktif kemudian dianalisa untuk mengetahui karektersitik   morfologi melalui uji SEM (Scanning Electron Microscopy) dan unsur-unsur penyusun karbon aktif pelet melalui uji EDS (Energy Disperese Spectroscopy). Dari hasil analisa menunjukkan morofologi pelet karbon aktif banyak terdapat pori tetapi bentuknya tidak homogen. Grafik spektrum EDS pellet karbon aktif menunjukkan adanya unsur karbon tertinggi pada sampel C  sebesar 70 % . Karbon aktif pelet dengan karakteristik tebaik  diaplikasikan ke llmbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi dengan waktu kontak 180 menit, hasil analisa  didapat kenaikan pH  dari  4,2  menjadi 6.5. Sedangkan untuk kadar warna didapat persentase kenaikan sebesar 91,59%  yaitu dari sebesar 1843 TCU menjadi  155 TCU.    
Analisa Viskositas, Densitas, Dan Kandungan Air Pada Pelumas Bekas Yang Dijadikan Bahan Bakar Solar Hatina, Surya; Dewi Putri Yuniarti; Kemas Diaz Gistara; Ria Komala
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15124

Abstract

Penggunaan pelumas kendaraan telah menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi tiap bulan atau pun rutin diganti paling lama setahun. Tidak acap kali bahwa penggunaan pelumas kendaraan begitu luas dari penggunaan mesin kendaraan, baik kendaraan ringan maupun berat sekalipun. Banyak kasus permasalahan terkait tentang pembuangan pelumas bekas langsung ke lingkungan tanpa adanya treatment yang di lakukan. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan kembali pelumas bekas menjadi bahan bakar solar, dengan memakai bahan kimia tambahan H2SO4 dan NaOH. Pelumas yang dipakai adalah pelumas kendaraan roda dua, Honda AHM Oil MPX 1 10W-30 API SL 4T menggunakan pemanas dehydrator 90°C. Variabel yang digunakan yaitu volume pelumas bekas 50 mL, 75 mL dan 100 mL. Penambahan NaOH 5 gr, 8 gr, dan 10 gr, dan H2SO4 96% 5 mL, 8 mL, dan 10 mL. Parameter yang diamati adalah massa jenis (density), kekentalan zat (viskositas), dan kadar air (moisture). Dari analisa yang dilakukan didapatkan hasil terbaik dari beberapa sample uji, dengan nilai massa jenis 0,8267 g/cm3 pada nomor sample 2. Kekentalan zat 16,233 cP pada nomor sampel 2. Dan kadar air 0,51% pada nomor sampel 9.