Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH HEAT INPUT PADA PENGELASAN COMBINE GTAW-SMAW DISSIMILLAR MATERIAL BAJA AISI 1045 DENGAN SS 304 TERHADAP SIFAT MEKANIK Fauzi, Yusuf Rizal; Heka, Akbar Ela
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i2.5406

Abstract

The growth and development of technology in the construction sector which is increasingly advanced and rapid, cannot be separated from the process of joining similar metals or joining dissimilar metals. This dissimilar welding uses AISI 1045 stainless steel and SS 304 carbon steel with a size of 200 x 200 x 6 mm. The welding method uses GTAW with ER 309 L filler metal with a diameter of 2.4 mm. Dissimilar welding aims to understand the mechanical properties affected by heat input. This study varies the heat input of 1.08 kJ / mm and heat input of 0.83 kJ / mm. The tests carried out were microstructure observations, tensile tests and hardness tests. The results of the tensile test all fractures occurred in the SS 304 base metal with an average value of 886 MPa. The results of the hardness test showed that the fusion line point had a higher hardness value compared to the base metal. In the observation of the microstructure of the SS 304 fusion line area, it has ferrite and pearlite phases, for the weld metal area it has ferrite, austenite and dendritic phases, in the AISI 304 fusion line section it has ferrite and austenite phases. The effect of heat input can be concluded that heat input affects the HAZ and fusion line due to the increasing hardness value.
Pengaruh Post Weld Heat Treatment Proses Pengelasan MIG Terhadap Kekuatan Tarik Baja Karbon AISI 1045 Fauzi, Yusuf Rizal; Arsyad, Muhammad
Journal of Energy, Materials, & Manufacturing Technology Vol 3 No 02 (2024): Journal of Energy, Materials, & Manufacturing Technology
Publisher : Unit Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jemmtec.v3i02.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses post weld heat treatment (PWHT) terhadap kekuatan tarik pada pengelasan material similar atau sejenis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah pengelasan material AISI 1045 menggunakan metode Metal Inert Gas (MIG) dengan penambahan PWHT. Proses pengelasan MIG menggunakan variasi kuat arus sebesar 80 A, 90 A, dan 100 A. Sedangkan proses PWHT menggunakan variasi suhu yaitu 600°C, 700°C, dan 800°C. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dari hasil pengujian tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada kekuatan tarik PWHT 600°C sebesar 893.33 MPa memiliki nilai paling baik atau lebih tinggi dibandingkan dengan PWHT 800°C, dan PWHT 700°C dengan nilai sebesar 680,88 MPa dan Non PWHT material memberikan nilai sebesar 658.66 MPa. (2) temperatur PWHT dapat mempengaruhi kekuatan tarik. (3) Perlakuan pengelasan dengan kuat arus sebesar 100 A dan PWHT 600°C pada material AISI 1045 adalah yang paling optimal, karena memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi.
PELATIHAN ANALISA TROUBLESHOOTING DAN INSTALASI APLIKASI KOMPUTER PADA SMK MUHAMMADIYAH 3 BANJARMASIN Fauzi, Yusuf Rizal; Heka, Akbar Ela; Siti Nur Aisah
Journal of Community Research & Engagement Vol. 2 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : LPPM STIE Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/c3a67v95

Abstract

Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya pada komputer dan perangkatnya, pengguna dituntut untuk memiliki pengetahuan yang tidak hanya terbatas pada pengoperasian, tetapi juga meliputi instalasi dan troubleshooting. Kemampuan ini penting agar pengguna dapat mengatasi kendala sederhana secara mandiri tanpa ketergantungan pada jasa servis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa solusi umum yang diambil ketika menghadapi masalah perangkat lunak justru adalah membawa komputer ke tempat servis untuk instalasi ulang. Kondisi ini diperparah oleh kebijakan kurikulum di tingkat SMK, dimana mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) dalam Kurikulum 2013 berstatus sebagai mata pelajaran pilihan, bukan wajib. Akibatnya, banyak siswa SMK lulus tanpa dibekali keterampilan dasar untuk memperbaiki komputer atau laptop mereka sendiri. Untuk mengatasi kesenjangan keterampilan tersebut, pelatihan praktis dirasa sangat diperlukan guna meningkatkan literasi digital siswa dalam menghadapi era revolusi digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk membekali siswa-siswi SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin dengan pengetahuan aplikatif. Fokus pelatihan meliputi instalasi sistem operasi Windows, instalasi perangkat lunak pendukung, serta teknik troubleshooting dasar untuk menyelesaikan masalah-masalah sederhana yang umum timbul. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan keberhasilan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan keterampilan peserta sebesar 85% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Pelatihan ini membawa dampak sosial yang nyata berupa pengurangan estimasi biaya servis komputer. Analisis menunjukkan bahwa dengan keterampilan yang diperoleh, setiap peserta siswa berpotensi menghemat pengeluaran hingga Rp 200.000 per tahun. Dengan demikian, intervensi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis tetapi juga memberikan nilai ekonomi langsung bagi peserta