Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya pada komputer dan perangkatnya, pengguna dituntut untuk memiliki pengetahuan yang tidak hanya terbatas pada pengoperasian, tetapi juga meliputi instalasi dan troubleshooting. Kemampuan ini penting agar pengguna dapat mengatasi kendala sederhana secara mandiri tanpa ketergantungan pada jasa servis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa solusi umum yang diambil ketika menghadapi masalah perangkat lunak justru adalah membawa komputer ke tempat servis untuk instalasi ulang. Kondisi ini diperparah oleh kebijakan kurikulum di tingkat SMK, dimana mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) dalam Kurikulum 2013 berstatus sebagai mata pelajaran pilihan, bukan wajib. Akibatnya, banyak siswa SMK lulus tanpa dibekali keterampilan dasar untuk memperbaiki komputer atau laptop mereka sendiri. Untuk mengatasi kesenjangan keterampilan tersebut, pelatihan praktis dirasa sangat diperlukan guna meningkatkan literasi digital siswa dalam menghadapi era revolusi digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk membekali siswa-siswi SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin dengan pengetahuan aplikatif. Fokus pelatihan meliputi instalasi sistem operasi Windows, instalasi perangkat lunak pendukung, serta teknik troubleshooting dasar untuk menyelesaikan masalah-masalah sederhana yang umum timbul. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan keberhasilan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan keterampilan peserta sebesar 85% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Pelatihan ini membawa dampak sosial yang nyata berupa pengurangan estimasi biaya servis komputer. Analisis menunjukkan bahwa dengan keterampilan yang diperoleh, setiap peserta siswa berpotensi menghemat pengeluaran hingga Rp 200.000 per tahun. Dengan demikian, intervensi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis tetapi juga memberikan nilai ekonomi langsung bagi peserta