Latar Belakang: Angka kematian ibu masih menjadi tantangan kesehatan global, khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah rendahnya keterlibatan suami dalam perawatan kehamilan. Keterlibatan suami melalui pendekatan fatherhood diketahui dapat meningkatkan dukungan terhadap ibu hamil dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan maternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi fatherhood terhadap peningkatan pengetahuan suami dan kesejahteraan maternal dalam mendukung implementasi Father-Ready Antenatal care (F-ANC). Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Desa Blimbingsari, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan 20 suami dan 20 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui penyuluhan, booklet edukatif, dan diskusi kelompok mengenai peran ayah dalam kehamilan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Edukasi fatherhood secara signifikan meningkatkan pengetahuan suami dari 28,40 ± 1,50 menjadi 38,95 ± 1,82 dengan nilai p=0,000. Kesejahteraan maternal juga meningkat secara signifikan dari 22,90 ± 1,16 menjadi 33,40 ± 1,43 dengan nilai p=0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi fatherhood efektif dalam meningkatkan pemahaman suami mengenai peran mereka selama kehamilan sekaligus memperkuat dukungan yang diterima ibu hamil. Simpulan: Edukasi fatherhood meningkatkan pengetahuan suami dan kesejahteraan maternal. Integrasi edukasi fatherhood dalam pelayanan antenatal berbasis keluarga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan keterlibatan suami selama kehamilan. Hasil penelitian ini memperkuat konsep Father-Ready Antenatal care sebagai pendekatan pelayanan maternal yang berorientasi pada keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu.