Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MOZART MUSIC INCREASES THE NUMBER OF GLIAL CELLS COMPARED TO INDONESIA POP AND RELIGIOUS MUSIC Rahayu, Pipit Sri Estuning; Hermanto, Hermanto; Widjiati, Widjiati
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 15, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.975 KB) | DOI: 10.22219/sm.Vol15.SMUMM2.10265

Abstract

Music stimulation is an important component for prenatal fetal development. Both pop and religious music are easy to listen and widely accepted in Indonesia. This study was to analyze the effect of Mozart, pop, and religious music exposure during pregnancy to the number of glial cells in the brain of Rattus norvegicus offspring. The samples were divided into three groups based on the exposure for each group, namely Mozart, pop, and religious music, duration of 60 minutes with 65dB intensity, initiated on the 10th day of pregnancy for 9 days in the soundproof chamber. Three brains of the offsprings were dissected and prepared for Hematoxylin-Eosin staining counted on 5 fields of view and 400 magnification strength.Different glial cells number of Rattus norvegicus brain between groups were observed. Mozart music (28,29) showed a highest mean and pop music (18,67)  showed the lowest mean. Significant difference of the number of brain glial cells between Mozart music compared to pop and religious music groups were observed, with p value <0,005.The number of brain glial cells of Rattus norvegicus offsprings in the Mozart group were significantly higher than those in pop and religious groups.
Mozart Music Increases The Number Of Glial Cells Compared To Indonesia Pop And Religious Music Pipit Sri Estuning Rahayu; Hermanto Hermanto; Widjiati Widjiati
Saintika Medika Vol. 15 No. 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol15.SMUMM2.10265

Abstract

Music stimulation is an important component for prenatal fetal development. Both pop and religious music are easy to listen and widely accepted in Indonesia. This study was to analyze the effect of Mozart, pop, and religious music exposure during pregnancy to the number of glial cells in the brain of Rattus norvegicus offspring. The samples were divided into three groups based on the exposure for each group, namely Mozart, pop, and religious music, duration of 60 minutes with 65dB intensity, initiated on the 10th day of pregnancy for 9 days in the soundproof chamber. Three brains of the offsprings were dissected and prepared for Hematoxylin-Eosin staining counted on 5 fields of view and 400 magnification strength.Different glial cells number of Rattus norvegicus brain between groups were observed. Mozart music (28,29) showed a highest mean and pop music (18,67)  showed the lowest mean. Significant difference of the number of brain glial cells between Mozart music compared to pop and religious music groups were observed, with p value <0,005.The number of brain glial cells of Rattus norvegicus offsprings in the Mozart group were significantly higher than those in pop and religious groups.
OPTIMALISASI PERAN SUAMI MELALUI EDUKASI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MATERNAL Pipit Sri Estuning Rahayu; Gama Dwi Fitrianawati; Elies Meilinawati
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2452

Abstract

Kesehatan ibu berfungsi sebagai metrik penting untuk mengevaluasi keadaan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, yang dibentuk tidak hanya oleh layanan kesehatan tetapi juga oleh dukungan keluarga, terutama dari pasangan. Keterlibatan suami dalam memfasilitasi kesehatan ibu selama tahap kehamilan, persalinan, dan periode postpartum tetap tidak optimal karena berbagai hambatan sosial dan budaya, serta kekurangan pengetahuan terkait. Inisiatif pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan suami melalui intervensi pendidikan yang bertujuan untuk memperkuat hasil kesehatan ibu. Metodologi yang digunakan melibatkan pemberian edukasi kepada pasangan yang sudah menikah melalui program penyuluhan terstruktur yang menekankan pentingnya dukungan emosional dan fisik, bersama dengan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan. Temuan dari kegiatan menunjukkan peningkatan penting dalam pengetahuan dan pemahaman suami mengenai peran pendukung mereka dalam kesehatan ibu, akibatnya mengarah pada peningkatan kesiapan untuk tantangan yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Selain itu, edukasi juga mendorong partisipasi aktif suami dalam perawatan kesehatan ibu. Kesimpulannya, edukasi yang didasarkan pada pendekatan berbasis pasangan terbukti efektif dalam memperkuat peran suami, sehingga berkontribusi positif pada peningkatan kesejahteraan ibu.
Pengaruh Edukasi Fatherhood terhadap Peningkatan Pengetahuan Suami dan Kesejahteraan Maternal dalam Mendukung Father-Ready Antenatal care di Desa Blimbingsari Mojokerto Pipit Sri Estuning Rahayu; Lukmi Wulandari; Fredlina Rossa Balindra
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 7 No. 1 (2026): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.7.1.21-30

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu masih menjadi tantangan kesehatan global, khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah rendahnya keterlibatan suami dalam perawatan kehamilan. Keterlibatan suami melalui pendekatan fatherhood diketahui dapat meningkatkan dukungan terhadap ibu hamil dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan maternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi fatherhood terhadap peningkatan pengetahuan suami dan kesejahteraan maternal dalam mendukung implementasi Father-Ready Antenatal care (F-ANC). Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Desa Blimbingsari, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan 20 suami dan 20 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui penyuluhan, booklet edukatif, dan diskusi kelompok mengenai peran ayah dalam kehamilan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Edukasi fatherhood secara signifikan meningkatkan pengetahuan suami dari 28,40 ± 1,50 menjadi 38,95 ± 1,82 dengan nilai p=0,000. Kesejahteraan maternal juga meningkat secara signifikan dari 22,90 ± 1,16 menjadi 33,40 ± 1,43 dengan nilai p=0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi fatherhood efektif dalam meningkatkan pemahaman suami mengenai peran mereka selama kehamilan sekaligus memperkuat dukungan yang diterima ibu hamil. Simpulan: Edukasi fatherhood meningkatkan pengetahuan suami dan kesejahteraan maternal. Integrasi edukasi fatherhood dalam pelayanan antenatal berbasis keluarga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan keterlibatan suami selama kehamilan. Hasil penelitian ini memperkuat konsep Father-Ready Antenatal care sebagai pendekatan pelayanan maternal yang berorientasi pada keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu.