Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PKM SOSIALISASI PENCEGAHAN KASUS STROKE DAN CAMPAIGN AKTIVITAS FISIK BAGI ANGGOTA PROLANIS DI PUSKESMAS HAMLAHERA SEMARANG Abidin, Zainal; Putri, Ni Ketut Dewita; Ayuningtyas, Tita Rachma
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.89

Abstract

Stroke menjadi kasus penyebab kematian pertama di Indonesia dengan angka kematian lebih dari 350 ribu per tahun. Stroke merupakan penyakit dengan gejala-gejala defisit saraf akibat gangguan aliran darah pada otak dengan beberapa faktor risiko yang dapat dicegah. Beberapa faktor risiko dari kasus ini antara lain; hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, rokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Faktor-faktor diatas berkaitan dengan gaya hidup sedentari, pola makan yang kurang tepat, dan keduanya dapat diperbaiki untuk mencegah penyakit yang lebih serius. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kasus ini adalah peningkatan pemahaman faktor risiko dan peningakatan aktivitas fisik terprogram. Guna menjawab permasalahan penyakit kronis ini, pemerintah memiliki program dalam pemeliharaan kesehatan bagi peserta yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan BPJS. Salah satu program yang ada di tingkat puskesmas adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Secara umum kelompok Prolanis memiliki kegiatan rutin yang meliputi edukasi kesehatan, home visit, dan pemantauan status kesehatan secara rutin. Peserta program prolanis memiliki riwayat penyakit kronis yang diantaranya merupakan faktor risiko kasus stroke. Faktor risiko ini harus dikontrol secara rutin dan diimbangi dengan perbaikan gaya hidup salah satunya aktivitas fisik untuk meminimalisir terjadinya kasus stroke.
HUBUNGAN RIWAYAT JATUH TERHADAP FUNGSI EKSTREMITAS BAWAH PADA LANJUT USIA Susilawati, Indri; Mulyajaya, Muhammad Satria; Suprawesta, Lalu; Putri, Ni Ketut Dewita
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6100

Abstract

Falls are a common public health problem in older adults and are associated with declines in physical function, disability, and reduced quality of life. This study aimed to examine the association between a history of falls in the past six months and lower extremity functional performance among community-dwelling older adults. A cross-sectional observational study was conducted in 50 community-dwelling older adults. Fall history was obtained through interviews, while lower extremity function was assessed using the Five Times Sit-to-Stand Test (FTSTS). Data were analyzed using the Mann–Whitney U test and binary logistic regression. The results showed that 10 of 50 participants (20%) had a history of falls, and this group had a significantly longer FTSTS time (19.26 seconds) than those without a history of falls (14.05 seconds), with a significant association between FTSTS time and fall history (p = 0.018). Each 1-second increase in FTSTS time was associated with an approximately 20% higher odds of falling (odds ratio [OR] = 1.20; 95% confidence interval [CI] = 1.02–1.40; p = 0.024). These findings indicate that poorer lower extremity function is an important factor associated with falls among community-dwelling older adults, and that the FTSTS may serve as a simple screening tool to identify older adults at higher risk of falls in primary care and community settings.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN KADER DALAM IDENTIFIKASI FRAILTY PADA LANSIA RUMAH SENJA LOMBOK TIMUR Suprawesta, Lalu; Susilawati, Indri; Putri, Ni Ketut Dewita
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36443

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menimbulkan tantangan serius dalam bidang kesehatan masyarakat, salah satunya adalah kondisi frailty atau kerapuhan. Rumah Senja di Lombok Timur, yang menaungi lebih dari 100 lansia, belum memiliki sistem skrining rutin, dan kader pendamping belum mampu mngidentifikasi frailty secara mandiri. Program pengabdian masyarakat berbasis penelitian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mengidentifikasi frailty menggunakan instrumen fungsional sederhana. Metode pengabdian yang dilakukan adalah community-based research (CBR) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan pendampingan, lalu monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilakukan selama empat minggu, yang diikuti oleh 10 orang kader dan dihadiri oleh 49 lansia. Hasil pemeriksaan dengan pendampingan menunjukkan bahwa 28 lansia (57,1%) berada pada kategori frail, 16 lansia (32,7%) dalam kategori pre-frail, dan hanya 5 lansia (10,2%) tergolong robust. Pemahaman kader tentang frailty meningkat dari rata-rata 85 menjadi 87 poin, serta persepsi terhadap pencegahan melalui olahraga, nutrisi, dan dukungan sosial naik dari 85,7% menjadi 90,9%. Sebanyak 81,8% kader merekomendasikan skrining bulanan, sedangkan 18,2% menyarankan minimal dua kali setahun. Temuan ini menunjukkan prevalensi frailty di Rumah Senja cukup tinggi. Pelatihan kader dengan instrumen sederhana terbukti efektif meningkatkan kapasitas deteksi dini. Model skrining frailty berbasis komunitas ini memiliki potensi besar untuk dijadikan contoh di wilayah lain sebagai bagian dari strategi nasional mendukung penuaan sehat di Indonesia.Kata kunci: Frailty; Identifikasi; Instrumen Fungsional; Kader Kesehatan; Lanjut Usia. ABSTRACTThe increasing number of elderly people in Indonesia poses serious challenges in public health, one of which is the condition of frailty. Rumah Senja in East Lombok had more than 100 elderly individuals, currently lacks a regular screening system, and its field cadres are unable to independently identify frailty. This research-based community service project aims to enhance the capacity of cadres in identifying frailty using simple functional assessment tools. The method applied is community-based research (CBR) through stages of preparation, implementation of fascilitation, and monitoring and evaluation. The activities were conducted over four weeks, involving 10 cadres and 49 elderly participants. Screening results with guidance showed that 28 elderly (57.1%) were classified as frail, 16 (32.7%) as pre-frail, and only 5 (10.2%) as robust. Cadres’ understanding of frailty improved from an average of 85 to 87 points, and their perception of prevention through exercise, nutrition, and social support increased from 85.7% to 90.9%. A total of 81.8% of cadres recommended monthly screenings, while 18.2% suggested at least twice a year. These findings indicate a high prevalence of frailty at Rumah Senja. This community-based frailty screening model has significant potential to be replicated in other regions as part of a national strategy to support healthy aging in Indonesia. Keywords: Frailty; Identification; Functional Instrument; Health’s Cadres; Elderly.