Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Assessment of Nutritional Status Using SGA (Subjective Global Assessment) and MIS (Malnutrition Inflammation Score) Tools in Hemodialysis Patients Lestari, Pina; Rustandi, Budi; Istianah, Istianah; Pahlawan, Rizky Gumilang
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/cmsnj.v12i2.49641

Abstract

Introduction: One of the problems often found in patients undergoing hemodialysis is changes in their nutritional status. Patients with hemodialysis who are malnourished have a higher risk of disease and death. This nutritional disorder can be overcome by assessing nutritional status. Apart from using the SGA (Subjective Global Assessment) method, the MIS (Malnutrition Inflammation Score) method can also be used. The aim of this study was to compare differences in nutritional status of patients on hemodialysis using the SGA and MIS instruments.   Methods: This research was a quantitative research with a cross-sectional design. The research sample consisted of 75 patient with hemodialysis at one of military hospital, who were selected using non-probability techniques with a total sampling approach. The statistical test used is the Mann-Whitney test with level of significance 0.05 to compare differences between variables.   Results: Using the SGA tool, it was found that more than half of respondents (66.7%) were in the moderate nutrition category, while only 9.3% were in the malnutrition category. In contrast, with MIS tools, it was found that 34.7% were in the mild malnutrition and not malnourished category, while 65.3% were in the moderate to severe malnutrition category. Furthermore, statistical analysis shows that there is a significant difference (p = 0.001) between the use of SGA and MIS in assessing nutritional status in patients with hemodialysis.   Conclusion: It can be concluded that there is a difference between the use of SGA and MIS in assessing nutritional status in patients with hemodialysis. Further research, could explore more for the advantages and disadvantages of each instrument, including the level of accuracy and sensitivity.
The Experience of Nursing Care Patient with ECG Letal in Intensive Care Unit Sekarwangi Hospital Rustandi, Budi; Rizky Gumilang Pahlawan; Reni Yuliana
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aims: Nurses are required to provide assistance to patients with an accurate Lethal ECG description and maintain their professionalism as a nursing care provider. In carrying out nursing care in the ICU room for patients with lethal ECG, there are many factors that influence the quality of care. Objective: Toexplore the experience of nurses care patients with lethal EKG in the ICU,SekarwangiHospital. Method: This research is a qualitative research with a phenomenological design. The participants selection used purposive sampling technique with 6 nurse. Data obtained through in- depth interviews and analyzed using the Colaizy technique. Results: This studyresulted in 5 themes, namely 1) Nursing Soft Skill , 2) Primary care for Lethal'sECGPatient,3)CollaborationNursingsTeam.4).Hemodynamicstatus,5)Psychological nusring respons. Conclusion: Nurses need to understand their roleas providers of nursing care. Nurses' knowledge needs to be improved so that theimplementation of nursing care can be more optimal. Suggestion This study isexpected to provide an overview and strategy incarrying out nursing care topatients with a lethal ECG description for nurses in the ICU so that nursing carecanbecarried outoptimally.
Hidroterapi Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung: HIDROTERAPI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Rianta, Meili; Rustandi, Budi; Kusumawati, R
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.816 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i1.62

Abstract

HIDROTERAPI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SENJARAWI BANDUNG Kusumawati R, Meilirianta. Rustandi B. Program Studi S1 Keperawatan Rajawali Bandung meili_sbyg@rocketmail.com Abstrak Latar belakang. Lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh diantaranya pada sistem kardiovaskuler lansia dapat terjadi peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yaitu hidroterapi. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi air hangat pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung. Metode. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental (one group pra-post test design) dengan jumlah sampel 35 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan analisa yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer air raksa dan stetoskop. Hasil. Terdapat pengaruh hidroterapi air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Simpulan. Hidroterapi air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, metode ini dapat digunakan sebagai terapi alternatif komplementer dalam menurunkan tekanan darah. Kata kunci: lansia. hipertensi, hidroterapi air hangat HIDROTERAPI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SENJARAWI BANDUNG Kusumawati R, Meilirianta. Rustandi B. Program Studi S1 Keperawatan Rajawali Bandung meili_sbyg@rocketmail.com Abstrak Latar belakang. Lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh diantaranya pada sistem kardiovaskuler lansia dapat terjadi peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yaitu hidroterapi. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi air hangat pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung. Metode. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental (one group pra-post test design) dengan jumlah sampel 35 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan analisa yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer air raksa dan stetoskop. Hasil. Terdapat pengaruh hidroterapi air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Simpulan. Hidroterapi air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, metode ini dapat digunakan sebagai terapi alternatif komplementer dalam menurunkan tekanan darah. Kata kunci: lansia. hipertensi, hidroterapi air hangat HIDROTERAPI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SENJARAWI BANDUNG Kusumawati R, Meilirianta. Rustandi B. Program Studi S1 Keperawatan Rajawali Bandung meili_sbyg@rocketmail.com Abstrak Latar belakang. Lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh diantaranya pada sistem kardiovaskuler lansia dapat terjadi peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yaitu hidroterapi. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi air hangat pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung. Metode. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental (one group pra-post test design) dengan jumlah sampel 35 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan analisa yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer air raksa dan stetoskop. Hasil. Terdapat pengaruh hidroterapi air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Simpulan. Hidroterapi air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, metode ini dapat digunakan sebagai terapi alternatif komplementer dalam menurunkan tekanan darah. Kata kunci: lansia. hipertensi, hidroterapi air hangat Kepustakaan: 34 (buku dan jurnal 2001-2015)
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Nilai Kecemasan Pada Pasien Ca Paru Yang Sedang Menjalani Kemoterapi di RS. Dr. H.A Rotinsulu Kota Bandung: PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP NILAI KECEMASAN PADA PASIEN CA PARU YANG SEDANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RS. Dr. H.A ROTINSULU KOTA BANDUNG Rustandi, Budi
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.879 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i1.63

Abstract

ABSTRAK Kemoterapi merupakan salah satu terapi pilihan untuk pasien kanker, tetapi memiliki banyak efek samping yang sering membuat pasien cemas. efek samping dari kecemasan pada pasien kemoterapi adalah agresif, depresi, keletihan, gugup, peningkatan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga proses pemberian kemoterapi tidak bisa dilakukan. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh PMR terhadap kecemasan pada pasien kanker paru yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Dr. H.A. Rotinsulu Kota Bandung. Dengan desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan desain pre and post without control ini melibatkan 42 responden yang menjalani kemoterapi di Ruang Dahlia Rumah Sakit Dr. H.A Rotinsulu. Dengan mengggunakan Tehnik Consecutive sampling. Kuesioner penelitian menggunakan Kuesioner Kecemasan SRAS yang dirancang oleh Wiliam WK Zung. Data dianalisis menggunakan analisis dengan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan pada pengukuran sebelum diberikan intervensi sebesar 66,97 dengan standar deviasi 3,57 sementara skor kecemasan setelah diberikan intervensi sebesar 47,78 dengan standar deviasi 4,98. Hasil analisis lanjutan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan skor kecemasan sebelum dan setelah diberikan intervensi PMR (p-value < 0,001). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi PMR terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien kanker paru yang menjalani kemoterapi. Kata kunci : Kemoterapi, Kecemasan dan PMR
Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat IGD Di RS X Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 Lukman, Ardeliea Fitriyanti; Tohri, Tonika; Manumara, Theophylia Melisa; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Emergency Room nurses generally have excessive workloads physically, in terms of skills and available time, which affects a person's emotions, thought processes, and conditions, causing work stress. Workload is a condition when there is an imbalance between a worker's abilities or capabilities and the demands of the work that must be completed. Objective: This study aims to determine the relationship between workload and the level of work stress of nurses in the Emergency Room of Hospital X. Method: The research design used is quantitative with a cross-sectional approach. The sample was obtained using the total sampling technique, namely all 34 nurses in the Emergency Room of Hospital X. The instruments used were workload questionnaires and work stress questionnaires. Data analysis was carried out univariately and bivariately with the Chi-Square correlation test. Result: The results of the statistical test obtained a value (p-value = 0.001), so it can be concluded that there is a significant relationship between workload and the level of work stress of nurses. Conclution: There is a relationship between workload and the level of work stress of emergency room nurses.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN AKIBAT STROKE HEMORAGIK DENGAN INTERVENSI HEAD UP 30 TERHADAP PENURUNAN KAPASITAS ADAPTIF INTRAKRANIAL DI RUANG GICU RSUD WELAS ASIH TAHUN 2026 Karima, Neila; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8843

Abstract

Pendahuluan : Penyakit stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian nomor tiga di dunia setelah jantung koroner dan kanker. Stroke terbagi menjadi dua yaitu stroke hemoragik dan non hemoragik. Stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak yang mengakibatkan perdarahan pada otak. Pecahnya pembuluh darah di otak dipengaruhi oleh beberapa kondisi salah satunya yaitu hipertensi tidak terkendali. Tujuan : mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien stroke hemoragik dengan penerapan intervensi head up 30° terhadap penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode : jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus ini merupakan satu pasien stroke hemoragik yang mengalami penurunan kesadaran dengan GCS E2VtM2 terpasang ventilasi mekanik via ETT dengan diberikan posisi head up 30° dari tanggal 5 Januari 2026 hingga 10 Januari 2026. Hasil : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5 hari dengan intervensi head up 30°, memperlihatkan bahwa kesadaran pasien membaik, tekana darah membaik, dan status hemodinamik membaik. Tindakan intervensi head up 30° ini efektif dilakukan untuk pasien stroke hemoragik dengan penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Kesimpulan : Pemberian tindakan intervensi head up 30° efektif terhadap diagnosis penurunan kapasitas adaptif intrakranial pada pasien stroke hemoragik dengan penurunan kesadaran dan peningkatan TTIK.
Pengaruh Pelatihan Simulasi Bencana Terhadap Pengetahuan Kesiapsiagaan Pertolongan Pertama Luka Bakar Pada Anggota PMR Di SMKN 1 Cisarua Bandung Barat Awulia, Putri; Rustandi, Budi; Haryanto, Mokh. Sandi; Pitono, Arie J
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Luka bakar merupakan cedera jaringan yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Tingginya angka kejadian luka bakar, termasuk pada remaja usia sekolah, menuntut adanya kesiapsiagaan dalam pemberian pertolongan pertama. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran penting sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah, namun belum seluruhnya mendapatkan pelatihan simulasi bencana terkait penanganan luka bakar. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan simulasi bencana terhadap pengetahuan kesiapsiagaan pertolongan pertama luka bakar pada anggota PMR di SMKN 1 Cisarua Bandung Barat. Metode penelitian: Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 27 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum pelatihan, sebagian besar responden berada pada kategori kurang baik (74,1%). Setelah pelatihan, mayoritas responden berada pada kategori baik (81,5%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value < 0,001 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Simpulan: Pelatihan simulasi bencana berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan pertolongan pertama luka bakar pada anggota PMR di SMKN 1 Cisarua.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN RISIKO BUNUH DIRI AKIBAT DEPRESI DENGAN INTERVENSI GUIDED IMAGERY DAN FOCUS GROUP DISCUSSION DI RUANG JIWA INTENSIF CAMAR RS JIWA PROVINSI JAWA BARATTAHUN 2026 Mona, Ai; Tohri, Tonika; Rustandi, Budi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2428

Abstract

Background: Depression is a mood disorder that significantly increases the risk of suicide, particularly among patients in acute psychiatric intensive care settings. Suicide risk management is a priority in nursing care as it directly relates to patient safety. Non-pharmacological interventions such as Guided Imagery and Focus Group Discussion (FGD) may help stabilize emotions and improve coping mechanisms. Objective: To analyze nursing care for patients at risk of suicide due to depression through the implementation of Guided Imagery and Focus Group Discussion interventions in a psychiatric intensive care unit. Methods: This study employed a descriptive analytic method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, active participation, documentation review, and literature study. The subject was a patient diagnosed with depression and high suicide risk admitted to a psychiatric intensive care unit. Interventions were implemented in stages, beginning with Guided Imagery for emotional stabilization, followed by FGD to enhance social support and coping skills. Evaluation was conducted by assessing behavioral changes, emotional responses, and suicide risk scores. Results: The findings showed a significant reduction in suicide risk scores from high risk (scores of 14 and 11) to low risk (score of 3) after the interventions. Patients reported feeling calmer, more comfortable, experiencing fewer negative thoughts, and showing increased motivation to live. FGD facilitated emotional expression and strengthened social support. Conclusion: The implementation of Guided Imagery and Focus Group Discussion was effective in reducing suicide risk among patients with depression in a psychiatric intensive care setting. These interventions can be integrated into comprehensive nursing care to support suicide prevention efforts
Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Pencegahan Luka Bakar (Combustio) Melalui Edukasi Kesehatan di SMA Negeri 1 Parongpong Rustandi, Budi; Ramadhan, M. Deri; Sandi , Sandi; Tania, Dwi; Nurdianingsih, Merdiana; Nduru, Mawati; Handayani, Rosa Dwi; Lestari, Neng Nabila Tri Widia; Fadilah, Santi Nur; Nurahmi, Saskia Agis; Andini, Fitri
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rc244848

Abstract

Luka bakar (combustio) merupakan salah satu cedera traumatik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok usia remaja. Aktivitas sehari-hari yang melibatkan api,listrik,dan bahan panas, ditambah dengan rendahnya tingkat pengetahuan mengenai pencegahan luka bakar, meningkatkan risiko terjadinya cedera tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Parongpong mengenai pencegahan luka bakar sejak dini melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.00-09.00 WIB dengan melibatkan 26 siswa. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan media visual dan diskusi interaktif, serta diakhiri dengan post-test sebagai evaluasi. Hasil pre-test yang disajikan dalam bentuk diagram batang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan awal siswa berada pada kategori sedang. Setelah dilakukan edukasi, hasil post-test yang disajikan dalam diagram lingkaran menunjukan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan persentase jawaban benar sebesar 79%. Rata-rata nilai post-test mencapai 75,6 dengan median 75 dan rentang nilai 50-100. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan lka bakar. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko kejadian luka bakar pada remaja.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERNAFASAN AKIBAT PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DISERTAI EKSASEBRASI AKUT DENGAN PENERAPAN INTERVENSI BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RSUD CILILIN TAHUN 2026 Novianti, Fitri; Sutisna, M. Iqbal; Manalu, Lisbet Octovia; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9268

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic lung disease characterized by progressive and not fully reversible airflow limitation. This condition can cause impaired gas exchange leading to chronic hypoxia. Prolonged hypoxia may increase pressure in the pulmonary blood vessels, thereby increasing the workload of the heart, especially the right ventricle, which can eventually lead to cardiac enlargement or Cardiomegaly. Therefore, appropriate nursing care is needed to manage the problems that arise in patients with COPD and cardiomegaly. Objective: To identify and implement nursing care in patients with COPD and cardiomegaly through the nursing process which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Methods: This scientific paper used a case study method with a nursing process approach that includes assessment, determination of nursing diagnoses, planning of nursing interventions, implementation, and evaluation in patients with COPD and cardiomegaly. Results: The results of the nursing care implementation showed that the main nursing problems found in the patient were ineffective airway clearance, impaired gas exchange, and decreased cardiac output. Nursing interventions included monitoring respiratory status, positioning the patient in a semi-Fowler position, deep breathing exercises, effective coughing techniques, and oxygen therapy as indicated. After the nursing interventions were implemented, the patient’s condition improved as indicated by reduced shortness of breath and improved breathing pattern. Conclusion: Nursing care for patients with COPD and cardiomegaly can help overcome nursing problems and improve the patient’s health condition through appropriate and continuous nursing interventions.