Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jumlah Optimal Bahan Baku “Pempek DODO” Single Item Single Supplier dan Multi Item Single Supplier Zerlinda, Ivana; Agustinus, Agustinus; Dwi, Dwi; Alfonsus, Alfonsus; Sunarni, Theresia
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 5, No 1 (2020): Integrasi: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v5i1.2975

Abstract

Persediaan bahan baku yang baik dapat membuat perusahaan tidak kekurangan bahan baku dan biaya yang dikeluarkan juga optimal. Adapun UKM Pempek DODO yang memiliki bahan baku yang lebih dari satu jenis. Selama ini pemesanan bahan baku selalu dilakukan setiap 2 kali sekali dalam satu minggu sehingga dalam satu tahun sekitar melakukan pemesanan selama 96 kali. Oleh karena itu ada baiknya pemesann bisa diminimumkan agar biaya dapat lebih dioptimalkan Salah satu metode yang dapat digunakan adalah EOQ (Economic Order Quantity). Karena ada bahan baku yang satu jenis dan memiliki satu supplier maka menggunakan metode EOQ single item single supplier. Sedangkan bahan baku yang memiliki kesamaan supplier menggunakan metode EOQ multi item single supplier. Dengan metode ini diharapkan dapat mengetahui jumlah pemesanan dan frekuensi optimal pada setiap bahan baku dengan asumsi tanggal kadarluarsa diabaikan. Maka hasil dengan metode EOQ total biayanya sebesar Rp 327.756.675,5 yang berarti menghemat biaya sebesar Rp 3.755.300.
SOSIALISASI EDUKASI GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Ezalina, Ezalina; Gunawan, Putra; Rahmadan, Nilpas; Listari, Nia; Adelia, Dina; Dwi, Dwi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.13135

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Di dunia prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia sebesar 41,8%, sedangkan di Indonesia 48,9%. Anemia termasuk masalah kesehatan masyarakat berat (severe public health problem) yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang dilahirkan. Salah satu faktor penyebab anemia dalam kehamilan adalah kurangnya asupan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dalam mencegah anemia kehamilan. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu dengan menggunakan metode pendidikan kesehatan. Mitra kegiatan adalah ibu hamil yang berada di Posyandu RW 13 Kelurahan Limbungan Baru Kecamatan Rumbai. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemeriksaan fisik ibu hamil (pengukuran TD, BB, TB dan pengisian KMS ibu hamil) kemudian edukasi tentang gizi ibu hamil. Kegiatan diakhiri dengan diskusi atau tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. Hasil akhir kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dari 45% menjadi 97% yang terlihat dari adanya antusias ibu hamil ketika menyimak materi yang disampaikan dan berkeinginan untuk menerapkan konsumsi makanan yang bergizi selama hamil.Abstract: Anemia is a condition in which red blood cells do not meet the physiological needs of the body. In the world the prevalence of pregnant women who experience it is 41.8%, while in Indonesia it is 48.9%. Anemia is a severe public health problem that has an impact on the quality of the human resources that are born. One of the factors that causes anemia in pregnancy is the lack of nutritious food consumed by pregnant women. The purpose of community service was to increase pregnant women's knowledge about nutrition in preventing anemia in pregnancy. The activity was carried out at posyandu (Integrated Health Center) using health education methods. The partners were pregnant women who are in posyandu RW 13, Limbungan Baru Village, Rumbai Subdistrict. The method of implementing the activity began with a physical examination of pregnant women (measurement of blood pressure, weight, height) and filling in KMS for pregnant women). Then, education about nutrition for pregnant women was given. The activity ended with a discussion or question and answer about the topic that had been presented. The final result of the activity was an increase in pregnant women's knowledge from 45% to 97% as seen from the enthusiasm of pregnant women in listening when the material was delivered and their desire to apply nutritious food consumption during pregnancy.
Pengaruh Edukasi Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di MTs Miftahul Jannah Pahandut Sebrang Dwi, Dwi; Arsesiana, Angga; Devitasari, Ivana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.599

Abstract

Latar Belakang: Personal hygiene saat menstruasi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tidak tepat dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan seperti keputihan dan infeksi organ reproduksi. Hasil studi pendahuluan di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang menunjukkan sebagian besar remaja putri masih memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang terkait personal hygiene saat menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang efektif, salah satunya melalui penggunaan media audio visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen (pre-experimental design) menggunakan rancangan one group pretest–posttest design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh remaja putri di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang sebanyak 73 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi setelah diberikan edukasi media audio visual. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri. Kesimpulan: Edukasi media audio visual berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruas.