Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Kesiapan dan Gaya Belajar dengan Tingkat Kelulusan Ujian Multiple Choice Question (MCQ) Kurniasih, Indri; Azzahraa, Dinni Alifa
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9218

Abstract

Masa transisi terjadi pada mahasiswa baru yang mengalami proses adaptasi dengan lingkungan kampusnya. Selama penyesuaian diri mahasiswa terkadang mengalami masalah psikologis dengan perubahan metode belajar, karena mahasiswa masih cenderung menerapkan cara belajar ketika belajar di sekolah menengah atas. Setiap mahasiswa memiliki kesiapan belajar (Self Directed Learning Readiness/SDLRS) dan gaya belajar (learning styles) yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Multiple Choice Questions (MCQ) merupakan salah satu penilaian hasil belajar dengan tingkat objektivitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 82 mahasiswa dipilih secara stratified random sampling. Kuesioner SDLRS dan Visual, Auditory, Read-White, Kinaesthetic (VARK) digunakan untuk mendapatkan data primer tentang kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa. Data Sekunder yang digunakan adalah jumlah kelulusan ujian MCQ pada blok 1 sampai 6.Analisis uji Somers’d menunjukkan nilai p = 0,237 (p 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Hasil analisis uji Lambda menunjukkan nilai p = 0,178 (p 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Gaya belajar mahasiswa didominasi oleh gaya belajar kinestetik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwakesiapan belajardan gaya belajar mahasiswa tidak berhubungan dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.
Hubungan Kesiapan dan Gaya Belajar dengan Tingkat Kelulusan Ujian Multiple Choice Question (MCQ) Kurniasih, Indri; Azzahraa, Dinni Alifa
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9218

Abstract

Masa transisi terjadi pada mahasiswa baru yang mengalami proses adaptasi dengan lingkungan kampusnya. Selama penyesuaian diri mahasiswa terkadang mengalami masalah psikologis dengan perubahan metode belajar, karena mahasiswa masih cenderung menerapkan cara belajar ketika belajar di sekolah menengah atas. Setiap mahasiswa memiliki kesiapan belajar (Self Directed Learning Readiness/SDLRS) dan gaya belajar (learning styles) yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Multiple Choice Questions (MCQ) merupakan salah satu penilaian hasil belajar dengan tingkat objektivitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 82 mahasiswa dipilih secara stratified random sampling. Kuesioner SDLRS dan Visual, Auditory, Read-White, Kinaesthetic (VARK) digunakan untuk mendapatkan data primer tentang kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa. Data Sekunder yang digunakan adalah jumlah kelulusan ujian MCQ pada blok 1 sampai 6.Analisis uji Somers’d menunjukkan nilai p = 0,237 (p0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Hasil analisis uji Lambda menunjukkan nilai p = 0,178 (p0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Gaya belajar mahasiswa didominasi oleh gaya belajar kinestetik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwakesiapan belajardan gaya belajar mahasiswa tidak berhubungan dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.
Lima Komponen Penting dalam Perencanaan OSCE Five Essential Keys in OSCE Planning Kurniasih, Indri
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v3i1.1727

Abstract

Pendahuluan : Kompleksitas dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Objective Structured ClinicalExamination (OSCE) dapat mempengaruhi kualitas dan kehandalan OSCE sebagai alat penilaian performa suatuketerampilan klinik. Berbagai faktor dapat membuat penilaian OSCE menjadi kurang reliabel. Perencanaankegiatan OSCE yang baik merupakan faktor penting dalam mendukung kehandalan OSCE. Tujuan dari penulisan ini adalah menguraikan dari berbagai sumber tentang prinsip dasar lima komponen penting dalam perencanaan OSCE. Diskusi : Pelaksanaan OSCE membutuhkan langkah-langkah yang terencana secara baik. Terdapatlima komponen penting dalam perencanaan suatu OSCE yaitu disain OSCE, pasien standar, penguji, saranaprasarana, dan standar setting. Disain OSCE meliputi penyusunan blue print OSCE, penyusunan kasus/stationdan penyusunan form checklist/rating scale. Penyusunan blue print merupakan langkah awal dalam mendisainOSCE. Blue print disusun untuk memastikan bahwa berbagai kompetensi individual akan diujikan beberapa kalipada beberapa station, dan setiap station berkontribusi melengkapi ujian dengan menilai beberapa jeniskompetensi. Kesimpulan : Persiapan berbagai komponen penting penyusun OSCE harus dilakukan secara terencana oleh komite ujian agar penilaian menjadi objektif, valid dan reliabel serta menghasilkan informasi yangdapat dipercaya.
Efektivitas Manajemen Stres Cognitive-Behavioral dalam Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Pertama Tahap Sarjana PSPDG UMY Kurniasih, Indri; Liza, Ika Dhita M
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7296

Abstract

Stres dapat dikatakan sebagai proses adaptasi dengan lingkungan yang baru. Beberapa fenomena dan penelitian menunjukkan bahwa stres meningkat pada mahasiswa kedokteran gigi di tahun pertama, disertai adanya efek negatif terhadap akademis dan kesehatan. Cara yang paling tepat dalam mengurangi efek negatif dari stres pada mahasiswa baru adalah adalah dengan manajemen stres Cognitive- behavioral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas manajemen stres metode Cognitive-behavioral dalam menurunkan stres pada mahasiswa tahun pertama tahap sarjana Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PSPDG) UMY. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan rancangan pretest-intervention-postest. Sampel terdiri dari 40 mahasiswa tahun pertama PSPDG UMY yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberi manajemen stres dengan nilai probabilitas 0,000 (p 0,05). Hasil rata-rata menunjukkan penurunan nilai sebesar 9,60. Dapat disimpulkan bahwa manajemen stres metode Cognitive-behavioral efektif dapat menurunkan tingkat stres mahasiswa tahun pertama PSPDG UMY.
Early identification of sleep bruxism among dental students: an observational study Yunisa, Fahmi; Kurniasih, Indri; Putri, Vinanga Dentia; Biddinika, Muhammad Kunta
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 10, No 2 (2024): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/majkedgiind.86512

Abstract

Psychological conditions such as stress, anxiety, and depression can trigger sleep bruxism, a parafunctional activity. Dental students are one group that may experience psychological difficulties. Study workloads for dental students can cause stress and lead to sleep bruxism. This research aimed to identify the incidence of sleep bruxism among dental students. Participants were dental students of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (n = 200) aged 23–29 years, with 1–5 years of study periods. We adapted a questionnaire from the American Academy of Sleep Medicine to detect sleep bruxism. This questionnaire contains eight questions about the signs and symptoms experienced by respondents with sleep bruxism. The result of this study showed that only 18% of the participants had sleep bruxism. It can be concluded that the incidence of sleep bruxism in dental students is relatively low.
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN (PAPEPENG) UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Kurniasih, Indri; Jannah, Widia Nur; Rahayu, Fanny Septiany
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 7, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v7i2.6883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kualitas media kongkrit pada pembelajaran Matematika khususnya pada materi Penjumlahan dan pengurangan pada kelas I Sekolah Dasar, Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan penelitian Research and Development. dengan menggunakan model Borg and gall yang dikembangkan oleh  sugiyono. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan angket. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Kemampuan berhitung peserta didik kelas I SD Muhammadiyah Sunten,Sendangrejo, Minggir belum maksimal hal ini dibuktikan melalui wawancara dengan ibu Muthmainah,S.Pd sebagai wali kelas I SD Muhammadiyah Sunten, Beliau mengatakan kemampuan berhitung peserta didiknya belum maksimal dikarenakan peserta didik menganggap sulit pelajaran Matematikan, masih kesulitan dalam berhitung, dimana materi penjumlahan dan pengurangan merupakan materi dasar yang wajib dikuasai, belum adanya media pembelajaran yang konkrit di Sekolah tersebut. Hasil penilaian dari para ahli menunjukan bahwa media Papan Penjumlahan dan pengurangan(PAPEPENG) layak digunakan untuk diujicoba dilapangan.Kata Kunci: (PAPEPENG, Pembelajaran Matematika, siswa Kelas I)
Factors Influencing Requirement's Implementation of Clinical Dental Student of Muhammadiyah University of Yogyakarta Putranti, Wahyu Safitri Dhini; Dewanto, Iwan; Kurniasih, Indri; Astuti, Novitasari Ratna
Journal of Indonesian Dental Association Vol 1 No 1 (2018): October
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.336 KB) | DOI: 10.32793/jida.v1i1.222

Abstract

Introduction: Institution of Dentist Education (IPDG) which requires professional students to meet a number of requirements tend to get constraints, such as delay in graduation due to students unable to meet all the requirements. This constraint relates to important factors in professional education, namely lecturer factor, patient factor, and student factor. Objectives: This study aimed to understand the factors that influence the fulfillment of the requirements of clinical dental students of Muhammadiyah University of Yogyakarta (UMY). Methods: This research was an observational research with cross sectional design. Research subjects amounted to 100, taken by purposive sampling technique. Research data consisted of primary and secondary data. Primary data were obtained from answers to questionnaires and secondary data were obtained from reports management information system in dental and mouth hospital of UMY. Research data were analyzed by Pearson correlation and multiple linear regression. Results: There was a difference between the questionnaire answers and the reports of management information system regarding the fulfillment of the requirements. Pearson correlation analysis results obtained significance value of the three factors of 0.000 (p<0.05). The result of multiple linear regression analysis showed that lecturer factor had significance value 0.003 (p<0.05), patient factor had significance value equal to 0.013 (p<0.05), and student factor had significance value equal to 0.001 (p<0.05). Simultaneously factor of lecturer, patient factor, and student factor significantly influence to fulfill requirement of clinical dental student with F count equal to 24.836 and significance number 0.000. The contribution of these three factors had an influence of 41.9%, the remaining 58.1% was determined by other variables that were not in this study. Conclusion: Lecturer factor, patient factor, and student factor have relevance and influence the fulfillment of the requirements of clinical dental students of UMY.