Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CURAHAN TENAGA KERJA USAHATANI PADI LOKAL DI DESA TANJUNG HARAPAN KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Anisa Purwati; Ifada, Inda Ilma; Hasiani, Yarna
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2023): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2.4632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar curahan tenaga kerja dan upah yang diperoleh petani, biaya penerimaan dan pendapatan petani serta pengaruh curahan tenaga kerja dan teknologi pertanian terhadap produksi padi pada usahatani padi lokal di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode Stratified Random Sampling sebanyak 30 orang. Jumlah curahan tenaga kerja pada usahatani padi lokal sebanyak 2.517 HOK dengan sistem upah harian. Dalam pelaksanaan usahatani biaya total rata-rata/petani Rp. 10.806.582/musim, produksi padi lokal rata-rata/petani 4.933 kg/musim dan harga jual rata-rata/kg Rp. 3.500, penerimaan rata-rata/petani Rp.12.775.000/musim, pendapatan rata-rata/petani Rp. 8.935.683/musim. Pengaruh curahan tenaga kerja (X1) dan teknologi pertanian (D) terhadap produksi (Y) padi secara simultan berpengaruh secara signifikan. Pengaruh curahan tenaga kerja (X1) dan teknologi pertanian (D) terhadap produksi (Y) padi secara parsial berpengaruh secara signifikan. Kata Kunci : Curahan Tenaga Kerja; Usahatani; Padi Lokal
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Robusta (Coffea Canephora) di Desa Ratau Balai Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Ahmad Asrori; Hidayatullah, Arief; Ifada, Inda Ilma
Media Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v7i2.4409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk analisis faktor internal dan eksternal serta strategi pengembangan usahatani kopi robusta di Desa Rantau Balai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Metode penelitian mencakup kualitatif dan kuantitatif dengan analisis IFE, EFE, dan SWOT. Hasilnya menunjukkan faktor internal, kekuatan utama adalah ketersediaan lahan yang luas, sementara faktor kekuatan terendah adalah akses terhadap pasar yang kurang luas. Kelemahan utama terletak pada kurangnya produksi, sementara kelemahan terendah adalah kurangnya pengetahuan tentang teknologi pertanian modern Sementara itu, pada faktor eksternal, peluang utama terletak pada potensi budidaya kopi robusta, sementara peluang terendah adalah potensi ekspor kopi robusta ke pasar internasional. Ancaman utama berasal dari perubahan iklim yang ekstrem, sedangkan ancaman terendah berasal dari hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi robusta. Enam strategi alternatif seperti (a) Peningkatan produksi dan pemenuhan permintaan pasar yang terus meningkat melalui peningkatan luasan lahan kopi robusta, (b) Pengembangan sektor pertanian dengan memperluas akses pasar yang didukung oleh pemerintah, (c) Peningkatan modal usaha untuk mendukung infrastruktur/teknologi pertanian guna mengembangkan produk turunan, (d) Pembentukan lembaga khusus kopi robusta di tingkat desa berupa kelompok tani untuk memfasilitasi dukungan pemerintah dalam bentuk bantuan infrastruktur, teknologi, dan pelatihan, (e) Peningkatan kualitas kopi robusta sebagai upaya untuk mengatasi persaingan dan fluktuasi harga, dan (f) Peningkatan pelatihan mengenai teknologi pertanian modern sebagai respons terhadap perubahan iklim serta ancaman hama dan penyakit
Dampak Kenaikan Harga Bahan Baku dan Minyak Goreng terhadap Nilai Tambah Keripik Singkong di Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin Ash'ari, Fuzi; Suslinawati, Suslinawati; Ifada, Inda Ilma; Pangestu, Ridho Fahlevi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v8i2.13486

Abstract

Kegiatan industri pengolahan hasil yang memproduksi keripik singkong di kecamatan Banjarmasin Barat merupakan kegiatan subsektor agribisnis yang besar peranannya dalam meningkatkan nilai tambah dari produk berbahan baku singkong atau ubi kayu atau ketela pohon (Manihot esculenta Crantz). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kenaikan harga bahan baku singkong dan minyak goreng terhadap nilai tambah produk olahan singkong (studi kasus usaha keripik singkong di kecamatan Banjarmasin Barat)  dengan metode analisis Hayami. Berdasarkan perhitungan rasio nilai tambah, usaha keripik singkong milik bapak Yusuf sebelum terjadinya kenaikan harga bahan baku dan kenaikan harga minyak goreng termasuk kedalam kategori sedang dengan rasio sebesar  15,32%, namun rasio nilai tambah setelah terjadinya kenaikan harga bahan baku dan kenaikan harga minyak goreng termasuk kedalam kategori rendah dengan rasio sebesar 9,96%, sedangkan rasio nilai tambah pada usaha keripik singkong milik bapak Budiono sebelum kenaikan harga adalah sebesar 28,55%  dan sesudah terjadinya kenaikan harga bahan baku dan kenaikan harga minyak goreng adalah 21,31% dan keduanya termasuk kedalam kategori sedang.
Pemasaran Buah Apel Fuji (Malus pumila) di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan Saputri, Lidiana; Suslinawati; Ifada, Inda Ilma
Jurnal Agribisnis Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/agr.v25i1.11331

Abstract

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam dunia bisnisdalam mengalirkan sebuah produk agar bisa sampai ke tangan konsumen. Buah Apel memiliki khasiat yang sangat baik untuk tubuh dibandingkan buah impor lainnya. Apel Fuji lebih banyak disukai masyarakat kota Banjarmasin, akan tetapi selalu tersedia di lapak pedagang sehingga dikhawatirkan terjadinya kelebihan impor yang menyebabkan stok tertimbun. Penting diketahui saluran, fungsi, aliran barang, aliran uang, aliran informasi, biaya, keuntungan, margin, dan efisiensi pemasarannya. Sampel dalam penelitian diambil secara sengaja sebanyak 5 agen besar sebagai key informan, kemudian dilakukan secara Snowball Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 saluran pemasaran. Fungsi pemasaran pada Saluran I adalah penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, sortasi, informasi pasar (AB). Saluran II penjualan, pembelian (AB, PG), pengangkutan (AB, PG), penyimpanan (AB, PG), sortasi (AB), penanggungan resiko (PG), informasi pasar (AB, PG). Saluran III penjualan, pembelian (AB, PE), pengangkutan (PE), penyimpanan (AB, PE), sortasi (AB), penanggungan resiko (PE), informasi pasar (AB, PE). Aliran barang terjadi mengalir dari agen besar hingga ke konsumen, sedangkan aliran uang mengalir ke arah sebaliknya dari konsumen hingga ke agen besar, dan aliran informasi mengalir secara dua arah. Biaya total pemasaran yang ditanggung pada masing-masing saluran adalah rata-rata Rp3.841/kg (I), Rp12.211/kg (II), dan Rp12.930/kg (III). Keuntungan pemasaran agen besar adalah Rp7.924/kg (I), Rp3.453/kg (II), dan Rp5.153/kg (III), pedagang grosir Rp4.630/kg (II), dan pedagang ecer Rp7.211/kg (III). Total margin yang diperoleh adalah Rp11.765 (I), Rp20.294 (II), dan Rp25.294 (III). Efisiensi pemasaran yang didapat adalah sebesar 14,51% (I), 34,89% (II), dan 32,33% (III).