Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Experience of Nursing Care Patient with ECG Letal in Intensive Care Unit Sekarwangi Hospital Budi Rustandi; Rizky Gumilang Pahlawan; Reni Yuliana
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.878 KB)

Abstract

Aims: Nurses are required to provide assistance to patients with an accurate Lethal ECG description and maintain their professionalism as a nursing care provider. In carrying out nursing care in the ICU room for patients with lethal ECG, there are many factors that influence the quality of care. Objective: Toexplore the experience of nurses care patients with lethal EKG in the ICU,SekarwangiHospital. Method: This research is a qualitative research with a phenomenological design. The participants selection used purposive sampling technique with 6 nurse. Data obtained through in- depth interviews and analyzed using the Colaizy technique. Results: This studyresulted in 5 themes, namely 1) Nursing Soft Skill , 2) Primary care for Lethal'sECGPatient,3)CollaborationNursingsTeam.4).Hemodynamicstatus,5)Psychological nusring respons. Conclusion: Nurses need to understand their roleas providers of nursing care. Nurses' knowledge needs to be improved so that theimplementation of nursing care can be more optimal. Suggestion This study isexpected to provide an overview and strategy incarrying out nursing care topatients with a lethal ECG description for nurses in the ICU so that nursing carecanbecarried outoptimally.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PERAWATAN BALITA ISPA DI WILAYAH PUSKESMAS CIBIRU KOTA BANDUNG rizky gumilang pahlawan
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i2.59

Abstract

Rizky Gumilang Pahlawan1, Lisbet Octovia Manalu2, Budi Rustandi31,2,3 Program Studi Keperawatan STIKes Rajawali BandungEmail korespondensi : rizkygumilang5@gmail.com ABSTRAKInfeksi saluran pernafasan (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang serius yang dapat menjadi penyebab utama morbiditas dan moralitas penyakit menular di dunia.  Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA adalah pengetahuan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan (ISPA) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam perawatan balita ISPA.Penelitian quasy eksperimental dengan pendekatan non equivalent control group. Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan jumlah 45 responden. Pengetahuan ibu di ukur menggunakan kuisioner dengan 25 item pertanyaan yang sudah di uji validitas dan relibialitas. Penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Cibiru RW 08 dan RW 05 kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Kota Bandung pada bulan Agustus 2015.Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan pengetahuan ibu yang penegtahuannya kurang sebelum di berikan pendidikan kesehatan sebanyak 17 orang (74%), ibu yang pengetahuannya cukup sebanyak 5 orang (22,7%) dan ibu yang pengetahuannya baik hanya 1 orang (4,3%). Sedangkan sesudah di berikan pendidikan kesehatan ibu yang pengetahuannya baik menjadi 19 orang (82,5%), dan ibu yang pengetahuannya cukup sebanyak 4 orang (18,5%), dan tidak terdapat ibu yang pengetahuannya kurang (0%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p value=0,00.            Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan (ISPA) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam perawatan  balita dengan ISPA. Dengan demikian, hasil penelitian ini penting sebagai bahan telaah bagi petugas puskesmas ataupun pelayanan kesehatan dalam upaya mencegah terjadinya ISPA. Kata kunci : balita, ISPA, pendidikan kesehatan, pengetahuan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Balita ISPA Rizky Gumilang Pahlawan; Budi Rustandi; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.242 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i2.106

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian: mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam perawatan balita ISPA. Metode: quasy experimental dengan pendekatan non equivalent control group. Penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 45 ibu yang mempunyai balita ISPA, dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan 25 item pertanyaan yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pada kelompok perlakuan dilakukan pendidikan kesehatan dengan cara metode seminar, diskusi dan tanya jawab serta memberikan leaflet sedangkan pada kelompok kontrol tidak dilakukan pendidikan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2015. Tehnik analisis data menggunakan uji statistic marginal homogeneity. Hasil: Rentang umur responden adalah 27-35 tahun. Mayoritas tingkat pengetahuan ibu pada saat pretest masuk dalam kategori kurang, yaitu (74%) pada kelompok perlakuan dan (86,4%) kelompok kontrol dengan p value 0,05. Tingkat pengetahuan pada saat post test didapatkan hasil yang berbeda yaitu 82,5% kategori baik pada kelompok perlakuan dan 91,1% kategori kurang pada kelompok kontrol dengan p value 0,05. Tingkat pengetahuan responden pada penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu dengan nilai p value 0,01. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan dengan tingkat pengetahuan ibu balita ISPA. Dengan demikian, hasil penelitian ini penting sebagai bahan telaah bagi petugas puskesmas ataupun pelayanan kesehatan dalam upaya mencegah terjadinya ISPA.Kata kunci: balita, Infeksi saluran Pernapasan akut, pendidikan kesehatan, pengetahuanEFFECT OF HEALTH EDUCATION ON KNOWLEDGE LEVELS IN MOTHERS OF UNDER-FIVE CHILDREN WITH ARIABSTRACTObjective: To identify the effect of health education about acute respiratory infections (ARI) on the levels of knowledge in mothers of under-five children with ARI. Methods: This study is quasi-experimental with nonequivalent control group approach. Samples were taken using simple random sampling technique with a sample size of 45 mothers who had under- five children with ARI, whom were divided into treatment and control groups. Data were collected using a questionnaire with 25 items of questions of which validity and reliability had been tested. Health education was given to the treatment group through seminar, discussion, question and answer as well as leaflets, but not given to the control group. Data were collected from May to August 2015. Data were analyzed using a statistical test of marginal homogeneity. Results: The age range of respondents was 27-35 years. The majority of mothers’ level of knowledge at the time ofpretest was poor, which was (74%) in the treatment group and (86.4%) in the control group with p value of > 0.05. The level of knowledge at the time of the posttest indicated different results, that 82.5% belonged to good category in the treatment group and 91.1% belonged to poor category in the control group with p value of <0.05. The respondents’ level of knowledge in this study showed a significant effect of education health on mother’s level of knowledge with p value of <0.01. Conclusion:There is an effect of health education on levels of knowledge in mothers of under-five children with AR1. Therefore, the results of this study are important as a study material for public health center or health services staff in order to prevent the incidence of ARI.Keywords: under-five children, acute respiratory infections, health education, knowledge
Chronic Sorrow Family Caregiver Of Clients With Schizophrenia In The Work Area Of Parongpong Public Health Center, West Bandung Regency RIZKY, rizky gumilang
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 8, No 1 (2023): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v8i1.535

Abstract

Pendahuluan : Selama kesedihan kronis, keluarga pengasuh merasakan ketidaknyamanan emosional, dan keputusasaan. Ini dapat berkembang menjadi kesedihan patologis, depresi atau memicu beberapa gangguan kejiwaan pada individu yang rentan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam pengalaman berduka kronis pada keluarga caregiver klien skizofrenia.Metode : Desain penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 8 partisipan keluarga yang merawat klien skizofrenia. Analisis data menggunakan analisis isiHasil : Hasil penelitian menemukan enam tema: 1) Kesedihan Kronis sebagai Respon Keluarga, 2) Ingin mengakhiri segalanya 3) Gejala skizofrenia sebagai pemicu kesedihan, 4) Religius sebagai mekanisme koping, 5) Keluarga inti sebagai sumber dukungan utama, 6) Masalah ekonomi sebagai hal yang memperparah kesedihan kronis.Kesimpulan : Dukacita kronis pada pengasuh keluarga sangat penting untuk diperhatikan karena jika tidak ditindaklanjuti akan menimbulkan kesedihan patologis, depresi hingga gangguan jiwa. 
The Experience of Nursing Care Patient with ECG Letal in Intensive Care Unit Sekarwangi Hospital Rustandi, Budi; Rizky Gumilang Pahlawan; Reni Yuliana
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aims: Nurses are required to provide assistance to patients with an accurate Lethal ECG description and maintain their professionalism as a nursing care provider. In carrying out nursing care in the ICU room for patients with lethal ECG, there are many factors that influence the quality of care. Objective: Toexplore the experience of nurses care patients with lethal EKG in the ICU,SekarwangiHospital. Method: This research is a qualitative research with a phenomenological design. The participants selection used purposive sampling technique with 6 nurse. Data obtained through in- depth interviews and analyzed using the Colaizy technique. Results: This studyresulted in 5 themes, namely 1) Nursing Soft Skill , 2) Primary care for Lethal'sECGPatient,3)CollaborationNursingsTeam.4).Hemodynamicstatus,5)Psychological nusring respons. Conclusion: Nurses need to understand their roleas providers of nursing care. Nurses' knowledge needs to be improved so that theimplementation of nursing care can be more optimal. Suggestion This study isexpected to provide an overview and strategy incarrying out nursing care topatients with a lethal ECG description for nurses in the ICU so that nursing carecanbecarried outoptimally.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia di Puskesmas Batujajar Tahun 2024 Pahlawan , Rizky Gumilang; Syifa Fatimah Az Zahra
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Mar-Apr
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i2.327

Abstract

Penyakit jiwa berat kronis Skizofrenia  dialami sepanjang daur kehidupan. perawatan dan dukungan oleh keluarga sangat diperlukan sebagai pendukung dalam pengobatan skizofrenia. Kemajuan informasi dan teknologi mempengaruhi individu salah satunya adalah aspek pemahan dan perilaku. Pemahaman dan perilaku ini sangat mempengaruhi terhadap suatu bentuk dukungan yang dilakukan keluarga dengan skizofrenia.  Tujuan untuk mengetahui perspektif baru dari lokasi berbeda terkait dengan dukungan keluarga dengan kekambuhan skizofrenia di Puskesmas Batujajar. Desain penelitian dengan pendekatak crosssectional. Jumlah sampel sebanyak 86 responden yang diperoleh dengan teknik random pada kelompok. dukungan keluarga diukur dengan Family Support Scale (FSS) dan alat ukur kekambuhan adalah dengan menggunakan lembar observasi wawancara yang telah valid dan reliabilitas. Hasil analisis data diapatkan pasien skizofrenia memiliki dukungan keluarga kurang 49 orang 57% dan pasien skizofrenia dengan  kekambuhan sering 61 orang 70,9%. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p-value  <0,005. terdapat hubungan yang antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di PKM Batujajar Kabupaten Bandung Barat Tahun 2024.
Assessment of Nutritional Status Using SGA (Subjective Global Assessment) and MIS (Malnutrition Inflammation Score) Tools in Hemodialysis Patients Lestari, Pina; Rustandi, Budi; Istianah, Istianah; Pahlawan, Rizky Gumilang
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/cmsnj.v12i2.49641

Abstract

Introduction: One of the problems often found in patients undergoing hemodialysis is changes in their nutritional status. Patients with hemodialysis who are malnourished have a higher risk of disease and death. This nutritional disorder can be overcome by assessing nutritional status. Apart from using the SGA (Subjective Global Assessment) method, the MIS (Malnutrition Inflammation Score) method can also be used. The aim of this study was to compare differences in nutritional status of patients on hemodialysis using the SGA and MIS instruments.   Methods: This research was a quantitative research with a cross-sectional design. The research sample consisted of 75 patient with hemodialysis at one of military hospital, who were selected using non-probability techniques with a total sampling approach. The statistical test used is the Mann-Whitney test with level of significance 0.05 to compare differences between variables.   Results: Using the SGA tool, it was found that more than half of respondents (66.7%) were in the moderate nutrition category, while only 9.3% were in the malnutrition category. In contrast, with MIS tools, it was found that 34.7% were in the mild malnutrition and not malnourished category, while 65.3% were in the moderate to severe malnutrition category. Furthermore, statistical analysis shows that there is a significant difference (p = 0.001) between the use of SGA and MIS in assessing nutritional status in patients with hemodialysis.   Conclusion: It can be concluded that there is a difference between the use of SGA and MIS in assessing nutritional status in patients with hemodialysis. Further research, could explore more for the advantages and disadvantages of each instrument, including the level of accuracy and sensitivity.
Jejaring Mata Katarak POSBINDU NoW CARE di Desa Cihanjuang Rahayu M Iqbal Sutisna; Rahayu Mujiharti; Arie J Pitono; Arieni Ramadhan; Ahmad Arifin; Tentry Fuji Purwanti; Egie Komara Yudha; Mira Harini; Amulia Irlianti; Rizky Gumilang Pahlawan; Metilda Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Istianah Istianah; Budi Rustiadi; Meilirianta Meilirianta; M. Sandi Haryanto; Yulinar Indriati
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.104

Abstract

Katarak adalah suatu kondisi di mana lensa mata mengalami keruh, yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan dan, jika tidak ditangani, berpotensi menyebabkan kebutaan. Secara global, katarak adalah penyebab utama kebutaan, dengan lebih dari 100 juta orang menderita katarak, dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan. (WHO, 2022) Katarak merupakan 81% kasus penyebab utama kebutaan di Indonesia. Populasi yang terus bertambah dan penuaan yang meningkat, jumlah kasus katarak diperkirakan akan meningkat seiring waktu. Ini menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan, terutama di negara berkembang banyak individu, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani, tidak memiliki akses yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan katarak. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui Pos Pembinaan Terpadu Nursing Rajawali of Care (POSBINDU NoW Care) yang bertujuan untuk meningkakan pemahaman dan pencegahan komplikasi penyakit tidak menular dalam hal ini kebutaan pada mata akibat Katarak. Lima Tahapan Kegiatan yang dilakukan pada POSBINDU NoW Care: Tahapan I    melakukan pendaftaran dan administrasi peserta, tahapan II melakukan wawancara kepada peserta, tahapan III, melakukan pemeriksaan kesehatan dan screening mata katarak, tahapan IV, edukasi dan rencana tindak lanjut, tahapan V pendokumentasian. Hasil Berdasarkan hasil kegiatan yang melibatkan 48 peserta, ditemukan bahwa 7 peserta (atau sebesar 15%) terdeteksi mengalami katarak. Rentang usia peserta yang teridentifikasi positif katarak adalah antara 37 hingga 69 tahun. Dari total 48 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, sebanyak 42 orang (88%) adalah perempuan. Dominasi peserta berjenis kelamin wanita dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang, baik secara sosial, kultural, maupun epidemiologis
Efektifitas Senam Lansia Terhadap Fungsi Fisik, Keseimbangan, Dan Kualitas Hidup : Systematic Literature Review (SLR) Rizky Gumilang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia adalah tahap terakhir perjalanan hidup manusia, dari lahir hingga usia di atas 60 tahun. Individu lanjut usia umumnya mengalami penurunan biologis. Penurunan massa tulang dan otot ini menyebabkan penurunan keseimbangan, yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektifitas efektifitas senam lansia terhadap fungsi fisik, keseimbangan, dan kualitas hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap artikel ulasan dengan sumber jurnal Google Scholar rentang waktu 2020-2025. Berdasarkan hasil pencarian ketujuh literture melalui Google Scholar disimpulkan bahwa senam lansia mempengaruhi fungsi fisik, keseimbangan, dan kualitas hidup pada lansia. Hasil rata-rata dari ketujuh artikel tersebut menunjukkan peningkatan hasil fungsi fisik, keseimbangan, dan kualitas hidup pada lansia setelah intervensi seperti senam lansia. Semua aktivitas fisik yang dilakukan dalam penelitian ini merangsang produksi protein di otak.
Aktivitas Fisik Terstruktur Dan Fungsi Kognitif Pada Lansia : Literature Review Rizky Gumilang Pahlawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8494

Abstract

Penuaan adalah proses alami yang terkait erat dengan penurunan fungsi saraf, seperti kemampuan otak untuk mengirimkan sinyal dan berkomunikasi. Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan fisik dan fungsional pada otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektifitas aktifitas fisik dan fungsi kognitif pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap artikel ulasan dengan sumber jurnal Google Scholar rentang waktu 2021-2025. Berdasarkan hasil pencarian ketujuh literture melalui Google Scholar disimpulkan bahwa aktifitas fisik mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia. Hasil rata-rata dari ketujuh artikel tersebut menunjukkan peningkatan hasil kognitif pada lansia setelah intervensi seperti senam otak, latihan aerobik, dan jalan santai. Semua aktivitas fisik yang dilakukan dalam penelitian ini merangsang produksi protein di otak.