p-Index From 2021 - 2026
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ZOOTEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN PEMOTONGAN BABIRUSA (Babyrousa babirussa celebensis DENIGER) SEBAGAI SATWA ENDEMIK SULAWESI UTARA PADA BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN MINAHASA Kiroh, H.J; Ratulangi, F.S.; Rimbing, S.C.; Wahyuni, I.
ZOOTEC Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.399 KB) | DOI: 10.35792/zot.40.2.2020.30095

Abstract

STUDY ON SLAUGHTER ACTIVITY OF BABIRUSA (Babyrousa babirussa celebensis DENIGER) AS THE ENDEMIC FAUNA IN NORTH SULAWESI AT THE SEVERAL TRADITIONAL MARKETS IN MINAHASA REGENCY. Babirusa (Babyrousa babyrussa celebensis D.) is categorized as a valuable germinal plasma and included into protected fauna since sixty years along a go. Therefore, this animal was noted into endangered animals. However, the hunting activities of the local community are occurring in the remote area of Minahasa as indicated by availability of meat trading of this animal. The objective of this study was to evaluate the slaughter activities dealing with meat trading of this endemic fauna on several traditional markets in Minahasa regency. Study was conducted by survey method focusing on hunters, traders and consumers buying meat of this animal on several traditional markets in Minahasa regency. Results showed that meat of Babirusa (Babyrousa babyrussa celebensis D.) were still traded and found on several traditional markets in Minahasa regency indicated by hunter existences of 0 to 25 percents, meat sellers of 8.33 to 50 percents, and fixed meat consumers of 58.33 to 100 percents of this animal. These cases were spreading on the traditional markets around districts of Tondano, Remboken, Kawangkoan, Langowan and Tanawangko. As the conclusion that slaughters and trading activities of the protected Babirusa (Babyrousa babyrussa celebensis D.) were existing recently in the remote areas of Minahasa Regency.Key words: Babirusa (Babyrousa babyrussa celebensis D.), endemic,  traditional market.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI TIKUS HUTAN EKOR PUTIH (Maxomys hellwandii) DI TANGKOKO BATUANGUS BITUNG Masala, Jaquelyn; Wahyuni, I.; Rimbing, S.C; Lapian, H.F.N.
ZOOTEC Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.949 KB) | DOI: 10.35792/zot.40.1.2020.27021

Abstract

MORPHPLOGICAL CHARACTERISTICS OF WHITE TAILED MICE (Maxomys hellwandii) IN NATURE RESERVE FOREST OF TANGKOKO BATUANGUS BITUNG. This study aims to determine the types of white tailed mice that exist around the forest in Tangkoko, Batuputih village. This research was conducted using the observation method. The research results, it is known that there are two types of white tailed mice. A rat with a total length from head to tail for males with an average of 51.1 cm and females with an average of 45.6 cm, and an average body weight for males 272.1 g and for females 266.5 g. The tail is partially black and most is white, with an average length of 27.7 cm for males and 24.6 cm for females. Rat B in this study obtained mice that were only male and female and with a female body length of 49 cm. This rat weighs 305 g with live habitat at the root of the tree and likes to eat fruit. Base on observation result can be concluded that type A mice are included in the Maxomys helwandii type, while for type B rats are not yet known but are commonly referred to by local residents as deer mice because they have a deer head shape. Keywords: White tail forest rat, Morphological, Batuangus Nature Reserve.
Kualitas fisik telur ayam ras yang direndam dalam larutan teh hijau (Camellia Sinensis) komersial Tooy, M.D; Lontaan, N.N.; Karisoh, L.C.M.; Wahyuni, I.
ZOOTEC Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.005 KB) | DOI: 10.35792/zot.41.1.2021.33524

Abstract

PHYSICAL QUALITY OF EGGS DIPPED IN A COMMERCIAL GREEN TEA (Camellia sinensis) SOLUTION. Studies conducted to determine and understand the physical quality of broiler eggs soaked in commercial green tea solution. The variables observed were the decrease in egg weight, protein index, egg yolk index and Haugh unit. This study used a fully randomized design (CRD) with 5 treatments as follows: P0 = no immersion, P1 = green tea solution concentration 40%, P2 = green tea solution concentration 50%, P3 = green tea solution concentration 60% , P4 = concentration of the green tea solution 70% with 4 repetitions. The results showed that the immersion of the commercial green tea solution was not significant (P> 0.05) from the egg yolk index and Haugh Unit index, but significant (P <0.05) from the decrease in egg weight and protein index. The average reduction in egg weight had the lowest value at a concentration of 50% with a value of 3.91% and the highest value at no immersion with a value of 5.40%. The protein index had the highest value at a concentration of 40%, namely 0.13 compared to the concentration of other solutions and without immersion. The egg yolk index has the highest average value at a solution concentration of 40% with a value of 0.16 compared to the concentration of other solutions or without immersion. Haugh Unit has the highest average value at a solution concentration of 40% with a value of 51.64 and compared to the concentration of other solutions and without immersion. Eggs soaked in a commercial green tea solution can suppress the physical quality of chicken eggs at a concentration of 40% and are more effective than other commercial green tea solutions.Keywords: eggs, green tea, physical quality.
Pengaruh bentuk dan ukuran potongan daging ayam broiler terhadap sifat fisik dan organoleptik produk ilabulo Poliyama, P.; Wahyuni, I.; Sondakh, E.H.B.; Ratulangi, F.S.
ZOOTEC Vol 41, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.84 KB) | DOI: 10.35792/zot.41.2.2021.35614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan organoleptik produk makanan Ilabulo dengan menggunakan bentuk dan ukuran daging ayam broiler. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari daging ayam broiler, sagu dan bumbu lainnya. Perlakuan pada penelitian ini yaitu bentuk dan ukuran daging yakni P1 = daging dipotong kecil-kecil, P2 = daging digiling, dan P3 = daging dicincang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Variabel pengukuran meliputi pengujian sifat fisik dan pengujian organoleptic. Data yang diperoleh dari setiap pengukuran variabel dianalisa dengan analisis varian pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji BNT untuk setiap perbedaan rataan pada semua variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa potongan daging pada produk Ilabulo tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar sifat fisik daging.  Namun pada uji organoleptik bentuk potongan daging memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap terhadap citarasa, warna, tekstur, aroma. Warna produk ilabulo, panelis lebih menyukai daging yang dicincang, sementara untuk aroma ilabulo daging yang giling dan dicincang lebih disukai oleh panelis, demikian pula cita rasa ilabulo masih panelis lebih menyukai daging yang dicincang. Untuk variabel tekstur daging yang dicincang lebih disukai dibanding dengan daging yang dipotong kecil-kecil. Kesimpulan bahwa produk ilabulo yang berasal dari daging broiler yang dipotong kecil-kecil, digiling dan dicincang tidak memberikan perbedaan dilihat dari aspek pH, daya mengikat air dan kadar air. Namun daya akseptabilitas lebih diminati produk ilabulo yang berasal dari daging broiler yang dicincangKata kunci : makanan ilabulo, daging broiler, bentuk dan potongan daging
Morfologi kelelawar (Chiroptera: Megachiroptera) di sekitar perkebunan Desa Sawangan Minahasa Utara Ransaleleh, T.A.; Kawatu, M.; Wahyuni, I.; Onibala, J.; Kambey, P.
ZOOTEC Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawangan merupakan desa Wisata Budaya Nasional dengan objek wisata budaya Taman Purbakala Waruga. Terletak di kaki gunung klabat yang menyimpan keanekaragaman satwa liar termasuk kelelawar. Kelelawar berfungsi sebagai penyebar biji-bijian dan sebagai pollinator buah-buahan yang bernilai ekonomis, namun kelelawar dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh sebagian orang.  Berdasarkan hasil diskusi dengan warga desa Sawangan bahwa kelelawar dijadikan bahan pangan oleh sebagian masyarakat juga diperdagangkan oleh beberapa pemburu di desa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang menyebabkan aktivitas berburu terus dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis kelelawar endemik Sulawesi yang dijadikan bahan pangan oleh sebagian masyarakat di desa Sawangan. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan. Metode yang digunakan yaitu observasi dengan mendatangi para pemburu ketika mereka berburu. Variabel morfologi yang diukur yaitu bobot badan, morfometri tubuh dan ciri-ciri fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan morfologi kelelawar pemakan buah yang teridentifikasi ada lima jenis yaitu Rousettus amplexicaudatus, Rousettus celebensis, Nytimene cephalotes, Cynopterus minutus dan Thoopterus nigrencens. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu dari kelima jenis kelelawar yang teridentifikasi, dua jenis endemik Pulau Sulawesi dan Maluku yaitu  R.celebensis dan T. nigrencens. Kata kunci:  morfologi, kelelawar, Sawangan
Pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah (hylocereus polyrhizus) terhadap daya ikat air, susut masak, pH dan organoleptik sosis daging ayam Adrian, K.; Rumondor, D.B.J.; Wahyuni, I.; Ma’ruf, W.; Sane, S.
ZOOTEC Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan organoleptik produk sosis ayam dengan penambahan tepung kulit buah naga merah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari daging ayam, tepung kulit buah naga merah, tepung tapioka dan bahan-bahan lainnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Sebagai perlakuan penambahan tepung buah naga merah 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Variabel yang diteliti sifat fisik terdiri dari pH, daya ikat air, susut masak dan untuk uji organoleptik terdiri dari warna, aroma, tekstur, dan citarasa. Analisis data menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui perlakuan mana yang berbeda nyata secara statistik dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukan bahwa sosis ayam dengan penambahan tepung kulit buah naga merah memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, warna, dan tekstur dan memberikan pengaruh yang nyata terhadap Daya ikat air, pH, susut masak, warna, aroma, tekstur dan cita rasa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan untuk semua variabel maka disimpulkan bahwa penambahan tepung kulit buah naga merah pada sosis ayam sampai dengan 4% menghasilkan sifat fisik yang baik dan sangat disukai panelis. Kata Kunci : Daging ayam, Sosis, Tepung kulit buah naga merah