Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Q-angle and postural stability: a review of the relationship and implications for fall risk Widnyana, Komang Tri Yudartha; Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Kamayoga, I Dewa Gede Alit
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.116

Abstract

Introduction: One of the condition common types of muscular distortion is retrieved Q-angle and postural stability. The function lower extremities with all the structures assist postural stability in most static postures and dynamic movements or activities. The changes in the Q-angle and postural stability contribute to the development risk of falling. This study aimed to examine the relationship and implications of Q-angle and postural stability for fall risk. Methods: This study uses a literature review by conducting data through an electronic database such as Pedro, Pubmed, and Google Scholar. They had discussed approximately Q-angle, postural stability, and fall prevention with selection by inclusion and exclusion criteria. Results: We discovered three research related articles. The studies examined the relationship and implications of Q-angle and postural stability for fall risk. The results of those studies, Q-angle and postural stability had a correlate and implication for fall risk. Conclusion: Q-angle and postural stability are related to the risk of falling. The risk of falling can be decreased by reducing the Q-angle and improving postural stability. Additionally, it can be achieved through exercise or orthotics to helps reduce the risk of falls, which will eventually avoid injuries.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kemampuan Komunikasi Interpersonal Petugas Pelacakan Kontak (Tracer) COVID-19 di Provinsi Bali Dewi, Ni Putu Shinta Utari; Wulanyani, Ni Made Swasti; Subrata, I Made; Widnyana, Komang Tri Yudartha
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v9i1.5787

Abstract

Pelaksanaan pelacakan kontak COVID-19 di Provinsi Bali belum berjalan optimal, meskipun merupakan salah satu strategi utama dalam pengendalian penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan komunikasi interpersonal petugas pelacakan kontak (tracer) COVID-19 di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan petugas tracer di puskesmas pada ketiga wilayah tersebut. Sampel sebanyak 121 responden dipilih menggunakan teknik total sampling (non-probability sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner elektronik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (81,0%), berusia ≤26 tahun (60,3%), belum menikah (53,7%), berpendidikan sarjana (54,4%), dan memiliki masa kerja ≤3 tahun (58,7%). Mayoritas responden memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi serta kemampuan komunikasi interpersonal yang sangat tinggi (61,2%). Analisis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, masa kerja, dan wilayah kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi interpersonal. Dibandingkan dengan Kota Denpasar, kemampuan komunikasi interpersonal di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar masing-masing lebih rendah sebesar 5,063 dan 8,015. Meskipun demikian, tingginya kemampuan komunikasi interpersonal secara individu belum sepenuhnya sejalan dengan capaian pelacakan kontak di lapangan yang masih rendah. Hal ini menunjukkan adanya faktor lain di luar individu yang turut memengaruhi keberhasilan pelaksanaan pelacakan kontak. Oleh karena itu, selain peningkatan kapasitas individu melalui pelatihan kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal, diperlukan pula penguatan sistem serta peningkatan kepercayaan masyarakat guna mendukung efektivitas program pelacakan kontak COVID-19. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kemampuan Komunikasi Interpersonal, Petugas Pelacakan Kontak (Tracer), COVID-19