Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ATRIBUT PRODUK TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK KOSMETIK CARING COLOURS Irmayanti, Irmayanti; Irawati, Dwi
Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 10 No 2 (2012): Volume 10, Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh atribut produk terhadap perilaku pembelian pada produk kosmetik caring colours. Produk caring colours ini merupakan produk yang mempunyai manfaat tambahan selain untuk make up wajah yaitu perawatan kecantikan kulit wajah. Selain itu kosmetik caring colours juga mempunyai nilai keunggulan yang sangat menjadi perhatian utama konsumennya yaitu terbuat dari bahan-bahan alami yang aman dipakai. Atribut produk yang diteliti adalah merek (X1), kualitas (X2), label (X3), dan kemasan (X4) berperan sebagai prediktor perilaku pembelian konsumen (Y). Sampel penelitian ini adala para wanita yang menggunakan kosmetik caring colours dan diambil sebanyak 100 orang konsumen. Data dikumpulkan menggunakan teknik kuesioner dan berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas diperoleh hasil bahwa seluruh item pertanyaan dalam instrument terbukti valid dan reliable. Ini ditunjukkan dengan nilai validitas masing-masing item yang lebih besar dari 0,3 dan nilai cronbach alpha yan lebih besar dari 0,6. Selanjutnya, berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan regresi berganda diperoleh hasil bahwa seluruh atribut yaitu merek, kualitas, label, dan kemasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian konsumen.
PENGEMBANGAN MODUL PENGAJUAN CUTI DAN DANA Oktivasari, Prihatin; Irawati, Dwi
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 1 (2015): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Service employees is an activity that is essential for any company. The larger the company would have more and more employees. Therefore the company is required to perform the service employees in a fast, accurate and on target. Companies that have employees many of course have large amounts of data. Such data require good organization to generate maximum performance. Office Automation System with the use of the Internet (web-based) can support the provision of information and processing data quickly and accurately. This technology is a solution for the employee to perform services specifically leave application and submission of funding without having to come directly to the company. With the leave application module that employees can perform leave application anytime and anywhere. While the funding submission module can control submitted for the employees often make companies lose. Back end system built using CodeIgniter PHP framework and frontend using Bootstrap CSS framework for the system to be accessed in a variety of platforms while using MySQL database. System testing is done using the Black-box testing methods, ie functional testing system to ensure that the system created in line with expectations and the company’s business processes. From the results of tests performed, it can be concluded that the system has been running in accordance with the business processes and the company’s expectations. Use of office automation systems can handle the existing problems, especially in the leave application modules and submission of funding.
ATRIBUT PRODUK TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK KOSMETIK CARING COLOURS Irmayanti, Irmayanti; Irawati, Dwi
Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 10 No 2 (2012): Volume 10, Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh atribut produk terhadap perilaku pembelian pada produk kosmetik caring colours. Produk caring colours ini merupakan produk yang mempunyai manfaat tambahan selain untuk make up wajah yaitu perawatan kecantikan kulit wajah. Selain itu kosmetik caring colours juga mempunyai nilai keunggulan yang sangat menjadi perhatian utama konsumennya yaitu terbuat dari bahan-bahan alami yang aman dipakai. Atribut produk yang diteliti adalah merek (X1), kualitas (X2), label (X3), dan kemasan (X4) berperan sebagai prediktor perilaku pembelian konsumen (Y). Sampel penelitian ini adala para wanita yang menggunakan kosmetik caring colours dan diambil sebanyak 100 orang konsumen. Data dikumpulkan menggunakan teknik kuesioner dan berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas diperoleh hasil bahwa seluruh item pertanyaan dalam instrument terbukti valid dan reliable. Ini ditunjukkan dengan nilai validitas masing-masing item yang lebih besar dari 0,3 dan nilai cronbach alpha yan lebih besar dari 0,6. Selanjutnya, berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan regresi berganda diperoleh hasil bahwa seluruh atribut yaitu merek, kualitas, label, dan kemasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian konsumen.
BEHAVIORAL FINANCE VERSUS STANDARD FINANCE Dwi Irawati
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 2 (2015): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : FE Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.752 KB) | DOI: 10.37729/sjmb.v11i2.3251

Abstract

Tulisan ini mengulas perkembangan keuangan keperilakuan (behavioral finance) yang semakin pesat setelah terjadi krisis keuangan di Amerika Serikat pada Desember 2007 hingga Juni 2009, yang dampaknya dirasakan perbankan dan pasar modal seluruh dunia. Behavioral finance pada dasarnya adalah sebuah pendekatan komprehensif dan kohesif yang mengombinasikan analisis fundamental, teknikal, dan analisis sentimen dan psikologi dari pelaku pasar.  Pendekatan behavioral mengalami perkembangan yang amat pesat sebab pendekatan yang selama ini digunakan untuk pengambilan keputusan oleh investor dianggap telah memperlihatkan kelemahan-kelemahan. Para pelaku pasar mulai mempercayai bahwa kegagalan pasar (rontoknya pasar modal) lebih disebabkan oleh banyaknya keputusan investasi yang didasarkan pada perilaku irasional dibandingkan dengan perilaku yang didasarkan pada ekspektasi terhadap nilai fundamental perusahaan yang dimiliki secara intrinsik dengan berbagai pendekatan yang lazim dilakukan seperti pendekatan discounted free cash flow, relative valuation, dan real options. Para pendukung behavioral finance berpandangan bahwa pendekatan ini dapat melengkapi pendekatan tradisional sehingga cukup baik digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi oleh para investor.   Keywords: behavioral finance, traditional finance
PROSPEK DAN TANTANGAN TAFAKUL DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN MEA) Dwi Irawati
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 3 (2015): SEGMEN-Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : FE Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.807 KB) | DOI: 10.37729/sjmb.v11i3.3256

Abstract

Berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) di tahun 1991 telah memberikan inspirasi kepada umat muslim tentang perlunya didirikannya asuransi syariah di Indonesia. Asuransi syariah (tafakul) di Indonesia berkembang sangat pesat. Baik perusahaan asuransi asing maupun dari dalam negeri, hampir seluruhnya mempunyai produk asuransi syariah. Perkembangan yang pesat tersebut tidak lain karena mayoritas penduduk Indonesia dalah muslim, sehingga permintaan akan asuransi syariah tinggi. Artikel ini mengulas mengenai potensi, prospek, hambatan, dan tantangan yang dihadapi industri tafakul Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Meskipun telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, khususnya di tahun 2010 hingga 2011, namun kontribusi tafakul dalam pembangunan masih relatif kecil dibandingkan dengan asuransi konvensional. Ada berbagai hambatan dan tantangan yang masih harus dihadapi perusahaan tafakul agar dapat semakin eksis, dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Tingginya minat dan optimisme masyarakat muslim terhadap produk asuransi syariah (tafakul) merupakan modal utama perkembangan tafakul, selain memerlukan dukungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi yang mengatur secara khusus asuransi syariah. Terbatasnya sumberdaya insani yang menguasai operasional (teknis) asuransi syariah, permodalan yang minim, ketidakpahaman masyarakat tentang produk asuransi syariah, dan anggapan masyarakat bahwa asuransi syariah belum mapan, merupakan hambatan yang harus diatasi agar eksistensi dan kontribusi tafakul semakin meningkat. Globalisasi menjadi isu penting yang harus direspon oleh perusahaan asuransi syariah, agar perusahaan tetap eksis, mampu bersaing, dan akhirnya memenangkan persaingan yang semakin ketat.   Kata kunci: asuransi syariah, tafakul, MEA
ANALISIS KAUSALITAS ANTARA BANK-SPECIFIC FACTORS DAN KECUKUPAN MODAL PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Dwi Irawati; Intan Puspitasari
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 16, No 1 (2020): SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : FE Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.047 KB) | DOI: 10.37729/sjmb.v16i1.6113

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara bank-specific factors (terdiri dari: risiko likuiditas, kualitas asset, dana pihak ketiga, dan profitabilitas) dengan kecukupan modal perbankan syariah di Indonesia. Pengujian hubungan kausalitas penting untuk dilakukan sebab hasil uji kausalitas selain dapat menunjukkan adanya hubungan yang bersifat kausal diantara variabel-variabel yang diteliti juga mengindikasi adanya potensi hubungan diantara variabel-variabel tersebut. Hipotesis kausalitas diuji menggunakan Causality Granger test dengan kecukupan modal sebagai variabel tergantung (akibat), sedangkan risiko likuiditas, kualitas asset, dana pihak ketiga, dan profitabilitas diperlakukan sebagai variabel independen (penyebab). Data dikumpulkan dari laporan tahunan bank syariah di Indonesia selama periode 2010 hingga 2016. Secara keseluruhan, hasil pengujian kausalitas Granger mengindikasi bahwa: (1) risiko likuiditas dan kecukupan modal mempunyai hubungan kausalitas searah, yaitu risiko likuiditas mempengaruhi kecukupan modal dan tidak berlaku sebaliknya; (2) kualitas asset mempengaruhi kecukupan modal dan tidak sebaliknya; (3) hubungan antara dana pihak ketiga dan kecukupan modal adalah hubungan kausal dua arah, artinya dana pihak ketiga mempengaruhi kecukupan modal dan sebaliknya; (4) profitabilitas menjadi penyebab besarnya kecukupan modal dan tidak berlaku sebaliknya. Kata Kunci: kausalitas Granger, kausalitas searah, kausalitas dua arah
360 DEGREE FEEDBACK MODEL: AN ALTERNATIVE FOR EXECUTING A BETTER PERFORMANCE APPRAISAL SYSTEM Dwi Irawati
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis No 1 (2006): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : FE Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.621 KB) | DOI: 10.37729/sjmb.v0i1.5

Abstract

Penilaian kinerja (performance appraisal) anggota organisasi adalah aktivitas wajib dan rutin dilakukan organisasi. Penilaian kinerja selain bertujuan mengendalikan aktivitas anggota agar efektif dan efisien dalam pencapaian target dan tujuan organisasi juga dimaksudkan untuk memberikan reward kepada anggota sesuai dengan kinerjanya. Reward positif, misalnya promosi jabatan, diberikan kepada anggota ketika anggota mampu menunjukkan kinerja yang baik. Sedangkan reward negatif, misalnya demosi jabatan, skorsing, dan sebagainya diberikan kepada anggota ketika mereka tidak mampu menunjukkan kinerja yang baik. Akan tetapi, pada kenyataannya, banyak sekali praktik performance appraisal yang tidak memberikan arti apa-apa selain rasa sakit hati anggotanya (painfull appraisal) yang  timbul akibat sistem penilaian yang tidak adil dan valid. Artikel ini menyampaikan hal-hal yang menjadi sebab buruknya sistem penilaian kinerja model lama (disebut sebagai traditional system) ---seperti misalnya hallo effect, leniency effect, strickness errors, “similar to me” errors dan sebagainya--- dan mengusulkan penilaian kinerja model baru (yang disebut 360 degrees appraisal system). Model penilaian 360 derajat tidak hanya melibatkan atasan saja sebagai satu-satunya penilai kinerja (rater) akan tetapi juga melibatkan peers, subordinates,dan diri karyawan itu sendiri. Model 360 derajat ini dinilai lebih bermanfaat dan valid dalam memberikan rating kepada karyawan di samping diperolehnya umpan balik dari penilai.   Kata kunci: penilaian kinerja, model 360 derajat
PERKEMBANGAN TEORI KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN PUSTAKA Dwi Irawati
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 1 (2011): J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s
Publisher : FE Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.367 KB) | DOI: 10.37729/sjmb.v7i1.190

Abstract

Topik kepemimpinan merupakan topik yang sangat menarik dan banyak menjadi fokus perhatian berbagai kalangan, baik organisasi bisnis, organisasi pemerintahan, atau pelayanan publik. Penelitian dalam bidang manajemen pun banyak sekali yang mendasarkan perhatiannya pada bidang kepemimpinan sehingga cukup banyak hasil penelitian berupa teori yang dikembangkan dalam bidang kepemimpinan ini. Tulisan ini membahas dan menyimpulkan bahwa teori kepemimpinan berkembang secara paralel dalam berbagai dimensi yang melingkupi dimensi kecerdasan emosional, nyali atau keberanian, kematangan karakter, kompetensi, dan prinsip. Walaupun demikian, kelima dimensi ini sejatinya saling melengkapi satu sama lain. Kata kunci: teori kepemimpinan, kepemimpinan
EMOTIONAL BRANDING: PARADIGMA BARU MEMBANGUN BRAND AWARE Dwi Irawati
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis No 1 (2005): Jurnal Manajemen & Bisnis
Publisher : FE Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/sjmb.v0i1.128

Abstract

This article is about  building brand aware. its focus is how brands can influence potencial consumers  make choice ,to buy or not to buy, to consume or not  to consume  certain product. Consumers  never really  understand all the features and attributes that products and services  have unlike  the companies that produce them they do  know that  they prever  some brands to others. This brand preference  tends to steam  from the emotional  needs that people have. the secret to branding  s in adding value, especially  psychological value to products, services, and companies in the form  of intangible benefits-the emotional associations, beliefs, values, and feelings that people  relate to  the brand. this aspect  of the products or services, and not  the attributes and features, that can strongly distinguish in people’s mind or brand from another. emotional branding as a new paradigm connecting products and costumers  really helps  products  and companies  achieving  costumers’brand awareness better than the rational approach nowadays. Keywords: brand, aware, emotional branding
Resensi Buku : Edwin A. Locke The Essence of Leadership: The Four Keys to Leading Successfully Dwi Irawati
SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10, No 1 (2014): SEGMEN - Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : FE Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.564 KB) | DOI: 10.37729/sjmb.v10i1.1061

Abstract

Buku The Essence of Leadership memberikan model bagi kepemimpinan yang berhasil berdasarkan pada pemimpin yang sesungguhnya dan bukan hanya berdasarkan teori yang abstrak semata. Edwin A. Locke meneliti gaya dan metoda kepemimpinan dalam perusahaan dan mencermati karateristik umum dan skills-nya ke dalam prototipe kepemimpinan yang efektif yang diharapkan oleh organisasi.  Model yang diusulkan oleh Locke didasarkan pada empat elemen proses kepemimpinan yaitu (1) motivasi dan kepribadian, (2) pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan, (3) visi, (4) kemampuan merealisasikan visi.