Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Isolasi klorofil a dan analisis aktivitas antioksidan dari mikroalga C. vulgaris: Isolation of chlorophyll a and analysis of antioxidant activity from microalgae C. vulgaris Chamidah, Anies; Afrilia, Hefni Citra; Ahmad, Mirza Gulam; Arisandi, Desy
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i11.57470

Abstract

Klorofil adalah pigmen hijau yang ditemukan dalam membran tilakoid yang terdiri atas klorofil a, b, c, d, dan e, yang bermanfaat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimutagenik, dan antikanker. Penggunaan klorofil dari mikroalga belum banyak dieksplorasi dibandingkan dengan klorofil dari tanaman darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan aktivitas antioksidan klorofil a dari mikroalga C.vulgaris. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, dengan tahapan ekstraksi mikroalga C. vulgaris menggunakan pelarut etanol 96%, fraksinasi crude ekstrak C. vulgaris dengan n-heksana, identifikasi klorofil dan penentuan eluen terbaik untuk isolasi KLT, isolasi fraksi untuk memperoleh pigmen klorofil selanjutnya diuji KLT, kadar total klorofil dan aktivitas antioksidan. Hasil pengujian meliputi uji rendemen, kromatografi lapis tipis (KLT), kadar total klorofil, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klorofil a dapat diisolasi melalui ekstraksi menggunakan etanol 96%, fraksinasi dengan n-heksana, dan pemurnian dengan kromatografi kolom menggunakan pelarut petroleum eter (7:3). Nilai IC50 dari klorofil a yang dihasilkan adalah 63,99±5,46 ppm, yang termasuk dalam kategori antioksidan kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa klorofil a dari C. vulgaris memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.
Edukasi Pemanfaatan Limbah Pemindangan Menjadi Pupuk Organik Cair Dalam Upaya Revitalisasi Lingkungan Chamidah, Anies; Arifin, M. Zainul; Supriatna, Supriatna; Arisandi, Desy; Ahmad, Mirza Gulam; Amini, Luthfiah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1416

Abstract

Limbah cair hasil pemindangan ikan di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan umumnya masih dibuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari perairan pesisir dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Padahal, limbah cair pemindangan masih mengandung senyawa organik dan unsur hara yang berpotensi dimanfaatkan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra UMKM pemindangan adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah agar lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi, transfer teknologi, dan pendampingan pemanfaatan limbah cair pemindangan ikan menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai upaya revitalisasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi dengan melibatkan pelaku UMKM, masyarakat sekitar, siswa SMK perikanan, dan mahasiswa. Teknologi yang diterapkan meliputi filtrasi bertingkat menggunakan koagulan kitosan serta fermentasi limbah cair pemindangan dengan penambahan limbah padat karagenan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi POC terbaik diperoleh pada perbandingan 1:5 (40 ml limbah pindang : 200 g limbah karagenan), dengan kandungan Cl 1,34%, K₂O 134,74 mg/L, N total 0,27%, Na 240,96 mg/L, dan P₂O₅ 700,46 mg/Kg. Hasil tersebut menunjukkan POC yang dihasilkan aman dan berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman tanpa risiko salinitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan penerapan teknologi sederhana mampu menjadi solusi pengelolaan limbah pemindangan yang berkelanjutan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Natural Deep Eutectic Solvent–Extracted Old and Young Mangrove Avicennia marina Leaves: Comparative Antibacterial Activity Against Propionibacterium acnes Djamaludin, Heder; Firdaus, Shelina Innasa; Suprayitno, Eddy; Yahya, Yahya; Arisandi, Desy; Ahmad, Mirza Gulam; Tambunan, Jeny Ernawati; Ahmad, Nurul Hawa; Ramli, Nurul Shazini; Kartikaningsih, Hartati
Journal of Tropical Life Science Vol. 15 No. 3
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.15.03.13

Abstract

Acne vulgaris is a common inflammatory skin disorder largely associated with the proliferation of Propionibacterium acnes. Although antibiotics are widely used for acne treatment, the increasing incidence of antibiotic resistance necessitates the exploration of effective natural alternatives. Mangrove plants are known to contain diverse bioactive compounds with antimicrobial potential. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) extracts derived from young and old leaves of Avicennia marina against P. acnes. Extraction was conducted using citric acid–glucose-based NADES with different molar ratios: P1 (1:1), P2 (2:1), P3 (3:1), and P4 (4:1), to assess the effect of solvent composition on antibacterial performance. Antibacterial activity was determined using inhibition zone assays, while molecular docking analysis was performed to investigate interactions between extracted metabolites and P. acnes target proteins. The results showed that both young and old leaf extracts exhibited significant antibacterial activity, strongly influenced by the NADES formulation. Young leaf extracts produced the largest inhibition zone with the P4 formulation (24.51±0.75 mm) and the smallest with P1 (21.63±0.67 mm). Similarly, old leaf extracts showed maximum inhibition in P4 (37.38±4.34 mm) and minimum inhibition in P1 (22.62±1.40 mm). Increasing the proportion of citric acid enhanced the extraction of bioactive compounds responsible for antibacterial activity. Molecular docking confirmed strong binding affinities between key metabolites and P. acnes target proteins, supporting the experimental findings. Thus, NADES extracts of A. marina leaves, particularly those prepared using a 4:1 citric acid–glucose ratio, demonstrate strong potential as natural antibacterial agents for acne prevention and treatment.
EVALUASI KOMPETENSI MASYARAKAT MENGENAI STRATEGI PEMASARAN DIMSUM BERBASIS IKAN LELE DI DESA BOCEK, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG : COMMUNITY COMPETENCE EVALUATION REGARDING CATFISH-BASED DIMSUM MARKETING STRATEGIES IN DESA BOCEK, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Tambunan, Jeny Ernawati; Ahmad, Mirza Gulam; Purwanti, Pudji; Abidin, Zainal; Fadhilah, Dinda Rizkina; Siahaan, Novita Sari; Simatupang, Lovely Tzuchi Ester; Maulana, Fariz Indra; Subianto, Yosua Juliano
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.1

Abstract

Evaluasi kompetensi masyarakat mengenai strategi pemasaran dimsum berbasis ikan lele merupakan kegiatan untuk menilai sejauh mana kemampuan masyarakat dalam memahami, merancang, dan menerapkan strategi pemasaran terhadap produk olahan pangan inovatif berbahan dasar ikan lele. Dimsum ikan lele dikembangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya lele yang melimpah di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kompetensi masyarakat dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan penerapan strategi pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan partisipasi aktif dengan penyebaran kuesioner kepada 32 responden yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan calon wirausaha lokal dengan menggunakan skala 1-10 dimana skala 1 menyatakan pemahaman yang sangan rendah dan skala 10 menunjukkan pemahaman yang sangat baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi masyarakat berada pada kategori sangat baik dengan nilai kuisioner 9,84, terutama pada aspek pemahaman produk dan penetapan harga, namun masih rendah dalam penggunaan media digital sebagai sarana promosi. Hasil ini menunjukkan perlunya pendampingan dan pelatihan lanjutan terkait pemasaran digital, branding produk, dan manajemen usaha agar masyarakat mampu mengembangkan dimsum ikan lele secara berkelanjutan serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal.   The evaluation of community competence in marketing strategies for catfish-based dimsum was conducted to assess the extent to which the community is able to understand, design, and apply marketing strategies for an innovative processed food product made from catfish. Catfish dimsum was developed as an effort to increase the added value of abundant catfish aquaculture products in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. This community service program aimed to evaluate the level of community competence in terms of knowledge, skills, and the application of marketing strategies, including product, price, place, and promotion aspects. The method used was quantitative descriptive with active participation, involving the distribution of questionnaires to 32 respondents consisting of small business actors and prospective local entrepreneurs. The questionnaire used a scoring scale of 1–10, where a score of 1 indicated a very low level of understanding and a score of 10 indicated a very high level of understanding. The results showed that community competence was in the very good category, with an average questionnaire score of 9.84, particularly in the aspects of product understanding and price determination. However, the use of digital media as a promotional tool still needs improvement. These findings indicate the need for further assistance and training related to digital marketing, product branding, and business management so that the community can sustainably develop catfish dimsum and enhance local economic competitiveness.